
Happy Reading๐
Sudah 2 minggu ini Hawa sangat dingin dan cuek pada Adam. Walau dia masih memberikan Hak nya sebagai istri, dan masih menjalankan tugas nya sebagai seorang istri. Namun Hawa masih berkata dengan nada datar dan dingin. Berkali kali Adam menanyakan perubahan itu pada Hawa, namun Hawa hanya bilang tak merasa.
Akhirnya Adam pasrah, dan menganggap jika itu bawaan bayi nya.
" Hai, Dam! Kamu Free gak besok?" Tanya Raisya saat makan siang.
" Iya, emang kenapa?"
" Besok temenin aku jalan yuk? Aku kan udah lama ga pulang ke indo, di tambah besok adalah ulang tahun aku yg ke 24. Jadi, aku mau ajak kamu makan siang di luar! Sekaligus aku mau minta tolong sama kamu, buat antar aku jalan jalan." Ucap Raisya
" Duh, gimana ya Sya? Kamu kan tahu, kalau aku sudah punya istri dan lagi hamil? Rasanya aku gak enak, jika harus jalan sama kamu?" Jawab Adam dengan nada tak enak
Terlihat raut wajah Raisya yg begitu kecewa dengan jawaban dari Adam. " Yah, padahal besok hari ulang tahun aku? Dan aku, gak ada rayain sama keluarga! Itu kenapa aku minta kamu, temenin aku? Tapi, yasudah deh. Kalau kamu gak bisa! Aku juga gak mau, kalau nanti kamu sama istri kamu berantem! Padahal, ada yg mau aku sampaikan besok?" Tutur Raisya dengan wajah sendu.
" Ada yg mau kamu sampaikan? Apa?" Adam penasaran
" Nggak deh, kan kamu gak mau!"
" Kenapa gak bilang sekarang saja?" Bingung Adam
" Nggak, karena itu adalah spesial, jadi aku mau besok saja! Tapi berhubung kamu gak bisa, jadi aku gak bakal ungkapin." Jelas Raisya
Adam terlihat berpikir, jujur ia sangat penasaran dengan apa yg akan di sampaikan Raisya. Memang besok adalah hari libur, dan rencana nya Adam akan mengajak Hawa jalan jalan ke Taman.
" Baiklah, aku mau..." jawab Adam kemudian. Dia sangat penasaran dengan apa yg akan di ungkapkan Raisya.
Terlihat raut wajah bahagia dari Raisya, kemudian dia menggenggam tangan Adam dengan reflek.
" Makasih ya Dam?"
Adam mengangguk. " Sama sama Sya."
๐๐๐๐๐๐๐
Malam hari Adam pulang dengan raut wajah bahagia, senyum manis masih terukir indah di wajah nya. Dan Hawa yg melihat itu, begitu heran.
' Kenapa Bang Adam, pulang pulang wajah nya sumringah gitu?' Batin Hawa
Namun Hawa tak mau bertanya, dia lebih memilih menyiapkan makanan untuk suaminya. Tak lama Adam turun ke bawah, dan bergabung di meja makan. Hawa segera menyiapkan makanan untuk suaminya itu, lalu kemudian mengambil untuk nya sendiri.
__ADS_1
Setelah makan malam selesai, Hawa ngajak Nisa untuk nonton acara favorit nya. Entah kenapa akhir akhir ini, Hawa sangat menyukai film film filipina. Dan bahkan, setiap malam tak pernah mau ketinggalan.
Jam meunjukan pukul 22.00 malam. Nisa sudah menguap beberapa kali, dan begitu pun dengan Hawa. Akhirnya mereka pun masuk kedalam kamar masing masing untuk tidur.
๐๐๐๐๐๐๐๐
Pagi ini Hawa dan Nisa baru saja pulang dari jalan jalan pagi nya, mereka menenteng sebuah plastik yg isinya adalah belanjaan sayur mayur. Kemudian menaruh sayur itu kedalam kulkas. Nisa pamit ke kamar, sedangkan Hawa sedang duduk meminum susu hamil nya.
Terlihat Adam datang dan menghampiri Hawa. Kemudian jongkok dan mencium perut buncit Hawa.
" Nak, anak Papa! Kamu baik baik ya di dalam. Jangan nakal nakal, kasihan mama kamu?" Ucap Adam dengan usapan lembut tangan nya di perut Hawa.
Ada rasa hangat menyeruak kedalam hati Hawa, saat Adam mengusap perut nya. Namun saat mengingat kebohongan Adam, dada Hawa kembali sesak.
" Bang, kamu hari ini ada acara gak? Kamu libur kan?" Tanya Hawa
" Iya, sayang! Aku hari ini libur? Emang kenapa?"
" Ini Bang, aku mau ngajak kamu belanja ke toko perlengkapan bayi. Kan bentar lagi aku mau lahiran? Jadi harus belanja dari sekarang." Tutur Hawa
Adam terlihat bingung dengan ajakan Hawa. Pasal nya dia sudah janji pada Raisya. Adam tak enak, jika harus membatalkan nya. Karena ia juga sangat penasaran dengan apa yg akan di ucapkan oleh Raisya nanti.
" Oh, gitu ya! Yasudah, gak papa Bang! Lagian kan, janji itu harus di tepati? Kalau nggak, nanti berat pertanggung jawaban nya sama Allah." Jelas Hawa namun sebenar nya menyindir Adam.
" Seperti hadis Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, โBarang siapa yang tidak menepatiย janjiย seorang muslim, maka dia mendapat laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia. Tidak diterima darinya taubat dan tebusanโ (HR. Bukhari, 1870, dan Muslim, 1370)." Sambung Hawa lagi, lalu melangkah masuk kedalam kamar.
Adam terpaku mendengar penjelasan Hawa. Dia tahu bahwa dia sudah banyak mengingkari janji nya sama Hawa, namun Adam juga sangat penasaran dengan apa yg bakal Raisya katakan. Terlebih lagi, hari ini adalah hari ulang tahun Raisya.
Adam sudah bersiap dengan setelan santai nya, di padu jaket dongker. Membuat ke tampanan seorang Adam Al Fahri terpancar sempurna.
" Sayang, nanti aku temenin ya, beli peralatan nya!" Ucap Adam
" Nggak usah Bang! Aku di temenin Nisa nanti? Lagian dia hari ini libur." Jawab Hawa
" Eum, begitu? Tapi kamu hati hati ya! Kalau ada apa apa kamu hubungin aku." Pesan Adam dan langsung di jawab anggukan oleh Hawa.
Setelah Adam pergi, kini Hawa sedang siap siap bersama Nisa. Rencana nya mereka akan ke Mall untuk beli peralatan untuk bayi Hawa. Sebab di Mall semua sangat lengkap dan juga bisa cuci mata dan pikiran.
" Udah siap Wa?" Tanya Nisa saat berdiri di depan pintu kamar Hawa.
" Udah, yuk berangkat sekarang! Kalau kesiangan, nanti panas?" Tutur Hawa
__ADS_1
Merska berdua pun melangkag ke teras, namun baru saja Hawa akan memesan taksi online. Tiba tiba mobil Ikbal datang, dan ternyata ada Ummi juga di sana.
" Assalamu' alaikum...." ucap Ummi dan ikbal
" Wa' alaikumussallam..." jawab Nisa dan Hawa
" Kalian mau pergi? Kok udah rapih aja?" Tanya Ikbal
" Iya nih Kak, Nisa mau nganter Hawa belanja kebutuhan buat bayi nya nanti. Hawa kan 2 bulan kurang lagi lahiran Kak?" Jelas Nisa
" Loh, emang Adam kemana? Kok cuma kalian berdua? Ini kan hari libur?" Heran Ummi
" Itu Ummi, Bang Adam bilang dia sudah ada janji hari ini sama teman nya! Dan Bang Adam tak enak, kalau sampai membatalkan nya Mi?" Jelas Hawa
Ummi manggut manggut, namun tidak dengan ikbal. Dia terlihat kesal mendengar itu.
" Harusnya, apapun alasan nya! Kamu lah yg utama. Sebab kamu lagi hamil?" Geram ikbal.
'' Udah lah Bal, mungkin memang urusan Adam sangat penting?'' ucap Ummi
'' Ya gak bisa gitu Mi? Hawa kan lagi hamil besar? Harus nya di hari libur gini, Adam nemenin Hawa! Bukan nya malah membiarkan Hawa pergi sendiri? Dimana coba tanggung jawab nya sebagai suami?'' kesal Ikbal
'' Kak, sudah ya! Aku gak papa kok? Lagian kan ada Nisa?'' jawab Hawa
'' Ya sudah, gini saja. Ummi sama Ikbal ikut kamu belanja ya?'' tutur Ummi
'' Loh, gak usah Ummi. Hawa gak mau Ummi nanti repot?'' tolak Hawa dengan rasa tak enak.
Ummi menggeleng cepat. '' Nggak sayang. Ummi malah senang, kalau Ummi bisa bantu kamu belanja.'' jelas Ummi.
'' Iya, Wa! Lagian kan kamu lagi hamil besar? Kalau ada Ummi dan Kak Ikbal kan lebih tenang, kalau ada apa apa?'' saran Nisa
Akhirnya Hawa setuju, dan mereka berempat pun pergi meninggalkan rumah Hawa. Mereka menuju ke salah 1 Mall terbesar dan yerlengkap di kota itu. Setelah menempuh perjalanan 30 menit, mobil pun terparkir di area luar gedung.
Ummi menggandeng Hawa untuk masuk kedalam. Mereka langsung menuju lantai e untuk belanja perlengkapan bayi. Dan Ikbal yg mendorong keranjang belanjaan nya, sedangkan 3 wanita itu, memilih barang.
2 jam sudah mereka berbelanja, dan kini mereka sedang menuju lantai 5 untuk makan siang. Setelah masuk kedalam restoran korea, mereka pun duduk di kursi yg dekat dengan pojokan.
Nisa dan Hawa duduk berdampingan, Ikbal dan Ummi duduk di depan Hawa. Setelah memesan makanan mereka pun menunggu, namun baru saja Nisa akan membuka mulut nya, tiba tiba ia mendengar suara yg begitu familiar. Bagitu pun dengan Hawa dan 2 orang di hadapan nya, mereka saling menatap 1 sama lain.
Bersambung.....
__ADS_1