
Happy Reading😘
Sudah satu minggu lama nya Hawa pergi dari rumah. Adam pun belum bisa menemukan keberadaan Hawa. Dan telpon Hawa pun tak pernah aktip. Bahkan hari ini, Adam sampai di tegur oleh direktur rumah sakit, karena hari ini bekerja dengan tidak maksimal dan teliti. Hingga menyebabkan operasi yang di lakukan nya gagal, dan mendapat teguran dari keluarga pasien.
Adam membenamkan kepala nya di antara kedua lengan nya di atas meja kerja.
'' Kau kenapa Dam?'' tanya Dokter Citra.
'' Kau, sejak kapan masuk?'' heran Adam, sebab ia tak mendengar Citra masuk keruangan nya.
'' Bagaimana kau tahu! Bahkan, sedari pagi pokusmu dan pikiran mu sedang kacau.''
Dokter citra kemudian mendudukan bokong nya di kursi, di hadapan Adam.
'' Aku, sedang memikirkan istriku Cit! Dia pergi dari rumah, dan sampai sekarang aku belum menemukan keberadaan nya!'' ujar Adam dengan wajah lesu.
'' Kenapa bisa?'' kaget Citra, bahkan matanya membulat sempurna mendengar penuturan Adam.
'' Aku membentaknya, karena salah paham! Hingga menyakiti hatinya, dan juga karena ia bertengkar dengan Syifa.'' jujur Adam.
Adam dan Citra, sudah lama bersahabat. Semenjak mereka kuliah di kampus yang sama. Dan ketika mereka bekerja di rumah sakit yang sama, membuat mereka semakin akrab. Dan saling curhat satu sama lain, jika ada masalah apapun mereka akan selalu terbuka.
'' Huuuufff. Itu resiko mu Dam! Kenapa kau mempunyai dua istri?'' decak Citra.
'' Lalu, aku harus bagaimana Cit? Aku sangat mengkhawatirkan keadaan Hawa dan kandungan nya Cit! Bahkan sampai saat ini aku belum menemukan mereka. Aku cemas Cit!'' ujar Adam.
'' Apa kau sudah mencarinya, ke teman teman nya?''
Adam mengangguk.'' Sudah, tapi tak ada yang Hawa hubungi.'' jelas Adam.
__ADS_1
'' Yasudah, kau sabar saja! Aku yakin, Hawa hanya perlu menenangkan hati nya! Sebab kau melukai hatinya dengan bentakan mu. Perempuan itu, sangat lembut hatinya Dam! Jika kau bentak sedikit saja, maka dia pasti akan menangis. Sebab, wanita memang rapuh tapi sesungguhnya dia sangat kuat di bandingkan laki laki.'' jelas Citra.
Adam hanya diam saja. Dia tahu, jika dia salah telah membentak Hawa, tanpa mau mendengarkan penjelasan nya dahulu. Tapi sayang nya, penyesalan selalu datang terakhir. Di saat semua sudah terjadi.
Adam memasuki ruang inap Syifa. Terlihat ada Ummi dan Bi Rahma di ruangan itu. Adam membuang napas nya dengan kasar, saat melihat Bi Rahma ada di sana.
'' Bagaimana keadaan kamu sekarang?'' tanya Adam sambil memeriksa keadaan Syifa.
'' Sudah jauh lebih baik Mas!'' jawab Syifa sambil melihat raut wajah suaminya, yang murung sejak kepergian Hawa.
Syifa juga merasa bersalah atas kepergian Hawa. Karena 80% itu adalah karena nya. Walaupun Syifa tak ada niat mengusir Hawa, tapi Syifa tahu jika Hawa sudah sangat marah dan benci pada nya.
'' Mas, bagaimana? Apa Hawa sudah ketemu?'' tanya Syifa. Dan mendapat gelengan kepala dari Adam.
'' Belum! Aku masih mencarinya.'' ujar Adam dengan lesu.
Adam yang sudah tak tahan dengan ucapan Bi Rahma, yang selalu memojokan Hawa dan menuduhnya. Membuat Adam kehilangan kesabaran nya. Dia mendekat kearah Bi Rahma, dan mencekal pergelangan tangan Bi Rahma dengan kuat, hingga membuat wanita 40 tahun itu meringis.
'' Anda demgar ya! Sudah cukup, selama ini anda memojokan istri saya! Tapi kali ini, saya tidak akan tinggal diam. Sebaiknya anda diam saja, jika anda tak tahu duduk permasalahan nya dimana? Lagian, Hawa tak akan pergi jika Syifa tak menusuknya. Anda Paham!'' ujarAdam dengan nada dingin namun tajam.
Lalu menghempaskan tangan itu dengan kasar.
'' Anda dengar, saya akan menghormati anda. Jika anda pun bisa menghormati orang lain!''
Brak
Pintu ruangan di banting dengan keras. sehingga membuat ketiga wanita di dalam ruangan itu terperanjat kaget. Syifa sangat sedih, saat Adam mengatakan jika Hawa pergi karena ulah nya.
Tak di pungkiri, ada rasa iri pada Hawa di hati Syifa. Melihat, bagaimana Adam memperlakukan Hawa dengan begitu spesial di hatinya. Syifa bukanlah manusia yang sempurna, dia masih punya rasa iri. Tapi, Syifa selalu membuang rasa itu. Sebab Syifa tak mau, jika perasaan itu akan menjerumuskan nya pada lembah dosa.
__ADS_1
________________
Hawa sedang mengulek bumbu untuk membuat gorengan. Selama 1 minggu ini, dia berjualan gorengan di kos kosan Nisa. Hawa tak mau merepotkan Nisa, itu kenapa Hawa memilih berjualan.
Sebenarnya dia juga sangat merindukan Adam suaminya. Tapi mengingat perkataan Adam, membuat hatinya kembali sakit. Apalagi, saat Hawa mengingat perkataan Syifa di telpon bersama seseorang. Yang menginginkan kepergian nya dari rumah.
Air mata Hawa, selalu tumpah saat mengingat bahwa dia hanya di jadikan alat pencetak anak oleh Syifa. Hatinya begitu sakit, dan hancur.
Wanita yang sudah dia anggap sebagaia seorang Kakak. Ternyata menginginkan dirinya pergi dari rumah. Dan tragis nya, Hawa hanya di jadikan mesin.
Sejatinya memang di dalam rumah tangga berpoligami, pasti akan ada cekcok. Akan ada konflik sesama madu. Dan serukun rukun nya madu, pasti akan ada juga masalah dan percekcokan nya. Akan ada dimana, mereka akan berselisih paham.
Padahal Hawa hanya menginginkan rumah tangga yang Sakinah mawadah dan warohmah. Walaupun dengan berpoligami, Hawa yakin bisa mendapatkan 3 kata itu dalam rumah tangga mereka. Tapi ternyata Hawa salah.
Hawa sebenar nya ingin pulang. Tapi, dia masih belum siap bertemu Syifa.
'' Apa, aku pakai saran Nisa saja ya!'' gumam Hawa.
Nisa menyarankan agar Hawa kembali kepada suamiya, tapi tidak kerumah itu. Nisa menyarankan agar Hawa pisah rumah dengan madunya. Untuk menghindari sebuah konflik kembali.
Nisa juga selalu menasihati Hawa. Jika syurga nya Hawa itu terletak pada ridho nya suami. Bukan Hawa tak tahu menahu soal agama. Di tahu dan paham, hakikat nya istri itu apa. Tapi Hawa hanya manusia biasa, yang pastinya tak luput dari kata dosa.
Bukan pula Hawa ingin berbuat dosa karena sudah pergi dari rumah. Tapi, sejatinya hati Hawa perlu ketenangan sejenak untuk melepas rasa sesak.
Hawa akan mempertimbangkan ucapan sahabat nya itu. Bagi Hawa memang ada baiknya juga jika Hawa dan Syifa tak serumah lagi. Karena jujur, jika Hawa melihat Syifa. Itu mengingatkan Hawa, pada perkataan Syifa yang menyakitkan di hati Hawa.
Bersambung....
Maaf ya othor baru up🙏maklum sibuk banget menjelang lebaran😊tapi othor selalu sempetin up walau cuma 1 bab. Setelah lebaran nanti, maka akan 2 bab lagi😁 pokok nya selalu pantengin terus ya😘
__ADS_1