
Happy Reading😘😘
Budayakan like sebelum baca ya dears👍👍
dan jangan lupa vote dan bunga mawar nya agar Hawa tetap semangat up🌷🌷💪
"Apa kalian pikir, jika aku tidak tersiksa? Aku bahkan sangat tersiksa, lebih dari yg kalian tahu. Berbulan bulan bahkan hampir setahun ini aku mencoba melupakan Hawa. Mencoba menerima takdir, jika Hawa bukan lah miliku? Namun, aku tak bisa! Perasaan itu semakin besar.
Aku sudah merelakan Hawa saat bersama Adam dulu. Tapi, semakin aku melupakan perasaan ini? Semakin aku melupakan Hawa, maka perasaan itu semakin besar." jelas Yusuf dengan mata menerawang, menyelami rasa yg selama ini dia rasakan.
Semua diam mendengar ucapan dan penjelasan Yusuf. Tak ada yg mencela
penjelasan nya.
" Tapi, harusnya kau bisa mengalihkan rasa itu? Kau tahu kan, jika mencintai istri orang itu dosa besar!" ujar Ikbal
Yusuf menggeleng, dia menatap Ikbal dengan tatapan yg sulit di artikan.
" Kau salah! Mencintai itu tidak dosa. Yg dosa adalah, mencoba merusak rumah tangga nya!
Jika hanya mencintai saja, itu adalah manusiawi. Dan itu bukan lah sebuah dosa?
Aku tahu, jika yg ku lakukan adalah dosa besar! Aku berusaha memisahkan kalian, memisahkan mu dari Hawa.
Kalian tahu? Bahkan aku sudah mengalihkan rasa ini pada wanita lain? Sudah ku coba. Sudah semua cara! Tapi apa? Bahkan rasa ini semakin besar. Aku sangat tersiksa, sangat tersiksa.
Jika saja bunuh diri bukanlah dosa besar dan di laknat oleh Allah. Maka mungkin, aku sudah melenyapkan nyawa ini? Aku sungguh tak sanggup, sungguh benar benar tersiksa.
Bagaimana? Bagaimana aku melupakan Hawa? Aku ingin pergi dan pindah ke luar negri, tapi bagaimana dengan resto nya Adam. Restoran yg ku kelola selama 7 tahun?
Adam menitipkan nya padaku? Lalu aku harus bagaimana?
Saat ku tahu kalian melaporkan ku ke polisi. Aku takut! Bukan takut di penjara. Aku takut tak ada yg mengurus resto itu? Tak ada yg bisa di percaya. Itu kenapa Adam menitipkan Resto itu padaku? Aku mohon, maafkan aku!
Aku hanya manusia biasa. Aku tahu aku salah, aku hanya sudah tak tahu lagi dengan takdir ini? Perasaan ini? Bantu aku! Bantu aku melupakan rasa ini? Aku benar benar tersiksa." ucap Yusuf panjang lebar.
Semua terdiam mendengar penjelasan pria di hadapan mereka. Bahkan saat ini hanya tatapan Iba yg terpancar dari mata mereka.
Abi segera merangkul bahu Yusuf yg bergetar karena dia menangis.
" Nak, Abi paham dengan apa yg kamu rasakan. Kita manusia, memang hanya bisa menerima takdir yg di berikan Allah." ucap Abi sambil mengusap bahu Yusuf.
__ADS_1
Hawa menatap Ikbal dengan gelengan kepala, sebagai suatu kode. Ikbal paham apa maksud dari gelengan kepala itu.
"Kak...." Panggil Hawa
Yusuf mengusap wajah nya yg basah oleh air mata. Lalu menatap Hawa dengan mata sembab dan merah.
" Aku sudah memaafkan semua kesalahan Kak Yusuf, jauh sebelum Kakak meminta maaf. Aku paham, apa yg Kakak rasakan.
Memang sakit, jika kita mencintai seseorang tanpa bisa memiliki nya." ucap Hawa
" Bal, apa gak bisa jika kita selesaikan masalah ini secara kekeluargaan? Yusuf kan sudah ada itikad baik, datang kesini dan jujur pada kita dan mengakui kesalahan nya?" ucap Ummi.
Ikbal diam tak menjawab, pikiran nya saat ini sedang di ambang keraguan. Dia bimbang harus memaafkan atau melanjutkan laporan nya ke polisi.
Hawa menggenggam tangan Ikbal, meminta jawaban dari nya.
" Mas, apapun keputusan kamu. Aku ikut saja!"
Huuuuffff
Ikbal membuang napas nya dengan kasar, lalu menyugar rambut nya ke belakang. Kemudian dia menatap ke arah Yusuf.
" Iya, aku janji aku tak akan mengganggu keluarga mu lagi. Aku juga tak akan mengganggu Hawa lagi! Tapi, semua juga tak mudah bagiku untuk melupakan perasaan ini? Tapi, aku akan berusaha walau ku tahu ini sulit." ucap sendu Yusuf
" Nak Yusuf. Minta lah padanya, yg membolak balikan hati manusia! Agar ia menghapus rasa itu di hatimu? Ummi juga akan selalu berdo'a meminta padanya agar dia, menghapus perasaan itu." ucap Ummi sambil mengusap pundak Yusuf.
" Kamu tahu? Ummi dan Abi sudah menganggapmu sebagai anak kami sedari dulu!" sambung Ummi
Yusuf terharu dengan ucapan Ummi. Dia langsung memeluk tubuh wanita setengah abad tersebut.
" Makasih Ummi. Makasih banyak!"
" Jadi, bagaimana Bal?" tanya Abi
" Hmm, baiklah. Aku akan cabut laporanku di kantor polisi. Tapi janji, kau tak boleh mengganggu rumah tanggaku kembali?" ucap Ikbal sambil menunjuk Yusuf
" Aku janji." ucap Yusuf dengan cepat.
Akhirnya semua berkahir dengan damai. Yusuf menyadari kesalahan nya, dan meminta maaf pada Hawa dan Ikbal.
Begitu pun dengan Ikbal dan Hawa. Mereka memaafkan kesalahan Yusuf.
__ADS_1
Sejujur nya jika bukan karena Hawa, ikbal juga tak akan semudah itu memaafkan Yusuf. Karena tindakan Yusuf sudah membuatnya geram. Tapi karena itu permintaan Istrinya, maka terpaksa Ikbal pun menyetujui dan mencabut laporan nya ke polisi.
Karena memang pada dasar nya Hawa bukanlah orang pendendam. Dia lebih menyukai perdamaian ketimbang permusuhan.
Bagi Hawa, jika seseorang sudah mengakui kesalahan nya. Maka tak ada salah nya memaafkan orang tersebut, dan memberinya kesempatan kedua.
Karena tidak ada manusia yg luput dari dosa. Semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Nabi dan Allah saja maha pemaaf, masa kita sebagai notabe nya manusia yg penuh dosa dan bukan manusia suci seperti Nabi. Tak mau meaafkan saudara kita.
Setelah semua berdamai, Yusuf pamit pada Ikbal dan keluarga nya.
🌷
🌷
" Mas, kamu mau kemana?'' tanya Hawa saat sore sore Ikbal sudah rapih dengan setelan santai nya.
'' Aku mau ke kantor polisi. Mau mencabut laporan kita buat Yusuf.'' jawab Ikbal
'' Sayang, apa kamu yakin memaafkan dia? Kenapa kamu semudah itu memaafkan nya?'' tanya Ikbal sambil memeluk istrinya dari belakang.
Hawa tersenyum. '' Kenapa tidak! Nabi dan Allah saja maha pemaaf? Masa kita nggak? Nabi dulu pernah ada yg membenci Mas. Setiap kali Nabi lewat depan rumah nya, Nabi kita selalu di ludahi oleh orang itu.
Tapi apa? Nabi tak marah, dia malah mengusap ludah di muka nya dengan tersenyum dan sabar. Tak ada rasa benci ataupun dendam dalam hati nya.
Hingga suatu hari Nabi lewat depan rumah nya, tapi orang itu tak membuka pintu rumah nya dan meludahi Nabi lagi. Nabi heran, sebab tak biasanya orang itu absen meludahi wajah nya? Akhirnya Nabi bertanya pada salah satu sahabat nya. Dan ternyata, orang yg biasa meludahi Nabi itu sedang sakit keras.
Nabi yg mendengar itu pun pergi kerumah orang tersebut. Lalu menjenguk nya.
Kata orang Itu '' Wahai utusan Allah, kenapa kau menjenguku? Apa kau tak marah padaku? Aku sudah berdosa padamu! Aku sudah meludahimu setiap hari?'' tanya orang itu
Nabi menjawab. '' Aku sudah memaafkan mu, jauh sebelum kau meminta maaf. Aku tak pernah marah dengan apa yg kau lakukan padaku?'' ucap Nabi
Orang itu begitu terharu dengan ucapan Nabi Muhammad. Lalu, dia meminta maaf dan kamu tahu Mas? Setelah dia meminta maaf pada Nabi. Sakit dia tiba tiba sembuh! Dan akhirnya, dia menjadi pengikut setia Nabi.
Itu kenapa, Aku mau meaafkan Kak Yusuf.'' jelas Hawa
'' Subhanallah, begitu mulia nya, hati istriku ini? Betapa sangat beruntungnya aku, memiliki kamu sayang?'' ucap Ikbal sambil mengecup seluruh wajah Hawa
Bersambung.....
Di dunia nyata, mana ada manusia se mulia Nabi dan juga Hawa ya dears😁kalau ada mungkin dunia ini akan damai dan sejahtera😍
__ADS_1