
Happy Reading😘
'' Makasih ya Nis. Kamu sudah mau menolongku!'' ujar Hawa.
Ya, saat ini Hawa sedang berada di kosan Nisa. Sebelum pergi Hawa menelpon Nisa, dan mengirimkan alamat kosan nya yang baru.
Nisa sudah pindah kontrakan, karena kontrakan yang dulu kebakaran. Jadi terpaksa dia pindah dari sana.
'' Wa, sebenarnya ada apa? Kenapa kamu minggat dari rumah suamimu?'' tanya Nisa.
Hawa membuang napas nya dengan pelan. Lalu Hawa pun menceritakan perihal masalah nya, kabur dari rumah. Bukan Hawa tak paham agama, dia tahu. Bahkan sangat tahu, jika pergi dari rumah tanpa izin suami itu adalah dosa yang besar. Sebab ridho nya istri, ada pada suami nya.
Tapi Hawa, tak bisa membendung kesedihan nya. Dia terlanjur sakit dan hancur. Saat Adam suaminya, menuduh dan membentak nya, tanpa mau mendengarkan penjelasan nya dulu.
Nisa terlihat geram, saat mendengar cerita Hawa. Kemudian dia memeluk Hawa, dia tahu saat ini Hawa pasti sangat rapuh. Nisa paham, jika saat ini, hati Hawa sangat terluka.
'' Jujur Wa, aku heran sama kamu? Kenapa kamu masih mau bertahan, saat kamu tahu kalau kamu ternyata istri kedua?'' heran Nisa.
'' Sebenarnya, waktu itu aku mau pisah Nis, dari Bang Adam! Tapi, maduku tiba tiba masuk rumah sakit. Dan ternyata, dia sedang mengidap penyakit yang parah. Dan, dia memintaku untuk bertahan! Jujur Nis, aku tak tega melihat penderitaan nya. Itu kenapa, aku menerima permintaan nya untuk bertahan.
Aku mencoba menerima pernikahan poligami ini. Aku mencoba berdamai dengan keadaan. Aku mencoba menerima nya. Aku mencoba menahan sakit, saat membagi suami dengan nya. Kau tahu Nis? Hatiku bahkan sakit, saat membayangkan jika tubuh suamiku bukan hanya untuk ku saja. Tapi, aku juga gak bisa egois. Karena pasti Mba Syifa, juga merasakan apa yang ku rasakan.
Kami mencoba berdamai, mencoba akur. Dan memang seiring berjalan nya waktu, kami bagaikan Adik dan Kakak. Kami saling membantu, kami saling curhat. Kami saling menyayangi. Tapi..... Aku tak menyangka Nis, di balik ke legaan nya menerimaku, ternyata dia menginginkan aku pergi dari rumah itu.
Bahkan dia menginginkan anaku Nis hiikss. Bagaimana perasaan kamu, jika ternyata kamu hanya di jadikan alat pencetak anak? Sakit Nis, sakit. Padahal, dari awal dia yang memintaku untuk segera mengandung. Dia bilang, jika dia juga ingin menimang Bayi, sebelum mata nya tertutup selamanya. Tapi ternyata, aku hanya di jadikan alat saja oleh nya hiiiikkss.... Aku sadar Nis, aku memang duri di dalam rumah tangga mereka! Tapi, itu semua bukan mauku. Itu permintaan nya! Jika ku tahu, kalau dia akan seperti ini, maka aku tak akan sudi bertahan Nis!''
Nisa memeluk tubuh Hawa, yang bergetar hebat karena isak tangis nya. Dia terus mengusap punggung sahabat nya itu, sampai Hawa merasa lebih baik.
'' Maafkan aku Nis, seharusnya aku tak menceritakan nya padamu!''
'' Tidak apa! Lagian, hatimu jauh lebih plong kan, saat menceritakan nya tadi?''
Hawa mengangguk pelan. Kemudian, Nisa memberikan nasi goreng yang di belinya tadi sebelum Hawa datang.
__ADS_1
'' Nih makan dulu, kamu pasti belum makan kan?'' ujar Nisa menyodorkan piring berisi nasi goreng.
Hawa hanya memandang nasi goreng di hadapan nya, tanpa berniat mengambil nya.
'' Wa, sesedih sedih nya kamu. Jangan sampai mengorbankan anak di dalam kandungan mu! Dia perlu gizi Wa?'' ujar Nisa menyadarkan Hawa.
Hawa menatap Nisa.
Benar yang di katakan Nisa. Aku tak boleh mengorbankan anaku, hanya karena rasa sakit hatiku.
Hawa pun mengambil nasi goreng itu, lalu memakan nya dengan lahap. Tak di pungkiri, jika saat ini perutnya memang sangat lapar.
______________
Adam memarkirkan mobil nya di halaman rumah sakit. Dia keluar dengan badan yang lesu, bagaimana tidak. Sudah 3 jam dia memutar mutar kota, untuk mencari Hawa. Tapi nihil, Adam belum menemukan nya. Bahkan telpon Hawa pun tak aktip.
Adam juga sudah ke kontrakan Nisa teman nya Hawa. Dia pikir Hawa akan kesana, sebab Hawa tak kenal siapa siapa di kota. Tapi ternyata kontrakan Nisa terbakar. Dan kata tetangga nya Nisa sudah pindah. Dan tetangga nya juga tak tahu, Nisa pindah kemana.
Adam berencan besok akan ke toko mainan tempat Nisa bekerja. Dia mendapatkan alamat kerja Nisa, dari tetangga kontrakan nya.
Kriieeet
Pintu terbuka, dan Adam masuk. Di ruangan itu ada Ummi dan Abi. Mereka sedang menemani Syifa. Abi yang melihat penampilan Adam yang begitu kacau, membuat nya heran.
'' Nak, ada apa? Kenapa kamu kelihatan kacau sekali?'' tanya Abi saat Adam duduk di samping nya.
'' Hawa Bi! Hawa pergi dari rumah!'' lirih Adam dengan lesu.
Abi dan Ummi terperanjat kaget, saat mendengar penuturan Adam. Ummi lalu duduk di samping suaminya.
'' Astagfirrullah. Bagaimana bisa Dam?'' kaget Ummi.
'' Kata Bik Surti, Hawa dan Syifa berantem Ummi. Mereka cekcok! Lebih tepatnya, Hawa marah pada Syifa!''
__ADS_1
'' Kenapa Hawa marah pada Syifa?'' heran Abi.
'' Karena Syifa menginginkan kepergian Hawa dari rumah. Dan, yang membuat Hawa lebih marah, karena Syifa menginginkan anak Hawa!''
Ummi menutup mulut dengan tangan nya. Dia tak percaya dengan ucapan Adam. Sebab Ummi yakin, jika Syifa tak mungkin melakukan itu.
'' Gak mungkin Dam! Kamu kan tahu, Syifa itu bagaimana?'' ucap Abi tak percaya.
'' Benar Dam! Tidak mungkin Syifa melakukan itu?'' timpal Ummi.
'' Tapi, Bik Surti sendiri yang bilang pada Adam, Ummi, Abi. Bi Surti melihat langsung kemarahan Hawa.''
'' Lalu, apa jatuhnya Syifa ada hubungan nya dengan ini?'' tanya Abi.
Adam mengangguk.
'' Bi Surti bilang, dia melihat Hawa menuruni tangga dengan Syifa yang mengejar nya. Tapi, pada saat Syifa ingin meraih tangan Hawa. Tapi, Hawa keburu menarik tangan nya, dan Syifa hilang keseimbangan sehingga jatuh dari tangga.'' jelas Adam
'' Astagfirrullah.'' ucap Ummi dan Abi serempak.
Adam juga memberikan surat yang di tulis Hawa untuk nya. Abi dan Ummi membaca surat itu dengan wajah yang syok. Mereka saling menatap satu sama lain. Bahkan Abi, sampai mengusap wajah nya dengan kasar.
'' Tapi Dam, bukan kah. Selama ini hubungan mereka baik baik saja? Bahkan mereka sangat akur?'' heran Ummi.
'' Itu dia Ummi, ini yang mau aku perjelas dan tanyakan pada Syifa.''
'' Sebaiknya kita tunggu besok, untuk malam ini sebaiknya kamu istirahat dulu Dam!'' perintah Abi.
Adam mengangguk pasrah. '' Terus bagaimana? Apa kamu sudah menemukan Hawa?'' cemas Ummi.
Adam menggeleng lemah. Membuat Ummi dan Abi semakin khawatir. Walaupun Hawa bukan anak kandung mereka, tapi mereka sydah menganggap Hawa sebagai anak mereka. Mereka juga sangat khawatir pada keadaan Hawa, bagaimana tidak! Saat ini Hawa sedang mengandung, mereka takut jika Hawa dan Kandungan nya kenapa napa.
Bersambung.....
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN LIKE DAN FAV NYA GUYS😘