Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Pertama Kali nya


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Sudah beberapa hari setelah kejadian dimana Yusuf menyatakan perasaan nya pada Hawa. Kini wanita hamil berumur 21 tahun itu tak pernah keluar rumah, bukan karena ia trauma karena kejadian waktu lalu.


Hanya saja Hawa akhir akhir ini keadaan nya kurang sehat, sampai sampai ia harus bedrest di rumah.


Mual muntah nya juga masih sering terjadi, dan selama ia tak makan nasi, maka penggantinya cemilan dan buah buah buahan.


'' Mas...'' panggil Hawa lalu duduk di samping Ikbal, yg sedang menonton tv.


'' Kenapa sayang?'' jawab Ikbal sambil merangkul pundak Hawa.


'' Aku mau kue khamir dong!'' pinta Hawa


'' Hah, Kahmir? Itu makanan apa?'' bingung Ikbal.


'' Itu makanan khas kota pemalang! Aku mau...''


'' Baiklah, kamu tunggu di sini! Aku beli dulu.'' ujar Ikbal sambil bangkit dari duduk nya.


Hap


Hawa menahan tangan Ikbal, sehingga pria itu duduk kembali.


'' Aku gak mau.... Aku mau nya, Mas masakin buat aku!'' pinta Hawa


Ikbal membulatkan mulut nya mendengar permintaan Hawa.


'' Apa! Bikin sendiri? Tapi aku gak bisa masak, sayang?'' seru Ikbal dengan terkejut.


Jangan kan masak, bahkan megang wajan saja dia tak pernah. Dan ini, malah di suruh masak sama Hawa.


'' Jadi kamu gak mau?'' lesu Hawa dengan wajah sedih.


Ikbal mengusap wajah nya dengan kasar.


'' Huuufff, baiklah. Demi kamu, aku baru kali ini masak.'' pasrah ikbal


'' Tapi sayang, aku gak tahu cara nya?''


'' Ummi tahu.... Biar Ummi ajari.'' timpal Ummi


Ikbal pun akhirnya menurut, dan dia mengikuti Ummi ke dapur dan di susul oleh Hawa.


Ummi mulai mengeluarkan semua bahan bahan yg akan di buat adonan, setelah itu suruh Ikbal yg meracik adonan nya, semntara itu Ummi yg memandu dan Hawa yg menjadi mandor nya.


Ikbal melakukan apa yg Ummi nya suruh, walaupun dia harus sabar dengan keadaan nya yg sekarang. Dimana semua tubuh nya penuh dengan tepung, dan adonan khamir nya.


Sebab tadi, saat mengocok semua bahan di dalan wadah, Ikbal terpeleset karena menginjak tepung yg berceceran di lantai.


Dan hal itu membuat Ummi dan Hawa tertawa geli, sampai sampai Hawa mengeluarkan air mata nya, karena hal lucu itu.


Sementara yg di tertawakan, malah cemberut dengan bibir monyong maju 10 senti.

__ADS_1


'' Puas..... Puas ngeledek Mas...'' kesal Ikbal


setelah 1 jam membuat khamir, akhirnya Ikbal pun selesai membuat 1 piring khamir dan di bawa ke hadapan Hawa.


'' Ayo sayang, di cobain! Mas yakin, pasti kamu bakalan suka.'' ucap Ikbal dengan percaya diri.


Hawa berbinar melihat khamir di hadapan nya, lalu mulai memakan khamir itu dengan lahap, hingga habis tiga buah.


'' Gimana sayang? Enak kan?'' tanya Ikbal dengan antusias, soal nya melihat Hawa memakan khamir itu dengan lahap.


''Enak Mas.'' jawab Hawa '' Cobain deh.'' sambung Hawa lagi.


Ummi dan Ikbal kemudian mengambil 1 buah khamir masing masing, dan memakan nya.


Baru saja 1 suapan, merek langsung memuntahkan nya kembali.


'' Loh, kenapa di muntahin Mas, Ummi?'' bingung Hawa.


Ikbal yg melihat Hawa mengambil khamir ity lagi, segera mencegah nya dan membuang semua khamir itu kedalam tong sampah.


'' Mas, kenapa di buang?'' heran Hawa dengan perasaan kecewa.


'' Sudah sayang! Jangan kamu makan lagi. Kenapa kamu bilang enak, tadi?''


'' Lah, emang enak mas?''


'' Emang kenapa sih? Orang aku suka kok!'' seru Hawa


Hawa menautkan kedua alis nya.


'' Hah, pelan lantai? Emang Ummi pernah makan pelan lantai?'' bingung Hawa.


Ummi menggaruk leher nya yg tak gatal.


'' Bukan gitu, maksud Ummi, makanan nya gak enak sayang!''


'' Tapi, aku suka Mi....''


'' Kita makan yg lain saja, ya!'' bujuk Ikbal


Hawa melihat suaminya, awalnya ia ingin marah pada Ikbal sebab makanan nya di buang, tapi saat melihat keadaan Ikbal yg mengenaskan akhirnya Hawa pun mengangguk.


Kasihan Mas Ikbal kalau aku marahi! Dia kan sudah susah payah membuat nya?


Hawa pun mengajak Ikbal masuk kedalam kamar nya, untuk membersihkan diri.


'' Sayang! Kenapa tadi kamu makan makanan aku?'' tanya Ikbal dengan heran, saat keluar dari kamar mandi.


'' Sebab, suami aku sudah susah payah membuatnya! Masa aku buang?''


Ikbal terkejut mendengar penjelasan Hawa.


'' Tapi sayang, kamu akan sakit kalau makan makanan itu?''

__ADS_1


Hawa tersenyum mendengar nya, dan berjalan ke arah Ikbal dan memeluk tubuh kekar itu.


'' Bagiku, makanan yg kamu buat jauh lebih enak, ketimbang makanan restoran!'' ucap Hawa


Ikbal menarik tubub Hawa, dan menatap kedua mata nya.


'' Kamu tahu? Kamu itu, bidadari dunia dan akhiratku!'' jelas Ikbal sambil mengecup singkat bibir Hawa.


'' Boleh Mas, minta sekarang?'' tanya Ikbal dengan tatapan memohon.


Hawa mengangguk, dan siang itu pun mereka lewati dengan indah dan nikmat nya menikmati surga dunia.


Suami istri itu ibarat pakaian, harus saling melengkapi satu sama lain nya.


Yusuf Qardhawi menyebutkan bahwa makna pakaian (libas) dalam ayat; "Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka", sebagai sesuatu yang menutupi, menjaga, dan mempercantik. Pakaian adalah sesuatu yang melekat dan menempel pada tubuh. Maka suami istri pasti dan niscaya saling membutuhkan satu sama lain."


Jadi saling memberikan perhatian yang lebih harus menjadi keniscayaan dalam sebuah rumah tangga. Tanpa semua ini kasih sayang yang menjadi sendi dalam rumah tangga (QS. Ar-Rum: 21) tidak akan pernah terwujud.  


🌼


🌼


🌼


Hari ini Hawa meminta Ikbal mengantarnya ke supermarket untuk membeli susu hamil, karena stok susu dia sudah habis.


Setelah mobil terparkir di luar gedung, Ikbal menggandeng tangan Hawa memasuki pusat perbelanjaan.


Mereka berjalan layaknya pasangan berbahagia, membuat siapa saja yg melihat nya sangat iri dengan ke serasian mereka.


'' Sekalian beli banyak aja sayang!'' ujar Ikbal saat Hawa mengambik susu.


'' Iya, Mas.''


Setelah selesai, Hawa dan Ikbal pun keluar, namun tiba tiba Hawa meminta izin ke toilet karena kebelet kencing.


Ikbal pun mengantar Hawa sampai ke depan toilet, namun Hawa menggeleng.Dia malu sama pengunjung Mall yg lain.


'' Kamu yakin, gak mau aku anter?''


'' Iya Mas! Kamu di sini saja.'' jawab Ikbal


Hawa masuk kedalam toilet, setelah 15 menit Hawa pun keluar dan melihat ke arah dimana Ikbal menunggu, namun ternyata hanya ada belanjaan mereka saja, sedangkan Ikbal nya gak ada.


Mungkin Mas Ikbal lagi pergi sebentar. pikir Hawa


Akhirnya Hawa pun menunggu di dekat belanjaan mereka, saat dia sedang memainkan ponsel nya tiba tiba ada yg menepuk bahu nya.


Dan saat Hawa melihat ke samping, wajah nya seketiga tegang dan syok.


Bersambung....


Kira kira siapa ya yg nepuk pundak Hawa🤔

__ADS_1


__ADS_2