Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Kantor Polisi


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Budayakan Like sebelum baca ya dears👍👍dan jangan lupa vote dan bunga Mawar nya🌷


Tanpa mereka sadari, sejak tadi ada seseorang yg mengintai mereka dari kejauhan. Dia adalah Yusuf, dia dapat kabar dari anak buahnya jika Ikbal pergi ke swalayan bersama kaluarga nya.


Sebab anak buah Yusuf mengikuti mereka, dengan sebuah motor.


'' Untuk apa mereka belanja barang barang yg begitu banyak?'' ucap Yusuf bertanya tanya.


Yusuf pun mengikuti kemana Ikbal dan keluarga nya melangkah, dan ternyata mereka keluar dari Swalayan. Dia mengikuti kemana arah mobil Ikbal melanju.


'' Loh, ini kan bukan arah rumah mereka?'' heran Yusuf, sebab mobil Ikbal melaju bukan ke arah rumah nya.


Yusuf terus mengikuti kemana arah mobil Ikbal melaju. Dan saat dia melihat mobil itu belok dan masuk ke suatu tempat. Yusif sangat terkejut, bahkan kini badan nya terlihat menegang.


'' Buat apa mereka ke kantor polisi?'' panik Yusuf.


'' Jangan jangan, mereka mau.....'' Yusuf terlihat sangat panik, bahkan sampai mengeluarkan keringat.


'' Gak! Aku gak mau di penjara? Aku harus pergi?'' ucap Yusuf sambil melajukan mobil nya menjauh dari kantor polisi.


Sementara itu Ikbal dan Hawa turun dari mobil untuk membuat laporan terhadap Yusuf.


Setelah selesai, mereka pun kembali masuk kedalam mobil.


'' Bagaimana? Apa sudah di proses?'' tanya Abi


'' Iya, Bi. Polisi sudah memproses lamaran aku! Dan mereka akan menangkap Yusuf, untuk di mintai keterangan. Karena kita juga punya bukti yg kuat, maka sangat mudah menjebloskan nya ke penjara.'' terang Ikbal.


'' Syukurlah. Ummi tenang mendengar nya!'' ucap Ummi.


'' Aaawwhhh, aduuh....'' Ringis Hawa sambil memegangi perut nya.


'' Sayang, kamu kenapa?'' panik Ikbal


''Aawwwh, Maas, perut aku? Perut aku, sakit banget Mas! Aawwhhh....'' ringis Hawa


Ummi segera memberikan Hawa air putih, dan mengkomando Hawa untuk mengatur napas.

__ADS_1


'' Bal, kita kerumah sakit sekarang.'' ucap abi


Ikbal mengangguk, lalu melajukan mobil nya menuju rumah sakit terdekat. 15 menit, mereka pun sampai di rumah sakit.


Ikbal langsung menggedong Hawa, dan meminta pertolongan pada Suster. Setelah Hawa di tidurkan di brankar, dia pun di dorong menuju ruang UGD.


'' Mi, Abi. Ikbal cemas dengan keadaan Hawa?'' panik Ikbal


'' Kamu tenang saja, Nak! Ummi yakin, jika Hawa dan anak anak kamu baik baik saja?''


'' Tapi Mi....''


'' Kita berdo'a saja sama Allah. Agar Hawa, dalam keadaan baik baik saja! Dan sehat serta kandungan nya?'' potong Abi


Mereka pun berdo'a untuk keselamatan Hawa dan kandungan nya.


Ya allah, selamatkan lah istri dan anak anaku. Sesungguh nya, aku tak bisa hidup tanpa mereka ya Rabb. Aku mohon, berikan selalu kesehatan untuk Istri dan anak anaku yg ada dalam kandungan nya? Aamiin.... Ikbal


Ya allah, selamatkanlah Menantu serta kedua cucuku? Berikan mereka kesehatan ya Rabb. Sesunghuhnya, hanya engkaulah tempatku meminta. Jangan kau ambil kebahgiaan ku lagi? Sudah cukup, Syifa kau ambil datiku ya Allah! Jangan Hawa lagi. Aku tak sanggup. Aku ingin melihat anaku bahagia! Aku ingin menimang cucu ya Allah..... Ummi


Ya Allah, ya Tuhanku. Selamatkanlah menantu serta kedua cucuku yg ada dalam kandungan nya? Sesungguhnya engkau lah yg maha melindungi, dan hanya kepadamulah aku meminta dan memohon...... Abi


''Keluarga pasien?'' tanya dokter


''Saya, dok. Saya suami nya! Bagaimana keadaan istri dan anak anak saya dok?'' tanya Ikbal dengan tak sabar.


'' Tenang dulu Pak! Istri bapak baik baik saja. Hanya, saja. Istri Bapak sepertinya kecapean, hingga membuat kandungan nya keram! Saya sarankan, agar istri bapak, tidak mengerjakan pekerjaan yg berat berat dulu! Apalagi, istri bapak kan sedang mengandung anak kembar? Sangat remtan dan harus di jaga. Dan lagi, kandungan nya masih trimester pertama.'' jelas Dokter wanita itu.


'' Baik dok! Saya akan menjagag istri saya dengan baik. Lalu, bagaimana dengan kandungan nya?'' tanya Ikbal


'' Alhamdulillah, kandungan nya baik baik saja! Hanya memang, kandungan nya sedikit lemah. Tapi, bapak tenang saja. Saya sudah memberikan obat penguat kandungan pada bu Hawa.


Tapi, tetap ya pak! Istrinya tidak boleh kecapean. Dalam 1 minggu ini, usahakan untuk beatrest dulu di rumah. Dan jangan melakukan pekerjaan yg berat berat." pesan dokter pada Ikbal


" Baik dok! Apa saya boleh masuk? Dan, oh ya dok. Apa istri saya harus di rawat?"


" Melihat kondisi nya, sebenar nya tidal harus pak. Tapi, jika bapak mau di rawat juga tidak apa!" terang dokter tersebut


" Kalau gitu saya mau istri saya di rawat saja, walau hany semalam." ucap Ikbal

__ADS_1


" Baiklah, kalau begitu tolong Bapak urus administrasi nya dahulu!"


"Baik dok."


Setelah mengatakan itu, dokter itu pun pergi.


" Ummi, Abi. Aku titip Hawa dulu ya! Aku harus urus administrasi nya dulu." ucap Ikbal pada kedua orang tua nya.


" Iya, kamu gak usah khawatir. Hawa biar Ummi dan Abi yg jagain?" jawab Ummi


Ikbal pun melangkah menuju kasir dimana ia harus membayar administrasi. Sedangkan Ummi dan Abi, masuk kedalam ruang UGD.


" Loh, Sus. Anak saya mau di bawa kemana?" tanya Ummi saat melihat 2 suster mendorong brankar Hawa.


" Maaf pak, Buk. Ibu Hawa akan kami pindahkan ke ruang rawat inap." jelas Suster itu


Ummi dan Abi pun.mengikuti kemana Hawa akan di bawa. Dan tak lama, merek pun masuk kedalam ruang inap VVIP.


" Kalau begitu kami permisi dulu pak, Buk. Kalau ada apa apa, Bapak dan Ibu bisa tekan tombol merah, yg ada di atas sana!" ucap salah satu suster, sambil menunjuk tombol merah yg berada di tembok, di atas kepala Hawa.


" Iya Sus. Terimakasih..." jawab Ummi


Ummi lalu mendekat ke arah Hawa, dan menggenggam tangan nya. Air mata nya tak bisa Ummi tahan lagi, saat melihat Hawa terbaring lemah tak berdaya.


" Ummi kenapa?" tanya Abi sambil mengelus pundak istrinya.


" Ummi sedih Bi. Melihat Hawa seperti ini? Membuat Ummi teringat akan Syifa! Ummi trauma, Bi. Ummi takut! Jika melihat brankar rumah sakit, hati Ummi sakit. Jantung Ummi pasti berdebar kencang.


Bagi Ummi, rumah sakit adalah hal terburuk yg ada dalam hidup Ummi." jelas Ummi dengan isak tangis nya.


Abi merengkuh tubub istrinya itu, dalam dekapan hangat nya. Sebagai suami dan Ayah, hati nya juga pilu dan sedih saat melihat Hawa terbaring lemah begitu.


Bukan Abi tak menangis, bukan Abi tak ingat akan Syifa. Tapi, Abi berusaha tegar di hadapan anak dan istrinya.


" Abi paham, apa yg Ummi rasakan! Tapi, sekarang kita harus bedo'a pada yg kuasa. Agar Hawa dan kedua calon cucu kita, baik baik dan sehat di dalam sana." ucap Abi


Ummi mengangguk, lalu mengusap air mata nya. Kemudian dia mengecup dahi Hawa dengan penuh cinta.


" Lekas sembuh ya Nak! Ummi dan Abi, akan selalu berdo'a untuk kesembuhan kamu." lirih Ummi.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2