
Happy Reading😘
Saat ini Hawa sedang berada di kamar nya bersama Nisa. Nisa tahu, jika saat ini Hawa sedang bingung dan cemas.
'' Wa, apa gak sebaiknya kamu bicara sama orang tua kamu? Mumpung mereka ada di sini! Karena, pasti. Suatu saat nanti, keluarga kamu juga akan tahu soal ini Wa? Lebih baik memberitahu sekarang, daripada nanti!'' saran Nisa
''Aku gak tahu Nis, aku hanya belum siap saja! Aku takut kalau penyakit Ayah, akan kambuh kembali.'' cemas Hawa.
'' Apa yang mau kamu sampaikan Nak?'' tanya Ibu di balik pintu.
Hawa dan Nisa, sontak menoleh ke arah pintu. Mereka berdua sangat terkejut, saat melihat ibu nya Hawa sudah berdiri di pintu.
'' Katakan Nak! Jangan membohongi ibu?''tanya Ibu kembali.
'' Aku keluar dulu ya!'' pamit Nisa, lalu keluar dari kamar Hawa. Dia tak ingin ikut campur. Dan memberikan ruang untuk ibu dan anak itu.
Ibu menatap Hawa yang menundukan kepala nya, Fealing nya benar. Jika Hawa, sedang menyembunyikan sesuatu dari nya. Kemudian ibu menggenggam tangan Hawa dengan lembut.
'' Katakan Nak! Ibu tahu, kalau ada yang kamu sembunyikan dari ibu dan Ayah?''
Hawa mengangkat wajah nya, menatap wanita paruh baya, yang begitu ia cintai di depan mata nya. Hawa tak kuasa membendung air mata nya, kemudian Hawa menghambur memeluk tubuh Ibu nya. Hawa tahu, jika ibu nya selalu tahu jika Hawa berbohong dan menyembunyikan sesuatu.
'' Katakan saja Nak! Ibu akan mendengarkan.'' ujar Ibu, sambil mengusap air mata Hawa.
'' Buk, maafkan Hawa yang tak jujur pada ibu dan Ayah! Sesungguh nya, Hawa juga tak tahu akan hal ini dari awal. Tapi.... Hawa hanya tak mau membuat Ayah, kembali sakit Buk? Hawa tak mau.'' ucap Hawa
Ibu tersenyum, lalu mengusap kepala Hawa.
'' Anak Ibu! Jika ada masalah, maka jujurlah pada Ayah dan Ibu. Jangan menyimpan nya sendiri! Katakan lah Nak..''
Hawa membuang napas nya dengan perlahan. Lalu menghirup napas dalam dalam.
'' Buk, sebenar nya Hawa...... Sebenar nya Hawa itu... Hawa adalah istri kedua Bang Adam Buk!'' jujur Hawa.
Akhirnya lolos juga kata kata itu dari mulut Hawa. Kata yang selalau dia jaga, agar orang tua nya tak tahu.
__ADS_1
Degh
Ibu membulatkan kedua mata nya, menatap Hawa dengan syok dan perasaan tak percaya. Dia menelisik wajah anak nya, dan tak ada kebohongan di sana.
'' Nak, jika mau bercanda, ya jangan gini?'' ujar Ibu menepis rasa terkejut di hatinya.
Hawa menggeleng lemah. '' Tidak, Bu. Hawa tak lagi bercanda.'' ucap Hawa serius
'' Tapi, bagaimana bisa? Kan KTP Adam masih lajang?'' heran Ibu.
'' Entahlah Buk? Aku juga tidak tahu awalnya, tapi setelah 3 hari menikah dengan Bang Adam. Tiba tiba ada keluarga nya datang, ku pikir mereka kerabat jauh Bang Adam dan ternyata, mereka adalah keluarga dari istri pertama Bang Adam Buk!'' jelas Hawa dengan sendu.
Ibu segera memeluk tubuh Hawa. Dia tak menyangka, jika anak nya selama ini menxerita.
'' Kenapa kamu gak bilang Nak? Kenapa diam saja?'' tanya Ibu
'' Aku hanya tidak mau membuat Ibu dan Ayah cemas. Lagian, aku dan maduku itu sangat akrab Buk! Ibu tahu, kenapa maduku begitu baik bahkan dia mengizinkan Bang Adam menikah kembali?'' Ibu menggelengkan kepala nya.
'' Istri pertama nya itu sedang sakit Buk! Dia mengidap penyakit, kanker rahim stadium akhir. Dan sekarang dia kejang kejang, itu kenapa Bang Adam kesana tadi.'' jelas Hawa
'' Dia menyuruh Bang Adam untuk menikah kembali. Tapi, Bang Adam tak pernah mau! Hingga pas di kampung, Bang Adam bilang jika dia mencintai Hawa! Dan itu kenapa Bang Adam menikahi Hawa Buk. Ibu tahu? Bahkan Bang Adam, tak pernah mencintai istri pertama nya! Mereka di jodohkan Buk, dan selama 1 tahun pernikahan nya, Bang Adam masih belum bisa mencintai Istrinya itu.
Awalnya aku tinggal serumah dengan madu ku Buk! Tapi, karena suatu hal. Aku pun akhirnya pisah rumah, demi mencegah suatu konflik dan kesalah pahaman. Kami sangat akur Buk, bahkan bagaikan adik kakak! Hawa kasihan pada nya Buk. Bahkan orang tua nya juga sangat baik pada Hawa, mereka menerima Hawa sebagai anak nya juga.'' tutur Hawa panjang lebar.
'' Betapa mulia hatimu Nak! Tapi, apa kamu sanggup?''
'' Entahlah Buk! Pas pertama Hawa tahu kedudukan Hawa, Hawa sempat meminta cerai pada Bang Adam Buk! Tapi, istri pertama nya masuk kerumah sakit. Dan dia meminta Hawa, untuk tak bercerai dari Bang Adam. Jujur Buk, saat Hawa mengetahui penyakit nya, Hawa tak tega Buk! Hawa tahu kesedihan nya, Hawa bisa merasakan nya sebagai perempuan. Akhirnya, Hawa putuskan untuk bertahan.
Namun jika nanti, Hawa tak sanggup lagi. Maka Hawa akan mundur! Ibu, Hawa mohon, agar ibuk tak mengatakan nya dulu pada Ayah! Hawa hanya tak mau, jika Ayah jatuh sakit Buk?'' pinta Hawa.
'' Tapi Nak, apa kamu bahagia?''
Hawa mengangguk. '' Iya Buk, Insya allah Hawa bahagia! Memang tak ada yang sempurna, apalagi dalam sebuah poligami. Pasti akan ada rasa iri, dan juga sakit. Tapi selama ini Hawa dan Mba Syifa, selalu menghilangkan perasaan itu. Dan, Bang Adam juga selalu bersikap Adil Buk. Hawa tahu, jika ini pun tak mudah bagi Bang Adam. Harus membagi waktu, untuk Hawa dan Mba Syifa, tapi Insya allah, kami akan menjadi keluarga yang rukun Buk!''
Ibu meneteskan air mata nya, dia tak menyangka jika anak nya harus mengalami hal yang begitu sulit, dalam hidup nya.
__ADS_1
'' Jadi Nama nya Syifa?'' tanya Ibu dengan suara purau.
Hawa mengangguk. '' Janji ya Buk, tidak akan bilang dulu pada Ayah?'' pinta Hawa
'' Ayah sudah tahu, semuanya!'' ujar suara bariton di ambang pintu.
Degh
Hawa dan ibu menengok ke arah pintu. Dan disana sudah ada Ayah dan Bang Umar, yang menatap Hawa dengan linangan air mata. Hawa bisa melihat, sirat kekecewaan dan kemarahan di mata sang Ayah dan Kakak nya.
Ayah memang berdiri di depan pintu, saat akan ke kamar mandi. Dia mendengar suara 2 perempuan yg sedang menangis, dan Ayah pun penasaran. Lalu menguping di balik pintu yang tak tertutup rapat. Dan Umar, yang melihat Ayah nya melakukan itu, juga ikut menguping. Hingga mereka di buat terkejut, saat mendengar penuturan Hawa.
Bahkan Umar sudah mengepalkan tangan nya, dengan emosi yg membuncah. Tapi Ayah menggelengkan kepala nya, dia mengatakan agar Umar menahan amarah nya.
2 pria itu mendekat ke arah Hawa. Kemudian memeluk tubuh wanita cantik itu.
'' Kenapa tak bilang pada Ayah Nak? Ayah pasti akan baik baik saja?'' tanya Ayah, lalu mengecup kening Hawa.
'' Maaf..'' Hanya kata itu yang bisa Hawa ucap kan.
'' Kenapa tak bilang pada Kakak? Biar Kakak bogem tuh si Adam!'' tutur Umar.
Hawa mencubit lengan Umar. '' Itu kenapa, aku tak mau bilang sama Kaka!'' ketus Hawa.
'' Ya, kan Kakak bisa bogem dia sama kentut jengkol Kaka.'' gurau Umar.
Semua terkekeh mendengar ucapan Umar. Hawa senang dan lega, sebab orang tua nya tak marah.
'' Ayah tak akan marah! Ayah tahu posisi Adam. Hanya saja, Ayah tak menyangka, jika anak tersayang Ayah menjadi istri kedua? Ayah hanya gak mau kamu sakit Nak!'' jelas Ayah.
Hawa tersenyum. '' Makasih Yah!''
Bersambung.....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK NYA GUYS😘
__ADS_1