Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Mencabut Laporan


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Budayakan Like sebelum baca ya dears👍jangan lupa vote dan bunga mawar nya🌷🌷


Orang itu begitu terharu dengan ucapan Nabi Muhammad. Lalu, dia meminta maaf dan kamu tahu Mas? Setelah dia meminta maaf pada Nabi. Sakit dia tiba tiba sembuh! Dan akhirnya, dia menjadi pengikut setia Nabi.


Itu kenapa, Aku mau meaafkan Kak Yusuf.'' jelas Hawa


'' Subhanallah, begitu mulia nya, hati istriku ini? Betapa sangat beruntungnya aku, memiliki kamu sayang?'' ucap Ikbal sambil mengecup seluruh wajah Hawa.


'' Yasudah, Mas pamit dulu ya! Kamu mau Mas belikan apa nanti, saat Mas pulang?''


Hawa tampak berpikir.


'' Eum, kayak nya mpek mpek enak deh Mas.'' ucap Hawa


'' Baiklah, nanti Mas belikan buat kamu ya!''


Setelah mengatakan itu Hawa mengantar Ikbal sampai teras rumah. Dia tak ikut ke kantor polisi, sebab Ikbal melarang nyam Takut jika Hawa kecapean.


Hawa berjalan masuk kembali kedalam rumah, menuju dapur dimana Ummi dan Art rumah sedang memasak untuk makan malam.


'' Ummi....'' panggil Hawa


Ummi yg sedang menggoreng tahu, menengok ke belakang saat Hawa memanggil nya.


'' Iya, Nak. Ada apa?''


'' Mi, aku sepertinya pindah kamar saja deh ke kamar yg di bawah tangga itu? Hawa gak kuat Mi, kalau naik turun tangga! Rasanya Kaki Hawa sudah tak sanggup.'' ucap Hawa


Memang Hawa sering mengeluhkan pegal pegal di kaki nya saat naik turun tangga terus.


'' Ya, bagus juga sih! Kan gak baik juga, kalau kamu setiap hari naik turun tangga? Ummi juga sedikit ngeri melihat nya. Takut!'' jawab Ummi


'' Terus kamu sudah bilang belum sama Ikbal?'' tanya Ummi


'' Belum Mi. Belum sempat! Nanti deh, kalau Mas Ikbal sudah pulang dari kantor polisi.'' jawab Hawa


'' Loh, Ikbal sudah berangkat?''


Hawa mengangguk.


'' Ummi masak apa?'' tanya Hawa


'' Ini, Ummi lagi goreng tahu sapolta. Nanti mau di tumis saus tiram, baren Udang dan brokoli hijau!'' ucap Ummi


'' Waah, enak tuh Mi.''


'' Ya sudah, kamu duduk saja ya! Ini, biar Ummi sama bik Surti yg masak.'' titah ummi


'' Hawa gak boleh bantu nih?'' ucap hawa dengan bibir cemberut.

__ADS_1


Ummi dan Bik Surti menggeleng cepat, melarang Hawa memasak. Akhir nya Hawa hanya bisa duduk manis sambil melihat 2 wanita itu memasak.


Beruntung nya Hawa mendapatkan mertua seperti Ummi. Begitu baik dan memanjakan nya. Bahkan di luaran sana, banyak para menantu yg tak cocok dengan mertua nya.


Ada yg bilang mertua nya jahat lah, pelit lah, cerewet lah. Dan masih banyak lagi.


Banyak juga yg tak betah serumah dengan mertua. Alasan nya karena kalau serumah dengan mertua, terasa di kekang dan tak bebas.


Selalu cekcok urusan rumah. Tiduran di omongin, ngerjain rumah juga serba di cibir. Pokok nya hidup serumah sama mertua itu bagaikan hidup di neraka.


Mangkan nya, banyak yg ngontrak rumah setelah menikah. Tapi memang dalam islam juga melarang, saat seorang sudah menikah apalagi seorang pria. Maka jangan sampai membawa istri nya tinggal serumah dengan mertua atau ipar nya.


Seperti yg pernah di terangkan dalam islam.


Para suami hendaknya memperhatikan hak istri berikut. 


من حق الزوجة على زوجها توفير مسكن آمنٍ لها, ولا يجوز للزوج أن يُسكن مع زوجته أحداً تتضرر بوجوده معها


“Di antara hak istri yang wajib ditunaikan oleh suami adalah menyediakan tempat tinggal yang aman bagi istrinya. Dan tidak boleh bagi suami menempatkan orang lain bersama istrinya yang kira-kira akan membahayakannya atau tidak disenangi oleh istri akan keberadaannya. “


🌷


🌷


Hawa baru saja selesai melaksanakan shalat Maghrib. Tiba tiba pintu kamar nya terbuka dan ternyata itu adalah Ikbal.


Hawa segera bangkit dan mencium tangan Suaminya.


'' Mas sudah shalat maghrib belum?'' tanya Hawa


Hawa mengangguk, lalu membantu Ikbal membuka baju nya untuk di ganti.


'' Mas sudah cabut laporan nya?'' tanya Hawa


'' Sudah, sayang! Oh, tadi Ummi bilang kalau kamu mau pindah kamar ke lantai bawah? Apa itu benar?''


'' Iya Mas. Gak papa kan?''


'' Ya gak papa dong sitriku? Justru Mas lega, jadi kamu gak usah naik turun tangga.'' ucap Ikbal


" Nanti barang barang nya biar Mas yg bawa.'' sambung Ikbal


'' Nggak usah Mas. Barang barang sudah di bawa sama Bik Surti tadi sore!''


'' Wah, benarkah? Berarti Mas telat dong?''


'' Sangat! Sangat telat.'' kekeh Hawa


🌷


🌷

__ADS_1


Saat ini semua sudah berkumpul di meja


makan untuk makan malam.


" Kalian besok jadi membagi sembako di jalanan?" tanya Abi setelah selesai makan malam


" Iya Bi. Kami jadi kok!" jawab Ikbal


"Lalu, kalian akan berangkat jam berapa?''


'' Mungkin pagi Bi. Selepas sarapan!''


'' Eum, begitu? Ya bagus juga sih! Lebih pagi lebih bagus? Soal nya kan 400 sembako yg harus kalian beri.'' ucap Abi


'' Sebenar nya 300 Bi. Pasal nya yg 100 nanti akan di sumbangkan ke panti asuhan." ucap Ikbal


" Oh, begitu. Ya gak papa itu juga bagus!"


Ummi dan Abi pun masuk kedalam kamar, sementara Hawa menuju ruang tv bersama Ikbal. Saat Ikbal mencari chanel tv yg seru, tiba tiba Hawa menghentikan nya.


" Stop Mas!" ucap Hawa


Ikbal pun menghentikan tangan nya menekan tombol remote.


" Sayang ini kan bola?" heran ikbal


" Ya emang Bola Mas. Kata siapa ini bulu tangkis?" Kekeh Hawa


" Kamu suka bola?" tanya Ikbal heran


Sebab yg ia tahu, wanita itu sangat anti yg nama nya Bola. Bagi mereka permainan olahraga satu itu adalah hal yg membosankan.


" Suka, jika yg bermain Indonsia." jelas Hawa


" Bukan hanya bola saja Mas! Aku suka bulu tangkis, dan poli juga Mas. Bagiku, selagi yg main indonesia maka aku akan menyukai nya." jelas Hawa


" Waah, kalau gitu Mas punya teman dong kalau nonton bola?" senang Ikbal


Hawa mengangguk, kemudian mereka menonton bola dengan pokus. Bahkan hawa sampai ngomel ngomel saat striker gagal dalam mencetak gol, padahal sudah di depan gawang.


Tak ayal kadang wajah nya merengut kecewa saat bola gagal masuk gawang. Dan dia akan bahagia dan bersorak saat bola masuk kedalam gawang.


Hingga tak terasa waktu kian malam, dan jam menunjukan pukul 22.30 malam. Hawa juga sudah ngantuk.


" Kita tidur yuk!" ajak Ikbal sambil mematikan tv


" Nanti Mas. Bola nya belum selesai?" ucap Hawa sambil menguap


Ikbal menggelengkan kepala nya, melihat istrinya yg begitu suka dengan bola.


" Masih ada esok hari sayang!" ucap Ikbal, lalu Hawa pun mengangguk sebab mata nya sudah benar benar mengantuk.

__ADS_1


Mereka pun berjalan ke kamar dan tidur dengan nyenyak menyelami alam mimpi.


Bersaambung.......


__ADS_2