Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Sebuah Mimpi


__ADS_3

Happy ReadingπŸ˜™


5 hari sudah Hawa berada di rumah sakit, hari ini Hawa sudah boleh pulang dari rumah sakmitm Dan dia akan pulang kerumah nya. Tadi nya Hawa di minta Ummi untuk pulang kerumah Syifa, tapi Hawa menolak nya. Dia masih tak sanggup melihat kenangan Syifa di rumah itu.


Dan Ummi pun mengerti perasaan Hawa. Setelah mobil sampai di rumah, Hawa di gendong Adam untuk ke kamar nya, Adam tak perduli jika ada Kakak ipar dan kedua mertua nya, bagi Adam keselamatan Hawa dan anak nya lebih penting.


Adam kembali kerumah sakit untuk melakukan sebuah operasi. Sedangkan Hawa di rumah bersama keluarga nya dan juga Nisa.


'' Bagaimana keadaan kamu saat ini Wa?'' tanya Nisa saat menaruh buah di meja nakas.


''Alhamdulillah baik Nis, cuma memang masih agak lemes Nis.'' jawab Hawa


'' Kamu harus banyak istirahat Wa, ingat di perut kamu ada keponakan aku! So, kamu harus banyak makan makanan yg bergizi dan sehat.'' ujar Nisa sambil menyerahkan piring berisi buah buahan.


Hawa mengambil piring itu dari Nisa.


'' Nis, sebenar nya ada yg mengganjal pikiran ku selama ini? Ada dua hal Nis, tapi aku tak bisa menceritakan nya pada Ibu maupun Bang Adam.'' ujar Hawa


''Apa Wa?'' tanya Nisa dengan penasaran.


Terlihat Hawa menghela napas panjang nya.


'' Begini Nis, saat aku kritis 3 hari itu, aku benar benar tak tahu jika saat itu aku sedang kritis!''


'' Ya iya lah Wa, kalau kamu sadar ya bukan Kritis nama nya..'' jawab Nisa sambil menggelengkan kepala nya.


'' Nis, saat itu aku bertemu dengan Mba Syifa! Tapi....''


'' Tapi apa Wa?''


'' Aku melihat Mbak Syifa dengan anak perempuan Nis, dan di sana juga ada Bang Adam? Kamu tahu, bahkan anak itu menyebut Bang Adam dan Mbak Syifa dengan Ayah dan Uma? Nis, jujur aku takut Nis! Aku takut itu adalah sebuah firasat.'' jelas Hawa


Nisa sempat kaget saat mendengar penuturan Hawa. '' Wa, itu hanya bunga tidur! Dan itu adalah permainan Syetan.'' jelas Nisa


'' Ya, aku tahu Nis! Tapi terkadang, sebuah mimpi juga bisa menjadi sebuah pirasat Nis? Entah kenapa aku merasa begitu? Aku gak tahu maksud dari mimpi ku itu Nis? Kenapa Bang Adam dan Mba Syifa ada di sebuah taman yg indah dengan seorang anak perempuan kecil.?''


'' Wa, kita berdo'a saja! Supaya itu hanya lah sebuah mimpi.'' ujar Nisa mencoba menenangkan Hawa.


Hawa mengangguk paham.


'' Lalu, apa yg ke dua?'' tanya Nisa


'' Itu Nis, aku kepikiran sama kebencian Bi Rahma padaku? Aku baru bertemu dengan nya Nis, tapi entah kenapa Bi Rahma begitu membenciku? Aku merasa bukan karena aku istri kedua Bang Adam Nis, tapi aku merasa ada paktor lain yg membuat nya begitu membenciku?'' jelas Hawa


'' Ya, aku sependapat sama kamu Wa! Tapi sekarang kamu gak usah khawatir lagi Wa. Sebab Bi Rahma gak bakal mengganggu kamu lagi!'' ujar Nisa

__ADS_1


'' Kenapa begitu?''


'' Sebab dia sudah masuk penjara! Lebih tepatnya Adam sudah melaporkan nya kepolisi.'' jelas Nisa


Hawa sangat syok saat mendengar penuturan Nisa, bahkan garpu yg sedang dia pegang jatuh dari tangan nya. Hawa benar benar kaget saat mengetahui kebenaran nya.


'' Apa! Di laporkan? Tapi kenapa?'' kaget Hawa


'' Kata nya sih, atas tuduhan pencemaran nama baik dan kekerasan.'' jawab Nisa


''Astagfirullah...'' Hawa mengusap dada nya.


Dia benar benar tak menyangka jika suaminya melaporkan Bi Rahma pada polisi. '' Apa Ayah dan ibu tahu?'' tanya Hawa


'' Semua orang tahu Wa, bahkan orang tua Syifa pun tahu! Kamu tahu Wa, waktu semua orang tahu Adam melaporkan Bi Rahma, Ummi, Abi, dan kedua orang tua kamu menasihati Adam agar tak menyimpan dendam pada Bi Rahma! Dan akhirnya Adam mau memaafkan Bi Rahma, tapi tidak dengan laporan nya, sebab apa yg di lakukan Bi Rahma itu adalah sebuah kriminal dan harus mendapat kan pertanggung jawaban nya.''


Hawa mengangguk, tapi hatinya merasa kasihan pada Bi Rahma. Hawa akan membicarakan nya dengan Adam saat suaminya pulang nanti.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Malam ini Adam pulang dengan wajah lelah nya, dia masuk kedalam kamar dan melihat Hawa belum tidur. Adam menghampiri Hawa di atas ranjang.


'' Sayang, kenapa belum tidur hem?'' tanya Adam lalu mencium kening Hawa.


Hawa mencium tangan Adam dengan takzim.


'' Apa itu?''


Hawa menyuruh Adam untuk duduk di samping nya, dan Adam pun menurut. Lalu Hawa membuka dasi Adam dan menyuruh Adam untuk mandi dahulu.


'' Sayang, bicara sekarang saja..'' ujar Adam dengan tak sabar.


Hawa terkekeh melihat raut wajah penasaran dan tak sabar dari Adam.


'' Nggak Bang! Abang mandi dulu gih..'' dorong Hawa pada tubuh Adam.


Adam pun akhirnya menurut, lalu masuk kedalam kamar mandi. Dan Hawa meminta Nisa untuk membawakan makanan ke kamar nya.


Tok tok tok


Nisa masuk kedalam kamar Hawa, dengan nampan di tangan nya. Setelah itu Nisa pergi dari kamar Hawa.


15 menit sudah Adam akhirnya keluar dari kamar mandi. Setelah memakai pakaian santai nya, Hawa meminta Adam untuk makan dulu sebelum menanyakan hal yg begitu penting.


Adam terus menatap Hawa dengan tatapan penuh tanya, dia benar benar penasaran apa yg akan di bicarakan oleh Hawa istrinya. Adam merasa jika itu adalah hal yg penting.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan makan nya, Adam duduk di sebelah Hawa lalu menggenggam tangan nya.


'' Ada apa sayang? Abang sudah mandi, sudah makan juga! Jangan ada lagi deh...'' ujar Adam dengan wajah memelas nya.


Hawa terkekeh melihat wajah imut suaminya.


'' Sepertinya Abang sudah tak sabar ya..'' ledek Hawa.


'' Iya sayang, apaan?''


Hawa menatap lekat kedua mata Adam, lalu membalas genggaman tangan Adam.


'' Bang, apa benar jika Abang melaporkan Bi Rahma pada polisi?'' tanya Hawa tanpa Ba bi bu.


Degh


Adam sangat terkejut saat Hawa menanyakan itu, dia tak menyangka jika istrinya itu akan tahu secepat itu.


'' Kamu tahu dari mana?'' heran Adam


'' Bang, jawab saja! Apa benar?''


Adam mengangguk. '' Iya sayang! Yg di kakukan Bi Rahma adalah sebuah kriminal, dan dia harus mempertanggung jawabkan perbuatan nya! Kamu tahu, gara gara dia, aku hampir kehilangan kamu dan anak kita.'' geram Adam


Hawa mengurut punggung Adam. '' Bang, aku tak pernah membenci Bi Rahma! Aku tahu apa yg di lakukan nya salah, tapi sesama manusia kita harus saling memaafkan bukan? Lagian kita tak tahu pasti kan, kenapa Bi Rahma begitu tak menyukai ku?'' ujar Hawa


'' Tapi sayang...''


'' Bang, jangan pernah menyimpan dendam pada orang lain! Aku gak mau, jika hati kamu di kotori oleh amarah dan dendam.'' ucap Hawa dengan senyum manis nya.


'' Kenapa kamu gak marah sayang? Kan gara gara dia kamu hampir tak selamat?'' heran Adam


Hawa tersenyum. '' Kamu tahu Bang? Bahkan sedari kecil aku sudah biasa di buly, di caci, di maki bahkan di benci Bang! Tapi ibu dan Ayah selalu mengingatkan aku agar aku tak pernah membenci atau membalas perbuatan mereka. Kamu tahu Bang, aku bahkan sudah biasa dengan sebuah kata kata kasar yg mereka lontarkan padaku.'' jelas Hawa


Adam segera memeluk tubuh istrinya itu, dia tak menyangka jika Hawa sudah banyak melewati pase pase yg begitu sulit dalam hidupnya.


'' Abang tak menyangka, jika istri Abang ini adalah perempuan yg begitu tangguh dan kuat.'' puji Adam.


'' Abang bisa saja! Terkadang dalam hidup ini, kita harus menerima segala resiko Bang, tak semua manusia atau orang menyukai kita Bang! Tak semua orang melihat kebaikan kita, malah keburukan itu akan lebih menonjol dan di ingat walau hanya sebesar biji kacang. Tetapi kebaikan, mau sebesar apapun terkadang tertutupi oleh 1 kesalahan Bang!'' jelas Hawa


Adam semakin terpana oleh Hawa. Benar yg di katakan kedua mertua nya, jika Hawa pasti akan memaafkan kesalahan orang, walaupun orang itu sudah menyakiti dirinya.


Subhannallah, sungguh wanita yg begitu mulia dan tangguh. Terima kasih ya allah kau sudah memberikan ku pasangan hidup yg begitu mulia hati nya!


Bersambung.....

__ADS_1


JANGAN LUPA GUY JEJAK KALIAN YAπŸ˜—


__ADS_2