
Happy Reading😘
'' Bang, Abang kalau nyetir jangan ngelamun! Bahaya.'' ujar Hawa menganggetkan lamunan Adam.
Adam terkejut saat Hawa menepuk pundak nya hingga ia terlonjak.
'' Astagfirrullah, maaf Dek Abang gak pokus.''
'' Emang Abang mikirin apa sih?'' heran Hawa
'' Nggak ada, Abang cuma keinget Syifa saja! Abang merasa belum bisa bahagiain Syifa waktu masih hidup.'' ucap Adam dengan nada bersalah.
Penyesalan tentu itu Adam rasakan saat ini, Adam merasa belum cukup membahagiakan Syifa selama hidupnya. Bahkan mungkin banyak luka yg Adam beri tanpa dia sengaja. Walaupun Syifa tak terbuka padanya, tapi Adam sadar jika Ia sudah menabur luka di hati Syifa. Seperti kata pepatah.
Setiap orang pernah melakukan kesalahan dalam kehidupannya yang berbuntut pada penyesalan. Penyesalan memang selalu datang di akhir.
Menyesal boleh boleh saja selama hal itu tidak sampai larut dan merugikanmu. Tidak ada guna menyesali apa yang sudah terjadi dan larut dengan meratapi penyesalan tidak akan menjadikannya lebih baik.
'' Abang menyesal, karena Abang tidak bisa mencintai Mba Syifa?'' tebak Hawa
Adam menganggukan kepala nya dengan pelan.
'' Bang, Abang mau dengar gak kata kata mutiara yg sering Ayah katakan padaku dan Kak Umar?''
'' Apa Sayang? Boleh dong.'' jawab Adam
'' Ayah sering bilang! Kita tentu sering melihat sesuatu itu lebih berharga, saat kita mengetahui ia sudah hilang dan dimiliki oleh orang lain. Dan jangan terlalu senang mempermainkan hati yang benar-benar jatuh cinta kepadamu karena suatu saat nanti setelah ia memutuskan untuk pergi, kamu akan menyesalkan hal itu.
Nanti kamu akan sangat merindukan sesuatu hal yang kamu rasakan saat ini, ketika kamu kehilangan momen tersebut."
Siapa yang bermain-main dengan umurnya maka dia akan menyia-nyiakan hari-hari yang seharusnya digunakan untuk menanam sebuah kebaikan.
Apabila sebuah penyesalah merupakan sebuah pengalaman, maka hikmah adalah sebuah hal besar yang terkandung di dalamnya." jelas Hawa panjang lebar.
Adam termangu mendengar ucapan Hawa, betapa ia memang menyesali bahkan merindukan Syifa. Walau kendati Adam tak mencintai Syifa, tapi hari hari nya tanpa Syifa membuat Adam merasakan rindu. Rindu akan kehadiran wanita muslimah itu, rindu perhatian bahkan cerewet nya. Dan Adam baru menyadarinya sekarang.
Hawa melanjutkan kembali ucapan nya.
'' Manusia diberikan kemampuan untuk memilih, tentukan pilihan dengan hati dan logika, kemudian jalani tanpa ada rasa penyesalan. Ketika kamu menaruh harapanmu kepada Allah, kamu tak akan pernah dikecewakan. Yakin dan percayalah pada-Nya.
Setiap rangkaian cerita itu pasti ada penyesalan, di situlah kita bisa ambil maknanya arti sebuah kehidupan. Penyesalah tanpa adanya tindakan hanya akan membuatmu lebih bertambah menyesal.
Terlalu menyesali hanya akan membuat kita lupa untuk bersiap memperbaiki. Tak perduli seberapa besar penyesalanku, aku tak akan bisa mengembalikan waktu." sambung Hawa panjang lebar.
'' Masyaallah, ternyata Istri Abang begitu hebat! Mampu membuat kata kata mutiara yg begitu menyentuh.'' puji Adam
'' Ah, nggak Bang! Itu kata kata yg selalu Ayah ucapakan padaku dan Bang Umar, bila kita melakukan kesalahan dan berakhir penyesalan. Maka Ayah selalu memberikan kata kata mutiara yg menyentuh hati, untuk kami Bang.'' jelas Hawa
************
1 minggu sudah berlalu. Malam ini Hawa dan kedua orang tuanya dan juga Nisa di undang makan malam oleh Ummi dan Abi di rumah Syifa. Setelah siap mereka bun berangkat kesana dengan mobil Adam.
Tak banyak obrolan yg di ucapkan di dalam mobil. Hanya ada suara Ayah dan Adam yg membahas soal pekerjaan dan ladang Ayah di kampung.
25 menit mobil pun sampai di kediaman Syifa. Ummi yg mendengar deru mesin mobil Adam segera ke pintu depan untuk menyambut besan nya dan juga Hawa.
__ADS_1
Setelah itu mereka pun duduk di ruang tamu, tak lama Bik Surti datang membawakan minuman untuk semua orang yg ada di ruang tamu.
'' Silahkan di minum.'' ujar Abi pada orang tua Hawa.
'' Terima kasih.'' ucap Ayah
'' Saya yg harus nya berterima kasih, karena antum sekeluarga sudah berkenan menerima undangan makan malam ini. Saya juga mau berterima kasih sebab antum mau membantu proses pemakaman putri saya Syifa.'' jelas Abi
'' Tidak perlu sungkan! Saya memang sudah biasa melakukan itu, kita kan sebagai umat muslim bersaudara. Dan kelak kita juga akan meminta bantuan orang lain untuk menguburkan kita! Tak mungkin kan, kita mengubur jasad kita sendiri?'' gurau Ayah
Semua tertawa renyah mendengar candaan Ayah Hawa. Lalu mereka pun melanjutkan mengobrol soal bisnis bahkan sampai tempat tempat wisata di daerah Hawa.
Hawa berdiri dan pamit untuk ke toilet.
'' Dek, mau abang anter?'' tawar Adam
'' Nggak Bang, Adek bisa sendiri. Lagian Adek bukan anak 2 tahun Bang yg harus di antar.'' tolak Hawa sambil terkekeh.
'' Ya kan Abang takut kamu kenapa napa?'' cemas Adam
'' Ya allah, Bang. Ke toilet aja mah gaka bakal kenapa napa!''
Hawa pun berlalu pergi ke toilet yg ada di dapur. Setelah selesai Hawa menghampiri Bik Surti yg sedang melamun di jendela dapur. Hawa pun menepuk pundak Bi Surti sampai sang empu terkejut.
'' Kodok lu lompat, lompat.'' kaget Bi Surti
'' Astagfirrullah Non, ngagetin aja deh?'' ucap Bik Surti sambil mengurut Dada nya.
Hawa terkekeh kecil saat melihat wajah kaget Bi Surti. '' Lagian Bibi, ngapain ngelamun sih? Awas Loh, nanti kesambet setan belek.'' canda Hawa.
Hawa tersenyum sambil menggelengkan kepala nya. '' Bibi ngelamunin apa sih?'' tanya Hawa sambil duduk di kursi dan mencomot prekedel jagung di meja.
'' Bibi cuma teringat sama Non Syifa Non! Bibi kangen. Biasanya jam segini Non Syifa lagi nonton tv drakor di ruang tamu.'' tutur Bi Surti.
Hawa menghela napas nya. Dia juga merasakan hal yg sama. Walaupun belum lama ia dan Syifa saling mengenal tapi Hawa sudah merindukan nya.
'' Bibi benar, aku juga rindu.'' timpal Hawa dengan wajah sendu.
'' Non, apa Non masih marah pada Non Syifa?''
'' Marah soal apa Bi?''
'' Soal itu Non, yg Non Syifa jatuh dari tangga itu...'' Hawa tersenyum mendengar ucapan Bi Surti, kemudian ia menggeleng.
'' Nggak Bi. Lagian kan itu masa lalu, dan aku sama Mba Syifa juga sudah saling memaafkan.'' jelas Hawa
'' Syukurlah...''
Setelah itu tak ada pembicaraan lagi. Tak lama semua orang sudah datang ke meja makan, dan bertambah 2 orang yaitu Yusuf dan Ikbal kakak nya Syifa. Mereka duduk di meja makan.
Hawa mengerutkan kening nya saat melihat Nisa dan Yusuf saling melempar tatapan tajam. Hawa menyenggol lengan Adam, tapi Adam mengangkat bahu nya tanda tak tahu.
Terlihat jika Nisa dan Yusuf saling melempar tatapan tajam bak elang satu sama lain. Bahkan kaki mereka di bawah meja saling menendang satu sama lain, hingga saat Nisa akan menendang kaki Yusuf tiba tiba...
'' Aaawwwhhh...'' ringis Ikbal saat merasakan sesuatu yg keras menendang tulang betis nya.
__ADS_1
Semua menghentikan makan nya dan menatap kearah Ikbal.
'' Kamu kenapa Bal?'' tanya Ummi
'' Aduh Mi, kaki ku di tendang Mi '' Ujar Ikbal
Semua orang keheranan dan menatap satu sama lain, sedangkan Nisa dan Yusuf menundukan kepala nya takut ketahuan. Tapi Hawa tahu jika itu pasti ulah Nisa, sebab Nisa ada di sebrang Ikbal.
'' Nis, kamu gak mau minta maaf?'' tanya Hawa
Nisa mendongkak menatap wajah Hawa dengan bingung. Sedangkan semua orang menatap Nisa dengan tatapan heran.
'' M-mak-sud kamu....'' tanya Nisa
'' Aku tahu, itu ulah kamu kan?''
'' Tunggu kenapa dia? Lalu kenapa juga harus aku yg di tendang?'' heran Ikbal.
'' Soalnya Nisa dan Yusuf sedang berperang kaki di bawah sana, dan aku yakin saat Nisa ingin menendang Kak Yusuf kaki nya malah mengenai Kak Ikbal.'' tutur Hawa.
Semua orang kaget dan membulatkan mulut nya membentuk huruf O.
'' Wa, kok Lo buka kartu sih?'' kesal Nisa.
'' Kamu harus minta maaf Nis.''
Nisa pun pasrah lalu meminta maaf pada Ikbal, begitupun dengan Yusuf. Mereka lagi lagi melempar tatapan tajam nya satu sama lain membuat Hawa menggelengkan kepala nya heran.
'' Kalian ini, lebih baik menikah saja deh.'' cetuk Hawa
Uuuhuuuk uuhuuukk
Nisa dan yusuf tersedak makanan nya berbarengan. Mereka lalu menatap Hawa yg sedang memakan makan malam nya.
'' Kenapa?'' tanya Hawa
'' Kamu yg kenapa? Masa aku suruh nikah sama cowo rese ini? Iiihh, ogah banget.'' ketus Nisa
'' Jangan begitu Nis, ucapan itu adalah do'a! Kalau nanti kalian berjodoh gimana?''
'' Betul kata Hawa! Lagian kalian cocok kok?'' timpal Adam.
'' Nggak...'' ucap Nisa dan Yusuf serempak.
'' Tuh lihat, kalian saja kompak begitu?'' ledek Adam.
Nisa dan Yusuf sama sama mebuang wajah nya kesamping satu sama lain.
'' Gak akan Bro, ogah gw nikah sama nih cewe bud*g..'' ledek Yusuf
Nisa melotot menatap Yusuf. Baru saja ia akan membalas ucapan Adam, tapi Ayah menghentikan pertengkaran mereka. Dan menyuruh mereka untuk melanjutkan makan nya kembali. Nisa dan Yusuf pun tak bisa membantah.
'' Ck ck ck, kalian ini kayak Mail dan Mei mei di serial upin ipin. Cocok bertengkar mulu.'' kedek Ikbal.
Bersambung......
__ADS_1
JANGAN LUPA JEJAK NYA GUYS😘😘