Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Pov Adam ( Keputusan yg Sulit)


__ADS_3

Happy Reading😘


Setelah kepergian 3 orang yg membuat Adam spot jantung itu, kini Adam sedang duduk termenung di kamar sambil memegang poto kedua orang tua nya. Adam tak menyangka jika mendiang kedua orang tua nya sudah menjodohkan Adam sejak bayi.


'' Aku harus bagaimana Pa, Ma. Adam benar benar bingung saat ini, Adam tak mencintai wanita itu? Adam akui Ma, Pa. Kalau wanita pilihan kalian itu cantik dan berakhlak mulia! Tapi Adam tak bisa membohongi hati Adam.'' gumam Adam sambil mengusap poto orang tua nya.


Adam kemudian bangkit dan mulai bersiap untuk pergi ke acara pernikahan teman nya. Walaupun hati nya kali ini sedang tak baik baik saja.


Adam kemudian menjalankan mobil nya menuju tempat acara. Selama di dalam mobil pikiran nya berkelana pada perjodohan yg baru saja di ketahui nya.


*******


Sepulang nya dari tempat acara, Adam mampir ke rostoran nya, dia igin bertemu dengan sahabat nya Yusuf. Adam merasa butuh masukan dari sahabat nya itu saat ini.


'' Hey Bro, ada apa nih? Tumben kau mampir, rapih lagi! Habis dari mana?'' Adam tak menjawab.


Adam malah menghela napas nya dengan kasar.


'' Hey, ada apa? Apa ada masalah?'' heran Yusuf saat melihat Adam menghela napas dan mengusap wajah nya dengan kasar.


'' Gw butuh masukan Lo Bro.'' ujar Adam.


'' Apa itu?''


'' Bro, tadi di rumah gw kedatangan tamu dan ternyata mereka adalah sahabat mendiang orang tua gw! Kau tahu apa yg mereka katakan?'' tanya Adam


'' Semprul, mana gw tahu apa yg mereka katakan? Emang gw cenayang?'' ketus Yusuf dengan wajah yg kesal.


'' Gw nanya bahlul, kok lo sewot sih?'' kesal Adam.


'' Ya Lo lagian, suruh gw nebak ya mana gw tahu? Kan gw bukan cenayang paijem.''


Adam membuang napas kasar kembali.

__ADS_1


'' Gw bingung Yus, ternyata mendiang orang tua gw sudah menjodohkan gw sedari bayi.'' tutur Adam.


Tapi bukan nya memberi saran, Yusuf malah tertawa terbahak bahak. Membuat Adam menatap nya dengan tajam dan dingin.


'' Hahahaaaaa.... Apa, di jodohin? Hahahaha... Dam, Dam! Ini bukan jaman siti nurbaya kali?'' ledek Yusuf sambil memegang perutnya yg di rasa sakit karena terus tertawa.


Adam tak menjawab, dia kemudian mengeluarkan kertas usang yg sahabat orang tua nya berikan beberapa jam yg lalu. Adam menaruh kertas itu di atas meja, membuat Yusuf mengerutkan kening nya.


Yusuf langsung mengambil kertas usang itu dengan perasaan yg penasaran Kemudian dia membuka kertas itu dan membacanya. Seketika mata nya membulat dan menatap Adam penuh tanya.


'' Masih mau tertawa?'' cebik Adam dengan mata mendelik tajam


'' Hehee, sorry. Gw kan gak tahu! Terus keputusan Lo gimana?'' tanya Yusuf.


'' Itulah yg membuat gw bingung Yus! Gw harus bagaimana?'' tanya balik Adam.


'' Eum, wanita itu bagaimana? Maksud gw rupa nya, atau prilaku nya?''


Lalu Adam pun menceritakan awal mula bertemu Syifa hingga pertemuan yg mengagetkan nya tadi pagi. Yusuf mendengarkan seksama curhatan sahabat nya itu, dia manggut manggut tanda mengerti.


'' Eum, begitu! Ya kalau saran gw sih, Lo ikuti saja apa kata hati Lo Dam! Atau kalau bisa nih, Lo solat tahajud Dam, minta sama Allah harus apa dan keputusan apa yg harus Lo ambil.'' jelas Yusuf.


Adam mengngguk. '' Ya, Lo benar Yus! Gw harus minta saran sama Allah, keputusan mana yg harus gw ambil! Sebab kalau gw minta saran sama Lo, yg ada malah gw terjerumus.'' tutur Adam sambil bangkit berdiri.


'' Bahlul, bukan nya makasih udah di kasih saran. Malah ngeledek.'' kesal yusuf sambil memukul bahu kekar Adam


*******


Malam ini pukup 3.00 pagi Adam menunaikan shalat malam, sekaligus shalat tahajud. Dia akan meminta pada Tuhan nya jalan mana yg harus ia pilih.


Adam begitu khusyu saat memanjatkan do'a pada sang khaliq. Hingga tanpa terasa air mata nya sudah deras membanjiri pipi Adam saat mendo'akan mendiang orang tua nya.


Orang tua Adam memang belum di temukan jasadnya sampai sekarang, sebab pesawat jatuh di dasar laut dan orang tua Adam tak di temukan, hanya dompet dan barang barang lain nya saja yg di temukan oleh tim SAR.

__ADS_1


1 Minggu sudah berlalu, Adam pun sudah mengetahui keputusan apa yg harus di ambil nya. Dan saat ini ia tengah berada di rumah kedua orang tua Syifa, tepat nya sahabat kedua orang tua Adam.


'' Jadi, bagaimana Nak? Kami pun tak akan memaksa jika kamu menolak.'' tanya Abi


Adam menghela napas nya terlebih dahulu, lalu mengucapkan Bassmallah sebelum mengatakan keputusan nya.


'' Saya akan menikah dengan anak Bapak! Tapi sebelum itu, saya hanya mau menegaskan satu hal. Saya dan anak Bapak baru bertemu beberapa kali, dan jujur saya tidak mencintai nya.'' jujur Adam


Abi dan Ummi mengangguk paham.


'' Tidak apa Nak, cinta itu akan datang seiring berjalan nya waktu.'' jelas Abi


Entah kenapa ada perasaan sakit saat Adam mengucapkan hal tadi, Syifa merasakan sakit di hati nya. Tapi segera ia tepis, Syifa sadar jika pernikahan mereka nanti tidak di dasari oleh cinta Tapi Syifa janji akan membuat Adam mencintai nya seiring berjalan nya waktu.


1 Bulan telah berlalu dimana Adam bersedia menikah dengan wanita pilihan orang tua nya itu. Kini Adam sedang berada di depan penghulu dan akan mengucapkan sebuah janji suci di hadapan Allah dan semua saksi.


Acara itu berjalan dengan lancar, Kini Adam sudah SAH menjadi seorang suami dan Imam. Dia mencium kening Syifa untuk pertama kali nya. Terlihat raut wajah bahagia Syifa dan kedua orang tua nya, tapi tidak dengan Adam.


Adam sadar jika saat ia mengucapkan janji suci yg sakral di hadapan Allah, Adam tak bisa mengingkari bahkan menodai nya. Adam terpaksa harus menerima perjodohan itu, sebab Adam ingin berbakti pada kedua orang tua nya untuk terakhir kali nya.


Walaupun Adam sadar ia harus mengorbankan hati nya.


Pernikahan Adam dan Syifa tak terasa sudah 7 bulan. Dan selama itu pula Syifa selalu berusaha untuk membuat Adam mencintai nya. Dan selama itu juga Adam membuka hati nya untuk Syifa, tapi sayang cinta itu bahkan belum tumbuh di hati Adam untuk Syifa.


Adam juga tak tahu kenapa dia masih belum bisa mencintai Syifa, padahal Syifa adalah wanita yg sempurna. Dia memiliki semua kriteria wanita muslimah dalam dirinya. Dia cantik, baik, penyayang, rajin ibadah, pinter mengaji, ta'at pada orang tua dan suami nya.


Tak ada yg kurang dari Syifa menurut Adam. Tapi hati, memang tak bisa berbohong. Hati lah yg menentukan kemana ia akan berlabuh, walau begitu Adam tetap setia dengan pernikahan nya. Hingga suatu hari, Adam dan Syifa harus menelan pil pahit karena dokter memponis Syifa menderita kanker rahim stadium akhir.


Dan dari situlah Syifa mulai gencar meminta Adam untuk menikah kembali, walaupun Adam menolak tapu Syifa tak mau jika Adam tak punya keturunan nanti nya.


Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN GUYS😘😘

__ADS_1


__ADS_2