
Happy reading😘😘
Hari ini Hawa dan Ikbal akan pulang ke kampung Hawa, sebab akan ada acara lamaran, Umar dan Nisa.
'' Sayang, sudah siap belom?'' tanya Ikbal
'' Sudah Mas! Yuk, nanti kemalaman di jalan.''
Ikbal mengangguk, lalu mereka pun turun ke bawah dan pamit ke Ummi dan Abi nya.
'' Ummi, Abi, Ikbal sama Hawa pamit dulu ya!'' ucap Ikbal sambil mencium tangan Ummi dan abi nya, di ikuti oleh Hawa.
'' Hati hati, jangan ngebut ngebut bawa mobil nya.'' pesan Abi
'' Iya Bi! Kami pamit, assalamu'alaikum...''
'' Wa'alaikumussallam...''
Mobil pun melaju meninggalkan kota yg begitu padat. Cuaca hari itu lumayan mendung, membuat sebagian orang enggan keluar rumah.
Saat di tengah jalan, Ikbal memberhentikan mobil nya, membuat Hawa heran.
'' Kenapa Mas?''
'' Itu sayang, ada nenek nenek lagi nyebrang.'' ucap Ikbal sambil keluar dari mobil dan membantu nenek nenek itu menyebrangi jalan.
Hawa yg melihat itu tersenyum bahagia. Dia benar benar beruntung, memiliki suami yg begitu baik.
Selama berumah tangga dengan Ikbal, Hawa selalu di perlakukan bagaikan ratu, bahkan hanya untuk cuci baju saja, Ikbal melarang nya. Padahal itu adalah tugas Hawa.
'' Jangan sayang, kamu itu istri aku! Bukan nya pembantu. Jadi, biarkan ART saja ya, yg kerjain.''
Selalu saja Ikbal membuat Hawa melayang, dengan semua perlakuan romantis nya. Dalam do'a nya setiap waktu, Hawa ingin terus bahagia bersama Ikbal sampai maut memisahkan.
Brak
Pintu mobil tertutup, Ikbal sudah kembali masuk kedalam mobil,dan duduk di samping Hawa.
'' Kenapa nenek itu sendiri ya Mas? Kemana anak anak nya?'' heran Hawa
''Katanya anak nya nungguin di toko sebrang! Entahlah, kenapa mereka tega membiarkan nenek itu, menyebrang jalan sendirian?''
Ikbal kembali melajukan mobil nya, dan mulai memasuki tol.
Terlihat beberapa kali Hawa menguap, dia memang semalam kurang tidur, dan itu di sebab kan karena ulah Ikbal.
Lama lama mata Hawa makin terpejam, dan akhir nya menyelami alam mimpi. Ikbal yg melihat itu,mengusap lembut kepala Hawa, lalu berhenti di pinggir jalan untuk menurunkan sedikit jok mobil Hawa, agar istrinya itu tidur nya enak.
Cup
Ikbal mencium tangan Hawa, namun sama sekali tak membuat tidur Hawa terusik.
'' Makasih sayang, kamu sudah menjadi bidadari dalam hidupku! Aku akan selalu berusaha, untuk membahagiakan mu, lahir dan batin.'' lirih Ikbal nyaris tak terdengar.
Setelah itu dia kembali melajukan mobil nya, membelah jalanan sambil di temani oleh musik shalawat di dalam mobil.
Semenjak menikah dengan Hawa. Mobik Ikbal yg tadinya penuh dengan kaset rock atau jazz, kini semua di ganti jadi lagu shalawatan. Dan itu semua adalah campur tangan istrinya.
__ADS_1
Kendati Ikbal tak menjadi maslah, selagi itu membuat Hawa senang dan bahagia.
Hawa sangat menyukai lagu lagu dari penyanyi religi, Ai Khadijah, Opik, dan juga shalawat yg sering di lantunkan oleh cucu nabi muhammad, yaitu Alwi Assegaf.
4 jam perjalanan, Mereka pun sampai di rumah Hawa di kampung. Ikbal mengelus pipi Hawa dengan lembut, dan membangunkan nya.
'' Sayang, bangun. Kita sudah sampai!" ucap ikbal
Eeuughhh
Hawa menggeliatkan badan nya, lalu perlahan membuka kedua mata indah nya.
'' Sudah sampai ya, Mas? Kok kamu gak bangunin akudi jalan? Maaf ya, aku ketiduran!'' ucap Hawa dengan mata masih mengantuk
'' Gak papa! Kan kamu ngantuk juga, karena ulah aku semalam.'' kekeh Ikbal.
Hawa tersenyum tipis, lalu membuka steatbelt nya. Dan mereka pun turun dari mobil.
Tok tok tok
'' Assalamu'alaikum.....'' ucap Hawa dan Ikbal
'' Wa'alailumussallam....''jawab Ibu Rum dari dalam.
'' Nak, sudah sampai? Ayo masuk...''ajak Ibu setelah Hawa dan Ikbal mencium tangan nya takzim.
Mereka pun masuk kedalam, dan duduk di sofa. Hawa merasakan pusing di kepala nya, entah kenapa selama dalam perjalanan kepala nya begitu pusing. Mungkin Hawa mabuk, dan semalam juga kurang tidur.
'' Kamu kenapa Nak? Kok muka nya pucat?'' tanya Ibu dengan raut wajah khawatir.
'' Gak papa Buk! Hanya pusing sedikit saja. Mungkin mabuk....'' jawab Hawa.
'' Gak papa, Mas. Hanya pusing sedikitsaja.''
'' Yasudah, kalau gitu Ikbal, kamu bawa Hawa ke kamar nya! Biar kalian istirahat.'' ucap Ibu
Ikbal mengangguk, lalu menuntun Hawa ke kamar mereka.
Ikbal membaringkan tubuh Hawa dengan perlahan, lalu memijit kepala istrinya pelan pelan.
''Gimana, enak?''
Hawa terpejam menikmati sentuhan tangan Ikbal di kepala nya.
'' Iya Mas, tapi pakai minyak angin, kayak nya Mas!'' pinta Hawa.
Ikbal mengangguk, lalumengambil minyak angin di laci sebelah ranjang, dan mulai mengolesi kepala Hawa, dan dia kembali memijat pelan kepala istrinya itu.
'' Sudah Mas, aku mau istirahat...''
Ikbal pun membaringkan badan nyadi tubuh Hawa, tak dia pungkiri jika badan nya juga lelag karena 4 jam menyetir mobil.
🌼
🌼
🌼
__ADS_1
Pagi ini semua sudah siap untuk acara lamaran Umar, Hawa juga sudah siap dengan seragam batik yg di pesan Ikbal 2 bulan yg lalu buat Ibu dan Umar juga.
Ada 2 mobil yg berangkat. 1 mobil Ikbal, dan yg 1 nya mobil sewa untuk semua saudara Umar yg ikut mengiringi.
15 menit akhirnya mereka pun sampai di rumah Nisa, mereka di sambut hangat oleh keluarga Nisa. Setelah acara penyambutan, mereka pun masuk kedalam.
Tak lama Nisa datang dengan balutan kebaya muslim dan jilbab senada, membuat Umar menatap Nisa dengan kagum dan tak berkedip.
Hawa yg melihat Kakak nya melihat tanpa berkedip, akhirnya mencubit pinggan Umar. Membuat Umar menatap kesal pada Hawa.
''Jaga pandangan Kak!'' pesan Hawa
Umar yg paham pun langsung menunduk malu.
Kenapa Nisa sangat cantik, bikin aku gak bisa berpaling saja! batin Umar
Acara pun di langsungkan dengan lancar, Nisa menerima lamaran Umar dengan wajah malu malu, membuat semua yg ada disana terkekeh.
Napas lega di rasakan Umar, saat Nisa menerima lamaran nya, dia sudah tidak sabar ingim segera menikahi Nisa dan menjadikan nya Ratudi hidup nya.
Setelah berunding, para orang tua akhirnya memutuskan pernikahan Nisa dan Umar akan di adakan 1 bulan lagi.
'' Selamat ya Nis! Aku sudah gak sabar deh, menjadikan kamu Kakak iparku?" ucap Hawa sambil memeluk tubuh Nisa, saat mereka ada di kamar Nisa.
'' Makasih, ya Wa! Aku berharap, semua akan lancar sampai hari H.''
'' Aamiin....''
'' Wa, aku mau minta pendapat kamu, boleh?''
'' Boleh dong! Apa?''
'' Sebenarnya ini adalah sebuah aib, tapi aku penasaran Wa!''
'' Aib, siapa?''
'' Tapi kamu jangan bilang pada siapaun ya?'' pinta Nisa
''Insya allah, aku akan memegang amanah.''
'' Begini Wa, kemarin itu sepupu aku nikahan. Tapi, dia hamil di luar Nikah! Terus Ayah dan pamanku berdebat, agar sepupu aku itu menikah kembali, setekah anak nya lahir nanti. Menurut kamu, hukum islam bagaimana? Apa orang yg hamil di luar Nikah apa harus nikah kembali, setelah anak nya lahir?''
Hawa mengangguk paham.
'' Apa pria itu yg menghamili sepupu kamu?'' tanya Hawa.
'' Iya.''
'' Terdapat banyak pendapat ya! Tapi jika laki laki yg mengahmili nya, maka boleh menikahi wanita yg sedang hamil itu, dan tidak harus menikahi nya 2x. Tapi kalau laki laki yg bukan menghamili nya, dan dia menikahi wanita itu. Maka haram hukum nya, untuk menyentuh atau menyetubuhi wanita hamil itu sampai anak nya lahir, dan habis masa'idah nya.
Nabi SAW bersabda: "Janganlah disetubuhi (dikawini) seorang wanita hamil (karena zina) hingga melahirkan." (HR Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Hakim). Juga dalam riwayat lain, Nabi SAW bersabda: "Tidak halal bagi seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menyiramkan airnya pada tanaman orang lain." (HR Abu Daud dan Tirmizy).'' jelas Hawa
'' Begitu.....''
'' Mangakan nya, kamu harus jaga diri dari zina.'' pesan Hawa
'' Aamiin...semoga aku di jauhkan dari perbiatan nista itu, aamiin...'' ucap Nisa
__ADS_1
'' Aamiin....''
Bersambung......