Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Membuka Lembaran Baru


__ADS_3

Happy Reading😘😘


2 hari sudah Hawa pergi dari rumah. Dan sudah 2 hari itu pula Adam mencari Hawa, namun tqk kunjung ketemu. Bahkan Adam sampai ke kerjaan nya Nisa, sebab ia inging bertanya keberadaan Hawa pada wanita itu. Namun ternyata Nisa pun sudah keluar dari kerjaan nya.


Ikbal pun tak jauh beda dari Adam. Dia mencari Hawa kesana sini. Bahkan no ponsel Hawa tidak aktip sejak kejadian 2 hari yg lalu. Hawa memang sengaja tak mengaktipkan ponsel nya, sebab Hawa tak mau di ganggu lagi oleh Adam.


Adam bahkan menelpon Umar, ingin mengetahui apa Hawa pulang ke kampung atau tidak. Namun ternyata Hawa tak pulang kesana, dan itu semakin membuat Adam pusing 7 keliling. Sebab keadaan Hawa sedang hamil besar. Adam tak mau, jika terjadi apa apa dengan anak dalam kandungan Hawa.


'' Bodoh, ini semua salah mu Dam! Lo bodoh, bodoh, bodoh. Aaaaggghhhhh.... Kemana kamu sayang? Jangan bikin Abang prustasi seperti ini? Abang minta maaf, Abang tahu jika Abang salah!'' sesal Adam sembil memukul dinding ruangan kerja nya.


Adam bahkan tak memperdulikan jari jari tangan nya yg terluka dan mengeluarkan darah. Baginya keberadaan Hawa itu lebih penting saat ini, di banding luka nya. Adam sungguh sangat menyesali perbuatan nya, karena tak bisa memegang janji nya pada Hawa dan almarhum mertua nya.


'' Dam, kita makan siang yuk!" ajak Raisya yg baru datang ke ruangan Adam.


'' Maaf, Sya. Aku gak bisa.''


'' Keapa?''


'' Lebih baik kamu keluar Sya! Aku lagi gak mau di ganggu?'' usir Adam


Namun bukan nya pergi, Raisya malah mendekati Adam. Dan wajah nya terlihat panik, saat melihat luka di tangan kekasihnya itu.


'' Ya ampun, Dam. Tangan kamu luka? Sebentar, aku ambil obat dulu!'' ucap Raisya, namun segera di cegah oleh Adam.


'' Gak usah Sya! Luka ini, tak sebanding dengan luka yg aku torehkan pada Hawa? Dan lebih baik, kamu keluar Sya. Aku lagi mau sendiri.'' ujar Adam


'' Tapi, Dam. Luka kamu....''


'' KELUAR....'' bentak Adam

__ADS_1


Raisya terlonjak kaget, saat suara Adam membentak nya dengan keras. Kemudian Raisya keluar dari ruangan Adam dengan hati yg terluka. Raisya merasakan hati nya begitu sakit, saat Adam membentak nya tadi. Tak Raisya sangaka, jika Adam mampu membentak nya. Padahal selama ini Adam baik dan lembut pada nya.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Di tempat lain, di sebuah kota Surabaya. Hawa dan Nisa sedang menjajakan jualan nya di depan kontrakan nya. Setelah 1 hari mereka menginap di hotel. Nisa menyarankan Hawa untuk pergi ke Surabaya, sebab di sana ada bibi dan paman Nisa.


Dan saat mereka tiba, paman dan Bibi Nisa menyambut mereka berdua dengan hangat. Awalnya paman dan Bibi Nisa, menyuruh Hawa dan Nisa untuk tinggal bersama mereka. Namun Hawa menolak nya. Sebab Hawa tak mau merepotkan keluarga Nisa.


Jadi Hawa mengontrak di desa itu, dan hanya berjarak 2 rumah dari rumah paman dan bibi Nisa. Hawa juga berinisiatif untuk membuka usaha di depan kontrakan nya. Dia membuka usaha jajanan untuk para bocah bocah.


Dan Nisa berjualan kue keliling desa. Mereka berdua akan memulai hidup yg baru di sana, dan Hawa juga akan melupakan kenangan pahitnya bersama Adam. Walaupun Hawa tahu, jika itu pasti tak akan mudah. Namun Hawa akan tetap berusaha.


Dia akan menggugat Adam, saat anak nya nanti lahir. Lagipun semua surat sudah Hawa bawa saat pergi dari rumah Adam. Jadi saat nanti Hawa menggugat Adam, Hawa akan lebih mudah.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Tak terasa sudah 1 bulan Hawa tinggal di sana, dan 1 bulan itu pula Adam mencari. Bahkan beberapa hari yg lalu, Abi datang ke rumah bersama Ummi dan Ikbal. Abi mengungkapkan kekecewaan nya pada Adam. Sebab Adam audah lalai menjadi seorang suami. Dan Adam sudah menyakiti Hawa.


'' Jujur Dam, Abi sangat kecewa sama kamu! Kenapa kamu bisa melakukan hal itu? Hanya karena wajah wanita itu, yg begitu mirip dengan Syifa? Abi tak menyangka, jika untuk kesekian kali nya kamu menyakiti dan mendzolimi Hawa Dam? Abi sudah pernah bilang sama kamu, tentang suami yg baik dari hadis nabi. Namun kamu tak menerapkan perkataan dan nasehat Abi?


Dalam Islam, seorang suami dituntut untuk selalu melindungi, mendidik, dan memperlakukan istrinya dengan baik serta menjadi kepala rumah tangga yang sesuai syariat. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam pernah bersabda: β€œYang terbaik dari kalian adalah yang terbaik akhlaknya atau perlakuannya terhadap istrinya.” (HR. Tirmidzi)


Islam melarang seorang suami untuk bertindak zalim dan menyakiti hati istrinya. Jika hal ini terjadi, kondisi rumah tidak akan pernah tentram.


Bahkan, Sayyidah Aisyah pernah mendengar dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda:


"Sesungguhnya di antara kesempurnaan keimanan orang mukmin adalah mereka yang lebih bersikap kasih sayang (berlaku lemah lembut) terhadap istrinya."Β (HR. Imam At Tirmidzi)'' jelas Abi panjang lebar.


Adam hanya menunduk tak menjawab. Dia tahu jika kesalahan ya sangat fatal kali ini.

__ADS_1


'' Jika nanti Hawa menggugat kamu, maka kamu harus legowo Dam! Biarkan Hawa bahagia. Dia sudah kamu sakiti berkali kali Dam? Apa kamu mau, menyakitinya lagi? Biarkan dia menemui kebahagiaan nya, dengan jalan nya sendiri.'' ucap Abi


Adam mengangkat wajah nya, menatap pria paruh baya di hadapan nya itu. Adam tak menyangka, jika Abi malah mendukung Hawa menceraikan nya. '' Nggak Bi, aku gak mau?'' tukas Adam


'' Kamu sungguh egois Dam. Sangat sangat egois? Kamu membelenggu seseorang, dan kamu tak membiarkan dia bahagia?'' sindir Abi


'' Bi, aku cinta sama Hawa! Aku akan bahagiain dia Bi?'' jawab Adam


'' Ck ck, gimana mau bahagiain dia Dam? Sekarang saja, kamu sudah menorehkan luka yg begitu dalam pada nya? Apa kamu mau menyiksa batin seseorang?'' heran Abi


Setelah mengucapkan itu, Abi dan Ummi pun pergi di susul ikbal di belakang. Mereka meninggalkan Adam yg tengah merenungi semua kata kata Abi.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


'' Bi, Abi yakin Adam akan melepaskan Hawa?'' tanya Ummi


'' Entahlah Mi? Yang pasti, Abi tak akan terima jika Hawa di sakiti lagi.'' jelas Abi


'' Oh ya, Bal. Gimana? Kamu sudah temukan keberadaan Hawa?'' tanya Abi


Ikbal menggeleng. '' Belum Bi, maafkan Ikbal. Apalagi besok Ikbal, harus keluar kota! Sebab cabang hotel di sana sedang ada masalah?'' jawab ikbal


Ikbal memang memiliki beberapa supermarket dan hotel di berbagai kota. Cabang nya ada di mana mana! Dia pemuda sukses yg terjun ke dunia bisnis dari umur 18 tahun, dan selama 5 tahun ini, Ikbal sudah mendirikan beberapa Cabang di bergai kota, seperti makasar, jakarta, bali, Surabaya, bandung dan Amerika.


'' Padahal Ummi sangat cemas Bi, sama Hawa? Dia kan sebentar lagi lahiran? Dan dari jadwal nya, harus nya 2 minggu lagi?'' ucap Ummi dengan nada khawatir.


'' Kita do'a kan saja Mi, semoga Hawa dan Bayi nya baik baik saja.''


'' Aamiin...'' ucap Ikbal dan Ummi bersamaan.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2