
Happy Readingππ
Hawa terbaangun dari mimpi nya, napas nya memburu dengan keringat di dahi. Jam menunjukan pukul 3 pagi. Hawa kemudian meminum air putih yg ada di meja samping tempat tidur. Mulut nya terus beristighfar beberapa kali. Mencoba menenangkan hati yg sedang gelisah.
Sudah 2 malam ini Hawa selalu bermimpi Syifa, Adam dan seorang anak kecil, namu wajah anak kecil itu selalu tertutup oleh Cahaya putih menyilaukan. Sehingga Hawa tak bisa melihat jelas wajah anak kecil itu.
'' Ada apa dengan mimpiku? Kenapa aku, selalu bermimpi mereka selama 2 malam ini? Ya allah, semoga ini bukan pertanda buruk!'' gumam Hawa
Bukan pertama kali nya Hawa bermimpi itu, dulu saat dia masih hamil, Hawa juga bermimpi hal yang sama. Namun sudah sejak lama mimpi itu kembali muncul. Tentu saja membuat Hawa gelisah dan juga takut.
Kemudian dia beranjak dari ranjang, menuju box bayi. Melihat wajah pulas Anak nya yg tertidur dengan nyenyak. Hawa mengulas kepala Alwi, kemudian tersenyum melihat wajah tampan sang anak.
'' Semoga kamu selalu sehat, dan selalu dalam lindungan Allah.'' lirih Hawa
Setelah itu dia pergi keluar, menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu. Hawa akan menunaikan shalat malam, salah 1 kebiasaan nya setiap malam.
Selesai Menunaikan shalat sunah 2 raka'at, Hawa mengangkat kedua tangan nya, hal yg biasa orang lakukan selesai shalat, yaitu meminta dan berdo'a pada sang khaliq, pemilik alam semesta ini.
'' Ya allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari kejahatan syetan dan pengikut nya. Ya allah, Ya Rabb. Sesungguhnya hanya kepadamu lah aku meminta, dan memohon. Tiada tempat ku meminta, selain hanya kepadamu.
Ya allah, jangan jadikan mimpiku itu, arti yg buruk. Aku tahu itu adalah tipu daya syetan! Tapi sebagai manusia biasa, hatiku sangatlah gelisah ya Rabb. Aku takut! Aku takut, jika mimpi itu adalah sebuah pertanda, yg aku sendiri pun tak tahu itu apa?
Ya allah, hanya kepadamu aku berkeluh kesah. Hanya engkaulah yg tahu, setiap apa yg ada di hati dan pikiran ku. Lindungilah orang orang yg ku sayang ya Allah. Jaga lah mereka, di bawah perlindungan mu! Sesungguh nya, engkau lah sebaik baik nya pelindung. Aamiin.....''
Selesai berdo'a Hawa melanjutkan dengan membaca ayat suci al qur'an, hingga adzan subuh berkumandang. Lalu ia melanjutkan dengan shalat subuh.
ππππππ
'' Nak, ada apa? Kenapa kamu melamun saja?'' tanya Ibu saat Hawa di dapur membantu Nisa mengepak kue jualan nya.
'' Nggak papa Buk!''
Ibu yg melihat wajah muram Hawa, tentu sangat tahu keadaan anak nya.
'' Ada apa Nak? Katakan, pada Ibu? Apa yg membuat putri ibu ini cemas?'' tanya lembut Ibu.
Hawa seketika memeluk tubuh sang Ibu. Baginya memeluk tubuh ibu nya, membuat Hawa merasa tenang dan damai. Kemudian dia menceritakan tentang mimpi nya 2 malam ini pada Ibu nya.
__ADS_1
'' Apa itu, sebuah pertanda ya Wa?'' ucap Nisa yg ada di meja makan.
'' Aku gak tahu Nis? Tapi semoga, itu bukan pertanda buruk.'' jawab Hawa
'' Aamiin! Kita berdo'a saja ya, sama Allah. Agar semua selamat dan sehat.'' ucap Ibu di balas anggukan oleh Hawa.
πππππ
1 minggu sudah berlalu, saat ini Hawa sedang memakaikan baju untuk anak nya.
'' Waaah, Cucu Nenek sudah ganteng. Mau kemana sih?'' ucap Ibu saat masuk kedalam kamar Hawa.
'' Itu, Buk. Tadi pagi Bang Adam telpon, katanya mau ajak Alwi jalan jalan! Tapi dia gak ngajak aku, aku juga gak bisa Buk. Soal nya kan harus ke butik buat beli baju kebaya sama Nisa.''
'' Iya, ya. Acara nikahan kamu kan 2 minggu lagi.''
'' Itu dia Buk.''
'' Terus, Adam mau berdua saja gitu sama Alwi?''
'' Katanya sih, dia bawa teman perempuan nya kesini?''
Hawa menggeleng lemah. '' Nggak tahu juga Buk. Itu bukan urusan Hawa lagi! Kalau Bang Adam, sudah menemukan tambatan hatinya kembali. Hawa senang, Hawa hanya bisa mendo'akan agar Bang Adam bahagia!'' ucap Tulus Hawa
'' Aamiin....''
Tak lama terdengar suara klakson mobil di tetas rumah. Nisa masui ke kamar Hawa dan memberitahukan jika Adam sudah datang. Hawa dan ibu kemudian melangkah keluar rung tamu. Namun Hawa di buat terkejut, saat melihat Adam datang bersama seorang perempuan yg pernah menjadi penghancur rumah tangga nya.
' Kenapa Bang Adam bersama dia? Apa yg Bang Adam maksud, teman nya itu Raisya?' batin Hawa.
Jangankan Hawa, ibu saja bahkan kaget saat melihat Raisya. Kemudian Hawa berjalan ke arah Adam dengan membawa Alwi, lalu Adam segera menggendong Alwi dalam pelukan nya.
'' Uuuhh, anak Papa. Kamu sudah ganteng? Sudah siap iya, jalan jalan sama Papa?'' ucap Adam sambil mencium pipi Alwi.
'' Bang, apa teman yg Abang maksud itu...''
'' Iya, Wa. Kebetulan Raisya di pindah tugaskan lagi ke jakarta, dan kami tak sengaja bertemu! Apa gak papa kalau aku ajak Alwi jalan jalan, bersama Raisya?''
__ADS_1
'' Oh, gak papa kok Bang! Maaf ya, aku gak bisa ikut. Soal nya harua beli kebaya buat nanti.''
Adam yg mendengar itu mencoba legowo, dia sudah ikhlas jika Hawa bukan jodohnya. Adam akan berusaha menata hatinya kembali.
'' Selamat ya, Wa. Aku do'a kan agar acara kamu lancar sampai hari H, nanti.'' ucap tulus Adam.
'' Terimaksih Bang, untuk do'a nya! Oh, ya. Apa Abang dan Raisya....''
'' Tidak! Raisya kesini hanya untuk bertemu kamu, katanya ada yg mau di katakan sama kamu!'' potong Adam
'' Iya, Wa. Aku mau bicara sama kamu!''
'' Bicara apa?'' bingung Hawa.
'' Bisa kita bicara 4 mata?'' tanya Raisya
Hawa mengangguk, lalu membawa Raisya ke kamar nya.
'' Ada apa?'' tanya Hawa to the point.
Raisya mendekat ke arah Hawa, lalu menggenggam tangan Hawa. '' Wa, maafkan aku yg pernah merusak rumah tangga mu! Sungguh, tak secuil pun aku berniat merusak rumah tanggamu, dan Bang Adam. Aku tahu aku salah! Aku sudah termakan hasutan syetan. Aku mencintai suamimu, tapi itu juga bukan mauku Wa! Aku sudah berusaha menghidari rasa itu, tapi apa dayaku? Aku hanya manusia biasa. Sekuat apapun aku berusaha, tetap saja aku terperdaya hasutan syetan.
Maafkan aku Wa. Kamu boleh menamparku, boleh memukulku! Aku terima, dengan lapang dada. Tapi ku mohon, maafkan lah aku.'' ucap Raisya dengan derai air mata.
Hawa bisa melihat pancar ketulusan dari kedua mata Raisya. Kemudian Hawa memeluk Raisya.
'' Aku sudah memaaf kan kamu! Aku tak pernah menaruh dendam padamu, sekecil apapun itu? Aku tak pernah menyalahkan mu? Aku tahu, jika ini sudah takdir jalan hidupku dari Allah. Maka aku harus kuat menjalani nya! Semua manusia pernah bersalah dan berdosa. Dan tugas sesama muslim adalah memaafkan! Jadi, aku sudah memaafkan mu.'' jawab Hawa
'' Serius?'' tanya Raisya dengan wajah bahagia.
'' Serius! Malah aku berharap, jika kamu dan Bang Adam bersama.''
'' Nggak, Wa. Aku gak yakin jika Adam mau lagi sama aku?'' ujar Raisya dengan lesu.
'' Jangan begitu! Tidak ada yg tidak mungkin, jika Allah sudah berkehendak.''
Setelah mengobrol mereka pun keluar kembali, dan Raisya juga mengucapkan selamat atas lamaran Hawa. Setelah itu mereka pamit untuk membawa Alwi jalan jalan.
__ADS_1
Bersambung.......