Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Suka dari Lama


__ADS_3

Happy Reading😘😘


'' Hai, apa kabar? Gak nyangka ya, kita bertemu di sini?'' ucap pria di samping Hawa.


Hawa menoleh ke samping, dan terkejut saat melihat orang itu duduk di samping nya. Hawa segera menggeser tubuh nya, agar berjarak dari pria yg bukan mahrom nya.


'' Kak, Yusuf.....'' kaget Hawa saat melihat sahabat almarhum mantan suaminya duduk di sebelah Hawa.


'' Apa kabar?'' tanya Yusuf dengan senyum manis


'' Ba-baik...'' jawab Hawa sedikit canggung.


Ya, pria itu adalah Yusuf. Sahabat dari Adam, orang yg mengelola atau manager di restoran nya Adam.


'' Kamu lagi apa di sini?'' tanya Yusuf lagi.


'' Hmm, habis jalan jalan saja!''


Hawa sedikit heran, soal nya selama ini Yusuf jarang sekali berbicara pada nya, bahkan terkenal pendiam.


Dan sekarang, dia duduk di samping Hawa dan menyapa nya dan sok akrab.


'' Kamu sama siapa kesini?'' tany Yusuf lagi


'' Sama Mas, Ikbal.'' jawab Hawa


Yusuf menganggukan kepala nya, tanda paham. Tapi siapa sangka, di dalam lubuk hati nya, ada rasa kecewa.


Hawa merasa tak nyaman berada dekat Yusuf. Walaupun dia sahabat nya Adam, tapi Hawa tak sedekat itu dengan nya. Apalagi sekarang Yusuf terlihat sok akrab, membuat Hawa risih.


Selama ini dia selalu menjaga jarak dengan pria mana pun yg bukan mahrom nya.


'' Maaf, Kak. Aku mau ke Mas Ikbal dulu.'' ujar Hawa sambil bangkit dari duduk nya.


Hap


Yusuf menahan tangan Hawa, membuat Hawa sangat terkejut dengan tindakan pria tampan tersebut.


'' Lepas Kak. Jangan pegang pegang..'' tegas Hawa sambil mencoba melepaskan cengkraman tangan Yusuf di tangan nya.


Tapi, semakin Hawa berontak, Yusuf semakin memperkuat pegangan nya. Dan itu membuat Hawa tak nyaman, dan sedikit takut.


" Lepasin kak! Jangan kurang ajar ya!" Geram Hawa sambil terus berontak.


" Nggak! Kamu tahu gak? Sudah lama, aku menyukaimu, tapi sayang kau milik Adam! Dan sekarang, aku tak mau lagi kehilangan kamu..." Ucap Yusuf


Hawa tercengan mendengar perkataan Yusuf, dia tak menyangka jika selama ini Yusuf menyukai nya.


" Kakak, jangan ngaco ya! Lepas kak."

__ADS_1


Hawa berusaha menampik ucapan Yusuf, dia tak percaya jika pria tampan berumur 28 tahun itu menyukai nya.


" Aku serius? Aku gak bercanda! Aku menyukaimu, sejak awal kita bertemu." Jujur Yusuf


Hawa menggeleng dengan cepat.


" Nggak! Pergi.... Lepas....." Pinta Hawa sambil melepas cekalan tangan Yusuf namun gagal.


Mas kamu dimana? Tolong aku....


Hawa terus berontak dan Yusuf mencoba menarik tangan Hawa. Tiba tiba....


Buugh


Bugh


Bugh


3 bogeman mentah mendarat di wajah perut dan kaki Yusuf.


'' Sayang, kamu gak papa?'' tanya Ikbal


Hawa langsung memeluk tubuh suaminya, dengan badan yg sedikit bergetar takut. Ikbal bisa merasakan nya, dan semua itu membuat Ikbal marah.


Dia melirik ke arah Yusuf, dan kembali menghantam kan bogeman mentah di wajah pria tampan itu.


Saat Ikbal ingin menghajarnya lagi, tiba tiba Hawa menghentikan nya dengan memeluk tubuh Ikbal dari belakang.


'' Tapi, sayang! Aku gak terima jika dia berlaku kurang ajar sama kamu?'' geram ikbal.


'' Iya, aku tahu! Tapi jangan pakai kekerasan.''


Ikbal pun menurunkan tinju nya.


'' Kau dengar ya, jika aku melihatmu lagi, habis kau..'' ancam Ikbal sambil menunjuk Yusuf dengan tatapan yg begitu tajam, setajam elang.


Yusuf meludah ke samping, terlihat jika bibir nya berdarah akibat tonjokan mentah Ikbal.


'' Aku akan merebut mu! Aku gak akan mengalah lagi.'' ucap Yusuf sebelum akhirnya dia pergi menjauh.


Ikbal melihat istrinya yg sangat syok, kemudian dia mendekap erat tubuh istrinya.


'' Tenang.... Dia sudah pergi! Maafkan Mas, yg tak bisa menjaga kamu!'' ujar Ikbal sambil mengecup pucuk kepala Hawa yg tertutup jilbab.


Hawa mengangguk, lalu Ikbal mengajak nya duduk dan memberikan es kelapa yg tadi sempat di beli nya.


'' Dia siapa? Sepertinya aku pernah melihat nya? Tapi lupa dimana?'' tanya Ikbal sambil mencoba mengingat ingat.


'' Dia Kak yusuf, sahabat nya Almarhum Bang Adam. Dia yg menjaga restoran Bang Adam.'' jelas Hawa

__ADS_1


'' Ooowwhhh, iya Mas baru ingat! Tapi... Kenapa dia bilang akan mendapatkan kamu? Apa dia menyukai kamu?'' bingung Ikbal


Hawa menggeleng pelan.


'' Aku gak tahu Mas! Dia tadi memang bilang begitu? Dia bilang sudah menyukaiku, sejak pertama bertemu!'' ucap Hawa


Ikbal mengepalkan tangan nya, saat mendengar penuturan Hawa.


Tidak akan ku biarkan orang ketiga masuk kedalam rumah tanggaku! Jika dia berani mendekati istriku, maka habislah dia.


Flasback Off


Ikbal melangkah menuju penjual es kelapa yg lumayan jauh dari tempat dia dan Hawa bermain tadi.


Dia menyuruh Hawa untuk duduk diam menunggu nya. Lalu setelah sampai, dia harus mengantri sebab ada 3 orang.


Saat Ikbal selesai, dia melihat dari jauh jika Hawa sedang di pegang pria lain.


Dia melihat Hawa memberontak, tapi pria itu malah mencoba menarik Hawa. Ikbal mengepalkan tangan nya, dengan rahang mengeras. Sorot mata nya tajam, hingga menusuk ke dalam sanubari.


Ikbal semakin berlari dan melempar begitu saja air kelapa yg dia beli. Dia menarik tubuh Hawa kedalam pelukan nya setelah mendaratkan e bogeman mentah ke tubuh dan wajah pria brengs*k itu.


Ikbal khawatir jika terjadi apa apa sama kandungan Hawa.


Dan saat dia mendengar jika pria itu ingin merebut Hawa, emosi nya semakin memuncak. Mungkin jika Hawa tak menghentikan nya, Ikbal sudah membuat pria itu masuk rumah sakit.


Flashback On.


Saat ini Hawa dan ikbal sudah di dalam mobil menuju pulang ke rumah.


Semenjak kejadian tadi, Hawa banyak diam bahkan dia melamun terus. Dan itu membuat Ikbal sangat cemas, melihat mental Hawa.


Sepertinya Hawa masih syok.


Ikbal memegang tangan Hawa, membuat wanita itu tersadar dari lamunan nya dan menoleh ke arah Ikbal.


'' Jangan melamun, sayang! Aku gak akan biarkan dia, mengganggu kamu, apalagi memisahkan rumah tangga kita!'' ujar Ikbal


Hawa mengangguk. '' Aku hanya tak percaya saja Mas! Jika Kak Yusuf, berlaku seperti itu padaku, dan menyukaiku sejak lama. Padahal selama ini Kak Yusuf, pria yg baik dan pendiam.'' jelas Hawa


'' Sudah, jangan di pikirkan! Ingat, ada anak kita di sini. Kamu gak boleh stres!" pesan Ikbal sambil mengusap perut Hawa yg mulai membuncit.


Kandungan Hawa berumur 8 minggu, namun sudah mulai membuncit, sebab hamil anak kembar.


'' Sekarang, lebih baik kamu tidur saja!''


Hawa mengangguk, lalu menurunkan jok mobil nya hingga posisi terbaring. Kemudian Hawa mulai memejamkan mata nya.


Aku berjanji tidak akan membiarkan siapapun mengusik rumah tangga kita. Aku janji sayang, tak akan biarkan dia masuk kedalam rumah tangga kita, dan merebut kamu dari aku.

__ADS_1


Bersambung.....


Waduh othor baru tahu kalau yusuf itu suka sama Hawa😔Jangan di kasih celah ya Babang Ikbal💪Biar Yusuf gak bisa rebut Hawa


__ADS_2