
Happy Readingππ
'' Sayang, makan dulu ya?'' bujuk Ikbal
Hawa menatap wajah Suami yg baru di menikahi nya tersebut. Mata yg begitu lelah karena kurang tidur, dan wajah yg begitu sangat mengkhawatirkan diri nya. Hawa dapat melihat jelas di kedua netra Ikbal jika pria tampan itu sangat mencemaskaan keadaan diri nya.
*Maa**fkan aku ya allah, aku sudah membuat suamiku kelelahan karena diriku*!
'' Sayang....'' panggil Ikbal kembali.
Hawa tersadar dari lamunan nya, dan langsung memeluk tubuh Ikbal, dia kembali terisak dala. dekapan hangat sang suami.
'' Maafin aku Mas, aku sudah membuat kamu kelelahan..'' lirih Hawa.
Ikbal tersenyum dan mengusap lembut kepala sang istri yg di balut hijab.
'' Nggak papa.... Mas ngerti kok, perasaan kamu saat ini! Sekarang kamu makan dulu ya! Perut kamu harus di isi, supaya ada tenaga.''
Hawa mengangguk kecil, dia tak mau membuat suaminya semakin cemas dengan keadaan dirinya. Ikbal mulai menyuapi Hawa makan walau hanya sedikit yg masuk, namun Ikbal lega sebab Hawa mau makan nasi.
ππππππ
6 hari sudah kepergian Alwi dan Adam, dan salama itu juga Hawa mencoba ikhlas dan tegar. Setiap malam bahkan Hawa selalu memimpikan Alwi yg sedang bermain bersama Syifa dan Adam. Namun saat Hawa ingin mendekat, mereka seakan bertambah jauh.
Selama itu juga Ikbal selalu mendukung dan menguatkan Hawa, agar Hawa kuat menghadapi cobaan yg allah berikan pada nya. Ikbal selalu ada buat Hawa, bahkan dia sslalu menghibur Hawa, agar Hawa kembali tersenyum.
Malam ini adalah malam ke 7 tahlilan di rumah Ummi, di sana juga sudah ada Bi Rahma dan Suami nya. Bi Rahma memang sudah di bebaskan oleh Adam. Dan semenjak kematian Adam dan Alwi, Bi Rahma juga bantu bantu di rumah Ummi untuk acara tahlilan.
Bahkan wanita itu juga selalu mensuport Hawa, agar kuat dalam menjalani hidup.
Hawa ada di kamar bersama Ummi dan juga Bi Rahma. Mereka sedang mengaji yasin, untuk di kirimkan buat Adam, Alwi dan Syifa. Air mata mengalir mengiringi setiap lantunan ayat suci al-qur'an yg keluar dari mulut Hawa.
Isak tangis nya menandakan jik Hati Hawa masih sangat kehilangan dan terluka.
ππππππ
'' Nak, sini duduk dulu bersama..''ajak Abi pada Hawa saat mereka berada di ruang tamu.
__ADS_1
Hawa mengangguk, lalu duduk di sebelah Ikbal.
'' Nak, Abi tahu jika kamu sangat terpukul atas kehilangan Alwi. Tapi percayalah, Allah itu tidak akan menguji hamba nya di luar batas kemampuan hamba itu sendiri? Allah menguji kamu bertubi tubi, sebab Allah percaya, jika kamu itu adalah hamba nya, yg kuat dan tabah! Itu kenapa Allah menguji kamu, dengan ujian yg begitu berat. Sebab Allah ingin tahu, keimanan kamu seberapa kuat pada nya!'' tutur Abi.
Hawa mengangguk, namun kepala nya menunduk. Dia mencoba menahan isak tangis nya, namun percuma. Isak tangis itu tak bisa Hawa bendung.
'' Hawa tahu Abi! Apa boleh jika Hawa mengeluh? Kenapa Abi, kenapa ujian selalu datang silih berganti pada Hawa? Seakan tak ada kebahagiaan yg menghampiri Hawa? Hawa harus kehilangan Ayah, dan sekarang, Hawa harus kehilangan Alwi, darah daging Hawa Bi?''lirih Hawa.
'' Nak, Abi yakin jika Allah sudah mempersiapkan kebahagiaan, untuk kamu! Hanya saja, kamu harus melewati beberapa tahap..''
'' Iya, Bi. Insya allah, Hawa sudah ikhlas, namun hati ini masih sangat kehilangan!''
'' Itu manusiawi Nak! Abi bahkan merasakan nya sampai sekarang?''
Setelah Hawa mendengar nasihat dan wejangan dari sang mertua. Ikbal membawa Hawa masuk kedalam kamar nya, dia tahu jika Hawa selama ini kurang istirahat.
'' Sekarang kita istirahat, ya! Kamu harus jaga kesehatan juga, jangan sampai sakit! Kita do'a kan agar Alwi bahagia di sana.'' ucap Ikbal sambil mengecup pucuk kepala Hawa yg tak terbungkus jilbab.
'' Iya, Mas..''
Lalu Hawa merebahkan tubuh nya di samping Ikbal, dengan tangan Ikbal yg menjadi bantalan nya.
'' Bunda! Bunda jangan menangis lagi. Alwi gak mau lihat Bunda nangis! Ikhlaskan Alwi Bunda! Alwi akan sedih, jika melihat Bunda menangis?'' ucap anak laki laki tampan yg di tapsir umur 4 tahun.
'' Alwi... Bunda rindu Nak...'' ucap Hawa sambil memeluk tubuh anak itu.
'' Janji ya, sama Alwi! Bunda gak bakal nangis lagi! Alwi bahagia di sini Bunda.'' ucap anak kecil dalam pelukan Hawa.
Hawa menatap wajah tampan yg bersinar di hadapan nya itu, lalu mencium kening anak itu dengan penuh cinta.
'' Bunda janji Nak!''
'' Hawa....'' panggil seorang wanita dan pria yg memakai baju putih, berdiri di belakang Hawa.
''Mba Syifa, Bang Adam..'' kaget Hawa saat melihat Syifa dan Adam dibelakang nya.
''Hawa, terimakasih karena sudah mengabulkan permintaan terakhirku! Jangan pernahbersedih, akan kepergian kami, apalagi Alwi! Aku ada di sini untuk Alwi!'' Ucap Syifa sambil menggenggam tangan Hawa.
__ADS_1
''Mbak, aku titip Alwi ya!''
'' Kamu jangan khawatir, Alwi juga anaku..''
'' Hawa, ikhlaskan kami! Dan jemputlah kebahagiaan kamu! Tersenyumlah, karena kebahagiaan yg sesungguhnya sedang menanti dirimu...'' ucap Adam.
''Kami harus pergi! Jaga dirimu baik baik Hawa! Dan jangan bersedih, karena kami pun akan bersedih... ''ucap Syifa
Hawa memeluk tubuh kecil Alwi untuk terkhir kali nya.
''Bunda, jangan menangis lagi ya! Kita akan bertemu kembali, di jannah nya Allah Bunda.'' ucap Alwi lalu melepas pelukan Hawa, dan berjalan menjauh di gandeng Syifa dan Adam
'' Naaakkk, Alwii.....'' teriak Hawa sambil mencoba menggapai ketiga orang itu, namun mereka sudah hilang di telan cahaya putih.
'' Sayang, bangun...Hawa...'' panggil Ikbal
Aaaghhhh
'' Astagfirrullah....'' ucap Hawa lalu duduk di senderan ranjang.
'' Kamu mimpi Alwi? Dari tadi kamu ngigau Alwi terus?'' cemas Ikbal
'' Iya, Mas! Aku mimpi Alwi, Bang Adam dan Mba Syifa'' jelas Hawa.
''Mereka mendatangi kamu?''
'' Iya Mas....''
'' Yasudah, mending kita shalat malam, ini sudah jam 2. Kita kirimkan do'a untuk mereka ya!'' ajak Ikbal
Hawamengangguk, lalu mengikuti Ikbal ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan menunaikan shalat malam.
Hawa mengangkat tangan nya ke atas, memanjatkan do'a untuk ketiga orang yg datang kedalam mimpi nya. Bahkan Hawa juga tak lupa mendo'akan sang Ayah.
Hawa bejanji jika dia akan mengikhlas kan kepergian Alwi, sesuai dengan permintaan anak nya di mimpi Hawa. Walau berat, namun Hawa akan mencoba nya
Ya allah, jika memang kebahagiaan akan datang setelah semua ujian ku lalui! Maka aku tunggu kebahagiaan itu ya Rabb. Aku menunggu nya! Aku menagih janji mu, dimana engkau akan memberikan setiap hambamu kebahagiaan setelah ujian. Semoga tak ada lagi kesedihan yg ku rasakan nanti ya Allah, aamiin...
__ADS_1
Bersambung......