Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Hari Bahagia


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Hari yang di tunggu semua orang pun tiba, termasuk Hawa dan Ikbal. Hari ini adalah hari pernikahan Hawa dan Ikbal. Saat ini Hawa sedang di dandani oleh MUA terkenal di kota itu, dan Ummi sendiri yang mencarikan nya buat Hawa.


Sedangkan Nisa, dia sedang membantu Ibu nya Hawa membawa minuman dan makanan untuk para tamu. Acara tidak di gelar mewah, hanya acara ijab qobul sederhana, dengan hanya mengundang warga kampung saja.


'' Silahkan pak, di minum!'' ucap Nisa saat menaruh minuman di depan meja para tamu.


Setelah itu Nisa pun pergi ke dapur untuk mengambil soto ayam. Memang di sana setiap tamu akan di berikan 1 mangkok soto ayam perorang. Saat Nisa sedang menyiapkan soto di bantu Bibi nya, ternyata sendok nya kurang.


'' Bik, sendok nya kurang!'' ucap Nisa


'' Itu Nis, Bibi tadi malam taruh di atas lemari piring. Kamu ambil saja! Bibi lagi tanggung nih.'' ucap bibi sambil menata makanan di piring.


Nisa mengangguk, lalu mengmbil kursi fan memanjat nya dengan susah. Sebab saat ini Nisa sedang memakai kebaya, jadi rada susah untuk menaiki kursi.


Dengan susah payah Nisa naik ke atas kursi. Lalu dia mengambil sendok di atas lemari piring. '' Bik, dimana sendok nya?'' tanya Nisa


'' Itu di balik kardus gelas.''


Nisa merogoh ke belakang kerdus gelas, dengan kaki sedikit menjinjit. Saat tangan nya sudah menemukan apa yg dia cari. Nisa hendak turun namun naas, kaki nya tak seimbang hingga badan nya terhuyung dan hendak jatuh.


Aaaghhhhh


Hap


Nisa memejamkan mata nya, dia pikir akan jatuh ke lantai. Tapi Nisa merasakan ada yg menangkap tubuh nya. Saat dia membuka mata , mata Nisa langsung bertabrakan dengan mata hitam milik Umar.


Ternyata yang menangkap tubuh Nisa adalah Umar, tadi Umar ke dapur hendak mengambil minum. Tapi dia melihat Nisa hendak jatuh, dan dia pun segera menangkap tubuh Nisa.


Pandangan mereka terpaku satu sama lain.


' Ya ampun, Nisa cantik banget dengan pakaian kebaya begini?' batin Umar


' Ya allah, kenapa dengan dadaku? Umar sangat tampan.' batin Nisa


Eekhhmm


Bibi nya Nisa berdehem, sehingga Umar dan nisa pun tersadar, dan Umar segera melepaskan tubuh Nisa. Lalu mereka menjaga jarak 1 sama lain. Bahkan jantung mereka berdegup kencang 1 sama lain. Dan pipi Nisa pun sudah merona malu.


'' Kalian ini, sangat cocok!'' ucap Bibi sambil berlalu membawa nampan ke depan.


Tinggalah Nisa dan Umar di dapur. Mereka saling diam 1 sama lain. Kejadian tadi, membuat Nisa dan Umar menjadi canggung 1 sama lain. Nisa segera mencuci sendik nya, dengan dada yg terus berdebar kuat.


Sedangkan Umar segera menegak air putih sampai habis 2 gelas. Saat Umar akan pergi kedapur tiba tiba ibu muncul.

__ADS_1


'' Mar, kamu bantuin Nisa, bawain soto buat para tamu, Ya!'' ucap Ibu.


''Nggak usah Buk! Nisa bisa sendiri kok.'' timpal Nisa saat menyiapkan soto di mangkok.


'' Gak papa Nak! Lagian para tamu banyak di depan.'' jawab Ibu.


Nisa dan Umar menatap 1 sama lain. Kemudian Nisa mengangguk. '' Makasih ya, karena sudah menolongku tadi!" ucap Nisa pada Umar, saat Ibu pergi dari dapur.


'' Hm, sama sama...'' hanya Kata itu yg bisa Umar ucapkan. Entah kenapa hatinya jadi tak menentu saat berdua dengan Nisa.


' Sepertinya benar kata Hawa, kalau aku sudah jatuh cinta sama Nisa! Kalau begitu, aku akan...'


'' Ini soto nya udah jadi, tolong di bawa kedepan ya Kak! Kasih sama yg belum kebagian.'' ucap Nisa sambil menyerahkan 1 nampan soto pada Umar.


'' Iya..'' jawab Umar lalu mengambil nampan itu, dan melangkah keluar.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Saat ini acara akan segera di mulai, Ikbal juga sudah sudah duduk di depan penghulu. Karena Ayah Hawa sudah tidak ada, maka Umar lah yg menggantikan peran sang Ayah untuk menjadi wali nya Hawa. .


Penghulu pun menjabat tangan Ikbal, lalu mengucapkan ijab.


'' Sodara Ikbal Bratama, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau, dengan saudari Hawa Humairah binti Ali Zainal, dengan maskawin emas 20 gram dan seperangkat alat shalat, dan surat Ar- rahman, di bayar Tunai.''


'' Saya terima, nikah dan kawin nya Hawa Humairah, binti Ali Zainal dengan maskawin tersebut, tunai.''


'' SAH...''


'' Alhamdulillah.'' lalu penghulu pun membaca do'a.


Setelah itu Ikbal di minta membaca surat Ar- rahman, yg dia jadikan salah 1 mahar nya untuk Hawa. Sebenar nya, surat Ar- rahman itu Hawa sendiri yang meminta. Tapi soal emas, itu dari Ikbal sendiri.


Dalam rasa bahagia tersebut, ada sepasang mata yg menatap Ikbal dengan perasaan sedih. Dia adalah Adam. Dia sedang menatap sedih ke arah Ikbal, dimana sekarang pria yg pernah menjadi kakak ipar nya, menikah dengan mantan istrinya.


' Ikhlaskan aku ya Allah, aku do'a kan semoga Hawa, dan ikbal bahagia, dan langgeng..' batin Adam, dengan tatapan sendu ke arah Ikbal.


Di kamar Hawa.


Hawa sedang duduk bersama Nisa, Ummi dan Ibu. Hawa menangis saat ijab qobul di ucapkan dengan lancar, bukan hanya karena soal pernikahan nya, namun karena Hawa sedih karena sang Ayah tidak ada di samping nya, untuk menemani Hawa di hari pernikahan nya itu.


'' Ayo, Nak.'' ajak Ummi pada Hawa, lalu mereka pun keluar dari kamar dan berjalan ke arah Ikbal, yg sudah selesai dengan ngaji nya.


Hawa berjalan dengan di gandeng oleh Ibu dan Nisa. Ikbal terus menatap Hawa tanpa berkedip, begitu pun dengan Adam. Kedua pria tadi terus menatap Hawa tanpa tanpa berpaling. Raisya bahkan sampai kagum menatap kecantikan Hawa.


' Hawa begitu sangat cantik! Wajar saja, jika Adam dan Ikbal sampai tergila gila pada Hawa? Bukan hanya cantik luar nya saja, namun dalam nya lebih cantik!' batin Raisya.

__ADS_1


Hawa duduk di samping Ikbal, kemudian mencium tangan Ikbal, setelah Ikbal memasangkan cincin di jari manis nya. Kemudian Ikbal mencium kening Hawa dengan gemetar, karena untuk pertama kali nya dia mencium wanita dalam hidup nya.


Lalu Hawa dan Ikbal mencium tangan Ibu, Ummi, Abi, dan Umar silih berganti.


'' Selamat ya Nak! Ibu do'akan, semoga rumah tanggamu, langgeng sampai maut memisahkan.'' ucap Ibu.


'' Selamat ya sayang, Ummi senang sekali, karena kamu menjadi putri nya Ummi.'' ucap Ummi


'' Selamat ya, Abi hanya berpesan pada kalian! Apapun yg terjadi nanti, tetaplah bersama, dan gapailah ridho sampai jannah nya..'' ucap Abi


'' Selamat ya Dek! Abang berharap, rumah tangga kamu kali ini, akan bahagia sampai akhir hayat! Dan kau Bal, awas jika kau menyakiti Hawa, maka habis kau ...'' ancam Umar pada Ikbal.


'' Kakak tenang saja! Aku tak akan menyakiti Hawa, jika itu terjadi. Aku siap jika nanti, allah melaknat ku.'' ucap Ikbal sambil menatap Hawa.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Saat ini Hawa dan Ikbal sedang berdiri di pelaminan untuk menerima ucapan selamat dari para tamu. Lalu Adam datang bersama Raisya, untuk mengucapkan selamat.


'' Selamat ya Wa! Aku do'akan agar rumah tangga kalian langgeng, sampai maut memisahkan. Maafkan aku, yg dulu gagal menjaga mu! Kak, aku titip Hawa, ya! Jaga dia dengan baik, dan cintai dia dengan tulus.'' ucap Adam


'' Kau tenang saja, aku akan menjaga Hawa dengan nyawaku! Tak akan, aku biarkan air mata mengalir 1 tetes pun dari kedua mata nya.'' jawab Ikbal sambil merangkul pinggang Hawa.


Hawa menatap Ikbal dengan pipi yg merona, sedangkan Adam merasakan sesak di dada nya. ''Wa, boleh ya, jika aku malam ini membawa Alwi bersamaku ke hotel! Kalian kan mau malam pertama, jadi biar Alwi sama aku? Please, aku ingin bersama Alwi...'' pinta Adam.


Hawa menatap Ikbal, meminta persetujuan, dan Ikbal mengangguk setuju.


'' Baiklah, aku izin kan Bang! Tapi besok pagi, Alwi sudah di bawa kesini lagi ya!'' ucap Hawa.


Adam mengangguk cepat, lalu dia mencium pipi Alwi yg ada di dalam gendongan nya.


'' Wa, Kak Ikbal, selamat Ya! Semoga rumah tangga kalian, langgeng sampai maut memisahkan.'' ucap Raisya sambil memeluk Hawa.


'' Makasih ya, Sya! Kamu sudah datang kesini. Kamu kapan nyusul?'' tanya Hawa.


'' Aku, mungkin 2 bulan lagi Wa!''


'' Waaah, oh, ya! Sama siapa?'' tanya Hawa penasaran.


'' Aku akan menikah, sama teman lamaku, yg berada di London! Do'ain ya, agar semuanya lancar.'' ucap Raisya


'' Aamiin...'' jawab Hawa


'' Ku pikir malah kalian, akan....'' ujar ikbal sambil menatap Adam dan Raisya bergantian.


'' Haha.... Nggak Kak! Aku sama Raisya itu, hanya teman. Kami sekarang hanya sahabat saja! Iya kan Sya.'' ucap Adam sambil melirik ke arah Raisya.

__ADS_1


Raisya mengangguk. Lalu mereka pun turun dari pelaminan sambil membawa Alwi. Sebenar nya ada rasa tak rela, saat Adam meminta izin untuk membawa Alwi. Namun Hawa juga tak mau egois, Adam adalah ayah biologis Alqi, jadi Hawa mangizinkan nya.


Bersambung.......


__ADS_2