Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Ketemu


__ADS_3

Happy Reading.


Adam mengendarai mobil nya dengan gelisah, dia sudah pulang kerumah tapi tak menemukan Hawa. Bik Surti juga bilang kalau Hawa belum pulang kerumah.


Dia memukul setir mobil dengan kesal. Sebab, karena nya Hawa pergi. Adam terus mencari, pandangan nya menelisik ke kanan dan kiri jalan. Hingga hari mulai sore dan hujan yang mulai turun, tapi Adam masih belum juga menemukan Hawa.


'' Dimana kamu sayang? Abang khawatir padamu dan anak kita! Pulanglah Dek, jangan bikin Abang di landa cemas begini.'' lirih Adam.


Sedangkan di tempat lain. Hawa sedang mencoba menyalakan Hp nya. Sebab Hp nya mati, karena habis baterai. Hingga dia meminjam cargeran pada Nisa.


Setelah menyalakan Hp nya. Hawa kaget, sebab ada 40 panggilan dan 60 pesan dari Adam. Hawa tahu, pasti saat ini suaminya sedang khawatir pada nya.


Ya allah, ampunilah aku. Karena sudah membuat suamiku cemas! Aku hanya ingin menenangkan diri ini Ya Rabb.


Hawa menekan no Adam. Lalu menelpon nya.


Adam yang mendengar telpon nya berbunyi, segera meraih benda pipih itu. Mata nya berbinar bahagia, saat orang yang dia cari menelpon nya. Tak menunggu lama, Adam langsung mengangkat telpon itu.


'' Hallo, Assalamu'alaikum Dek! Kamu kemana saja? Abang mencari kamu seharian ini Dek? Abang khawatir sama keadaan kamu dan anak kita? Pulang ya! Kamu dimana? Biar Abang jemput sekarang!'' Ujar Adam membombardir Hawa dengan pertanyaan nya.


Terdengar kekehan di sebrang sana. Membuat Adam mengeryit heran.


'' Kamu kenapa tertawa hah? Abang cemas loh?''


'' Wa'alaikummussalam! Maaf Bang, jika Adek bikin Abang cemas dan khawatir. Adek hanya ingin menenangkan diri sejenak.'' jawab Hawa di sebrang sana.


'' Terus kamu dimana? Abang kesana sekarang!''


'' Iya, aku serlok ya.''


Terlpon pun terputus. Hawa segera mengirim lokasinya. Dan Adam segera meluncur.

__ADS_1


20 menit, mobil Adam sampai di sebuah gang. Kemudian terlihat Hawa berjalan di bawah payung bersama seseorang. Bayu mendekat ke arah mereka. Lalu langsung memeluk Hawa dengan erat.


'' Kamu kemana saja? Abang takut dan khawatir sama keadaan kamu!'' ujar Adam sambil mengecup kening Hawa.


'' Maafin Adek ya Bang.'' Adam mengangguk.


'' Oh ya, kenalin. Ini Nisa teman Smp aku di kampung. Tadi gak sengaja ketemu sama dia, dan akhirnya aku singgah deh di tempat Nisa.''


'' Saya Adam, suami nya Hawa.'' ujar Adam memperkenalkan diri.


'' Saya Nisa Tuan.''


'' Terimakasih, sudah mau di repotkan oleh Hawa.''


'' Ah, tidak papa Tuan. Justru saya senang bisa bertemu Hawa.'' jawab Nisa.


Hawa memeluk Nisa, dan mengucapkan terimakasih karena sudah menolong nya. Kemudian Hawa dan Adam masuk kedalam mobil.


Di dalam mobil, Adam terus mengecup tangan Hawa. Dia sangat senang karena Hawa sudah kembali pada nya.


'' Maafin Adek ya Bang! Adek berdosa, karena sudah membuat Abang cemas.''


'' Nggak Sayang. Kamu gak salah! Abang yang salah.'' ujar Adam.


'' Lalu, bagaimana keadaan Mba Syifa?''


Adam pun menceritakan perihal kondisi Syifa saat ini. Dan kenapa tadi Adam tak mengejar Hawa. Terlihat raut wajah khawatir dari Hawa, walau bagaimana pun. Syifa sudah Hawa anggap sebagai kakak nya. Dan mendengar kondisi Syifa yang tiba tiba anpal. Membuat Hawa cemas.


'' Nanti kita kesana ya Bang!'' pinta Hawa.


Tapi Adam segera menggeleng dengan cepat.

__ADS_1


'' Kenapa?'' tanya Hawa.


'' Sayang, kamu bahkan belum istirahat! Ingat kata dokter bagaimana hem? Kamu gak boleh kecapean, kandungan kamu itu lagi lemah.'' tutur Adam.


Hawa mengangguk pasrah. Dia juga tidak mau jika terjadi sesuatu pada kandungan nya. Tapi Hawa juga merasa tak enak, sebab karena pertengkaran nya dengan Bi Rahma, membuat kondisi Syifa memburuk.


Maafkan aku Mb. Ini semua salah aku.


Mobil pun sampai di rumah. Adam segera menggendong Hawa yang tertidur di mobil. Hawa membuka matanya, saat merasakan badan nya melayang. Dia meminta Adam untuk menurunkan tubuh nya, tapi Adam menolak.


Adam membaringkan tubuh Hawa di atas kasur dengan hati hati.


'' Bang aku gak mau tidur! Aku mau mandi, terus shalat magrib.'' jelas Hawa.


Adam tersenyum. Lalu mengecup kening istrinya dengan gemas.


Setelah menjalankan ibadah shalat magrib. Adam mengajak Hawa untuk turun ke bawah, untuk makan malam.


__________


'' Ummi, bagaimana Hawa? Apa Mas Adam sudah menemukan Hawa?'' lirih Syifa dengan lemah.


'' Tadi pas Ummi terakhir telpon masih belum Nak. Semoga saja Hawa cepat ketemu ya!'' jawab Ummi.


Syifa sangat khawatir sama keadaan Hawa saat ini. Dia merasa berasalah, atas ucapan Bi Rahma padanya. Bahkan omongan Hawa, masih terngiang ngiang di telinga nya. Saat Hawa mengatakan, bahwa selama ini dia tersiksa.


Sebenar nya Syifa pun begitu. Tapi, Syifa sudah menganggap Hawa sebagai adik nya sendiri. Walaupun terkadang, ada rasa sakit di hatinya. Sebab melihat pancaran cinta dari kedua mata Adam maupun Hawa.


Apa iya kamu sangat tersiksa Wa? Maaf jika aku egois, memintamu untuk bertahan dalam keadaan yang menyakitkan ini. Sesungguhnya, aku pun merasakan hal yang sama! Aku juga sakit! Saat melihat tatapan kalian yang penuh cinta, aku Sakit. Saat melihat tatapan Mas Adam padamu. Tapi, ini harus ku tanggung! Sebab ini, adalah jalan yang ku pilih.


Bersambung.....

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN LIKE DAN FAV NYA YA😘


__ADS_2