Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Kebohongan Nisa


__ADS_3

Happy Reading😘


Maaf ya othor yang imut ini baru bisa up😁sibuk banget. persiapan mau lebaran guys😀 Tapi Othor selalu up kok😉


Pagi ini Adam akan ke toko tempat bekerja Nisa, dia akan menanyakan keberadaan Hawa pada teman nya itu. Sebelum Adam kerumah sakit, dan menanyakan kebenaran itu pada Syifa.


Adam melajukan mobil nya dengan cepat, dia tak sabar untuk menanyakan keberadaan Hawa pada teman nya itu. Namun, pada saat Adam sampai di depan toko, ternyata tokonya belum buka.


'' Maaf pak, toko ini jam berapa buka nya?'' tanya Adam pada toko sebelah nya yang baru saja buka.


'' Sebentar lagi biasanya pak. Tunggu saja!''


Adam pun mengangguk. Lalu masuk kedalam mobil nya kembali, dia akan menunggu di dalan mobil saja. Setelah 20 menit menunggu, akhirnya terlihat 2 orang wanita membuka toko tersebut. Tapi Adam tak melihat Nisa, sahabat istrinya itu. Adam pun turun dari mobil, berniat menanyakan Nisa.


'' Maaf Mba, mau tanya! Apa Nisa sudah datang?'' tanya Adam pada salah satu wanita itu.


Kedua wanita yang sedang menata jualan nya, menoleh pada Adam. Mereka saling pandang satu sama lain, mereka heran kenapa pria di hadapan mereka mencari Nisa.


'' Maaf pak, ada keperluan apa ya? Mencari sahabat saya?'' ujar salah satu wanita itu.


'' Saya ada perlu sama Nisa! Mau ada yang saya tanyakan.''


'' Nisa biasanya datang 10 menit lagi pak, tunggu saja!''


Adam pun mengangguk. Lalu kembali ke mobil nya dan menunggu Nisa datang. Benar kata wanita itu, tak lama Nisa datang dengan setelan karyawan nya. Adam segera turun dari mobil dan memanggil Nisa.


'' Nisa..'' teriak Adam.


Nisa yang merasa di panggil, akhirnya menengok. Wajah nya terkejut saat melihat suami teman nya, menemui nya di toko. Nisa mencoba bersikap santai, dia tidak mau membuat Adam curiga. Walaupun hatinya saat ini cemas, dan takut.


'' Ma-maaf, anda kan suaminya Hawa?'' ujar Nisa sedikit gugup.


'' Benar.''


'' Ada apa ya, Mas nya nyari saya?'' tanya Nisa pura pura tak tahu.


'' Apa kamu tahu Hawa dimana? Atau, Hawa menemui kamu?'' tanya Adam.


'' Memang Hawa kemana Mas Adam? Kok, anda mencari nya ke saya?'' pura pura heran.


'' Jadi Hawa tak menghubungi kamu?''


Nisa menggeleng cepat.


Adam membuang napas nya dengan kasar. Lalu mengusap wajah nya dengan gusar, dia begitu cemas dengan keadaan Hawa dan kandungan nya.


'' Baiklah Nis! Jika nanti, Hawa menghubungimu tolong kasih tahu aku ya. Ini kartu nama ku!''


Adam memberikan kartu nama nya pada Nisa. Lalu melangkah pergi memasuki mobil nya kembali. Adam terlihat lesu, saat mendengar Nisa tak tahu keberadaan Hawa.


Nisa mengusap dada nya dengan lega, saat Adam meninggalkan toko. Dia menatap mobil itu yang semakin menjauh.

__ADS_1


Maafkan saya Mas Adam. Saya terpaksa bohong, sebab Hawa yang meminta nya! Hawa ingin menenangkan dirinya dulu. Dan aku sudah berjanji, untuk tak memberitahu keberadaan nya.


Sebelum Nisa pergi ke toko. Hawa memang berpesan agar Nisa tidak mengatakan keberadaan nya pada Adam. Dia yakin, jika Adam pasti akan menemui Nisa. Itu kenapa, Hawa meminta Nisa untuk berbohong pada Adam.


'' Nis, siapa pria tadi?'' tanya salah satu karyawan di sana.


'' Dia suami sahabat ku! Dia mencari istrinya.'' jelas Nisa.


Kedua wanita itu pun mengangguk, kemudian mereka mulai bekerja kembali. Menata semua barang dagangan di tempat nya.


Mobil pun sampai di rumah sakit. Adam melangkahkan kaki nya menuju lantai 2 untuk keruangan Syifa. Saat di dalam lift, Adam melihat jam di tangan nya.


Masih ada waktu 40 menit, untuk bicara pada Syifa.


Adam masuk kedalam ruangan Syifa. Terlihat Ummi baru saja selesai menyuapi Syifa bubur. Kemudian Adam melangkah ke arah ranjang Syifa. Dia berdiri di bagian kaki Syifa, dan menatap istri nya dengan penuh tanya.


'' Ada apa Mas?'' tanya Syifa.


'' Kenapa kamu berantem sama Hawa?'' ujar Adam to the point.


Syifa sedikit terkejut mendengar pertanyaan Adam. Dia tak menyangka, jika Adam mengetahui pertengkaran nya dengan Hawa.


'' A-aku.... Aku...''


'' Kenapa kau mau Hawa pergi dari rumah? Bukan kah selama ini, kau dan Hawa akur? Kalian saling menyayangi? Terus kenapa kamu mau Hawa pergi? Bukan kah, aku sudah adil pada kalian?'' ujar Adam menahan amarah nya.


Syifa sapat melihat kilat kemarahan di mata Adam.


'' Mas, kamu salah paham. Aku tak pernah mengusir Hawa!'' bela Syifa pada dirinya.


'' Apa! Hawa pergi...'' kaget Syifa


'' Ck, bukan nya kau senang? Bahkan kau hanya ingin anak nya Hawa saja kan? Apa salah Hawa padamu Fa? Dia, bertahan itu karena kamu! Dia, hamil juga karena permintaan kamu! Lalu kau, malah mau mengambil anak nya? Dimana hatimu Fa? Dimana?'' geram Adam.


'' Mas, kamu salah paham Mas!''


'' Salah paham kamu bilang! Bik Surti, melihat perdebatan kalian.'' jelas Adam.


'' Mas, aku tak pernah berpikiran buruk seperti itu pada Hawa! Kalian salah paham.'' ujar Syifa menangis.


Adam pergi meninggalkan ruangan Stifa. Hati nya begitu marah dan emosi, pada istri pertama nya itu.


Syifa menangis tersedu sedu. Ummi yang melihat anak nya menangis, segera memeluk Syifa. Mencoba menenangkan putri nya itu. Walaupun Ummi juga sedikit kecewa pada putri nya.


'' Syifa tidak melakukan itu Ummi. Hiikkss, Hawa salah paham Ummi.'' lirih Syifa.


'' Salah paham bagaimana Nak?'' tanya Ummi setelah melepaskan pelukan nya.


Flashback on


Syifa yang baru akan istirahat. Tiba tiba mendengar Hp nya berdering. Dan ternyata itu adalah panggilan telpon dari teman nya Salma.

__ADS_1


'' Ya, Hallo Sal. Assalamu'alaikum.''


'' Wa'alaikumussalam.''


'' Tumben kamu telpon aku sore sore gini?'' tanya Syifa.


'' Iya Fa. Aku mau nanya sesuatu sama kamu!''


'' Mau nanya apa Sal?''


''Kemarin Aku bertemu sama Bi Rahma. Dia bilang padaku, kalau kamu punya madu? Dan dia bilang, kalau wanita itu merebut kamu dari Adam?''


'' Iya Sal, aku memang punya madu! Tapi kami akrab kok! Kami macam adik dan Kakak. Kami saling menghargai, dan kami juga sangat akur! Bi Rahma, memang tak menyukai maduku Sal, dia selalu menghina maduku itu.''


'' Tapi Fa, apa kamu gak risih tinggal berdua dengan madumu?''


'' Tidak Sal, kami tak masalah Kok!''


'' Tapi Fa, biasanya kalau istri pertama dan kedua di satukan. Biasanya akan ada rasa iri, karena kasih sayang yang berat sebelah.''


'' Iya, itu pasti Sal. Tapi kan, bagaimana kita menyikapinya. Lagian, Mas Adam adil kok pada kami!''


'' Memang kamu gak pengen madu kamu misah rumah gitu? Ya, biar menghindari komplik saja!''


'' Ya, aku mau nya juga gitu Sal. Tapi bagaimana meminta Mas Adam untuk membuat maduku pergi?''


'' Ya, kamu bicara baik baik sama suami kamu?''


'' Tapi Sal, dia juga lagi hamil.''


'' Apa! Dia lagi hamil?''


'' Iya Sal. Dia sedang hamil! Dan aku sangat senang, sebab karena nya, sebentar lagi Ummi dan Abi akan segera menjadi Nenek dan Kakek. Lewat anak yang dia kandung, kau kan tahu aku tak bisa mengandung! Jadi, lewat dia, Orangtua ku bisa menjadi kakek nenek.


'' Iya juga Sih!''


Prang


Syifa terkejut, saat mendengar sesuatu yang jatuh di depan kamar nya. Kemudian dia menyudahi telpon nya bersama Salma.


Dan saat Syifa membuka pintu, dia sangat terkejut melihat Hawa berdiri di depan kamar nya. Dan dalam keadaan menangis. Syifa juga kaget saat Hawa mengatakan jika Syifa menginginkan kepergian nya.


Syifa mencoba meraih tangan Hawa, dia tak mau jika Hawa salah paham. Tapi Hawa segera menepis nya. Tepat pada saat Syifa akan meraih tangan Hawa, tiba tiba Hawa menarik tangan nya. Sehingga tangan Syifa tak bisa menggapai lengan Hawa, dan malah hilang keseimbangan dan jatuh dari tangga.


Flashback off


'' Begitu Ummi.'' jelas Syifa


'' Berarti Adam dan Hawa salah paham!'' ujar Ummi


'' Yasudah, kamu istirahat saja. Nanti biar Abi yang bicara sama Adam!'' ujar Abi.

__ADS_1


Syifa mengangguk.


Bersambung....


__ADS_2