
Happy Readingππ
Hawa terbangun setelah 2 jam tertidur, dia bangun karena Nisa yg membangunkan nya untuk shalat subuh. Semalam Hawa bergadang karena Alwi rewel. Sehingga dia harus bergadang sampai jam setengah 3 pagi.
Ikbal dan Nisa pun turut ikut bergadang membantu Hawa menjaga Alwi.
Setelah menunaikan shalat subuh, Hawa pergi mencari sarapan pagi. Sementara itu Alwi yg sedang tertidur di titipkan pada Nisa dan Ikbal. Hawa berjalan ke depan rumah sakit untuk membeli sarapan. Terlihat ada yg jual nasi uduk, dan Hawa pun membeli nya.
Setelah selesai Hawa menuju kantin untuk membeli kopi dan teh hangat. Setelah semua selesai di beli Hawa pun kembali ke ruang inap Alwi. Saat di masuk ternyata Alwi sudah bangun dan sedang di gendong oleh Ikbal.
'' Waaah, anak Bunda sudah bangun rupa nya?'' ucap Hawa sambil mengambik Alwi dari gendongan nya Ikbal.
'' Kakak sarapan dulu sama Nisa, aku udah beli sarapan! Nanti, baru aku.. Aku mau kasih asi dulu sama Alwi.'' jelas Hawa.
Ikbal mengangguk lalu duduk di sofa bersama Nisa. Dan mereka pun sarapan pagi. Sedangkan Hawa. Dia memunggungi Nisa dan Ikbal dan mulai menyusui Alwi.
Hari menjelang siang, Ikbal pamit karena harus mengadiri meeting bersama klien. Dan dia berjanji akan kembali saat urusan nya selesai.
ππππππ
'' Nis, kamu jaga Alwi sebentar ya! Perut aku sakit banget...'' pinta Hawa
Nisa mengangguk. Lalu Hawa pun melangkah masuk kedalam kamar mandi. Setelah 15 menit di dalam sana, Hawa keluar setelah merasa perut nya sudah lebih plong. Saat Hawa keluar dari kamar mandi, Hawa terkejut karena di sana sudah ada Adam yg sedang menggendong Alwi.
'' Eh, Bang Adam kapan datang?'' tanya Hawa
'' Baru saja kok, Wa.'' jawab Adam.
'' Gimana keadaan Alwi, Wa?'' tanya Adam
'' Alhamdulillah, keadaan nya sudah lebih baik Bang. Besok juga udah boleh pulang, kalau panas badan nya turun.'' jelas Hawa
'' Syukur alhamdulillah....'' lega Adam.
'' Oh ya, Bang. Kamu sudah makan siang belum?'' tanya Hawa
'' Belum...''
__ADS_1
'' Yasudah, aku titip Alwi sebentar ya! Aku beli makanan dulu buat kamu!''
Hawa pun keluar dari ruangan itu, lalu melangkah menuju kantin untuk membeli makan siang untuk Adam, dia dan Nisa. karena Hawa pun sama belum makan siang.
'' Buk, nasi nya 3 ya! Pakai ayam bakar saja! Sama es jeruk nya 3.'' ucap Hawa pada penjual nasi.
Setelah menunggu cukup lama, Hawa pun membayar pesanan nya dan pergi dari kantin.
πππππ
Di lain tempat Ikbal baru saja selesai meeting bersama klien di salah 1 Mall di kota S itu. Setelah itu Ikbal berencana akan kembali kerumah sakit untuk menengok Alwi. Mungkin tepat nya bertemu dengan Hawa.
'' Pasti Adam sudah sampai di sana?'' gumam Ikbal.
Lalu dia pun naik kesebuah lift untuk turun ke lantai dasar. Tapi saat Ikbal sedang memainkan ponsel nya dan mengirim pesan pada Hawa, tiba tiba dari arah samping ada seseorang yg memanggil nya..
'' Ikbal.....'' ucap orang itu.
Sontak Ikbal menoleh, dan dia pun tqk kalah kaget nya saat melihat wajah wanita yg ada di samping nya.
''Helen.......'' kaget Ikbal
'' Bal, Ikbal... Tunggu... Ikbal....'' teriak Helen
Namun ikbal tak menghiraukan teriakan Helen. Dia terus melangkah tanpa menoleh. Hingga saat di parkiran lengan Ikbal di pegang oleh Helen.
'' Tunggu Bal..'' ucap Helen saat Ikbal menghentikan langkah nya.
'' Ada apa?'' tanya Ikbal dengan nada dingin dan wajah datar
'' Bal, kita perlu bicara! Aku mau jelasin semua nya.'' ujar Helen.
Ikbal mencebik. '' Heuh, menjelaskan? Menjelaskan apa? Aku rasa tak ada yg perlu di jelaskan lagi. Semua sudah jelas!''
'' Nggak Bal, kamu hqrus dengerin aku dulu!'' pinta Helen.
Ikbal melihat jam di pergelangan tangan nya.
__ADS_1
'' Oke, 2 menit...'' ucap Ikbal
Helen melongo mendengar ucapan pria tampan di hadapan nya itu. '' Apa! Kok 2 menit?'' protes Helen..
'' Ya sudah, jika kamu gak mau! Saya masih banyak urusan.'' ucap ikbal sambil membalik badan nya dan hendak menaiki mobil nya.
'' Eh, eh eh.... Iya, iya.... 2 menit!'' pasrah Helen
Ikbal melipat tangan nya di dada, dan menyenderkan badan nya pada mobil.
'' Bal, aku tahu kamu marah! Tapi dengarkan aku.... Aku sama Dion gak jadi menikah Bal. Aku kabur dari pernikahan! Aku cinta nya sama kamu? Please, kita balikan ya....'' pinta Helen.
'' Maaf, aku gak bisa! Lagian aku gak minta kami buat batalin pernikahan kamu dan Dion? Dan maaf, sudah ada wanita lain yg mengisi hatiku.'' ucap Ikbal lalu masuk kedalam mobil nya.
Helen menggedor pintu kaca mobil Ikbal, namun Ikbal tak menghiraukan. Dia melajukan mobil nya meninggalkan Mall tersebut. Di sepanjang jalan Ikbal terus kepikiran dengan ucapan Helen tadi, bukan karena Ikbal masih cinta sama wanita itu, tapi Ikbal tak habis pikir kenapa Helen malah kabur, hanya karena diri nya.
Sedangkan Helen menatap kepergian Ikbal dengan hati yg begitu kesal. '' Awas saja kamu Bal, aku akan dapetin kamu lagi? Tak akan ku biarkan wanita lain mendapatkan mu!'' gumam Helen dengan wajah kesal nya.
Helen Anindita, adalah mantan pacar Ikbal. Mereka pacaran sudah 1 tahun, mereka bertemu saat acara pernikahan Syifa dan Adam. Namun setelah 6 bulan mereka pacaran, ternyata orang tua Helen menjodohkan Helen dengan anak sahabat nya. Ikbal sudah berusaha meyakinkan Orang tua Helen, bahkan dia berniat menikahi Helen. Namun orang Tua Helen menolak nya.
Akhirnya Ikbal pun menyerah, sebab bagi nya restu kedua orang tua itu sangat lah penting. Tapi Helen tetap bersikokoh mempertahankan Ikbal. Hingga saat pertunangan Helen dan Dion, Helen kabur dan mendatangi Ikbal di kantor nya.
Waktu itu Ikbal sangat kaget, saat melihat Helen datang dengan pakaian kebaya melekat di tubub nya. Helen mengajak Ikbal untuk kabur dan menikah dengan nya, namun tentu saja Ikbal menolak keinginan konyol Helen.
'' Kenapa sih Bal? Kita kan bisa bersama?'' kesal Helen karena Ikbal menolak kabur dengan nya.
'' Maaf, Hel. Permintaan kamu sangatlah konyol! Jika kamu mau, bicaralah pada orang tua kamu! Aku hanya gak mau jika kamu durhaka pada kedua orang tua kamu.'' jelas Ikbal
Helen merengut kesal dan akhirnya pergi dari kantor Ikbal, setelah gagal membujuk Ikbal untuk kabur bersama nya.
2 Bulan sudah tak ada kabar dari Helen, tentang kejelasan ke depan nya gimana. Padahal terakhir Helen menghubungi nya akan memberitahu kejelasan restu orang tua nya.
Hingga suatu hari Ikbal melihat postingan di IG nya Helen jika dia akan menikah dengan Dion. Dari situ lah Ikbal mulai menghapus harapan dan rasa nya untuk Helen. Hingga dia bertemu dengan Hawa yg saat itu menjadi istri kedua Adam.
Ikbal terpesona oleh senyuman manis Hawa, dan juga kepribadian Hawa. Hingga sampai saat ini rasa kagum itu berubah jadi cinta. Tapi Ikbal masih belum berani menyatakan nya pada Hawa. Sebab waktu itu Hawa pernah bilang padanya, jika Hawa belum siap untuk menjalin hubungan kembali, dan Ikbal paham jika Hawa masih trauma.
Ikbal akan membuat Hawa jatuh cinta dulu padanya, setelah itu akan langsung menikahi nya. Itu kenapa selama ini Ikbal sangat lah perduli pada Hawa. Tapi semata mata bukan karena Hawa saja, tapi karena Ikbal juga sudah sangat menyayangi Alwi.
__ADS_1
Bersambung......