Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Kritis


__ADS_3

Happy Reading😘


Hawa segera di tangani oleh dokter. Ibu dan Nisa terlihat sangat khawatir dengan keadaan Hawa. Bahkan ibu terus mondar mandir di depan ruangan UGD (unit gawat darurat) itu.


Nisa mencoba menenangkan ke cemasan ibu nya Hawa, walaupun sebenar nya dia juga begitu sangat khawatir.


' Apa sebenar nya yg membuat Bi Rahma begitu benci pada Hawa? Tidak mungkin hanya karena Hawa istri kedua Adam, Bi Rahma sampai se benci itu?' batin Ikbal saat mengingat kejadian di rumah nya itu.


Ting


Ada pesan masuk ke Hp Ikbal. Dan setelah di buka ternyata itu pesan dari Abi nya.


[ Nak, tetaplah di rumah sakit temani ibu nya Hawa! Abi titip Hawa juga ya! Biar Syifa Abi yg urus.] Abi


[ Tapi Bi, aku juga mau makamin Syifa yg terakhir kali nya..] Ikbal


[Ya, nanti kalau Hawa sudah bisa di tinggal kamu ke makam langsung ya! Abi tunggu.]


Ikbal langsung menaruh Hp nya kembali di saku celana nya. Pikiran nya kembali menerawang ke beberapa jam yg lalu, Ikbal masih tak percaya jika saat ini Syifa pergi meninggalkan nya dan tak akan pernah kembali.


Ikbal teringat masa masa kecil nya bersama Syifa, dimana ia selalu meledek Syifa bahkan selalu menjaili Syifa sampai menangis. Dan setelah besar, Syifa pernah mengatakan jika ia ingin sekali berkeliling Eropa.


Tapi sayang, semua itu kini hanya tinggal kenangan. Tak ada lagi senyum Syifa yg selalu menghiasi hari hari Ikbal, tak ada lagi canda tawa Syifa bersama nya. Tak ada lagi, ledekan kedekan dan rengekan Syifa pada nya. Semua itu sudah lenyap dan tak akan bisa terulang kembali.


Maafkan Kakak Dek! Kakak belum sempat memenuhi keinginan mu untuk keliling Eropa. Kaka berdo'a agar Allah menempatkan mu di sisi nya yg paling indah.


Tak lama dokter pun keluar dari ruangan itu. Ibu dan Nisa langsung menghampiri dokter itu.


'' Bagaimana keadaan Anak saya dan kandungan nya dok?'' tanya Ibu dengan cemas.


'' Anak ibu saat ini kondisi nya benar benar lemah! Dan kandungan nya, masih bisa di selamat kan hanya saja, kandungan nya kemungkinan hanya 40% bisa selamat! Jika Ibu nya bisa melewati masa kritis nya, maka anak nya pun akan selamat.'' tutur Dokter.


Duaaarr


Bagaikan di sambar petir di siang hari, tubuh ibu Hawa luruh ke lantai. Tatapan nya kosong seperti kehilangan sesuatu yg begitu berharga.

__ADS_1


'' Buk, bangun yuk! Kita do'a kan supaya Hawa dan Bayi nya selamat.'' ujar Nisa sambil membantu Ibu untuk bangun.


'' Nis, Hawa Nis! Hawa...''


'' Iya Buk, Nisa paham. Kita do'akan supaya Hawa bisa melewati masa masa kritis nya! Dan anak yg ada di dalam kandungan nya selamat juga.'' do'a Nisa.


Ibu mengangguk. '' Dok, apa saya boleh menemui anak saya?'' tanya Ibu.


'' Boleh, tapi hanya 1 orang saja ya! Sebab pasien belum sadar, dan masih melewati masa kritis nya.'' ucap Dokter itu.


Akhirnya Ibu masuk kedalam, sedangkan Nisa dan Ikbal menunggu di luar.


Ibu begitu sedih saat melihat tubuh anak nya di penuhi oleh selang. Perasaan ibu mana yg tak sakit dan hancur saat melihat putri nya terbaring lemah di rumah sakit, apalagi dalam keadaan mengandung.


'' Nak, anak Ibu! Kamu pasti kuat, ibu yakin kamu kuat Nak! Ingatlah, kamu sudah berjanji pada Syifa jika kamu akan terus bersama Adam dan mengurus anak anak kalian kelak.'' tutur ibu sambil menggenggam tangan Hawa.


Kemudian Ibu mencium kening Hawa. '' Nak, bangunlah! Jangan membuat ibu semakin sedih melihatmu begini? Kamu wanita kuat, anak ibu wanita hebat! Kamu pasti bisa sayang, pasti bisa..''


Setelah beberapa saat, suster menyuruh ibu keluar sebab Hawa harus beristirahat. Akhirnya ibu pun keluar dari ruangan itu, dan langsung di sambut Nisa.


'' Bagaimana Buk? Apa Hawa sudah sadar?'' tanya Nisa


'' Nak Ikbal, makasih ya sudah mau mengantarkan Hawa kesini! Jika Nak Ikbal mau ke makam silahkan, biar Hawa di sini di jaga Ibu dan Nisa. Tapi nanti, tolong kasih tahu Adam ya soal keadaan Hawa.'' ujar Ibu


Ikbal mengangguk, lalu berdiri dan menyalami tangan ibu Hawa. Kemudian pergi menjauh meninggakan rumah sakit dan menuju pemakaman, di mana Adik nya akan di makam kan.


____________


Pemakaman pun telah selesai di lakukan. Kini hanya tinggal Adam, Ikbal Abi dan Ummi.


'' Dam, setelah ini Lo langsung kerumah sakit.'' ujar Ikbal.


Adam yg sedang menunduk dalam tangis nya di pusara Syifa, seketika mendongkakan wajah nya, menatap bingung Ikbal dengan mata sembab nya.


'' Kenapa?'' tanya Adam

__ADS_1


'' Hawa masuk rumah sakit tadi, dan saat ini keadaan nya sedang kritis! Begitu pun dengan kandungan nya.'' jelas Ikbal


Degh


Bagaikan runtuh dunia Adam saat itu juga. Sudah di tinggal Syifa untuk selama nya, kini Wanita yg dia cintai sedang kritis di rumah sakit. Sedangkan Ayah dan Umar terlihat sangat Syok mendengar itu, begitu pun dengan Ummi dan Abi.


'' Apa! Bagaimana bisa? Kenapa bisa kritis?'' teriak Adam


'' Dia pendarahan, saat tadi di rumah di dorong oleh Bi Rahma sampai badan Hawa terbentur dinding. Dan dokter bilang bayi nya hanya 40% bisa selamat. Jika Hawa berhasil melewati masa kritis nya, maka bayi nya juga akan selamat.'' jelas Ikbal.


Umar dan Adam mengepalkan tangan nya, rahang mereka mengeras menahan marah yg siap meledak.


'' Tak akan ku maafkan Bi Rahma! Dia sudah keterlaluan. Akan ku berikan dia pelajaran.'' geram Adam dengan sorot mata tajam bagai elang. Dan Umar pun tak jauh beda dengan Adam.


Ayah, Umar dan Adam segera berangkat ke rumah sakit. Sedangkan Ummi, Abi dan ikbal kembali pulang ke rumah. Awalnya Ummi mau ikut, tapi Abi melarang nya, sebab Ummi masih lemah badan nya. Abi takut jika nanti Ummi akan pingsan lagi. Sebab Ummi sudah 3x pingsan


Adam melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, dia tak perrduli dengan keadaan jalanan. Saat ini di pikiran nya hanya ada Hawa dan keadaan anak nya.


Maafkan Abang Dek, yg tak bisa jaga Adek dan anak kita! Sungguh Abang tak akan memaafkan Bi Rahma. Abang mohon Dek, bertahan lah sayang. Jangan tinggalkan Abang! Saat ini hanya kamu yg Abang punya, Abang tak punya siapa siapa lagi.


Setelah Mobil sampai di rumah sakit, Adam langsung berlari di susul Umar dan Ayah Hawa di belakang nya.


'' Bagaimana keadaan Hawa Buk?'' tanya Adam dengan napas ter engah engah dan wajah panik nya.


Ibu menggeleng pelan. '' Masih belum sadar juga Nak!'' ujar ibu


Adam langsung masuk kedalam, dia menatap istrinya yg terbaring lemah di brankar pasien. Badan nya seketika luruh di lantai saat melihat keadaan Hawa.


'' Kenapa kau memberiku cobaan yg begitu berat ya Rabb? Aku tak sanggup....'' ujar Adam sambil menangis pilu. '' Kau sudah ambil salah satu bidadari ku! Lalu, lalu kenapa sekarang kau membuat bidadariku yg lain terluka...''.


Ibu yg melihat Ayah datang, segera memeluk tubuh suaminya itu. Ibu menumpahkan tangis nya pada dada bidang Ayah. Tapi Ayah mencoba untuk tegar dan kuat, walaupun hatinya begitu hancur tak berkeping keping. Tapi dia harus kuat demi anak dan istrinya itu.


'' Sabar Buk! Kita do'a kan ya supaya Hawa segera sadar dan sehat!'' ucap Ayah.


Ibu mengangguk lemah dalam pelukan Suaminya..

__ADS_1


Bersambung.....


JANGAN LUPA GUYS JEJAK KALIAN TINGGAL YA😘


__ADS_2