Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Ungkapan Cinta Ikbal


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Sudah 1 minggu berlalu, kini keadaan Alwi sudah membaik. Hari ini rencana nya Hawa akan ke supermarket, untuk membeli beberapa keperluan bulanan. Karena di rumah nya masih da Ibu nya, Hawa jadi tenang meninggalkan Alwi belanja.


Ibu Hawa sudah 5 hari ada di sana bersama putri adik nya. Kebetulan Putri lagi libur sekolah, jadi dia ikut bersama ke surabaya. Namun Umar sudah pulang ke kampung, sebab harus memanen timun di ladang. Jadi dia cuma 2 hari saja di surabaya.


'' Buk, Hawa titip Alwi ya! Susu nya sudah Hawa taruh di frezer, nanti ibu rendam saja pakai air hangat. Nisa juga paham kok Buk!'' ucap Hawa sambil melirik Nisa yg sedang menyantap makanan nya.


'' Tenang, aku paham kok!'' ujar Nisa sambil mengacungkan 2 jari jempol ke atas.


Hawa mencium tangan ibu nya, dan berjalan ke luar. Dia menaiki ojek untuk sampai ke supermarket. Namun sayang, di tengah jalan ban motor ojek itu bocor. Sehingga Hawa harus turun.


'' Maaf ya Neng, ban motor nya bocor kayak nya!'' ucap tukang ojek itu.


'' Iya pak, gak papa! Saya naik angkot saja nanti di depan.'' jawab Hawa sambil menyerahkan uang 20 rb.


Selesai membayar ongkos. Hawa pun berjalan ke arah jalan raya, memang desa yg Hawa tempati itu lumayan masuk dari jalan raya, tapi masih bisadi masuki oleh mobil.


Tiba tiba dari arah depan, Hawa melihat mobil Ikbal datang dan berhenti di depan nya. Tak lama Ikbal pun turun. '' Loh, Wa. Kamu mau kemana? Kok jalan kaki?'' tanya Ikbal dengan heran..


'' Ini kak, aku mau ke supermarket, mau beli kebutuhan bulanan!'' jawab Hawa


'' Yasudah, aku antar ya! Tadi kebetulan aku mau ke rumah kamu.''


'' Tapi Kak, aku.....''


'' Gak ada penolakan.'' potong Ikbal.


Akhirnya Hawa pun naik kedalam mobil Ikbal, dan pergi ke supermarket. Awal nya Hawa terlihat Canggung, sebab baru pertama ini dia satu mobil berdua dengan Ikbal. Selama ini selalu ada Nisa dan Alwi.


Namun Ikbal yg melihat itu, segera memulai pembicaraan dan menghilangkan rasa canggung di antara mereka. Ikbal memang pandai mencairkan suasana, hingga membuat Hawa tertawa lepas.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Hawa kini sudah berada di supermarket bersama Ikbal. Dia yg belanja sementara itu Ikbal yg mendrong troli. Selama mengantar Hawa belanja, pikiran Ikbal selalu tertuju pada Hawa.


Dia bingung apakah harus menyatakan perasaan nya sekarang atau tidak. Karena sangat jarang ia dan Hawa jalan berdua begini, bahkan hampir tak pernah.

__ADS_1


' Viks, aku akan mengatakan nya pada Hawa saat pulang nanti.' batin Ikbal


Dia akan menerima jawaban apapun yg akan Hawa berikan pada nya. Semisal Hawa menolak pun Ikbal akan ikhlas menerima nya. Tapi untuk sekarang tak ada salah nya kan berjuang dan berusaha dulu.


'' Sudah Kak, kita pulang!'' ucap Hawa saat melihat semua sudah di beli nya


'' Gak ada yg ketinggalan?'' tanya Ikbal memastikan, Hawa segera menggeleng.


Akhirnya mereka pun berjalan ke arah kasir. Dan saat Hawa akan membayar, tiba tiba Ikbal mencegah nya. '' Biar aku saja, Wa.''


'' Tapi Kak, ini kan belanjaan aku?'' ucap hawa tak enak


'' Gak papa! Biar aku saja.''


Akhirnya Ikbal mengeluarkan sebuah ATM dan membayar semua belanjaan Hawa. Setelah selesai mereka pun menuju mobil untuk pulang, karena hari sudah mulai siang. Dan hawa sangat khawatir sama Alwi, takut dia rewel mencari diri nya.


Ikbal nyetir dengan tatapan sedikit sedikit melirik Hawa. Dia mau ngomong tapi bibir nya serasa kelu. Jantung nya bahkan sudah berdebar kuat sejak di mobil tadi.


'' Kak, kenapa? Kok lihatin aku mulu?'' tanya Hawa.


Hawa sedari tadi melihat Ikbal terus melirik nya, dia bisa melihat dari ujung ekor mata nya. Sebenar nya Hawa penasaran, tapi dia diam saja. Namun lirikan Ikbal lama lama membuat Hawa tak nyaman, dan akhirnya dia bertanya juga.


'' Hanya saja kenapa kak?''


'' Hanya saja...... Aku.......''


'' Jika ada yg mau kakak ucapkan, bilang saja kak!''


Akhirnya Ikbal menepikan mobil nya di sampinh jalan. Lalu dia menarik napas panjang, seakan sedang membuang beban di hati nya.


'' Wa, sebenar nya ada yg mau aku bilang sama kamu! Jauh, jauh hari....'' ucap Ikbal dengan badan menghadap Hawa.


Namun Hawa masih duduk menghadap ke depan dengan tatapan lurus.


'' Apa kak?''


Hening

__ADS_1


Ikbal seperti mengumpulkan keberanian nya dulu, dia sedang menyiapkan hati nya jika nanti Hawa menolak diri nya.


'' Kak, Kakak mau bilang apa?'' tanya Hawa sekali lagi.


'' Hawa, sebenar nya aku sudah lama jatuh cinta padamu! Semenjak kamu masih menjadi istri nya Adam. Aku tahu itu salah, tapi perasaan ini tak bisa aku hapus walau sudah berusaha! Wa, karena sekarang kamu dan Adam tak lagi bersama. Dan masaidah mu juga sudah habis, maka aku berani menyatakan perasaan ku padamu.


Aku tahu, jika kamu masih belum siap menjalin bahtera rumah tangga kembali. Tapi Wa, tak semua laki laki seperti Adam. Aku tak bisa berjanji, namun aku akan berusaha untuk selalu setia dan terbuka! Aku belajar banyak dari rumah tangga mu dan Adam dulu! Aku belajar, bagaimana bisa menghargai istri dan mencintai nya!


Aku juga sudah menyayangi Alwi, dan menganggap dia sebagai anaku sendiri. Wa, apa kamu mau menikah dengan ku?'' ucap Ikbal panjang lebar.


Hawa tersentak kaget saat mendengar penuturan Ikbal. Dia tak menyangka jika selama ini Pria tampan itu menaruh hati pada nya. Semua perhatian nya, Hawa pikir hanya karena dia menganggap Hawa sebagai adik nya. Namun ternyata Hawa salah.


Dia diam saja, diri nya masih syok atas ungakapan cinta Ikbal pada nya. Hawa masih bingung jawaban apa yg harus dia berikan pada Ikbal.


''Kak, apa Kakak tidak lagi bercanda?'' tanya Hawa memastikan.


Ikbal menggeleng. '' Tidak Wa! Aku serius...'' yakin Ikbal.


'' Tapi Kak, aku ini janda.'' lirih Hawa


'' Bagiku mau janda atau bukan, jika hati yang sudah berkata, maka kita tak bisa berbohong.''


Hawa diam mematung. Baginya semua sangat cepat dan sama sekali tak di sangka nya.


'' Bagaimana?'' tanya Ikbal lagi.


Hawa menghela napas, dengan kepala menunduk. Lalu menegakan tubuh nya kembali.


'' Kak, Kakak kan tahu jika aku masih trauma, dengan rumah tanggaku dulu! Aku perlu waktu untuk memikirkan nya kak!'' ucap Hawa.


'' Baiklah, aku kasih waktu 1 minggu. Dan nanti aku akan meminta jawaban nya darimu! Dan apapun itu jawaban mu nanti, aku ikhlas dan akan lapang dada.'' jelas Ikbal.


Hawa tersenyum. '' Makasih Kak, karena Kaka sudah mau mengerti. Dan terimakasih karena Kakak sudah berani jujur padaku!''


Ikbal mengangguk, lalu mobil pun melaju kembali. Dan selama dalam perjalanan tak ada pembicaraan. Hawa masih sangat terkejut dengan kenyataan yg dia dapat beberapa menit yang lalu. Dia sebenar nya sedang menetralkan degup jantung nya yg berpacu dengan begity cepat, saat Ikbal menyatakan perasaan nya tadi.


Aku akan menunggu Wa, sampai kamu menerima ku! Aku akan memintamu pada Allah, agar menjadi istri ku.

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2