Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Terungkap


__ADS_3

Happy Reading😗


Euuughhhh


Adam yg sedang mengganti selang infus Hawa, terkejut saat mendengar lenguhan dari mulut Hawa. '' Sayang, kamu sudah sadar?'' bahagia Adam saat melihat kelopak mata Hawa bergerak gerak, dan jari nya pun sama.


Adam segera memeriksa keadaan Istrinya itu. Dan tak lama Hawa membuka mata nya secara perlahan. Ha-us...'' lirih Hawa dengan suara yg hampir tak terdengar.


'' Kamu haus sayang?'' tanya Adam dan langsung di balas kedipan mata 2x oleh Hawa.


Adam pun mengambilkan air minum di atas nakas, lalu membantu Hawa untuk minum.


'' B-ang..'' lirih Hawa.


'' Iya sayang, Abang di sini.'' jawab Adam sambil menggenggam tangan Hawa, lalu mengecup nya terus ke dahi Hawa.


Adam sangat bahagia saat melihat Hawa sadar, dia benar benar bersyukur pada Allah, saat istrinya sadar dari kritis nya.


'' Alhamdulillah, sayang! Aku benar benar bahagia melihat kamu sudah sadar..'' ujar Adam dengan wajah bahagia nya.


'' Aku di rumah sakit Bang?'' Tanya Hawa, dan balas anggukan oleh Adam. '' Kenapa aku berada di sini?'' tanya nya lagi.


'' kamu gak inget, kalau kamu di dorong sama Bi Rahma? Kamu tahu, gara gara ulah nya itu, kamu pendarahan dan hampir saja kamu dan anak kita tak selamat? Kamu kritis selama 3 hari di rumah sakit sayang!'' jelas Adam.


Hawa mengingat kejadian dimana Syifa meninggalkan nya untuk selama lama nya, dan Hawa juga ingat dimana tubuh nya di dorong oleh Bi Rahma, sampai membentur dinding. Setelah itu Hawa tak ingat apa apa lagi.


Hawa tak menyangka jika dia sudah Kritis selama 3 hari. Tapi seketika air mata nya kembali mengalir, saat mengingat bahwa sekarang Syifa tak lagi bersama nya.


'' Bang, Mba Syifa....'' purau Hawa


'' Sabar Sayang! Ikhlas kan Syifa, Abang yakin jika Syifa saat ini di tempatkan di sisi Allah yg paling indah! Kita do'a kan agar Allah menerima semua amal ibadah nya.'' ujar Adam.


Syifa mengangguk. '' Iya Bang! Adek hanya gak menyangka saja, jika Mbak Syifa secepat itu meinggalkan kita.'' ujar Hawa dengan wajah sendu.


Kriieeet


Pintu ruangan terbuka, masuklah Ibu, Ayah dan Umar ke dalam. Mereka terkejut saat melihat Hawa sudah sadar. Ibu langsung memeluk tubuh Hawa, beliau menangis terisak di bahu Hawa.


'' Ibu senang Nak, akhirnya kamu sudah sadar!'' ujar Ibu sambil menciumi seluruh wajah Hawa.


'' Iya Buk.'' Jawab Hawa.

__ADS_1


'' Dek, jangan bikin Kakak sedih lagi ya! Abang bisa gantung diri nih..'' ujar Umar sambil memegang tangan Hawa.


'' Gak apa apa Kak, kalau mau gantung diri mah! Kan pohon jengkol banyak di ladang.'' jelas Hawa


Umar melotot mendengar ucapan Hawa. Lalu dia menjawil pipi Hawa dengan gemas.


'' Kamu ya, bukan nya larang Kakak! Malah di biarin?'' kesal Umar


'' Lah, kan Kakak yg mau?'' heran Hawa


'' Sudah, sudah. Jangan berantem! Lagian kamu Umar, mana berani kamu gantung diri? Jatuh dari pohon jengkol saja kamu nangis, apalagi gantung diri...'' ledek Ayah


'' Ya nggak bakal nangis lah Yah! Kan, gantung diri nya di pohon toge.'' jawab Umar sambil terkekeh


Pletak


Ayah menyentil jidat Umar, sehingga Umar meringis. '' Ayah, kok Umar di sentil?''


Ayah tak menjawab, malah mengedipkan bahu nya. Hawa benar benar bahagia saat melihat semua keluarga nya tersenyum bahagia. Walaupun Hawa tahu, jika senyum itu hanya topeng untuk membuat Hawa merasa terhibur dan tak sedih lagi.


Mbak, semoga Mbak menjadi salah satu penghuni Syurga nya Allah. Aku doa kan agar Mba bahagia di atas sana, aku janji Mba. Aku akan jaga Bang Adam dan anak kita. Doa kan aku Mba, agar aku, Bang Adam dan anak kita selalu dalam lindungan illahi.


Perdi baru sampai di kantor polisi. Dia berencana akan menengok istrinya di dalam sana.


Setelah menunggu di ruang tunggu, Polisi membawa Bi Rahma untuk bertemu Suami nya. Bi Rahma sangat bahagia saat melihat suami nya menjenguk nya. Dia segera memeluk tubuh Perdi dengan erat.


'' Mama senang banget, Karena Papa mau menjenguk Mamah! Papa mau membebasakan Mama kan?'' tanya Bi Rahma.


'' Maaf Mah, Papa gak bisa! Mama bisa keluar kalau Adam mencabut gugatan nya '' jelas Perdi


Bi Rahma sangat terkejut saat mendengar itu. Dia duduk dengan lemas di kursi tunggu, di samping suami nya. Perdi yg melihat itu segera memeluk tubuh Rahma, sebagai suami jujur dia sangat sedih saat melihat keadaan istrinya saat ini.


Sebagai suami tentu saja Perdi merasa tak becus menjadi suami. Sebab tak bisa mendidik Rahma istrinya dengan baik, sehingga Rahma membuat orang celaka dan berakhir di penjara.


'' Mah, Papa mau tanya sesuatu sama Mamah! Tapi Papa mohon, Mamah jawab dengan jujur?'' tanya Perdi


Rahma mengangguk, dengan wajah penasaran.


'' Apa Pah?''


'' Kenapa sih, Mamah itu sangat membenci Hawa? Papah yakin, jika bukan karena Hawa istri kedua Adam yg membuat Mamah begitu tak menyukai nya? Hati Papa merasa jika ada paktor lain yg membuat Mamah begitu membenci nya?''

__ADS_1


Rahma membuang wajah nya kesamping, saat mendengar Suami nya mempertanyakan hal itu.


'' Mah, kenapa diam? Jawab mah.'' tanya Perdi lagi


'' Papa mau tau, kenapa Mamah begitu membenci Hawa?'' tanya balik Rahma.


Perdi mengangguk dengan cepat.


'' Mamah benci sama Istri kedua Adam itu, karena...... Karena wajah nya sangat mirip dengan wanita yg Mamah benci Pah!'' jelas Bi Rahma


'' Hah, wanita yg Mamah benci? Siapa?'' tanya Perdi dengan penasaran


'' Ibu nya, Rumanah! Dulu dia pernah merebut laki laki yg Mamah sukai Pah! Dan Mama sangat membenci nya. Dan ternyata, anak nya itu tak jauh beda dari nya, wanita murah*n.'' jelas Rahma


Perdi terdiam sejenak, ia menatap istrinya dengan lekat. Dapat Perdi lihat kilat kebencian di mata Istri nya itu. Perdi menghela napas nya dengan perlahan..


'' Mah, itu kan masa lalu? Lagian Hawa tak ada hubungan nya dengan kebencian Mamah? Kalau Mamah membenci ibu nya, lalu kenapa Mamah malah melampiaskan nya pada Hawa?'' heran Perdi


'' Sebab wajah gadis itu, sangat mirip dengan Ibu nya! Dan itu membuat Mamah benci..'' geram Rahma


'' Astagfirrullah Mah, tidak baik menyimpan dendam pada seseorang! Mamah tahu, bahkan Adam sudah memaafkan kesalahan Mamah.'' ujar Perdi


Rahma menatap wajah Suaminya dengan tatapan menyelidik. '' Kalau Adam sudah memaafkan ku, lalu kenapa dia tak membebaskan diriku?'' tanya Rahma dengan alis terangkat satu.


'' Adam memaafkan mu, tapi bukan berarti kamu di bebaskan. Kejahatan mu itu harus tetap mendapatkan hukuman nya!" jelas Perdi


Rahma mendengus dengan kasar. " Lalu buat apa dia memaafkan ku Hah?" ketus nya


" Astagfirullah Mah! Kamu kenapa sih? Kamu seperti bukan Rahma yg ku kenal? Rahma yg ku kenal selama ini, mempunyai hati yg lembut dan tutur kata yg begitu sopan! Melihat mu begini, aku seperti merasa tak mengenal mu Mah, bahkan aku merasa kehilangan sosok Rahma yg sangat ku cintai.!" ujar Perdi sambil bangkit dan pergi.


" Dengar Mah, sebuah rasa benci dan dendam itu hanya akan membawamu pada kesengsaraan dan memiliki hati yg kotor! Cobalah memaafkan seseorang, karena sesungguhnya manusia tak ada yg luput dari salah dan dosa! Begitu pun kamu Mah. Kamu yg selama ini ku kenal baik dan lembut, bisa menyakiti orang hingga kritis dan hampir meninggal? Kamu tahu Mah, saat ini istri Adam sedang kritis dan belum sadarkan diri! Kamu bukan hanya mencelakai 1 orang Mah, tapi 2 orang sekaligus, ada bayi yg tak berdosa Mah? Jujur, Papah sangat kecewa pada mu Mah.''


Setelah mengucapkan itu, Perdi melangkah pergi dari kantor polisi.


Rahma terlihat sangat terkejut saat mendengar jika Hawa kritis dan belum sadarkan diri.


Apa iya aku sudah keterlaluan?


Bersambung.....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK NYA GUYS😗

__ADS_1


__ADS_2