Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Pencuri


__ADS_3

Happy Reading๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Jangan lupa like sebelum baca๐Ÿ‘๐Ÿ‘ dan jangan lupa vote dan bunga Mawar nya guys๐ŸŒท๐ŸŒท


Sore ini Hawa dan Ummi serta Abi sedang bersantai di depan rumah. Mereka sedang ngeteh di temani dengan bolu buatan Ummi.


Saat mereka sedang mengobrol soal acara tadi pagi, tiba tiba ada segerombolan bapak bapak dan ibu ibu, menyeret seorang ibu rumah tangga yg sudah acak acakan ke rumah Abi.


" Bi, itu ada apa ya?" Tanya Ummi dengan wajah heran


"Gak tahu Mi." Jawab Abi


Mereka melempar ibu ibu itu kehadapan Ummi dan Abi, lalu mendorong tubuh nya hingga jatuh di tanah.


" Astagfirullah..." Ucap Hawa sambil membantu ibu ibu itu berdiri.


" Ibu ibu, ini ada apa? Kenapa kalian menyeret dia?" Tanya Abi


" Bagaimana kami tak menyeret nya Pak! Dia sudah mencuri di rumah saya? Padahal saya sudah percaya banget dengan nya? Tapi siapa sangka, ternyata dia itu seorang pencuri!" Ucap Ibu bertubuh gemuk.


" Lalu, kenapa di bawa kesini?" Tanya Abi lagi


" Kami mau minta pendapat pada Pak Samsul. Baiknya dia dilaporkan atau bagaimana?"


" Lh, kok nanya saya? Kan rumah dan barang ibu yg di curi! Jadi semua keputusan ada di Ibu." Ucap Abi


" Saya tahu pak! Tapi saya bimbang, sebab tadi keluarga menelpon jika anak nya sedang sakit? Saya mau damai, tapi dia harus balikin uang saya yg sudah dia curi selama ini?"


" Memang berapa yg sudah ibu ini curi, buk?" Tanya Hawa


" 10 juta Mbak, Hawa."


" Baiklah, kita bicarakan di dalam saja! Tak baik di tonton warga. Dan untuk semuanya, tolong bubar ya!" Ucap Abi pada semua orang


Akhirnya semua orang pun bubar, walaupun terdengar sorak tak Terima dari mereka.


Setelah mereka masuk kedalam rumah, Ummi ke dapur untuk membuatkan minuman.


Tak lama Ummi datang dengan 4 cangkir teh.


" Sebenarnya kenapa ibu mencuri? Ibu kan tahu, jika mencuri itu dosa besar?" Tanya Abi pada Ibu yg bernama Susi itu.


" Saya terpaksa Pak! Anak saya lagi sakit di kampung, dan butuh banyak uang untuk berobat. Saya bingung harus gimana lagi? Sebab anak saya harus segera di operasi." Ucap Ibu itu


" Tapi kenapa harus mencuri? Ibu kan bisa pinjam sama Buk Leni?" Tanya Abi lagi


" Saya malu, pak. Sebab hutang saya yg bulan kemarin saja belum lunas!"


" Emang anak ibu sakit apa?" Tanya Ummi


" Kanker usus buntu Buk. Dan harus segera di operasi? Itu kenapa saya nekat mencuri uang Buk Leni..." Jelas wanita 45 tahun itu


" Astagfirullah, entah alasan nya apapun itu. Itu tetap dosa buk! Ibu tahu, balasan apa buat seorang pencuri?"


Wanita itu menggeleng cepat. Akhirnya Abi pun menjelaskan tentang hukum mencuri dalam pandangan islam.


Allah Taโ€™ala berfirman:


ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽุงุฑูู‚ู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽุงุฑูู‚ูŽุฉู ููŽุงู‚ู’ุทูŽุนููˆุง ุฃูŽูŠู’ุฏููŠูŽู‡ูู…ูŽุง ุฌูŽุฒูŽุงุกู‹ ุจูู…ูŽุง ูƒูŽุณูŽุจูŽุง ู†ูŽูƒูŽุงู„ู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุฒููŠุฒูŒ ุญูŽูƒููŠู…ูŒ


โ€œLaki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksanaโ€ (QS. Al Maidah: 38).


Dalam ayat ini, Allah Taโ€™ala menetapkan hukuman hadd bagi pencuri adalah dipotong tangannya. Ini menunjukkan bahwa mencuri adalah dosa besar. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin mengatakan:

__ADS_1


ุงู„ูƒุจุงุฆุฑ ู‡ูŠ ู…ุง ุฑุชุจ ุนู„ูŠู‡ ุนู‚ูˆุจุฉ ุฎุงุตุฉ ุจู…ุนู†ู‰ ุฃู†ู‡ุง ู„ูŠุณุช ู…ู‚ุชุตุฑุฉ ุนู„ู‰ ู…ุฌุฑุฏ ุงู„ู†ู‡ูŠ ุฃูˆ ุงู„ุชุญุฑูŠู…ุŒ ุจู„ ู„ุง ุจุฏ ู…ู† ุนู‚ูˆุจุฉ ุฎุงุตุฉ ู…ุซู„ ุฃู† ูŠู‚ุงู„ ู…ู† ูุนู„ ู‡ุฐุง ูู„ูŠุณ ุจู…ุคู…ู†ุŒ ุฃูˆ ูู„ูŠุณ ู…ู†ุงุŒ ุฃูˆ ู…ุง ุฃุดุจู‡ ุฐู„ูƒุŒ ู‡ุฐู‡ ู‡ูŠ ุงู„ูƒุจุงุฆุฑุŒ ูˆุงู„ุตุบุงุฆุฑ ู‡ูŠ ุงู„ู…ุญุฑู…ุงุช ุงู„ุชูŠ ู„ูŠุณ ุนู„ูŠู‡ุง ุนู‚ูˆุจุฉ


โ€œDosa besar adalah yang Allah ancam dengan suatu hukuman khusus. Maksudnya perbuatan tersebut tidak sekedar dilarang atau diharamkan, namun diancam dengan suatu hukuman khusus. Semisal disebutkan dalam dalil โ€˜barangsiapa yang melakukan ini maka ia bukan mukminโ€™, atau โ€˜bukan bagian dari kamiโ€™, atau semisal dengan itu. Ini adalah dosa besar. Dan dosa kecil adalah dosa yang tidak diancam dengan suatu hukuman khususโ€ (Fatawa Nurun โ€˜alad Darbi libni Al-โ€˜Utsaimin, 2/24, Asy-Syamilah).


Ibnu Shalah rahimahullah mengatakan:


ู„ูŽู‡ูŽุง ุฃูŽู…ูŽุงุฑูŽุงุช ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฅููŠุฌูŽุงุจ ุงู„ู’ุญูŽุฏู‘ , ูˆูŽู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุงู„ู’ุฅููŠุนูŽุงุฏ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุจูุงู„ู’ุนูŽุฐูŽุงุจู ุจูุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽู†ูŽุญู’ูˆู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจ ุฃูŽูˆู’ ุงู„ุณู‘ูู†ู‘ูŽุฉ , ูˆูŽู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽุตู’ู ุตูŽุงุญูุจู‡ูŽุง ุจูุงู„ู’ููุณู’ู‚ู , ูˆูŽู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽุนู’ู†


โ€œDosa besar ada beberapa indikasinya, diantaranya diwajibkan hukuman hadd kepadanya, juga diancam dengan azab neraka atau semisalnya, di dalam Al-Qurโ€™an dan As-Sunnah. Demikian juga, pelakunya disifati dengan kefasikan dan laknat โ€ (Tafsir Ibnu Katsir, 2/285).


Pencuri Mendapat Laknat


Pencuri juga dilaknat oleh Allah Taโ€™ala. Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda:


ู„ุนู† ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุณุงุฑู‚ ูŠุณุฑู‚ ุงู„ุจูŠุถุฉ ูุชู‚ุทุน ูŠุฏู‡ ูˆูŠุณุฑู‚ ุงู„ุญุจู„ ูุชู‚ุทุน ูŠุฏู‡


โ€œAllah melaknat pencuri yang mencuri sebutir telur, lalu di lain waktu ia dipotong tangannya karena mencuri tali.โ€ (HR. Bukhari no. 6285).


Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin menjelaskan:


ุฃู† ูŠุฑุงุฏ ุจุฐู„ูƒ ุฃู† ู‡ุฐุง ุงู„ุณุงุฑู‚ ู‚ุฏ ูŠุณุฑู‚ ุงู„ุจูŠุถุฉ ูุชู‡ูˆู† ุงู„ุณุฑู‚ุฉ ููŠ ู†ูุณู‡ุŒ ุซู… ูŠุณุฑู‚ ู…ุง ูŠุจู„ุบ ุงู„ู†ุตุงุจ ููŠู‚ุทุน


โ€œMaksud hadits ini adalah seorang yang mencuri telur lalu dia menganggap remeh perbuatan tersebut sehingga kemudian ia mencuri barang yang melewati nishab hadd pencurian, sehingga ia dipotong tangannyaโ€ (Syarhul Mumthiโ€˜, 14/336-337).


Mencuri Adalah Kezaliman


Dan secara umum mencuri termasuk perbuatan mengambil harta orang lain dengan cara batil. Padahal harta seorang Muslim itu haram. Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda:


ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฏูู…ูŽุงุกูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุนู’ุฑูŽุงุถูŽูƒูู…ู’ ูƒูŽุญูุฑู’ู…ูŽุฉู ูŠูŽูˆู’ู…ููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุŒ ูููŠ ุดูŽู‡ู’ุฑููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูููŠ ุจูŽู„ูŽุฏููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง


โ€œSesungguhnya Allah telah mengharamkan atas sesama kalian darah kalian (untuk ditumpakan) dan harta kalian (untuk dirampais) dan kehormatan (untuk dirusak). Sebagaimana haramnya hari ini, haramnya bulan ini dan haramnya negeri iniโ€ (HR. Bukhari no. 1742).


Dan mencuri juga termasuk perbuatan zalim. Padahal Allah Taโ€™ala berfirman:


โ€œIngatlah, laknat Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalimโ€ (QS. Hud: 18).


ูˆูŽูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุฎู’ุฐู ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑูŽู‰ ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุธูŽุงู„ูู…ูŽุฉูŒ ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุฎู’ุฐูŽู‡ู ุฃูŽู„ููŠู…ูŒ ุดูŽุฏููŠุฏูŒ


โ€œDan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.โ€ (QS. Hud: 102).


ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ุงูŽ ูŠููู’ู„ูุญู ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููˆู†ูŽ


โ€œSesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak mendapat keberuntunganโ€ (QS. Al Anโ€™am: 21).


Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda:


ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุจุงุฑูƒ ูˆุชุนุงู„ู‰: ูŠุง ุนุจุงุฏูŠุŒ ุฅู†ูŠ ุญุฑู…ุช ุงู„ุธู„ู… ุนู„ู‰ ู†ูุณูŠุŒ ูˆุฌุนู„ุชู‡ ุจูŠู†ูƒู… ู…ุญุฑู…ู‹ุงุ› ูู„ุง ุชุธุงู„ู…ูˆุง


โ€œAllah Tabaaraka wa taโ€™ala berfirman: โ€˜Wahai hambaku, sesungguhnya aku haramkan kezaliman atas Diriku, dan aku haramkan juga kezaliman bagi kalian, maka janganlah saling berbuat zalimโ€˜.โ€ (HR. Muslim no. 2577).


Baca Juga: Mencuri Adalah Sebuah Kezaliman


Hukuman Hadd Bagi Pencuri


Berdasarkan surat Al Maidah ayat 38 di atas, hukuman hadd bagi pencuri dalam Islam adalah di potong tangannya. Juga berdasarkan hadits dari โ€˜Aisyah radhiallahuโ€™anha, beliau berkata:


ุฃู†ู‘ูŽ ู‚ุฑูŠุดู‹ุง ุฃู‡ู…ู‘ูŽู‡ู… ุดุฃู†ู ุงู„ู…ุฑุฃุฉู ุงู„ู…ุฎุฒูˆู…ูŠู‘ูŽุฉู ุงู„ุชูŠ ุณุฑู‚ุช ููŠ ุนู‡ุฏู ุงู„ู†ุจูŠู‘ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ูŽู…ูŽ . ููŠ ุบุฒูˆุฉู ุงู„ูุชุญู . ูู‚ุงู„ูˆุง : ู…ู† ูŠููƒู„ู‘ูู…ู ููŠู‡ุง ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ูŽู…ูŽ ุŸ ูู‚ุงู„ูˆุง : ูˆู…ู† ูŠุฌุชุฑุฆู ุนู„ูŠู‡ ุฅู„ุง ุฃุณุงู…ุฉู ุจู†ู ุฒูŠุฏู ุŒ ุญูุจู‘ู ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ูŽู…ูŽ ุŸ ูุฃุชู‰ ุจู‡ุง ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ูŽู…ูŽ . ููƒู„ู‘ูŽู…ู‡ ููŠู‡ุง ุฃุณุงู…ุฉู ุจู†ู ุฒูŠุฏู . ูุชู„ูˆู‘ูŽู†ูŽ ูˆุฌู‡ู ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ูŽู…ูŽ . ูู‚ุงู„ ( ุฃุชุดูุนู ููŠ ุญุฏู‘ู ู…ู† ุญุฏูˆุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุŸ ) ูู‚ุงู„ ู„ู‡ ุฃุณุงู…ุฉู : ุงุณุชุบููุฑู’ ู„ูŠ . ูŠุง ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ! ูู„ู…ุง ูƒุงู† ุงู„ุนุดูŠู‘ู ู‚ุงู… ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ูŽู…ูŽ ูุงุฎุชุทุจ . ูุฃุซู†ู‰ ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุจู…ุง ู‡ูˆ ุฃู‡ู„ูู‡ . ุซู… ู‚ุงู„ ( ุฃู…ุง ุจุนุฏ . ูุฅู†ู…ุง ุฃู‡ู„ูƒ ุงู„ุฐูŠู† ู…ูŽู† ู‚ุจู„ูƒู… ุŒ ุฃู†ู‡ู… ูƒุงู†ูˆุง ุฅุฐุง ุณุฑู‚ ููŠู‡ู… ุงู„ุดุฑูŠูู ุŒ ุชุฑูƒูˆู‡ . ูˆุฅุฐุง ุณุฑู‚ ููŠู‡ู… ุงู„ุถุนูŠูู ุŒ ุฃู‚ุงู…ูˆุง ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุญุฏู‘ูŽ . ูˆุฅู†ูŠ ุŒ ูˆุงู„ุฐูŠ ู†ูุณูŠ ุจูŠุฏูู‡ ! ู„ูˆ ุฃู†ู‘ูŽ ูุงุทู…ุฉูŽ ุจู†ุชูŽ ู…ุญู…ุฏู ุณุฑู‚ุช ู„ู‚ุทุนุชู ูŠุฏูŽู‡ุง ) ุซู… ุฃู…ุฑ ุจุชู„ูƒ ุงู„ู…ุฑุฃุฉู ุงู„ุชูŠ ุณุฑู‚ุชู’ ูู‚ูุทุนูŽุชู’ ูŠุฏูู‡ุง . โ€ฆู‚ุงู„ุช ุนุงุฆุดุฉู : ูุญุณู†ูุชู’ ุชูˆุจุชูู‡ุง ุจุนุฏ . ูˆุชุฒูˆู‘ูŽุฌุชู’ . ูˆูƒุงู†ุช ุชุฃุชูŠู†ูŠ ุจุนุฏ ุฐู„ูƒ ูุฃุฑูุนู ุญุงุฌุชูŽู‡ุง ุฅู„ู‰ ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ูŽู…ูŽ


โ€œBahwa orang-orang Quraisy pernah digemparkan oleh kasus seorang wanita dari Bani Mahzum yang mencuri di masa Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam tepatnya ketika masa perang Al Fath. Lalu mereka berkata: โ€œSiapa yang bisa berbicara dengan Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam? Siapa yang lebih berani selain Usamah bin Zaid, orang yang dicintai Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam?โ€. Maka Usamah bin Zaid pun menyampaikan kasus tersebut kepada Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam, hingga berubahlah warna wajah Rasulullah. Lalu beliau bersabda: โ€œApakah kamu hendak memberi syafaโ€™ah (pertolongan) terhadap seseorang dari hukum Allah?โ€. Usamah berkata: โ€œMohonkan aku ampunan wahai Rasulullahโ€. Kemudian sore harinya Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam berdiri seraya berkhutbah. Beliau memuji Allah dengan pujian yang layak bagi-Nya, kemudian bersabda: โ€œAmma baโ€™du. Sesungguhnya sebab hancurnya umat sebelum kalian adalah bahwa mereka itu jika ada pencuri dari kalangan orang terhormat, mereka biarkan. Dan jika ada pencuri dari kalangan orang lemah, mereka tegakkan hukum pidana. Adapun aku, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, jika Fatimah bintu Muhammad mencuri maka akan aku potong tangannyaโ€. Lalu Rasulullah memerintahkan wanita yang mencuri tersebut untuk dipotong tangannya. Aisyah berkata:โ€Setelah itu wanita tersebut benar-benar bertaubat, lalu menikah. Dan ia pernah datang kepadaku setelah peristiwa tadi, lalu aku sampaikan hajatnya kepada Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam.โ€ (HR. Al Bukhari 3475, 4304, 6788, Muslim 1688, dan ini adalah lafadz Muslim).


Namun tidak dikenai hukuman potongan tangan jika:


Barang yang dicuri nilainya kecil. Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda:

__ADS_1


ู„ุงูŽ ุชูู‚ู’ุทูŽุนู ูŠูŽุฏู ุงู„ุณูŽู‘ุงุฑูู‚ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ูููŠ ุฑูุจู’ุนู ุฏููŠู’ู†ูŽุงุฑู ููŽุตูŽุงุนูุฏู‹ุง


โ€œPencuri tidak dipotong tangannya kecuali barang yang dicuri senilai seperempat dinar atau lebih.โ€ (Muttafaqun โ€˜alahi).


Yang ini disebut juga sebagai nisab pencurian.


Barang yang dicuri bukan sesuatu yang disimpan dalam tempat penyimpanan. Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda:


ู„ุง ุชู‚ุทุน ุงู„ูŠุฏ ููŠ ุชู…ุฑ ู…ุนู„ู‚


โ€œTidak dipotong tangan pencuri bila mencuri kurma yang tergantung.โ€ (HR. Ibnu Hazm dalam Al Muhalla 11/323, dihasankan Al Albani dalam Shahih Al Jaamiโ€™ 7398)


Syaikh As Saโ€™di menjelaskan:


ูˆู…ู† ุณุฑู‚ ุฑุจุน ุฏูŠู†ุงุฑ ู…ู† ุงู„ุฐู‡ุจุŒ ุฃูˆ ู…ุง ูŠุณุงูˆูŠู‡ ู…ู† ุงู„ู…ุงู„ ู…ู† ุญุฑุฒู‡ : ู‚ุทุนุช ูŠุฏู‡ ุงู„ูŠู…ู†ู‰ ู…ู† ู…ูุตู„ ุงู„ูƒูุŒ ูˆุญุณู…ุช ูุฅู† ุนุงุฏ ู‚ุทุนุช ุฑุฌู„ู‡ ุงู„ูŠุณุฑู‰ ู…ู† ู…ูุตู„ ุงู„ูƒุนุจ ูˆุญุณู…ุช ูุฅู† ุนุงุฏ ุญุจุณ


โ€œOrang yang mencuri 1/4 dinar emas (atau lebih) atau yang senilai dengan itu, dari tempat penyimpanannya, maka ia dipotong tangannya yang kanan mulai dari pergelangan tangan. Kemudian dihentikan pendarahannya. Jika ia mengulang lagi, maka dipotong kakinya yang kiri dari mata kakinya. Kemudian dihentikan pendarahannya. Jika mengulang lagi, maka dipenjara.โ€ (Minhajus Salikin, 231-232).


Adapun jika mencurinya tidak sampai nisab pencurian, sehingga ia tidak dipotong tangan, maka hukumannya adalah taโ€™zir. Taโ€™zir adalah hukuman yang ditentukan oleh ijtihad hakim, bisa jadi berupa penjara, hukuman cambuk, hukuman kerja sosial atau lainnya. Syaikh As Saโ€™di menjelaskan:


ุงู„ุชุนุฒูŠุฑ ูˆุงุฌุจ ููŠ ูƒู„ ู…ุนุตูŠุฉ ู„ุง ุญุฏ ููŠู‡ ูˆ ู„ุง ูƒูุงุฑุฉ


โ€œTaโ€™zir hukumnya wajib bagi semua maksiat yang tidak ada hadd-nya dan tidak ada kafarahnyaโ€ (Minhajus Salikin, 231).


Baca Juga: Penegakkan Hukum di Masa Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam


Harta Hasil Mencuri Tidak Halal


Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda:


ูƒู„ ู„ุญู… ู†ุจุช ู…ู† ุณุญุช ูุงู„ู†ุงุฑ ุฃูˆู„ู‰ ุจู‡


โ€œSetiap daging yang tumbuh dari suhtun, maka api neraka lebih layak baginyaโ€ (HR. Ahmad no. 14481, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami no. 4519).


Makna suhtun adalah:


ุงู„ุณู‘ูุญูุชู: ูƒู„ู‘ู ุญุฑุงู… ู‚ุจูŠุญ ุงู„ุฐู‘ููƒุฑุ› ูˆู‚ูŠู„: ู‡ูˆ ู…ุง ุฎูŽุจูุซูŽ ู…ู† ุงู„ู…ูŽูƒุงุณุจ ูˆุญูŽุฑูู… ูู„ูŽุฒูู…ูŽ ุนู†ู‡ ุงู„ุนุงุฑู


โ€œAs suhtu adalah semua yang haram dan buruk untuk disebutkan. Sebagian mengatakan artinya: setiap penghasilan yang buruk dan haram serta layak dicela.โ€ (Lisaanul โ€˜Arab).


Bertaubat Dari Mencuri, Harus Kembalikan Barang Curiannya


Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,


ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุจูŽุถูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽู‡ู ู‚ูŽุจู’ุถูู‡ู ุดูŽุฑู’ุนู‹ุงุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุฎูŽู„ู‘ูุตูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู‚ู’ุจููˆุถู ู‚ูŽุฏู’ ุฃูุฎูุฐูŽ ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุฑูุถูŽู‰ ุตูŽุงุญูุจูู‡ูุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุงุณู’ุชูŽูˆู’ููŽู‰ ุนููˆูŽุถูŽู‡ู ุฑูŽุฏู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู. ููŽุฅูู†ู’ ุชูŽุนูŽุฐู‘ูŽุฑูŽ ุฑูŽุฏู‘ูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ู‚ูŽุถูŽู‰ ุจูู‡ู ุฏูŽูŠู’ู†ู‹ุง ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู’ ุชูŽุนูŽุฐู‘ูŽุฑูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽุŒ ุฑูŽุฏู‘ูŽู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ูˆูŽุฑูŽุซูŽุชูู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู’ ุชูŽุนูŽุฐู‘ูŽุฑูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽุŒ ุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ูŽ ุจูู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู ุงุฎู’ุชูŽุงุฑูŽ ุตูŽุงุญูุจู ุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ุซูŽูˆูŽุงุจูŽู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉูุŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู. ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฃูŽุจูŽู‰ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ุฎูุฐูŽ ู…ูู†ู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชู ุงู„ู’ู‚ูŽุงุจูุถูุŒ ุงุณู’ุชูŽูˆู’ููŽู‰ ู…ูู†ู’ู‡ู ู†ูŽุธููŠุฑูŽ ู…ูŽุงู„ูู‡ูุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุซูŽูˆูŽุงุจู ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู ู„ูู„ู’ู…ูุชูŽุตูŽุฏู‘ูู‚ู ุจูู‡ูŽุง


โ€œOrang yang mengambil barang orang lain tanpa dibenarkan oleh syariat, kemudian ia ingin bertaubat, maka jika pemiliknya tidak ridha dan tidak mau menerima ganti rugi, barang tersebut wajib dikembalikan. Jika sudah tidak bisa dikembalikan, maka menjadi beban hutang yang wajib diberitahukan kepada pemiliknya. Jika tidak bisa ditunaikan kepada pemiliknya, maka wajib ditunaikan kepada ahli warisnya. Jika tidak bisa pula, maka disedekahkan atas nama pemiliknyaโ€ (Zaadul Maโ€™ad, 5/690).


Orang yang mencuri harta orang lain, yang ia belum bertaubat serta belum mengembalikan atau mengganti barang curiannya, maka ia akan dituntut oleh orang tersebut di hari kiamat. Dari Abu Hurairah radhiallahu โ€˜anhu, bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pernah bertanya:


Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?โ€. Para shahabat pun menjawab, โ€Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki uang dirham maupun harta bendaโ€. Nabi bersabda, โ€Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta orang lain, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Kelak kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah habis diberikan, sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka diambillah dosa-dosa orang yang terzalimi itu, lalu diberikan kepadanya. Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka.โ€ (HR. Muslim no. 2581).


Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:


ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุธู’ู„ูŽู…ูŽุฉูŒ ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ู…ูู†ู’ ุนูุฑู’ุถูู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุดูŽูŠู’ุกู ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽุญูŽู„ู‘ูŽู„ู’ู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุฏููŠู†ูŽุงุฑูŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ูŒ ุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุนูŽู…ูŽู„ูŒ ุตูŽุงู„ูุญูŒ ุฃูุฎูุฐูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุจูู‚ูŽุฏู’ุฑู ู…ูŽุธู’ู„ูŽู…ูŽุชูู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽูƒูู†ู’ ู„ูŽู‡ู ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูŒ ุฃูุฎูุฐูŽ ู…ูู†ู’ ุณูŽูŠู‘ูุฆูŽุงุชู ุตูŽุงุญูุจูู‡ู ููŽุญูู…ูู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู


โ€œSiapa yang pernah berbuat aniaya (zhalim) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang ketika itu tidak bermanfaat dinar dan dirham. Jika dia tidak lakukan, maka (nanti pada hari kiamat) bila dia memiliki amal shalih akan diambil darinya sebanyak kezholimannya. Apabila dia tidak memiliki kebaikan lagi maka keburukan saudaranya yang dizhaliminya itu akan diambil lalu ditimpakan kepadanyaโ€. (HR. Al-Bukhari no. 2449)


Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?โ€. Para shahabat pun menjawab, โ€Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki uang dirham maupun harta bendaโ€. Nabi bersabda, โ€Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta orang lain, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Kelak kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah habis diberikan, sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka diambillah dosa-dosa orang yang terzalimi itu, lalu diberikan kepadanya. Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka.โ€ (HR. Muslim no. 2581).


Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:


ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุธู’ู„ูŽู…ูŽุฉูŒ ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ู…ูู†ู’ ุนูุฑู’ุถูู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุดูŽูŠู’ุกู ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽุญูŽู„ู‘ูŽู„ู’ู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุฏููŠู†ูŽุงุฑูŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ูŒ ุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุนูŽู…ูŽู„ูŒ ุตูŽุงู„ูุญูŒ ุฃูุฎูุฐูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุจูู‚ูŽุฏู’ุฑู ู…ูŽุธู’ู„ูŽู…ูŽุชูู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽูƒูู†ู’ ู„ูŽู‡ู ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูŒ ุฃูุฎูุฐูŽ ู…ูู†ู’ ุณูŽูŠู‘ูุฆูŽุงุชู ุตูŽุงุญูุจูู‡ู ููŽุญูู…ูู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู

__ADS_1


โ€œSiapa yang pernah berbuat aniaya (zhalim) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang ketika itu tidak bermanfaat dinar dan dirham. Jika dia tidak lakukan, maka (nanti pada hari kiamat) bila dia memiliki amal shalih akan diambil darinya sebanyak kezholimannya. Apabila dia tidak memiliki kebaikan lagi maka keburukan saudaranya yang dizhaliminya itu akan diambil lalu ditimpakan kepadanyaโ€. (HR. Al-Bukhari no. 2449)


__ADS_2