
Happy Reading😘
Hari ini Hawa pergi belanja susu ibu hamil ke sebuah minimarket. Dia tidak mau jika anak dalam kandungan nya kurang gizi. Hawa memasuki supermarket itu yang lumayan sepi.
Saat dia sedang memilih susu ibu hamil. Hawa di kejutkan dengan suara seseorang yang memanggil nya.
'' Hawa...''
Hawa membalikan badan nya, dan seketika terkejut. Dia melihat teman suaminya, yaitu dokter Citra yang pernah memeriksa kandungan nya. Berada di saming nya.
'' Dok-ter Ci-tra!'' ucap Hawa tergagap.
Dokter Citra langsung memeluk Hawa, dia begitu senang saat bertemu dengan Hawa. Bagaimana tidak, dia benar benar sedih saat melihat sahabat nya tiap hari terpukul karena kepergian Hawa.
'' Alhamdulillah, akhirnya aku bertemu dengan kamu.'' ujar Dokter itu dengan senang.
'' Ma-maaf dok, saya lagi buru buru.''
Hawa hendak pergi dan menghindar dari dokter cantik itu. Tapi dokter citra, menahan tangan nya. Sehingga Hawa menghentikan langkah nya.
'' Pulanglah Wa. Kasihan Adam! Setiap hari, dia selalu terpukul atas kapergian kamu! Aku tahu kamu marah pada nya, tapi asal kamu tahu Wa, itu semua hanya salah paham saja. Adam juga sangat menyesali perbuatan nya.
Kamu tahu, dia bahkan hampir menghilangkan nyawa seseorang, karena melakukan operasi pada pasien sambil melamun. Sehingga di tegur oleh direktur rumah sakit! Plis Wa, pulanglah dan dengarkan penjelasan Adam.
Rumah tangga itu, tidak akan bahagia jika kalian selalu mementingkan ego. Ingat Hawa, kamu saat ini sedang mengandung. Pikirkanlah setidaknya demi anakmu! Lagian, cinta nya Adam itu hanya untuk kamu!'' nasihat Dokter Citra.
Hawa terpaku mendengar ucapan dokter di hadapan nya. Dia tak menyangka, jika kepergian nya membuat Adam sampai hampir menghilangkan nyawa pasien nya. Kemudian Hawa melihat Dokter Citra.
__ADS_1
'' Tapi Dok, saya tidak bisa bila tinggal serumah kembali dengan Mba Syifa.'' ucap Hawa dengan sedih.
Citra mendekat, lalu memeluk tubuh Hawa.
'' Aku tahu. Adam sudah cerita semuanya padaku! Adam bahkan sudah membelikan rumah untuk kamu! Dia gak mau, jika kamu akan tersiksa serumah dengan Syifa.'' jelas Citra.
Hawa melepas pelukan itu. Lalu menatap wajah Citra dengan serius.
'' Anda serius Dok?'' tanya Hawa, dan di balas anggukan oleh Citra.
'' Jadi pulanglah!'' pinta Citra.
'' Saya, nanti akan menghubungi Bang Adam. Jika memang dia sudah menyiapkan rumah untuk saya! Jujur Dok, saya sudah tak sanggup bila harus serumah dengan Mba Syifa. Hati saya, masih sakit pada nya.'' jelas Hawa
''Iya aku paham Kok!''
Lalu Dokter muda itu, dan Hawa berpisah di depan supermarket. Citra mau mengantarkan Hawa, tapi Hawa menolak nya. Dengan dalih, dia akan kepasar dahulu. Dan Citra pun harus berangkat bekerja.
Saat sedang melamun, tiba tiba pundaknya di tepuk oleh Nisa. Hawa sempat terkejut, karena pikiran nya sedang melalang buana.
'' Wanita hamil itu, jangan banyak melamun!'' ujar Nisa, kemudian duduk dan memakan cemilan nya.
'' Aku bingung Nis.''
''Bingung kenapa?'' tanya Nisa, lalu Hawa menceritakan pertemuan nya dengan Dokter Citra pada Nisa.
Dan Nisa malah menyarankan agar Hawa pulang dan kembali kepada Adam.
__ADS_1
'' Apa kau yakin?'' tanya Hawa memastikan.
Nisa mengangguk mantap. '' Yes, aku yakin sekali. Adam kan sudah membeli rumah untuk kamu tuh! Jadi, kamu gak harus serumah lagi sama madu kamu kan?''
'' Tapi Nis, kalau bagian jatah Bang Adam bersama istri pertama nya. Maka aku akan kesepian!'' bingung Hawa.
'' Gini saja. Kalau suamimu menginap di rumah istri pertama nya, maka kamu telpon aku untuk menemanimu di rumah. Bagaimana?'' tawar Nisa
Hawa langsung mengangguk setuju dengan usul Nisa. Setidaknya dia tidak akan kesepian saat sendiri di rumah nya nanti.
Kemudian Hawa mengeluarkan ponsel nya, lalu menekan tombol on off. Benda yang selama 1 minggu itu tak pernah Hawa sentuh, dan nyalakan. Setelah layar menyala, Hawa melihat ratusan panggilan dan pesan di aplikasi hijau dari Suaminya Adam.
Kemudian Hawa menekan no Adam. Dan tak lama telpon pun tersambung. Hawa bisa mendengar suara yang begitu bahagia namun cemas di sebrang sana. Hawa juga sangat merindukan suaminya, tidak dia pungkiri jika selama ini Hawa juga sangat merindukan Adam dan pelukan hangat nya.
Setelah menelpon, dan menyebutkan alamat Nisa. Telpon pun terputus.
Sedangkan di sebrang sana. Adam sangat bahagia, saat Hawa menelpon nya, dan meminta di jemput oleh nya. Dia sampai melompat-lompat bagaikan anak kecil yang berhasil menemukan mainan nya yang hilang.
Adam begitu bahagia, hatinya bagaikan di kerumuni oleh beribu ribu kupu-kupu yang beterbangan. Adam merasa seperti menemukan kebahagiaan nya yang sudah lama hilang, dan kini kembali lagi.
Kemudian Adam segera meraih kunci mobil nya, dan berlari ke arah parkiran mobil dengan senyum yang selalu mengembang di bibir nya. Membuat semua orang heran, melihat wajah Adam yang begitu bahagia.
Adam menjalankan mobil nya dengan tak sabar. Dia benar benar sudah ingin bertemu dengan cinta nya, memeluknya, mencium nya bahkan mendekapnya dengan erat.
'' Tunggu aku sayang! Aku datang.'' gumam Adam dengan senyum bahagia nya.
Sayang, siang ini jalanan lumayan macet. Hingga membuat Adam kesal, karena menghambat nya untuk segera menemui cinta nya.
__ADS_1
Bersambung.....
JANGAN LUPA JEJAKNYA GUYS😘