
Happy Reading😘😘
Hawa saat ini sedang menyiram tanaman, padahal Ummi sudah melarang nya, namun Hawa ngotot sebab tak ada kegiatan. Dia merasa bosan jika cuma duduk santai saja.
Sedangkan mencuci dan pekerjaan rumah sudah di kerjakan oleh ART yg pulang pergi setiap hari.
Saat Hawa sedang menyiram tanaman, tiba tiba ada yg melempar gulungan kertas putih.
Hawa memungut nya, dan membuka gulungan itu dengan alis bertaut satu sama lain. Dan saat di buka, dia di buat ternganga oleh tulisan yg ada di kertas itu.
Wahai bidadari yg selama ini ku rindu, bidadari yg ku damba! Senyum manismu selalu menghiasi setiap malam malam ku! Cantik wajahmu, selalu menari di pelupuk mata ini.
Wahai cinta pertamaku, mungkin iya jika ini adalah sebuah dosa, karena aku mencintaimu! Tapi apa dayaku, rasaku semakin hari semakin besar dan tak terbendung. Hingga aku tak bisa berhenti, walau hanya 1 detik saja memikirkan mu.
Aku selalu mengalah jika dulu kau bersama nya! Tapi sekarang, aku tak bisa lagi mengalah untuk kedua kali nya! Aku yakin, jika kamu akan bahagia bersamaku, bukan dia?
Aku akan selalu memantau mu, aku akan memilikimu. Hanya kau, hanya kau bidadari di hati ku.....
Tertanda Yusuf.
Hawa menghempaskan kertas itu ke tanah, dia tak menyangka jika Yusuf mencintai nya begitu dalam.
'' Astagfirullah.....'' gumam Hawa sambil terus beristighfar.
Sungguh dia sangat merasa tak nyaman, dia ingin hidup bahagia bersama Ikbal namun ada saja rintangan untuk menuju bahagia itu.
Ya allah, lindungilah aku dan rumah tanggaku! Semoga Kak Yusuf segera menyadari kesalahan dan khilaf nya, aamiin.
Hawa yg sudah merasa tak nyaman segera masuk kedalam rumah, namun baru 2 langkah ia menengok kembali ke arah kertas yg dia buang.
Hawa memungutnya kembali, dia akan menunjukan itu pada Ikbal saat sore nanti. Rencana nya Ikbala kan pulang, hari ini dan sore nanti sudah sampai.
Ia akan meminta pendapat suami nya, sebab saat ini perasaan Hawa sedikit tak enak dengan perlakuan Yusuf pada nya.
Hawa merasa jika ia sedang di teror oleh Ikbal.
🌼
🌼
🌼
Sore telah tiba, saat ini Hawa sedang menunggu Ikbal di teras bersama Ummi dan Abi.
__ADS_1
Tak lama pintu gerbang terbuka, dan masuklah mobil Ikbal.
Hawa berdiri dan menyambut suami nya, dia berjalan ke arah Ikbal dan mencium tangan suami nya dengan takzim.
'' Bagaimana perjalanan nya Mas?'' tanya Hawa sambil berjalan masuk
'' Alhamdulillah, lancar.''
'' Alhamdulillah....''
Ikbal duduk di sofa ruang tamu, dan Hawa berjalan ke dapur untuk membuatkan minum untuk Ikbal.
Tak lama Hawa datang dengan secangkir teh hangat di tangan nya, dan menaruh minuman itu di meja depan Ikbal.
'' Bagaimana kerjaan di sana, Nak?'' tanya Abi
''Alhamdulillah, semua lancar Bi! Ya, walau ada sedikit kendala, namun semua sudah stabil.'' jawab Ikbal.
'' Di minum dulu Mas.'' ucap Hawa
Ikbal mengangguk, lalu meminum teh yg sudah di buat oleh Hawa.
Setelah berbincang bincang dengan ummi dan abi, Hawa dan Ikbal pun masuk kedalam kamar.
Hawa membantu Ikbal membuka pakaian nya, dan Ikbal hanya memandang wajah cantik istrinya itu, dari jarak yg begitu dekat.
'' Mas, kenapa lihatin aku begitu?'' tanya Hawa dengan wajah merona malu.
Ikbal tersenyum, lalu melingkarkan tangan nya di pinggang Hawa. '' Emang kenapa? Gak boleh Ya, Mas mandangin wajah istri Mas?''
'' Boleh, Kok! Ya sudah, sekarang Mas mandi dulu gih.'' ucap Hawa
Ikbal mengangguk, dan berjalan masuk kedalam kamar mandi setelah mencium kening Istrinya.
Setelah memastikan Ikbal masuk ke kamar mandi, Hawa pun menyiapkan pakaian Suaminya. Setelah itu, dia mengambil kertas yg di kirim yusuf pada nya, di dalam laci.
Hawa terlihat ragu, apakah iya harus memberitahu Ikbal, atau tidak.
Namun hati kecil nya mengatakan jika ia harus jujur dan terbuka pada Ikbal.
Dalam sebuah pernikahan, kejujuran adalah batu karang itu. Sikap saling terbuka di antara setiap pasangan tidak akan memberi peluang bagi kecurigaan dan prasangka buruk tumbuh di dalam kehidupan pernikahan
Setelah 15 menit pintu kamar mandi pun terbuka, ikbal yg hanya memakai handuk di bagian pinggang ke bawah, dan hanya menutupi bagian inti nya saja, membuat Hawa memalingkan pandangan nya.
__ADS_1
Walaupun Hawa sudah melihat bahkan merasakan benda keras itu, namun sampai saat ini Hawa masih saja malu.
'' Mas....'' panggil Hawa dengan nada lembut saat Ikbal selesai memakai pakaian nya.
'' Iya, kenapa sayang?'' jawab Ikbal sambil menyisir rambut nya.
Hawa menyerahkan kertas putih itu pada Ikbal, dan membuat pria tampan itu menghentikan gerakan tangan nya di kepala.
'' Apa ini?'' tanya Ikbal dengan ekspresi bingung.
'' Buka saja.'' ucap Hawa.
Ikbal pun membukan kertas itu, dan membaca setiap kata yg tertulis. Mata nya seketika membulat dengan rahang mengeras saat melihat surat itu dari Yusuf.
Ikbal meremas kertas itu dan melempar nya dengan kasar.
Hawa yg melihat amarah suaminya, segera meraih lengan Ikbal dan mengusap lembut lengan kekar itu.
'' Kapan dia menemui mu?'' tanya Ikbal dengan mata memicing.
Hawa menggeleng pelan. '' Dia tidak menemuiku Mas! Pagi tadi, saat aku sedang menyiram tanaman, tiba tiba ada yg melempar keryas itu dan aku memungut nya! Dan ternyata, itu dari Kak yusuf?'' jelas Hawa apa ada nya.
'' Sepertinya dia memantau rumah ini?'' ucap Ikbal
'' Apa! Mas serius?'' kaget Hawa dengan perasaan yg mulai was was.
Ikbal mengangguk. '' Iya, aku yakin itu? Sebab, dia tahu kapan menyerahkan atau menemuimu?'' tutur Ikbal
Hawa meremas kedua tangan nya, dia entah kenapa merasa takut. Bukan takut karena apa, hanya saja Hawa takut jika Yusuf gelap mata dan melukai Ikbal atau menghancurkan rumah tangga nya.
Ikbal yg melihat raut cemas dari wajah istrinya, segera memeluk tubuh sang istri, dan mendekap nya.
'' Sayang, kamu gak usah khawatir ya! Aku gak akan biarkan dia merebutmu, dari aku!'' ujar Ikbal menenangkan.
Hawa mengangguk, dia merasa nyaman saat tubuh nya berada dalam pelukan hangat suami nya.
Aku akan menjaga kamu sayang, tak akan ku biarkan dia melangkah lebih jauh!
Sepertinya aku harus memasang Cctv di setiap sudut rumah, dab beberapa penjagaan. batin Ikbal.
Sesungguh nya jika seseorang sudah gelap mata, maka ia tak akan memandang itu salah apa benar.
Dan banyak yg di butakan oleh cinta, sehingga mereka terkadang melakukan hal yg berbahaya dan merugikan orang lain. Bahkan tak jarang sebagian dari mereka, rela mencelakai orang yg menghalangi jalan nya.
__ADS_1
Bersambung....
Semoga Hawa baik baik saja ya dears😔Semoga saja Yusuf cepat sadar, dari khilaf nya