Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Tak Akan Sempurna Di Mata Manusia


__ADS_3

Happy Reading😘


Semakin hari kesehatan Syifa semakin buruk. Bahkan sekarang Syifa tak mampu untuk berjalan. Sehingga, jika ia ingin keluar rumah maka harus dengan bantuan kursi roda.


Hawa yang melihat madunya seperti itu. Hati nya merasa tak tega. Akhirnya dia putuskan untuk menginap di rumah Syifa, rumah yang dulu juga pernah di tinggali oleh Hawa.


Sebagai perempuan dan manusia. Hawa tentu nya tak akan tega, jika Adam suaminya, harus bolak balik kerumah nya dan rumah Syifa. Akhirnya, Hawa putuskan untuk menginap di rumah madunya itu.


Bahkan Hawa, sudah 2 hari tidur di sana. Ada Ummi dan Abi juga, yg selalu stay di sana untuk menjaga Syifa. Tentu mereka sangat khawatir melihat anak perempuan yang mereka cintai, sedang lemah dalam melawan penyakit di dalam tubuh nya.


Ummi bahkan setiap malam, menangis melihat keadaan Syifa. Ibu mana yang tega, dan tak sakit saat melihat keadaan putri nya yg sedang terbaring lemah di ranjang. Bahkan badan Syifa mulai mengurus. Obat obatan yang di minum nya sekarang, seperti tak memberikan efek apa apa pada Syifa.


Saat ini, Hawa sedang membuatkan bubur untuk Syifa. Dia memang selalu membuatkan makanan untuk kakak madunya itu. Bagi Hawa, mengesampingkan sebuah ego itu saat ini lebih penting. Sebab Syifa jauh lebih membutuhkan Adam ketimbang dirinya.


'' Sudah Non, biar bibi saja ya yang aduk! Non Hawa, duduk saja.'' pinta Bi Surti.


Hawa pun menurut, dia juga merasa kaki nya pegal karena terus berdiri. Akhirnya, dia duduk di kursi meja makan. Lalu Nisa yang sedang memotong wortel, memberikan air putih pada Hawa.


'' Makasih Nis.'' di balas anggukan Nisa.


'' Oya Wa, malam ini gw pulang ke rumah ya! Gak apa apa kan?'' tanya Nisa


Hawa mengangguk. '' Nggak papa Nis, lagian kan rumah juga kosong.'' ujar Hawa.


'' Wa, aku boleh nanya sesuatu gak?'' tanya Nisa.


'' Boleh, emang mau nanya apa?'' heran Hawa.


'' Eum, begini Wa! Apa benar, kamu bilang pada tetangga rumah kita, kalau kamu itu istri kedua?'' tanya Nisa hati hati.


Hawa menganggukan kepala nya.


'' Kenapa Wa? Emang kamu gak takut, di cap sebagai pelakor? Ya, walaupun orang gak tahu sih kejadian sebenar nya! Tapi kan, setiap manusia itu Wa selalu menilai seseorang dari luar nya saja, tanpa mau tahu dalam nya.'' heran Nisa.


Hawa tersenyum mendengar ucapan Sahabat nya itu.


'' Kamu benar Nis, semua orang selalu menilai orang lain dari luar nya saja! Mereka tak pernah mau melihat dalam nya seperti apa? Aku memang tak pernah mau menutupi statusku Nis, biarkan saja mereka dengan argumen mereka sendiri. Kita ini, hidup di muka bumi ini untuk beribadah kepada Allah Nis.

__ADS_1


Jika kita hanya mementingkan pandangan positif orang lain saja pada kita, untuk apa. Kita ini tidak akan pernah sempurna di mata mereka Nis. Allah itu menciptakan kita di dunia, bukan untuk berlomba lomba mendapat kan sanjungan dan pujian dari para manusia.


Semua manusia itu sama di mata allah. Yang kaya, yang miskin semua sama! Tak ada beda nya di mata Allah aza wazala. Ya, kalau mereka menuduhku biarkan saja Nis. Tidak usah kamu gubris, karena lidah manusia itu memang lebih tajam dari pedang. Jadi, biarkan saja.'' jelas Hawa.


'' Kau ini, dari dulu tak pernah berubah! Selalu saja seperti itu.'' ujar Nisa sambil menggelengkan kepala nya.


Begitu mulia nya hatimu Wa, kau wanita terhebat dan termulia yang pernah ku kenal. Kau rela mengesampingkan egomu hanya untuk mengurus madu mu. Kau bahkan tak perduli, jika orang lain mencaci maki dirimu. Sungguh kau wanita hebat Hawa.


Hawa mengantar bubur untuk Syifa. Dan dia juga yang menyuapi Syifa. Hawa tak pernah keberatan dalam mengurus madunya, bagi Hawa itu adalah sebuah ladang pahala. Jika kita melakukan nya dengan ikhlas.


*****


Nisa pagi ini sedang menyiram tanaman di Rumah Syifa. Subuh subuh dia sudah datang ke rumah Syifa, sebab kata Hawa Syifa sempat pingsan dan kejang.


Saat sedang menyiram tanaman, Nisa di kejutkan dengan tepukan di bahu nya. Dia tak mendengar ada orang yang memanggil nya dari belakang. Sebab telinga Nisa di sumpel oleh headset.


Nisa yang terkejut, sontak berbalik dengan selang air di tangan nya, dan....


'' Aagghhh....''


'' Maaf, maaf. Saya tidak sengaja.'' ucap Nisa dengan tak enak hati.


'' Kamu ini apa apaan sih? Baju saya jadi basah nih? Saya itu sudah mandi, tapi malah harus mandi 2x.'' ketus nya


'' Maaf.'' lirih Nisa dengan kepala menunduk.


Nisa tak berani menatap pria di dwpan nya itu. Dia benar benar takut, dan tak enak karena sudah membuat tubuh pria di hadapan nya basah kuyup.


'' Ada apa ini?'' Hawa datang saat mendengar bentakan seorang pria dari teras.


'' Mba Hawa! Ini nih, pembantu ini. Dia menyiram saya! Lihat Mba, saya jadi mandi 2x karena dia.'' tunjuk nya pada Nisa.


'' Maaf ya Kak Yusuf. Maaf kalau Nisa salah, dia pasti tidak senagaja Kak.'' ujar Hawa.


'' Iya Wa, aku gak sengaja. Aku kaget tadi, soal nya ada yang nepuk pundak aku.'' Nisa mengangkat wajah nya. Lalu pandangan nya bertemu dengan mata Yusuf.


Masyaallah, tampan sekali.

__ADS_1


'' Bagaimana saya gak tepuk pundak kamu? Kamu dari tadi saya panggil gak nyahut?'' ketus Yusuf


'' Maaf Tuan, saya tadi sedang pakai headset jadi gak dengar.''


'' Kak Yusuf, maafkan sahabat Hawa ya! Dia benar benar tak sengaja.''


Yusuf terkejut saat mengetahui, jika perempuan yang dia marahi itu bukan pembantu. Melainkan sahabat Hawa.


'' Ya sudah, saya maafkan! Tapi, apa Adam ada di dalam?'' tanya Yusuf mengalihkan pembicaraan.


Hawa mengangguk. '' Ada kak! Abang, sedang sarapan di meja makan.''


Yusuf mengangguk, lalu melangkah kedalam rumah dan meninggalkan Nisa.


Nisa menendangkan kaki nya ke udara, kearah Yusuf, saat Yusuf sudah hilang di balik pintu utama. Dia benar benar kesal pada pria itu, sebab sudah memarahinya.


'' Sudah gak usah ngambek gitu.'' ucap Hawa.


'' Dia siapa sih Wa?'' tanya Nisa.


'' Dia itu nama nya Kak Yusuf! Sahabat, sekaligus manager di restoran milik Bang Adam.'' jelas Hawa


Oh, sahabat Adam. Pantas saja belagu! Tampan sih, tapi sayang songong.


Nisa dan Hawa pun masuk kedalam Rumah. Hawa mengajak Nisa untuk sarapan di meja makan, sebab Nisa belum sarapan. Dan saat sampai di meja makan, lagi lagi Nisa bertemu dengan Yusuf.


Pandangan Yusuf tak lepas dari Nisa. Dia selalu melirik Nisa yang sedang makan bersama Hawa.


Cantik juga tuh cewek! Tapi sayang, pertemuan pertama malah amsyong. Bikin termosi saja.


Nisa melihat Yusuf dengan heran. Dia merasa sedari tadi, ada yang melihat nya. Kemudian Nisa mengangkat kepala nya, dan mendapati Yusuf yang sedang mencuri curi pandang pada nya.


' Kenapa tuh orang lihatin gw mulu? Apa jangan jangan dia dendam lagi sama gw?'' batin Nisa


Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK NYA GUYS😘

__ADS_1


__ADS_2