Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Niat Mulia Hawa


__ADS_3

Happy Reading๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Setelah keluar dari Cafe, Hawa dan Ikbal menuju salah satu restoran jepang. Karena tiba tiba Hawa ngidam makanan yg sudah sangat familiar, yaitu H*KA H*KA B*NT*..


Ikbal pun melajukan mobil nya ke salah 1 Mall. Sebab restoran itu biasanya ada di dalam Mall.


'' Sayang! Apa kamu yakin, nanti akan melaporkan Yusuf ke polisi?'' tanya Ikbal


Hawa mengangguk mantap. '' Iya, Mas. Jika memang Kak Yusuf masih gak mau di ajak negosiasi sama kita.'' jawab Hawa.


'' Bagus, mas setuju sayang! Mas gak mau, jika rumah tangga kita hancur, gara gara orang ke tiga?''


'' Iya Mas! Cukup sekali aku merasakan, rumah tanggaku hancur karena orang ketiga! Dan aku gak mau, jika itu terjadi lagi? Aku mau, kita menua bersama dan mengurus anak anak kita sampai berjaya dunia akhirat!'' jawab Hawa sambil menyandarkan kepala nya di bahu kekar Ikbal.


Cup


Ikbal mengecup kening Hawa. Membuat wanita bercadar itu memejamkan mata sejenak, meresapi sentuhan lembut bibir Ikbal di dahi nya.


Ya allah, jangan kau ambil lagi kebahagiaan ku? Aku sudah sangat bahagia, hidup dan bersuamikan Mas Ikbal. Jangan kau pisahkan kami ya Rabb. Satukan selalu kami, sampai ke jannah mu! Dan kuatkanlah ikatan pernikahan kami, saat ada badai menerpa kencang. Sesungguhnya, hanyalah padamu aku memohon perlindungan untuk rumah tanggaku. batin Hawa


Setelah menempuh perjalanan 40 menit, mobil pun sampai di tempat tujuan. Ikbal langsung menggandeng tangan Hawa, masuk kedalam gedung berlantai 6 itu.


'' Restoran nya di lantai berapa Mas?'' tanya Hawa.


'' Lantai 4 sayang! Ayo..'' ajak Ikbal


Hawa mengangguk kemudian merek melangkah bersama menuju lift untuk naik ke lantai 4.


Banyak pasang mata yg melihat ke arah mereka, entah itu tatapan kagum atau iri. Karena Ikbal tak melepaskan tangan Hawa di lengan nya walau sedetik pun.


'' Kamu duduk sini dulu ya! Aku pesan makanan nya.'' ucap Ikbal


Hawa mengangguk dan duduk di salah 1 meja yg menghadap ke arah luar gedung.


Terlihat begitu banyak dan padat nya jalanan di siang hari. Padahal, siang ini sangat terik. Tapi Hawa kagum pada tukang ojek onlineyg sedang pada nongkrong di bawah terik matahari.


Dia kagum pada mereka, sebab mereka rela berpanas panasan hanya untuk 1 liter beras yg harus mereka beli. Apalagi jakarta apa apa serba mahal.


'' Lagi ngelamun apa sih?'' tanya Ikbal saat duduk di hadapan Hawa.


'' Itu Mas, aku kasihan sekaligus kagum pada OJOL itu! Mereka panas panasan demi mencari nafkah bagi keluarga nya? Mas.... Aku mau sesuatu, boleh?'' tanya Hawa saat terlintas ide brilian di benak nya.

__ADS_1


'' Apa itu?''


'' Sebentar lagi kan 4 bulan kehamilan aku? Dan aku mau, saat syukuran nanti. Aku mau bagiin sembako buat mereka! Sebagai puji syukur ku pada Allah karena sudah menitipkan 2 mutiara dalam rahimku sekaligus. Dan juga, untuk membantu mereka juga? Kita kan gak tahu, orderan mereka banyak atau nggak? Hari ini, mereka dapat penumpang atau nggak?'' ucap Hawa


Ikbal tersenyum, lalu memeluk tubuh istrinya dari samping. Dia begitu bahagia saat mendengar permintaan mulia istrinya itu.


'' Masya allah, betapa mulia nya hati kamu sayang? Kamu mau berbagi, dan memikirkan nasib orang? Sungguh, Allah maha baik dengan segala kenikmatan yg dia beri padaku! Dia sudah memberikanku istri, sekaligus bidadari surga seperti kamu.'' ucap Ikbal


'' Aku akan kabulkan permintaan kamu! Kita akan belanja sembako nya nanti, bareng Ummi. Tapi, kita bicarakan ini dulu sama Ummi dan Abi ya?''


Hawa mengangguk, mata nya berbinar bahagia saat Ikbal menyetujui keinginan nya.


'' Beneran Mas! Aku boleh bagi bagi sembako sama mereka?'' tanya Hawa


'' Tentu dong sayang! Masa niat mulia Mas larang?''


Hawa pun mencium kedua tangan suaminya bolak balik, bersyukur bisa membantu orang orang fakir di luar sana.


Tak lama makanan pun datang, Hawa dan Ikbal pun segera memakan makanan nya. Bahkan beberapa kali Ikbal menyuapi Hawa, sungguh pemandangan yg membuat siapa saja iri.


๐ŸŒธ


๐ŸŒธ


๐ŸŒธ


'' Apa itu Nak?'' tanya Abi


'' Begini Bi. Hawa kan 1 minggu lagi mau syukuran 4 bulanan! Nah, Hawa meminta pada Ikbal, agar membagikan sembako pada ojek online di jalanan.''


'' Masya allah, bagus dong?'' timpal Ummi


'' Iya, Mi. Mangkan nya Ikbal dan Hawa meminta saran sama Ummi dan Abi, bagaimana?''


'' Ya, kalau Abi sih setuju banget? Itu kan perbuatan mulia? Masa Abi dan Ummi larang?'' ucap Abi


'' Tapi, sembako itu gak cuma buat ojol aja Ummi, Abi. Tapi buat pemulung atau pengemis yg kita temui di jalanan?'' ujar Hawa.


'' Ya, gak papa Ummi setuju! Terus, berapa banyak kalian akan bagiin?'' tanya Ummi


'' Kalau Hawa terserah Mas Ikbal saja.'' ucap Hawa

__ADS_1


Ikbal terlihat berpikir sejenak.


'' Eum, bagaimana kalau 500 bungkus pelastik?'' ujar Ikbal


'' Aku setuju Mas.'' jawab Hawa cepat, dan di balas anggukan Ummi dan abi.


'' Terus isi nya mau apa aja?'' tanya Abi.


'' Nah, kalau itu aku serahkan sama bidadari ku!'' ucap Ikbal.


'' Kalau menurut Hawa! Isinya itu, Beras, telur, mie instan, kecap, saos, ikan sarden sama minyak. Gimana Ummi?'' tanya Hawa


'' Ya, Ummi setuju!'' jawab Ummi.


'' Lalu, kapan kalian belanja?'' tanya Abi


'' Besok Bi! Nanti Ummi temani ya.'' pinta Ikbal.


'' Bal, Hawa kan lagi hamil? Kalau dia kecapean gimana? Barang yg kita beli banyak loh? Gimana bawa nya coba?'' tutur Ummi.


" Ummi tenang saja! Kita hanya belanja, nanti yg bawa mobil yg Ikbal sewa.'' jelas Ikbal


'' Oh, begitu? Yasudah, kalian istirahat kalau gitu. Ingat! Hawa lagi hamil kembar, jadi harus di jaga baik baik.'' pesan Ummi


'' Iya Ummi.'' jawab Hawa dan Ikbal serempak.


Hawa dan Ikbal pun masuk kedalam kamar untuk iatirahat.


'' Bi, Ummi beruntung sekali karena mendapatkan menantu sebaik Hawa! Dia bukan hanya memilki paras yg cantik, tapi hatinya lebih cantik.'' puji Ummi saat melihat Hawa masuk kedalam kamar.


'' Ummi benar! Dan karena kehadiran nya juga, rumah ini tidak sepi? Dan kita juga serasa melihat Syifa, dari diri Hawa.'' ucap Abi


'' Mi, Abi mau itu dong.'' ucap Abi sambil menyatukan kedua jari telunjuk nya.


'' Iiissh, Abi ini? Udah tua aja, masih genit?'' ucap Ummi dengan wajah malu.


'' Umur boleh Tua Mi? Tapi, tenaga harus muda? Ummi aja sering kuwalahan kan, kalau Abi gempur?'' goda Abi


'' Iiissh, Abi. Udah ah, malu kalau ada yg dengar!''


Abi terkekeh melihat wajah malu Ummi, lalu mereka pun masuk kedalam kamar dan melakukan ritual malam๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

__ADS_1


Bersambung....


Ya ampun Ummi, Abi. Ingat umur ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


__ADS_2