Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Pov Yusuf Terakhir


__ADS_3

Happy Reading๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Budayakan like sebelum baca๐Ÿ‘๐Ÿ‘


'' Kau ini kenapa sih? Aku kesini mau meminta pendapatmu? Bukan cacian darimu?'' bentak Adam padaku.


Halah bodo amat jika aku lepas kontrol. Pakta nya aku memang benar benar marah pada Adam. Suami dan Pria yg egois.


Tak cukup denggan hanya 1 istri saja. Padahal Hawa adalah wanita sempurna. Tak bisa ku bayangkan, bagaimana sakit hatinya Hawa saat mengetahui jika Adam bermain api di belakang nya.


'' Aku bukan nya mencaci mu Dam! Hanya saja aku tak habis pikir dengan mu? Kau kan sudah punya Hawa, lalu kenapa kau masih bermain mata dengan wanita lain? Apalagi sampai kau bilang nyaman bersama nya?'' jelasku dengan menahan amarah dalam dada ini.


Padahal rasanya ingin sekali aku menonjok wajah Adam.


''Ya.... Ya, karena wajah nya mirip dengan syifa, dan--''


'' Dan kau berniat me duakan Hawa? Kau berniat memadu nya kembali?'' potongku


Adam terdiam mendengar ucapan ku.


'' Dengar ya, Dam! Hawa kan pernah kecewa, karena dia adalah istri kedua? Dia juga pernah sakit hati karena mu? Dan, selama ini dia sudah menanggung sakit itu? Sakit di madu, sakit kehilangan orang yg dia sayang juga?


Kau ini suaminya? Suami yg dia percaya. Jangan karena wanita yg mirip dengan Syifa, lalu kau berniat menduakan Hawa lagi? Dam, sadarlah! Hawa itu sempurna? Jangan lah Lo memancing Api dalam rumah tangga Lo sendiri?


Kasihan Hawa Dam, dia lagi hamil? Apa Lo gak kasihan sama dia? Bagaimana kalau dia tahu? Gw yakin, bahkan sangat yakin! Jika Hawa sampai tahu Lo bermain hati di belakang nya, gw jamin Hawa bakal ninggalin Lo! Dan, gw juga yakin kalau Hawa gak akan mau kembali lagi sama Lo? Dan saat itulah, Lo akan menyesali semua nya?


Mumpung semua belum terjadi, gw saranin Lo lupain wanita yg bernama Raisya itu?Lo jaga jarak sama dia! Ya, itu pun kalau Lo mau rumah tangga Lo sama Haw adem ayem. Tapi, kalau Lo masih kekeuh mau sama wanita itu? Ya monggo.


Yg penting, sebagai sahabat Lo. Gw udah kasih saran dan masukan buat Lo! Jangan sampai Lo menyesal di kemudian hari? Karena Lo tahu? Penyesalan itu, selalu datang terakhir.'' jelasku panjang lebar.


Terlihat jika Adam hanya diam tanpa menjawab ucapan ku. Mungkin dia sedang mencerna pendapatku barusan.


Tak lama ia berdiri dan melangkah keluar ruangan ku tanpa sepatah kata pun. Dapat ku lihat, raut wajah bimbang dari nya.


'' Awas saja, kalau sampai Hawa berpisah darimu? Aku akan merebutnya?'' gumamku saat melihat pintu tertutup.


๐ŸŒธ


๐ŸŒธ


Beberapa hari aku tak mendengar kabar dari Adam, soal masalah nya kembali. Aku berharap dia akan sadar dan tidak menduakan Hawa.


Tapi, sepertinya harapanku salah besar. Setelah 2 minggu berlalu, aku mendengar jika Hawa pergi lagi dari rumah. Dan aku mendengar itu dari Ummi.


Marah, kecewa itulah yg kurasa saat ini.


Aku paham dengan apa yg Hawa rasakan, dia pasti terluka saat memergoki Adam sedang selingkuh bersama wanita itu.


'' Ber*ngsek. Tega nya dia melukai Hawa kembali?'' geram ku


Prang


Gelas yg ku pegang hancur seketika saat ku lempar ke dasar lantai.


Aku menyambar kunci mobil dan menuju rumah sakit dimana Adam bekerja.


30 menit sudah aku sampai, aku langsung keruangan nya. Dan ternyata Adam lagi duduk termenung.


Brak


Pintu ku buka dengan kasar hingga Adam terjingkat kaget. Tapi, aku tak perduli. Hatiku sudah benar benar geram akan tingkah nya.


'' Lo apa apaan sih? Ngapain buka pintu kasar?'' bentak Adam sambil mengelus dada nya.


'' Lo yg apa apaan, hah? Kan gw sudah peringatin jangan mendua? Jangan gegabah? Sekarang Hawa pergi lagi dari rumah, dan gw yakin dia gak akan kembali sama Lo.'' teriaku dengan penuh emosi.


'' Kenapa Lo marah? Hawa istri gw, kenapa Lo yg marah begini?'' heran nya padaku

__ADS_1


'' Jelas gw marah! Gw sahabat Lo! Gw tahu rasanya jdi Hawa bagaimana? Di duakan untuk yg kedua kali nya? Apa Lo udah gila? Lo sampai mau menikahi wanita itu, hanya karena dia mirip dengan syifa?Jahat, Lo itu Pria yg Jahat! Hawa gak pantes hidup sama Lo.'' Tekan ku panjang lebar.


Setelah mengatakan itu aku pun pergi, tapi sebelum membuka pintu. Aku berbalik kembali pada Adam.


'' Jangan pernah meminta bantuan gw lagi, untuk mencari Hawa! Gw gak akan mau.''


Brak


Ku tutup pintu dengan kasar, lalu pergi dari rumah sakit dengan pikiran kacau.


Aku memikirkan nasib Hawa, bagaimana keadaan nya, dan dimana iya sekarang. Ah, iya. Aku baru ingat, aku tanya Nisa saja.


Ku tekan no Nisa yg ada di ponsel ku, namun nihil. Bahkan nomor Nisa tidak aktip, begitu pun dengan Hawa.


'' Apa mereka pergi? Apa Hawa pergi bersama Nisa? Jika itu benar, maka aku sedikit lega! Sebab aku yakin, jika Nisa akan menjaga Hawa?'' ucapku


Tapi aku ingin memastikan nya, aku akan pergi ke kontrakan dimana Nisa tinggal. Mobil ku pacu dengan kecepatan lumayan tinggi, agar aku bisa cepat sampai.


Dan saat aku sampai di sana, beberapa kali ku ketuk pintu nya, tapi tak ada jawaban. Hingga salah 1 tetangga di sana bertanya padaku.


'' Maaf, Mas nya cari Mbak Nisa ya?''


'' Iya Mbak! Apa Nisa nya ada?'' tanyaku


'' Maaf Mas, Mba Nisa nya sudah pindah kemarin?''


'' Pindah kemana?''


'' Wah, kalau itu saya kurang tahu Mas! Coba di telpon saja.''


'' Oh, begitu ya! Ya sudah, makasih ya Mba. Saya permisi dulu!'' ucapku berpamitan.


'' Aku semakin yakin, jika Hawa pergi bersama Nisa? Tapi, mereka pergi kemana?'' lirihku saat sudah di dalam mobil.


๐ŸŒธ


๐ŸŒธ


Hingga setelah 3 bulan berlalu, Adam datang padaku dan mengatakan sesuatu yg membuatku cukup terkejut.


'' Ada apa Lo kesini?'' ketusku masih marah.


'' Lo masih marah aja sama gw? Gw kesini mau bilang, kalau Hawa udah ketemu! Dan dia juga sudah melahirkan. Tapi.....''


Aku sangat terkejut mendengar ucapan Adam. '' Apa! Hawa sudah ketemu?'' tanyaku


Adam mengangguk, tapi ada raut kesedihan di wajah nya.


'' Lalu, kenapa wajah Lo kusut gitu?'' tanyaku


'' Hawa..... Dia menggugat ku, Suf!'' lirih nya


Degh


Bagaikan ada secercah cahaya, saat Adam mengatakan itu.


'' Apa! Menggugat? Kenapa?''


'' Karena aku sudah menyakitinya? Benar yg Lo bilang! Jika Hawa pasti tak akan mau kembali pada gw?''


Aku rangkul pundah sahabatku itu, mencoba menguatkan nya. Karena walau gimana pu Adam adalah sahabatku.


'' Lo yg sabar! Wajar jika Hawa menggugat Lo? Dia juga manusia, dia butuh kebahagiaan! Dan mungkin, bersama dengan Lo. Dia gak dapat itu?''


'' Tapi aku mencintai dia Suf? Apa lagi, sudah ada anak di antara kami?''


'' Kalau gitu, Lo ajak dia rujuk kembali'' usulku

__ADS_1


'' Dia gak mau! Apa gw harus lepasin Hawa? Tapi gw cinta sama dia?''


'' Ya menurut gw lepas! Soal nya, kalaupun Lo dan Hawa rujuk! Hawa tidak akan bahagia? Dia akan hidup menderita karena penghianatan yg pernah Lo berikan pada nya? Dia hanya bertahan demi anak nya? Tapi hatinya, begitu hancur?'' jelasku


Adam terdiam, saat mendengar penjelasaanku.


Setelah 30 menit dia di Resto. Adam pun pamit pulang.


Hari berganti minggu, dan minggu berganti bulan. Dan Adam serta Hawa sudah resmi bercerai


Kabar tak terduga pun datang dimana membuat separuh hidupku juga hilang. Aku harus kehilangan sosok sahabat yg menemaniku sejak SMA.


Dimana setiap waktu selalu kami lewati dengan canda dan tawa. Walaupun terkadang kami harus beradu argumen.


Tak ku sangka, jika Adam pergi begitu cepat meninggalkan ku. Apalagi dia pergi bersama dengan anak nya.


Aku tak bisa membayangkan, bagaimana jadi Hawa. Dia pasti sangat hancur, sebab harus kehilangan anak yg dia kandung selama 9 bulan.


Hingga setelah 1 minggu berlalu sejak kematian Adam, saat itu aku bertemu dengan Nisa. Aku pun menanyakan soal keadaan Hawa.


'' Hay Nis, apa kabar?'' tanyaku


'' Alhamdulillah, baik!''


'' Hawa gimana? Apa dia masih sedih?''


'' Ya,sedih pasti lah! Nama nya juga ibu?''


'' Kasihan Hawa! Dia pasti kesepian, karena harus kehilangan Anak nya? Apalagi tanpa sosok suami di samping nya?''


'' Hahaha, Kamu salah!''


'' Maksudnya?'' bingungku


'' Hawa gak sendiri Kok! Dia kan sudah ada calon suaminya?''


Duar


Bagaikan tiang listrik yg tertimpa petir, hatiku begitu sangat terkejut mendengar ucapan Nisa.


'' Ca-calon su-suami?'' tanyaku


'' Iya, calon suami.''


'' Siapa? Kok aku gak tahu?''


'' Masa kamu gak tahu? Kamu juga sudah kenal kok sama orang nya!''


'' Siapa?''


'' Kak Ikbal, kakak nya Syifa?''


'' Apa! Ikbal? Bagaimana bisa?'' kagetku


'' Ya bisa lah, nama nya juga jodoh! Ya sudah, gw kerja lagi ya. Masih banyak kue nih. Assalamu'alaikum..''


'' Wa'alaikumusallam...''


Aku tak menyangka jika Hawa sudah di lamar oleh Ikbal.


'' Aku kalah start! Bagaimana bisa aku keduluan? Aagghhhhh.... Kenapa tuhan begitu tak adil padaku?'' geramku sambil memukul setir mobil


Setiap hari ku habiskan dengan merenungi nasib sial hidupku, dimana aku kalah lagi dalam cinta.


Hingga saat itu Ikbal dan hawa menikah. Tapi aku tak datang, walau mereka mengundang. Aku tak akan sanggup jika aku harus melihat mereka bahagia.


'' Aku tak bisa mengalah lagi? Aku akan merebut Hawa dari Ikbal? Cukup sudah, aku mengalah demi Adam! Tapi, tidqk kali ini.'' ucapku seraya bangkit dari duduk.

__ADS_1


Aku harus berjuan demi cintaku, aku tak mau terus tersiksa dengan rasa ini yg semakin besar. Aku akan mendapatkan Hawa dengan cara apapun.


Bersambung.......


__ADS_2