
Happy Reading😘
Saat Hawa sedang mengobrol tentang rumah tangga nya pada Keluarga nya. Tiba tiba Hp nya berdering.
'' Hallo, Assalamu'alaikum!'' ucap Hawa
'' Innalillahi, ya sudah Hawa ke sana ya Bang.''
Telpon pun terputus. Hawa terlihat panik dan juga cemas, dan itu membuat semua orang yang ada di sana heran dengan Hawa.
'' Nak, ada apa?'' tanya Ayah
'' Itu, anu Yah! Mba Syifa, dia tak sadarkan diri setelah kejang kejang! Dan sekarang, dia memanggil manggil nama Hawa terus. Hawa harus kesana Yah!'' cemas Hawa dengan raut wajah panik.
'' Iya, iya. Kita kesana sekarang! Ayah juga mau ketemu sama kakak madu kamu itu? Ayah mau melihat keadaan nya.'' ujar Ayah.
Hawa mengangguk, lalu mereka pun siap siap. Setelah itu Hawa dan semua keluarga nya pergi kerumah Syifa. Namun, baru saja keluar rumah. Sudah ada mobil yang datang, dan ternyata dia adalah Ikbal.
'' Kamu sudah siap?'' tanya Ikbal, saat melihat Hawa akan keluar rumah bersama keluarga nya.
'' Iya Kak, ayo.'' ajak Hawa, tapi Ikbal tak bergerak. Dia menatap bingung pada keluarga Hawa.
'' Kak, kok diam saja?'' heran Hawa.
'' Itu, eum, keluarga kamu ikut?'' tanya Ikbal
'' Iya kak, sudah ayo. Ngobrol nya nanti saja!''
Ikbal pun mengangguk, lalu masuk kedalam mobil. Ayah duduk di depan, sedangkan Hawa, ibu dan Umar duduk di jok belakang. Nisa memang tidak ikut, sengaja untuk menjaga rumah.
Mobil pun melaju meninggalkan rumah Hawa. Ikbal terus menatap Ayah Hawa. Dia benar benar bingung, kenapa Hawa mengajak keluarga nya untuk bertemu dengan Syifa.
'' Kak Ikbal heran ya, kenapa Hawa bawa keluarga Hawa?'' tanya Hawa, seakan tahu apa yang di pikirkan Ikbal.
__ADS_1
Ikbal mengangguk. '' Kak Ikbal tenang saja! Ayah, Ibu dan Kakak Hawa, hanya ingin bertemu dengan Mbak Syifa! Mereka ingin melihat keadaan Mba Syifa.'' jelas Hawa.
'' Memang nya keluarga kamu sudah tahu? Bukan nya kata Ummi, kalau keluarga kamu...''
'' Iya Kak! Keluarga Hawa sudah tahu, Hawa yg cerita.''
Ikbal mengangguk paham. Lalu tak ada pembicaraan lagi setelah itu, sampai mobil pun sampai di rumah Syifa.
Hawa langsung turun dari mobil, dengan langkah cepat dia masuk kedalam rumah. Hawa bahkan tak mendengar peringatan Ibu nya, karena Hawa sedikit berlari.
Saat sampai di dalam kamar Syifa, Hawa terpaku. Melihat Ummi, Abi dan Adam menangis di samping Syifa. Kemudian Hawa melangkah perlahan, menuju ranjang.
Adam yang melihat Hawa datang, memundurkan badan nya. Memberi ruang agar istri nya duduk, di samping Syifa. Hawa menggenggam tangan Syifa, air mata nya lolos seketika, saat melihat keadaan Syifa yg begitu memprihatinkan. Dengan selang infus di tangan kiri nya.
'' Mbak, Hawa di sini! Mba, bangun lah. Jangan membuat Hawa khawatir?'' ucap Hawa, saat mendengar Syifa memanggil nama nya terus.
Mata Syifa terbuka secara perlahan, dia menatap Hawa di samping nya. Lalu tangan nya, mencoba menggapai wajah Hawa. Hawa yg mengerti, segera membawa tangan Syifa ke wajah nya.
Semua orang menangis pilu melihat keadaan Syifa. Bahkan Hawa, sampai terguncang tubuh nya karena isak tangis nya.
'' Kenapa gak mau kerumah sakit Mbak? Padahal di sana lebih lengkap?'' tanya Hawa dengan suara serak.
Syifa tersenyum, menatap Hawa.
'' Rumah sakit, tak akan membuatku sembuh Wa! Aku hanya ingin di sini, bersama keluarga, suami dan kamu. Bagiku, melihat kalian untuk terakhir kali nya membuatku bahagia.'' lirih Syifa dengan pelan.
Hawa semakin terisak mendengar ucapan Syifa. Hawa menggelengkan kepala nya dengan cepat.
'' Nggak Mbak! Mba harus sembuh. Mba kan janji, kalau Mba akan membantu ku mengurus anak kita kelak? Aku menagih janji itu Mba!'' ujar Hawa dengan suara purau nya, bahkan Hawa merasa tak sanggup hanya untuk berkata.
'' Maafkan Mba, Wa. Jika nanti, Mba harus ingkar janji! Mba, juga mau, tapi Mba tak bi..''
Hawa segera menempelkan jari telunjuk nya, pada bibir Syifa. '' Mba bisa! Hawa yakin, Mba pasti sembuh.'' ujar Hawa
__ADS_1
Ummi, Abi, Adam dan semua orang menangis, melihat ke tulusan dua wanita salihah itu. Tak ada yg tak meneteskan air mata, melihat kasih sayang 2 wanita di hadapan mereka.
Adam yg tak kuat melihat 2 istrinya itu, hendak berbalik dan keluar dari kamar. Tapi seketika tubuh nya membeku, dia sangat terkejut saat melihat Mertua serta Kakak ipar nya berdiri di belakang nya.
'' A-ayah, I-bu.'' kaget Adam dengan wajah Syok nya.
Adam seperti tak memiliki tulang di tubuh nya, dia dapat melihat tatapan tajam dari kedua pria di belakang nya.
Ya allah, kenapa mertua serta ipar ku ada di sini? Apa mereka sudah mengetahui tentang Syifa?
Umar berjalan mendekat ke arah Adam, kemudian membisikan sesuatu pada nya, yg mana membuat Adam menelan saliva nya dengan kasar. Dan wajah nya, seketika berubah pucat.
'' Kau harus membayar, sakit hati adiku, Hawa!'' bisik Adam
'' Aku akan membuatmu, merasakan sakit.'' sambung nya lagi.
Kemudian Umar kembali ke belakang Ibu nya. Umar tersenyum puas, saat melihat wajah panik dan cemas Adam.
'' Sudah Ya, Mba istirahat dulu! Hawa temani Mba.'' ujar Hawa mulai menarik selimut.
'' Wa, aku senang karena Mas Adam, menikahimu! Aku tak tahu, jika orang lain yg akan menjadi maduku? Mungkin, mereka malah akan bahagia melihat keadaan ku saat ini? Tapi kamu! Kamu begitu spesial, kamu wanita yg mulia. Kamu berbeda Wa! Dimana yg lain bsrlomba untuk mendapatkan suaminya kembali, tapi kamu. Kamu malah sebaliknya?'' lirih Syifa.
'' Mbak! Justru Mbak lah, wanita mulia itu! Mba tahu, Allah jaminkan Syurga, bagi istri yg ridho dan ikhlas saat di madu oleh Suaminya. Dan Mbak tahu... Tidak semua wanita mampu untuk di madu Mbak! Tidak semua wanita, mampu ikhlas dan bersabar dalam rumah tangga poligami. Tapi Mbak! Bahkan Mbak, menyuruh Bang Adam menikah kembali. Mba itu, salah satu penghuni syurga..'' jelas Hawa.
Syifa tersenyum mendengar ucapan Hawa. Dia menatap lekat kedua netra Hawa. Syifa bisa melihat, pancaran kesedihan, ke khawatiran dan kecemasan pada mata milik Hawa, saat menatap diri nya.
'' Nak, benar kata Hawa! Kamu itu, wanita penghuni syurga. Jadi, sekarang kamu tidur ya! Ummi dan Hawa akan di sini menemani kamu.'' jelas Ummi.
Syifa tersenyum, lalu mengedipkan kedua mata nya 2x tanda iya. Kemudian Abi, dannyg lain keluar dari kamar. Begitu pula dengan Adam.
Bersambung....
JANGAN LUPA JEJAK NYA GUYS😘
__ADS_1