
HAPPY READING😘
Pai ini Hawa sudah bersiap siap untuk pergi kerumah sakit. Dia mencoba berdamai dengan perasaan dan kenyataan di hidup dan hati nya. Walaupun berat, tapi Hawa harus melakukan itu. Memang tak akan mudah jika kita harus berbagi suami, apalagi istri lain dari suaminya sedang sakit keras.
Hawa akan mencoba bertahan, walau dia sendiri juga tidak tahu. Apakah dia akan bisa dan sanggup atau tidak. Tapi, setidak nya Hawa sudah mencoba nya. Dia sangat yakin, jika allah sudah menyiapkan kebahagiaan untuk nya suatu hari nanti. Hawa hanya perlu melintasi sebuah jalan yang penuh dengan rintangan.
'' Bang, kita bawa makanan ya buat Mbak Syifa!'' ucap Hawa sambil menyiapkan rantang bekal untuk Syifa.
Adam mengangguk, kemudian mengecup kening Hawa.
'' Makasih ya sayang. Abang benar benar beruntung memiliki kamu!'' ujar Adam
Hawa hanya menanggapinya dengan tersenyum, kemudian mereka menyantap sarapan nya. Setelah selesai mereka pun berangkat kerumah sakit, untuk menjenguk Syifa.
''Dek, nanti kamu pulang nya nunggu Abang ya. Soalnya Abang setengah jam lagi ada jadwal operasi.'' Hawa mengangguk paham.
Mata Hawa menatap jalanan yang mulai ramai di lewati kendaraan, sebab mereka berlomba dengan waktu, untuk melakukan kegiatan.
Sesampai nya di rumah sakit, Adam memarkirkan mobil nya. Setelah itu mereka turun dan menuju ruangan tempat Syifa di rawat.
'' Assalamu'alaikum.'' ucap Hawa dan Adam bersamaan.
'' Wa'alaikumssalam.'' jawab Ummi dan Syifa.
'' Pagi Mbak, bagaimana keadaan nya?'' tanya Hawa sambil mencium tangan ummi, di ikuti oleh Adam.
'' Alhamdulillah, sudah jauh lebih baik!'' jawab Syifa dengan suara yang terdengar masih lemah.
'' Yasudah Dek, Abang tinggal dulu ya!'' ucap Adam sambil mengecup kening Hawa dan Syifa.
Kemudian Adam keluar dari ruangan, menuju ruangan pribadinya untuk bersiap siap melakukan operasi.
'' Nak, makasih ya, karena kamu sudah mau menjenguk Syifa.'' ucap Ummi.
Hawa tersenyum tulus.
'' Iya Ummi, sama sama.'' jawab Hawa
'' Oh ya, ini Hawa bawakan bubur ayam buat Mbak Syifa, dan ini sarapan buat ummi.''
Hawa membuka rantang, dan menyodorkan sarapan untuk 2 wanita di hadapan nya. Ummi menatap Hawa dengan perasaan haru, dia sangat kagum pada ketulusa Hawa.
__ADS_1
Masya allah, dia sampai membawakan sarapan untuku dan Syifa. Mulia sekali hatimu Nak! Pantas saja jika Adam melabuhkan hatinya padamu.
'' Makasih ya Nak, maaf jika Syifa dan ummi merepotkan kamu?'' ucap Ummi tak enak.
'' Tidak repot kok ummi. Hawa senang bisa membantu!'' jelas nya
Ya allah, mulia sekali hatimu Hawa. Pantas jika Mas Adam mencintaimu, kamu sangat baik. Walaupun ku tahu, saat ini hatimu masih sakit.
Aku bahagia jika Mas Adam di urus oleh mu, jika nanti waktu ku di dunia ini sudah habis.
Ummi menyuapi Syifa, sedangkan Hawa pamit ke toilet.
'' Ummi, Syifa bahagia jika Mas Adam bersanding bersama Hawa.'' ujar Syifa
'' Iya Nak, ummi juga begitu. Dia wanita yang baik. Padahal hatinya saat ini sedang rapuh, tapi dia mau berdamai dan menerima kamu.''
'' Iya Ummi, rasanya jika Syifa meninggalkan dunia ini nanti. Syifa bahagia karena Mas Adam sudah menemukan cinta nya!'' jelas Syifa dengan tatapan sendu.
'' Jangan bicara seperti itu sayang, berdo'a lah pada Allah, agar di beri kesembuhan. Ingat, tidak ada yang tak mungkin.''
Syifa hanya tersenyum, menanggapi ucapan ummi nya.
Hawa menghapus air mata nya, lalu melangkah mendekati ranjang, dimana Syifa terbaring lemah.
'' Ummi, biar Hawa saja yang menyuapi Mbak Syifa. Ummi sebaikya sarapan saja!''
'' Tidak apa Nak, ummi nanti saja.'' tolak Ummi tak enak
'' Gak papa ummi, nanti sarapan nya keburu dingin. Nanti gak enak!'' ujar Hawa
Ummi mau tak mau pun menuruti ucapan Hawa, dia merasa tak enak jika Hawa menyuapi Syifa. Tapi Hawa terus memaksa.
Saat Hawa sedang menyuapi Syifa, tiba tiba tangan nya di genggam oleh Syifa. Dia melihat Wajah Syifa yang tersenyum pada nya.
'' Makasih Ya Wa. Aku berharap kamu bisa cepat hamil, dan memberikan Mas Adam keturunan. Supaya aku bisa merasakan juga, bagaimana menggendong bayi.'' ucap Syifa
Degh
Hati Hawa seketika terasa sakit, dia tak menyangka jika Syifa akan mengucapkan itu.
'' Mbak, kenapa harus dari aku? Mbak juga bisa.'' ujar Hawa.
__ADS_1
Syifa menggeleng lemah, dengan senyum yang tak luntur dari wajah nya.
'' Kamu kan tahu Wa, jika aku sakit keras? Jadi aku gak bisa memberikan Mas Adam keturunan!'' ucap nya sedih
'' Aku ingin, melihat kamu mengandung sebelum aku tiada nanti. Jika kamu hamil, maka aku akan membantu mu mengurus bayimu nanti.''
'' Mbak, jangan bicara seperti itu. Mbak harus optimis kalau Mbak bisa sembuh!'' ujar Hawa
Syifa menggeleng lemah.
'' Tolong jangan hindari Mas Adam ya Wa. Dia adalah pria yang baik.'' pinta Syifa pada Hawa
Hawa menatap manik hitam itu, yang sudah di tutupi oleh air mata. Tapi Syifa masih tersenyum saat mengucapkan ingin Hawa mengandung anak Adam. Kemudian Hawa balik menggenggam tangan Syifa.
'' Mbak tahu? Mbak, adalah wanita terhebat yang pernah aku temui.'' jelas Hawa
Ummi yang mendengar obrolan tersebut, akhir nya maju, lalu memeluk tubuh Hawa dan mengecup kening nya.
'' Ummi sangat bersyukur Adam memiliki kamu Nak. Ummi harap, kamu segera hamil! Dan bisa memberikan ummi cucu yang lucu lucu.'' jelas Ummi
'' Ummi do'a kan saja ya.'' jawab Hawa.
'' Iya Sayang, ummi akan selalu mendo'akan kamu dan Syifa. Karena Kamu sudah ummi anggap sebagai anak ummi sendiri.'' jelas nya.
Mereka bertiga pun berpelukan dengan erat. Hawa bahagia, karena dia di pertemukan dengan wanita wanita hebat seperti ummi dan Syifa. Dia seperti mendapatkan pelukan hangat dari ibu nya. Dan seketika Hawa sangat merindukan kedua orang tua nya di kampung.
Hawa kemudian pamit keluar, untuk menelpon Orang tua nya di kampuang. Tapi Hawa tak mau menceritakan perihal pernikahan nya dulu, dia akan memberitahu keluarga nya saat waktu nya sudah tepat nanti.
Jam sudah menunjukan pukul 11:30 siang. Hawa, Abi, ummi dan Syifa sedang mengobrol di dalam. Tak lama masuk lah Adam dengan Jaz putih nya. Adam terlihat sangat tampan ketika memakai Jaz putih itu.
'' Dek, kita pulang yuk.'' ajak Adam
Hawa mengangguk, lalu mencium tangan Ummi dan Abi. Kemudian melangkah ke arah Syifa, dan berpamitan. Adam pun mencium kening Syifa sebelum pergi untuk mengantar Hawa pulang.
'' Sayang, kita makan siang dulu ya!'' ucap Adam saat mereka sudah di jalan.
Hawa mengangguk, kemudian mobil melaju kearah restoran Adam. Dia akan membawa Hawa untuk makan di restoran nya, dia juga akan sekalian mengenalkan Hawa pada sahabat nya Yusuf.
Bersambung......
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA BUAT OTHOR😘
__ADS_1