Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Surprise


__ADS_3

Happy Reading😘


Hari ini adalah hari ulang tahun Adam. Syifa dan Hawa sedang membuat kue ulqng tahun untuk Adam, mereka akan memberikan Surpire saat Suami mereka pulang nanti.


Persiapan sudah matang, dan ruang tamu pun sudah di hias dengan dekorasi yang indah. Bahkan Syifa turut mengundang Ummi dan Abi nya juga ke rumah. Mereka ingin merayakan ulang tahun Adam dengan sederhana, tapi sangat berkesan.


Syifa ingin membuat sebuah kenangan yang indah, sebelum dia menutup mata untuk selamanya. Hari ini, tenaga Syifa terkuras cukup banyak. Walaupun Hawa sudah melarang nya, untuk bekerja terlalu extra. Tapi Syifa ngotot, dia ingin membantu Hawa dan Bik Surti untuk menyiapkan segalanya.


'' Assalamu'alaikum!'' ucap Ummi yang baru saja datang bersama Abi.


'' Wa'alaikumssalam.'' jawab Hawa dan Syifa.


'' Waaah, ternyata sudah 90% ya! Ummi telat dong? Padahal Ummi mau membantu!'' jelas Ummi, sambil melihat dekor ruang tamu yang sudah indah.


'' Iya Mi, ini tinggal masak saja. Buat makan malam nanti!'' ucap Hawa sambil menyalami tangan mertua nya.


Syifa pergi ke kamar untuk istirahat. Tadinya dia sangat ngotot ingin membantu masak untuk makan malam, tapi Hawa dan Ummi melarang Syifa. Karena wajah Syifa, sudah mulai terlihat pucat. Jadi mau tak mau Syifa menurut, itu juga untuk kesehatan nya.


Abi melihat kedekatan Istri nya dan Istri kedua Adam, begitu akrab. Mereka bak anak dan Ibu.


'' Sayang, mau masak apa buat makan malam nanti?'' tanya Ummi.


'' Aku berencana masak, Seafood, prekedel kentang, sama ayam dan lele bakar Ummi! Terus, aku juga sudah masak nasi ayam buat di bagiin ke tetangga dekat rumah.'' jelas Hawa.


'' Wah, kayak nya enak tuh! Ummi kok jadi ngiler duluan ya!'' kekeh Ummi sambil membayangkan makanan yang di sebutkan oleh Hawa.


'' Ummi mah, apa yang gak doyan? Wong, tisu sama kertas aja doyan!'' celetuk Abi sambil duduk di meja makan.


Hawa dan Bik Surti terkekeh geli, mendengar ucapan Abi.


'' Enak aja, emang Abi pikir Ummi rayap?'' Kesal Ummi sambil memonyongkan bibir nya.

__ADS_1


Semua tertawa mendengar candaan suami istri, yang hampir menua itu.


Hawa begitu terhibur. Dia juga sangat bersyukur, sebab Ummi dan Abi dari madunya, mau menerima kehadiran Hawa. Dan mereka bahkan membuka tangan selebar lebar nya untuk menerima Hawa, di keluarga nya.


Hawa juga sudah melupakan kejadian 2 minggu yang lalu. Dimana Adik dari Ummi, yaitu Bi Rahma. Merendahkan dan Memfitnah nya, di depan banyak orang. Hawa bukan lah orang yang pendendam, dia gampang memaafkan setiap kesalahan orang lain. Karena Ayah dan Ibu nya selalu mendidik Hawa dan saudara nya, untuk tidak menaruh dendam pada siapa pun.


Dan itu kenapa, Hawa selalu memaafkan kesalahan yang orang lain lakukan padanya. Mungkin, jika orang pikir. Hawa mempunyai hati bak malaikat, tapi kenyataan nya memang Hawa tak pernah menaruh dendam pada siapapun.


Setelah masakan jadi. Kini Hawa bersiap siap ke kamar untuk mandi dan menunaikan Shalat magrib berjama'ah bersama kedua orang tua Syifa. Karena Adzan magrib juga sudah berkumandang.


Malam ini Hawa mengenakan gamis berwarna navy, di balut dengan jilbab syar'i yang menutup wajah cantik nya. Dia turun kebawah untuk bersiap menyambut Suami nya pulang.


'' Bik, makanan nya sudah di antar kan kerumah para tetangga?'' tanya Hawa pada Bik Surti.


'' Sudah Non!'' angguk nya.


Semua lampu sudah di matikan, kini hanya lampu teras saja yang menyala. Dan tak lama suara deru mesin mobil pun terdengar.


''Assalamua'laikum.'' ucap Adam sambil membuka pintu.


Dahinya mengeryit heran, sebab rumah nya gelap gulita. Hanya ada lampu teras yang menyala.


'' Hawa! Sifa!''


Adam memanggil manggil kedua istrinya tapi tak ada sahutan. Lalu di berjalan kearah ruang tamu dan.....


'' Surpraise......'' ucap semua yang ada di sana.


Adam bengong, badan nya kaku menatap semua orang. Dia melihat ruang tamu yang di dekor dengan indah, dengan bertuliskan.


HAPPY B'DAY MY HUSBAND

__ADS_1


Matanya menatap Hawa dan Syifa yang berjalan ke arah nya dengan sebuah kue di tangan mereka. Lalu Syifa menyuruh Adam untuk meniup lilinya.


'' Selamat bertambah umur suamiku! Semoga allah, senantiasa memberikan mu umur yang berkah, dan panjang. Semoga engkau selalu adil pada kami!'' ucap Syifa.


Adam kemudian mengecup kening Syifa.


'' Barrakallah fiumrik Bang! Adek do'a kan, semoga dengan bertambah nya umur Abang, bisa menjadikan Abang pribadi yang lebih baik lagi dalam apapun. Termasuk agama. Semoga Allah, senantiasa menjaga Abang dalam keadaan apapun! Dan, semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan kasih nya pada keluarga kita!'' ucap Hawa.


Adam juga mencium kening Hawa.


'' Makasih istri istri Abang! Kalian berhasil bikin Suami kalian ini menangis huhuuuuu...''


Adam mengelap air mata nya, dia sangat terharu dengan kejutan di ulang tahun nya kali ini. Sebab ada wanita yang amat dia cintai hadir di sisi nya.


Semua tertawa melihat Adam menangis haru. Kemudian Ummi dan Abi juga maju kehadapan Adam, mereka juga mengucapkan selamat untuk Adam.


Setelah memotong kue, dan menyuapi kedua istrinya. Kini mereka sedang bersiap untuk makan malam. Adam begitu lahap memakan masakan Hawa, dia sudah sangat hapal mana masakan Hawa, dan mana masakan Syifa dan Bik Surti.


'' Ummi, Abi. Kalian menginap saja di sini ya! Besok kan sudah puasa, jadi Hawa mau Ummi dan Abi sahur bareng di sini!'' ucap Hawa.


'' Benar Ummi! Syifa setuju dengan Hawa.'' timpal Syifa.


Ummi melihat kearah suaminya. Dan Abi mengangguk setuju.


Semua tersenyum bahagia, bahkan Hawa juga meminta Bik Surti untuk gabung di meja makan, menikmati makan malam bersama.


Ya allah, tolong jangan panggil aku dengan cepat. Aku masih ingin merasakan kehangatan dan kebahagiaan ini ya allah! Rasa nya, aku tak mau berpisah dengan bahagia ini! Jika saja waktu bisa di hentikan, maka pasti aku akan menghentikan nya saat ini juga.


Syifa tersenyum bahagia, menatap semua orang yang di kasihi nya tersenyum. Syifa tak mau jika tak bisa melihat tawa mereka lagi kelak. Dia tahu, jika tak ada yang abadi di dunia ini, tapi bolehkan jika Syifa egois. Dia, hanya ingin terus melihat senyum mereka, sebelum Syifa meninggalkan dunia ini.


Bersambung....

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN PARA READERS😘


__ADS_2