Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Pertanyaan Semprul Umar


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Ikbal, Amal dan Umar duduk bertiga setelah Hawa masuk kedalam Rumah.


Kemudian Umar bertanya sesuatu pada Ikbal, dan membuat Ikbal dan Amal tercengang dengan pertanyaan Umar, namun juga lucu.


''Bal, boleh nanya gak?'' tanya Umar sedikit berbisik


'' Apa kak?'' jawab Ikbal


'' Eum, itu...... Rasanya malam pertama kayak apa sih?'' tanya Umar dengan malu.


Sebab ia tak tahu rasanya kayak apa, dan Umar sangat gugup jika nanti harus melakukan nya sama Nisa.


Itu kenapa dia bertanya pada Ikbal, soal nya sudah pengalaman. Daripada dia nanya sama Amal, pasti tak tahu sebab Amal juga belum menikah.


Ikbal dan Amal menatap 1 sama lain, lalu mereka tertawa terbahak bahak.


Puk


Puk


Umar menepuk lengan Ikbal dan Amal, membuat kedua pria itu berhenti dari tawa nya.


'' Kenapa malah ketawa? Aku nanya serius! Kamu kan sudah pengalaman, mangkan nya aku nanya sama kamu?'' ketus Umar


'' Heheee... Maaf kak!'' ucap ikbal tak enak.


'' Lo, kenapa gak nanya sama gw aja sih parman?'' timpal Amal


'' Haha... Gw nanya sama Lo? Gak salah? Lo aj belum kawin, mana tahu rasanya belah duren haahahaa.....Kalau gw nanya sama Lo, yg ada bukan solusi yg gw dapet! Tapi, malah petaka.'' ledek Umar.


Amal mencebik mendengar ledekan sahabat nya, sebenar nya bukan dia tak ingin menikah. Hanya saja, Amal masih mencari yg benar benar mau menerima nya apa adanya.


Sebab jaman sekarang, banyak yg memandang laki laki dari harta tahta dan kasta. Sebab bagi mereka duit lebih penting.


'' Ya, rasanya enak enak gimana gitu? Pokok nya kalau Ka Umar udah ngerasain, pasti ketagihan!'' ujar Ikbal


'' Gitu ya! Lo, minum obat kuat gak?'' tanya Umar lagi.


Bukan apa, dia bertanya se semprul itu sama Ikbal. Dia cuma gak mau membuat Nisa nanti kecewa.


Ikbal terkekeh kecil, sebenar nya dia gak mau membahas hal se pribadi itu. Tapi, karena Umar kaka Ipar nya, dan meminta saran untuk malam pertama nya nanti, mau tak mau Ikbal harus menjawab, tanpa mengumbar aib nya.


'' Ya tergantung sih Kak! Kalau Kak Umar, gak mau membuat Nisa kecewa ya boleh saja! Tapi, jaman sekarang kan tisu pow*r meg*c ada kak.'' usul Ikbal


Umar manggut manggut.


'' Terus, apa cewe suka yg gede apa panjang?'' tanya Umar


Kali ini Amal tak bisa menahan tawa nya, sampai sampai dia ngompol di celana. Sedangkan Ikbal muka nya sudah merah, karena pertanyaan sembrono Umar.


'' Duh, gila! Gw sampai basah nih... Hahahaaa....'' ucap Amal di sela sela tawa nya.

__ADS_1


''Iiuuuhh, jorok banget sih Lo!'' ledek Umar sambil memencet hidung nya.


'' Gimana gw gak ketawa, sampai ngompol? Pertanyaan Lo, gila, gokil Bro! Apa jangan jangan.....'' Amal menggantung ucapan nya.


'' Jangan jangan apa?'' tanya Umar


'' Jangan jangan punya Lo kecil, dan pendek? Sampe Lo nanya begitu pada Ikbal? Hahahah.....'' Amal kembali tertawa setelah membuat Umar menatap tajam diri nya.


Bugh


Bugh


Umar memukul Amal dengan sarung di pundak nya, sampai Amal meminta ampun.


''Santai Bro! Gw kan hanya bercanda? Lagian kalo Lo mau bikin Nisa puas, minun aja jamu kuat dan pembesar.'' ledek Amal sebelum pergi melenggang meninggalkan Ikbal dan Umar, karena dia harus mengganti celana nya yg basah.


'' Sialan nih Umar, gw di bikin ngompol!'' gerutu Amal saat mengganti celana nya.


🌼


🌼


🌼


Ikbal masuk kedalan kamar setelah mengobrol cukup lama sama Umar dan Amal. Pembicaraan mereka tak luput dari masalah malam pertama, sebab Umar masih harus mencari pengalaman.


Ikbal melihat Hawa sudah tertidur nyenyak, walaupun di luar sangat berisik karena sound sistem yg biasa di nyalakan saat ada orang hajatan.


'' Anak Papa, baik baik ya di dalam!'' ucap Ikbal lalu mengecup lembut perut Hawa.


Kemudian dia tidur di sebelah Hawa dan memeluk tubub wanita hamil itu, sambil mencoba memejamkan mata nya walaupun sangat berisik.


Setelah 2 jam mencoba memejamkan mata, Ikal masih belum bisa tidur. Musik yg nyala di luar sungguh sangat mengganggu, padahal sudah jam 12 malam.


Bahkan getaran nya sampai membuat jantung Ikbal berdebar.


'' Mas, kamu belum tidur?'' tanya Hawa saat melihat Ikbak bersender di tepi ranjang.


'' Kamu bangun sayang?''


Hawa mengangguk. '' Iya, aku haus..'' ucap Hawa.


Ikbal yg mendengar itu, segera mengambil minuman di samping nya dan memberikan nya pada Hawa.


'' Kenapa belum tidur?'' tanya Hawa kembali.


'' Aku gak bisa! Sangat berisik.'' jelas Ikbal


Hawa tersenyum, dia tahu apa yg di maksud Suaminya. Sebenar nya Hawa juga tak terlalu nyenyak tidur nya, namun ia paksakan untuk memejamkan mata.


'' Apa musik ini akan sampai pagi?'' tanya Ikbal


Sungguh jika itu terjadi, Ikbal tak akan bisa tidur dengan nyenyak.

__ADS_1


'' Kamu mau kemana?'' tanya Ikbal saat melihat Hawa beranjak keluar kamar.


'' Meminta agar musik nya di perkecil, agar bisa istirahat!'' jawab Hawa sambil keluar dari kamar.


Dia berjalan ke arah para bapak bapak, yg berkumpul dengan beberapa pemuda.


'' Permisi...'' ucap Hawa


'' Eh, Nak Hawa... Iya, kenapa Nak?'' tabya Salah 1 bapak bapak yg ada di sana.


'' Maaf pak! Apa musik nya bisa di perkecil? Ini kan sudah malam, dan saya gak bisa istirahat! Maaf banget....'' pinta Hawa dengan mengatupkan kedua tangan nya di depan dada.


'' Oh, iya. Maaf jika mengganggu...'' ucap Bapak itu, lalu mengecilkan volume musik.


''Apa segini cukup?''


Hawa mengangguk, lalu mengucapkan terimakasih. Kemudian dia pergi dari sana.


'' Sekarang Hawa bercadar, ya! Sungguh wanita sempurna. Aku jadi mau punya istri bercadar?'' ucap salah 1 pemuda desa di sana.


'' Mimpi kau....''


Hawa masuk kedalam kamar, dan kembali tidur di samping Ikbal.


'' Apa sudah busa tidur Mas?'' tanya Hawa


Ikbal mengangguk, lalu mencium kening Hawa.


'' Makasih ya sayang! Ya sudah, sekarang kita istirahat.'' ucap Ikbal lalu menarik selimut dan mereka pun tertidur.


🌼


🌼


Pagi ini Hawa sudah terbangun dan membantu sang Ibu untuk memasak di dapur, namun sayang. Mual nya kembali datang, dia masih sensitif dalam penciuman.


'' Sudah, kamu di ruang tamu saja ya! Biar Ummi yg bantu ibu kamu.'' titah Ummi


Hawa mengangguk, lalu di papah Ikbal duduk di ruang tamu. Tak lama Ibu datang membawakan teh hangat buat Hawa, agar lebih baik.


'' Di minum sayang, biar lebih baik!'' ucap Ibu pada Hawa


Hawa pun meminum teh hangat itu, dan merasa baikan di lambung nya.


'' Buk, Kak Umar udah siap?'' tanya Hawa


'' Sudah, kamu siap siap juga ya! Jam setengah 8 kita berangkat.'' jawab Ibu


Hari ini adalah hari bahagia antara Nisa dan Umar, dimana Umar nanti akan mengucapkan ijab Qobul di depan penghulu.


Hawa juga sudah menyiapkan seragam untuk keluarga nya, untuk ke acara nanti. Dan dia juga sudah menyiapkan hadiah, untuk pernikahan Nisa dan Kakak nya.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2