Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Calon Apa


__ADS_3

Happy Reading😘


7 Hari sudah kematian Ayah Hawa, dan semua keluarga sudah bisa menerima nya, termasuk Hawa. Dia sudah mengikhlaskan Ayah nya, namun masih ada rasa rindu pada sang Ayah.


Itu sangatlah umum di alami oleh orang yg di tinggalkan, sebab kehilangan adalah sesuatu yg tak bisa di kembalikan lagi. Apalagi kehilangan orang yg paling berharga dalam hidup kita, dimana ia selalu ada buat kita.


Hawa masih di kampung di temani Ummi dan Ikbal, sementara Adam dan Abi sudah berangkat ke kota sejak 2 hari kematian Ayah Hawa. Sebab ada kerjaan yg harus mereka urus, dan Abi memang menyuruh Ikbal untui menemani Sang Ummi di kampung Hawa.


Hawa sedang duduk di samping rumah Uwa nya, yg terdapat lapangan dan saung untuk pencetakan bata merah. Hawa menatap sang Uwa, kakak dari ibu nya yg sedang mencetak bata di lapangan. Namun pikiran nya tentu saja tak kesitu.


Pikiran Hawa sedang melintasi waktu dimana dia kecil sering main di lapangan itu, dan hujan hujanan bersama Kakak nya Umar, lalu Ayah nya datang membawa sebuah kayu dan memarahi nya untuk pulang.


Ayah Hawa memang sangat keras dalam mendidik anak, namun Hawa tak pernah marah dengan sikap Ayah nya selama ini. Dulu jika Hawa dan Umar bolos mengaji, dan tak mau maka Ayah akan langsung mengambil bambu kecil atau sapu ijuk, lalu memukul pantat mereka. Walaupun pukulan itu tak keras.


Akhir nya Hawa dan Umar terbiasa dengan keras nya sang Ayah dalam urusan agama. Hingga pernah hujan deras dengan geludug yg begitu menggelegar, Hawa dan Umar tetap menerobos nya dengan sehelai daun pisang untuk berangkat mengaji.


Tak ada rasa takut sedikit pun, padahal semua orang memilih untuk berdiam diri di rumah. Namun Umar dan Hawa malah pergi mengaji yg perjalanan nya di tempuh dengan hampir 1 jam berjalan kaki. Dulu Hawa dan keluarga nya tak punya payung sama sekali seperti para tetangga nya, terkadang iya pun menebeng pada tetangga nya jika pergi sekolah.


Atau biasanya pakai daun pisang ke sekolah. Dulu orang tua Hawa sangat lah tak punya, hingga payung pun keluarga nya tak mampu membeli. Dan dulu Hawa dan Umar selalu mengigit jari dan menelan ludah nya saat melihat teman teman nya jajan.


Rata rata semua orang di Kasih uang jajan 4 rb, namun Hawa dan Umar paling besar hanya 1 rb dan biasanya malah cuma 500 perak. Hawa dan Umar bila meminta pada orang tuanya, jika tak ada maka mereka tak akan memaksa. Mereka lebih baik diam tanpa jajan, walaupun mereka ingin namun mereka sadar, jika mereka tak sekaya orang lain.


Orang Tua Hawa selalu mengajarkan Agama yg baik pada anak anak nya, mendidik tegas semua anak nya dalam agama. Walaupun mereka tak masuk pesantren, tapi mereka sangat mengerti agama sebab Ayah Hawa selalu mendidik dan selalu memberikan nasihat dengan hadis al qur'an.


Dan benar, orang tua yg sukses itu bukan karena menyekolahkan anak nya dengan tinggi tinggi, namun orang tua yg sukses itu, adalah orang tua yg mendidik anak nya dengan agama, dan paham akan agama nya.Orang tua yg sukses itu, adalah ketika suatu hari nanti sang anak bisa membawa nya kedalam syurga nya Allah.


Anak yang di lahirkan, selain ia adalah ni’mat, ia juga adalah merupakan amanah dari Allah Azza Wajalla, dan amanah itu akan dimintai pertanggung jawaban. Orang tua mempunyai kewajiban yang sangat besar dalam pembinaan anak-anaknya. Sebagai mana yang disebutkan dalam Al-Qur’an .


“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (QS. 66 : 6).


'' Lagi mikirin apa?''


Hawa tersentak kaget saat seseorang duduk dan bertanya pada nya, dan ternyata dia adalah ikbal.

__ADS_1


'' Eh, Kak! Nggak, ini lagi ingat aja masa masa kecil dulu? ucap Hawa.


'' Jangan banyak melamun Wa, gak baik buat ibu hamil.'' pesan Ikbal.


'' Betul tuh! Aku setuju sama ucapan nya Kak Ikbal. Ibu hamil gak boleh banyak bengong.'' timpal Nisa yg baru saja sampai di sana dan duduk di samping Hawa.


'' Nggak Kok, aku gak bengong!'' tukas Hawa.


'' Eh, Wa! Suami kamu kapan jemput?'' tanya Nisa.


'' Emang kenapa?'' heran Hawa menatap sahabatnya itu.


'' Hehe, gak papa sih! Cuma kan lusa gw udah harus balik tuh ke kota, nah gw mau nebeng.'' jelas Nisa dengan cengiran nya.


Hawa dan Ikbal menggelengkan kepala nya melihat tingkah Nisa. Ikbal menata lurus kearah Uwa nya Hawa yg sedang mencetak bata.


'' Oh iya Kak Ikbal, sudah punya calon belum?'' tanya Nisa sambil memakan cemilan nya yg dia bawa tadi.


'' Ya calon istri Kak, masa calon kades?''


'' Oh, istri! Belum, tapi lagi nyari. Hanya belum nemu saja?'' jawab Ikbal.


'' Kalau gitu sama kamu aja Nis?'' timpal Hawa sambil menyenggol bahu Nisa.


'' Issh, kok aku sih? Aku kan sudah ada?'' elak Nisa.


'' Oh, iya ya! Aku lupa kalau kamu sudah jafian sama kak Yusuf.'' ucap Hawa


Uhhuukk uuhuuuk


Nisa tersedak makanan yg dia makan, lalu mengambil kopi di samping nya, entah punya siapa dan....


Byuuuurrrr

__ADS_1


Nisa menyemburkan Kopi hitam itu, lalu mengipas ngipas lidah nya yg kebas karena kepanasan.


'' Nis, Nis! Lagian kamu, itu kopi punya orang main embat aja? Ck ck ck, panas juga.'' heran Hawa


'' Kamu tuh ya, temen lagi sengsara bukan nya di bantu malah di ledek? Mana tuh kopi pait banget lagi?'' kesal Nisa.


'' Ya kamu, orang itu kopi nya Uwa?''


Nisa pun berlari ke rumah Hawa untuk mengambil minum, Hawa dan Ikbal tersenyum melihat kekesalan dan kecerobohan Nisa. Saat Hawa sedang menutup toples makanan yg Nisa makan tadi tiba tiba anak anak murid Hawa atau teman teman kecil nya Hawa datang.


'' Kak Hawa.....'' teriak 3 bocah perempuan.


'' Eh, hay Mita, mutia, Rina.'' panggil Hawa.


'' Assalamu'alaikum Kak?''


'' Wa'alaikumussallam.'' jawab Hawa dan Ikbal bersamaan.


'' Kalian, ada apa kesini? Mau ketemu putri?'' tanya Hawa.


Mereka menggeleng cepat. '' Kita kesini kangen sama Kak Hawa! Sekalian minta di ajarin hapalan.'' ucap Mita.


Hawa tersenyum lalu menyuruh ketiga anak perempuan itu duduk. Lalu mereka mengeluarkan sebuah risalah hapalan, dan meminta Hawa mengajari mereka. Hawa pun mengangguk dan mengajari mereka menghapal.


Ikbal terus menatap Hawa yg begitu ceria saat bersama ketiga anak perempuan itu, Hawa terlihat lepas ketiga bersama mereka. Hawa bahkan dengan sabar mengajari mereka menghapal. Membuat Ikbal semakin kagum pada nya.


Masya allah, Hawa begitu sangat sempurna dari segi apapun. Namun sayang, dia adalah istri Adam. Dan aku pun tak bisa sebab ada dia saat ini.....


Siapa ya orang yg ikbal maksud🤔


Bersambung......


JANGAN LUPA TEKAN LIKE VOTE DAN FAV NYA GUYS😘😘

__ADS_1


__ADS_2