
Happy Reading😘😘
Maaf telat Up🙏othor nya lagi sibuk di rumah mertua😂
Hari ini adalah hari senin, dimana Hawa sudah siap dengan gugatan nya pada Adam. Dia sudah menyerahkan semua nya pada pengacara yg di sewa oleh Ikbal, sebab Hawa tak mungkin ke kota karena bayi nya masih membutuhkan asi nya.
'' Nak, apa kamu benar benar sudah bulat?'' tanya Ibu saat Hawa menidurkan anak nya.
'' Iya, Bu. Hawa sudah yakin!'' jawab Hawa
Masih teringat jelas 5 hari yg lalu dimana Adam ke kontrakan nya, dan meminta jawaban yg di minta nya saat itu.
'' Bagaimana Wa?'' tanya Adam penuh harap namun juga cemas.
Hawa menghela napas nya. '' Maaf, Bang. Aku tetap pada pendirianku! Maaf, tapi ini keputusan ku?'' ucap Hawa
'' Baiklah, jika itu keputusan kamu! Aku tak akan memaksa. Tapi aku mohon, aku ingin selalu melihat Alwi nanti?''
'' Iya Bang, gak papa! Itu kan hak kamu.''
Adam tentu sangat sedih saat Hawa mengatakan jika ia masih pada pendirian nya untuk menceraikan Adam. Bohong jika Adam tak sakit. Bahkan saat ini hatinya benar benar hancur. Adam tahu jika itu adalah konskuensi nya dia, karena sudah berani bermain api.
Sepulang dari kontrakan Hawa, Adam menepikan mobil nya di pinggir jalan. Lalu menangis tersedu, sambil memukul mukul dada nya yg sangat sesak. Keputusan Hawa barusan mampu membuat seluruh tulang dalam tubuh nya melemas.
Sebenar nya Adam sudah tak bisa menahan tangisnya saat Hawa mengatakan keputusan nya. Namun ia tak mau terlihat lemah sebagai laki laki.
'' Bodoh kau Adam. Bodoh.... Kenapa kau begitu ceroboh? Kenapa kau malah berani bermain api? Bodoooohhhh......'' teriak Adam pada dirinya sendiri sambil memukul wajah nya sendiri.
'' Aku sungguh bodoh, aku tak bisa memegang janjiku..... Maafkan aku Hawa, maafkan aku..'' isak Adam.
*************
Selesai menidurkan Alwi, Hawa berjalan ke dapur untuk membantu ibu nya memasak. Warung kecil nya sudah di buka dan Nisa pun sudah kembali berjualan.
Saat sedang menyiangi sayur asem, Tiba tiba terdengar suara dari depan rumah. Hawa segera bangkit dan berjalan ke arah depan. Netra nya tampak terkejut, saat melihat 2 orang di hadapan nya itu.
'' Ummi, Abi.'' kaget Hawa
__ADS_1
'' Assalmu'alaikum, Wa... Kamu apa kabar sayang? Maaf ya, Ummi baru datang!'' ucap Ummi sambil memeluk tubuh Hawa.
'' Wa'alikumussallam. Baik Ummi..'' jawab Hawa sambil menyalami tangan 2 orang tua Syifa.
'' Yuk, Ummi, Abi duduk dulu! Biar Hawa bikinin minuman dulu.''
Hawa pun berjalan ke dapur dan membuatkan minuman untuk 2 orang yg sudah Hawa anggap sebagai orang tua nya.
'' Siapa Nak?'' tanya Ibu yg sedang menggoreng tempe.
'' Ummi sama Abi, Buk!'' jawab Hawa
'' Mereka datang?'' Hawa menggangguk.
'' Yasudah, ibu sebentar lagi keluar! Naggung, ini tempe nya bentar lagi mateng?''
Hawa mengangguk, lalu membawa minuman dan beberapa kue ke depan. Pas nyampe depan Hawa kaget, sebab Ikbal juga ada di sana. Tadi Hawa tak melihat keberadaan Nya.
'' Loh, ada kak ikbal juga? Tadi kok, Hawa gak lihat?'' heran Hawa sambil menaruh minuman di meja.
Ada kasur bayi, tempat makan, baju baju, dan ayunan Bayi. '' Ini dari siapa?'' tanya Hawa
''Ini dari Ummi dan Abi, Nak. Kami mau memberi buat Alwi.'' jelas Ummi.
'' Ooohh.....''
Lalu mereka pun mengobrol perihal perceraian Hawa dan Adam. Ikbal yg membantu perceraian Hawa, sebab Hawa tak bisa karena harus menjaga Alwi. Dan Ikbal pun tak keberatan jika membantu Hawa.
Hawa selama ini sudah shalat istikhoroh untuk meminta petujuk sama Allah tentang jawaban yg harus dia beri kepada Adam. Dan ternyata di dalam mimpinya Hawa selalu berjauhan dengan Adam. Dia mencoba mendskat, namun Adam semakin menjauh. Jadi Hawa yakin, jika itu adalah jawaban dari Allah, agar Hawa dan Adam berpisah.
Memang terkadang cinta itu tak harus memiliki. Cinta tak harus mewajibkan ia bersama kita. Namun cinta juga lah yg membuat kita hancur dan sakit. Memang benar dalam islam, jika kita jangan pernah mencintai manusia sedalam dalam nya. Sebab itu tak akan abadi, dan hanya Allah lah yg abadi dan kepada nya lah kita harus nya mencintai dengan sangat dalam. Sehingga saat kita kehilangan orang yg kita cintai, maka sakit nya tak sesesak bagai di hantam batu besar.
Cinta adalah perasaan indah yang dirasakan setiap manusia. Namun, cinta terhadap sesuatu secara berlebihan itu tidak dibenarkan dalam islam. Sebab, tidak ada cinta yang lebih besar selain cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
Seperti apa yg di sebutkan nabi dalam hadist.
Nabi SAW pernah berpesan, “Cintailah kekasihmu sekadarnya saja, karena boleh jadi suatu hari nanti dia akan menjadi sesuatu yang engkau benci; dan bencilah sesuatu yang tidak engkau sukai sekadarnya saja, karena boleh jadi suatu hari nanti dia akan menjadi sesuatu yang engkau cintai.” (HR Bukhari).
__ADS_1
Nabi SAW juga mengajarkan, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon anugerah cinta-Mu, dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu, serta usaha yang dapat mengantarkan aku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu sesuatu yang paling aku senangi.” (HR Ahmad).
Dengan demikian, jika cinta terawat dengan baik, kesucian cinta seseorang akan tetap terjaga sehingga ia terbebas dari kungkungan cinta yang menyengsarakan.
**********
'' Kita makan siang dulu yuk!'' ajak Ibu pada Ummi dan Abi yg sedang menggendong Alwi.
'' Yasudah, Ummi, Abi, Kak Ikbal, kalian makan saja duluan ya! Aku mau nagsih asi dulu buat Alwi, sekalian nidurin dia! Kayak nya Alwi sudah ngantuk?'' ucap Hawa.
Kemudian dia masuk kedalam kamar, dan menidurkan Alwi. Sedangkan Ibu dan yg lain makan siang di ruang tengah, di bantu Nisa. Sedangkan Umar sedang duduk di teras bersama Ikbal. Mereka sedang membahasproses perceraian Hawa.
'' Nis, kamu panggil Umar dan Nak Ikbal ya!''ucap Ibu
Nisa mengangguk, lalu melngkah ke depan rumah. '' 2 Cogan, di panggil Ibu Rum, untuk makan siang.'' ucap Nisa di ambang pintu tanpa menoleh pada Umar dan Ikbal. Lalu berbalik masuk kedalam.
'' Heeuuh, dasar judes karatan.'' celetuk Umar.
'' Bang, kayak nya Lo cocok deh sama Nisa?'' goda Ikbal
'' Hah, gw sama dia? Ogah.....''
Ikbal terkekeh saat melihat ekspresi Umar yg bergidik saat di jodohkan bersama sahabat Hawa itu. Lalu mereka pun masuk ke dalam rumah dan bergabung untuk makan siang.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Sementara itu di lain tempat, Adam sedang dalam perjalanan ke surabaya untuk bertemu anak nya. Dia sudah membeli bebrapa mainan dan baju untuk anak nya.
Adam juga sudah datang ke pengadilan untuk menghadiri sidang pertama perceraian nya bersama Hawa.
'' Aku jadi gak sabar, ingin bertemu dengan Alwi?'' ucap Adam antusias.
Ia memacu mobil nya dengan sedikt kencang. Adam tak bisa berbohong, jika saat menghadiri sidang pertama nya, Adam begitu rapuh. Tentu saja dia sakit. Namun Adam berusaha tegar dan kuat, dan menerima keputusan Hawa yg kuat ingin berpisah dengan nya.
Aku sungguh sangat menyesal, karena sudah menduakan Hawa. Maafkan aku Ayah! Aku tak bisa memegang janjiku pda Ayah.....
Bersambung........
__ADS_1