Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Pov Yusuf 2


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Jangan lupa jempol nyya ya, sebelum baca👍


Setiap hari aku selalu mencari Hawa kesana kemari, tapi tak juga bertemu. Tapi, aku tak menyerah. Aku akan selalu berusaha untuk menemukanya.


Sore ini aku masih mencari Hawa, berharap menemukan nya. Tapi, aku lupa jika aku belum menanyakan pada Adam. Apakah ia sudah menemukan Hawa atau belum.


Aku pun menelpon nya, tapi No Adam tidak aktip, membuatku sedikit heran.


'' Nih anak kemana? Tumben sekali, ponsel nya gak aktip?'' gumamku.


Aku pun langsung melajukan mobil ini ke rumah sakit, dimana Adam bekerja. Tapi, seketika niatku itu harus di pending dulu.


Sebab ada telpon dari resto dan memintaku kesana. Akhirnya aku pun membelokan mobil menuju resto.


🌸


🌸


Pagi ini aku bangun lebih awal, berniat mencari Hawa kembali.


Namun baru saja kaki ini akan keluar dari pintu, tiba tiba ponselku berdering dan ternyata itu dari Adam.


'' Ya, hallo Dam! Gimana?'' tanyaku pada Adam


..........


Degh


Seketika dunia runtuh bagiku, tapi ada kebahagiaan di dalam keruntuhan itu.


Aku bahkan tak menyahut, saat Adam memanggil manggil namaku. Hingga telpon pun terputus sebelah pihak.


Hati ini senang saat mendengar jika Hawa sudah ketemu. Tapi, juga sekaligus hancur. Sebab Hawa memilih kembali pada Adam.


'' Kenapa sesakit ini, ya allah? Kenapa kau memberikanku cinta, pada istri sahabatku sendiri?'' ucapku dengan penuh luka.


Dengan langkah gontai, aku masuk kembali kedalam rumah. Berjalan dengan penuh luka ke ruang tamu.


Tak ku sangka, jika memendam cinta bisa sesakit ini rasanya. Tapi, apa dayaku? Aku tak bisa merebut nya dari sahabatku sendiri.


Terlebih, saat ini di dalam perut Hawa ada benih cinta mereka. Cinta Hawa dan Adam.


Aaaghhh


Kulemparkan pas bunga yg ada di atas meja, menyalurkan segala rasa sakit yg kurasakan saat ini.


'' Kenapa ya allah? Kenapa kau membuatku mencintai nya? Kenapa?'' teriaku pada Allah.


Aku merasa Allah sedang mempermainkan perasaan ku.


Kenapa dia menetapkan hati ini pada wanita yg sudah bersuami. Apalagi, suaminya adalah sahabatku sendiri.

__ADS_1


'' Bantu aku ya rabb. Bantu aku, untuk melupakan rasa ini padanya?'' pintaku pada Allah.


🌸


🌸


Hari berganti minggu, dan minggu pun berganti bulan. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Tapi perasaanku pada Hawa masih sama, masih mencintai nya.


Selama ini aku sudah berusaha melupakan nya, bahkan aku alihkan untuk dekat dengan Nisa, sahabat nya Hawa.


Tapi, apa dayaku. Rasa itu bahkan semakin besar dan kuat. Aku hanyalah manusia biasa, aku berusaha. Namun tuhan lah yg menentukan nya.


Ku harap dengan dekat dengan Nisa, aku bisa melupakan rasa ini bahkan Hawa. Tapi, aku salah. Aku bahkan tak bisa melupakan nya dengan mudah.


Pagi tadi, aku menelpon Adam, untuk pergi keluar negri. Tapi Adam melarangku. Dengan alasan resto nya tak ada yg urus.


'' Jangan lah Bro! Masa Lo tega sih? Lo kan tahu, kalau gw udah percaya banget sama Lo? So, jangan pergi ya please...'' ucap Adam di telpon tadi pagi.


Akhirnya aku pun tak jadi pergi keluar negri. Padahal niatku kesana untuk melupakan Hawa.


'' Baiklah, jika ini memang takdir darimu, yg harus kujalani dengan mencintai istri orang! Maka aku akan memendam nya.'' ucapku pasrah pada Tuhan.


🌸


🌸


Tak terasa waktu kian cepat berjalan, tapi hati dan perasaanku masih sama.


Jujur ada rasa sakit yg begitu dalam, saat melihat Hawa menangis, dan dalam pelukan Adam. Ada luka yg menganga di pojok hati ini.


Namun, sekuat apapun aku melangakah. Hawa tak akan menjadi miliku. Dia tetap milik Adam. Apalagi saat ini Syifa sudah tiada. Itu artinya, hanya akan ada Adam dan Hawa saja.


Diri ini ingin sekali memeluk tubuh Hawa, namun itu hanyalah sebuah mimpi belaka.


🌸


🌸


Setelah semua normal kembali, dan Hawa juga sudah kembali ceria. Senyum itu kembali terukir di wajah Hawa.


Selama ini aku selalu memperhatikan Hawa dari jauh, aku tak berani mendekat ke arah nya.


Bagiku, hanya melihat senyum nya saja sudah membuatku bahagia.


Tapi senyum itu tak berselang lama, wanita yg ku cintai itu harus kembali menangis. Saat ku tahu jika Ayah nya pergi meninggalkan nya untuk selama lama nya.


Aku tak bisa ikut ke kampung nya waktu itu. Bukan aku tak bisa. Hanya saja aku tak mau.


Sebab aku tak akan pernah sanggup, saat melihat wajah cantik itu menangis pilu.


Aku yakin, jika Adam akan membuatnya kembali tersenyum, jadi aku hanya bisa mengalah walaupun itu sangat menyakitkan.


🌸

__ADS_1


🌸


Siang ini tiba tiba Adam datang ke restoran, setelah beberapa bulan kematian Ayah nya Hawa.


'' Hey, ada apa nih? Tumben Lo kesini?'' tanyaku pada Adam, saat dia masuk kedalam ruangan kerjaku.


'' Ada yg mau aku bicarakan padamu! Tepatnya, sebuah pendapat?'' ucap nya


Aku mengerutkan dahi mendengar ucapan nya. Biasanya jika Adam ingin mendapatkan saran dariku, dia berarti sedang dalam keadaan bimbang.


...Napa lagi nih anak?...


'' Iya, saran soal apa?'' tanyaku tanpa basa basi.


'' Ada dokter baru yg di pindah tugaskan dari London, kw rumah sakit dimana aku bekerja! Dan.... Kau tahu? Wajah nya begitu sangat mirip dengan Syifa? Jujur, setiap aku melihat nya, aku jadi merindukan Syifa.


Tapi, aku tak bisa memungkiri itu? Jika di dekatnya aku nyaman. Mungkin, karena dia mempunyai wajah yg begitu mirip dengan Syifa. Dan karena, dulu sewaktu Syifa hidup, aku belum bisa membahagiakan nya.


Jadi, saat melihat wanita itu? Aku merasa seperti Syifa hidup kembali? Suf, apa aku salah ya? Kalau aku nyaman bersama dia?''


Duuar


Bagaikan pohon tumbang tersambar petir di siang bolong. Aku tak menyangka, jika Adam kambali bermain hati. Tepatnya mempermainkan perasaan Hawa.


''Apa kau sudah gila, hah? Kau mau menyakiti Hawa?'' jawabku dengan kesal


Adam terlihat terkejut saat aku menatap nya dengan tajam. Tapi biarlah, aku hanya tak terima jika Hawa kembali terluka karena dia.


'' Kenapa Lo marah? Kan gw minta saran?'' heran nya padaku.


'' Ya gimana gw gak marah coba? Lo itu sadar gak sih? Hawa lagi hamil, dan Lo. Lo malah bermain api di belakang nya?'' tunjuku pada wajah Adam.


'' Ya, kan gw nanya sama Lo?Menurut Lo gimana?''


'' Menurut gw, Lo lupain wanita itu? Atau, Lo akan kehilangan Hawa! Siapa nama wanita itu? Dan, apa Hawa tahu soal ini?'' tanyaku dengan tatapan menyelidik.


'' Nama nya Raisya, dan Hawa belum tahu! Alu tak berani memberitahu nya?'' jelas Adam


'' Kenapa?'' tanyaku heran


'' Aku takut, takut jika nanti Hawa melarangku bertemu lagi bersama Raisya!''


''Bodoh! Kau memilih wanita itu, ketimbang istrimu? Kau benar benar bodoh, serakah dan egois.'' ucapku dengan nada geram.


'' Kau ini kenapa sih? Aku kesini mau meminta pendapatmu? Bukan cacian darimu?'' bentak Adam padaku.


Halah bodo amat jika aku lepas kontrol. Pakta nya aku memang benar benar marah pada Adam. Suami dan Pria yg egois.


Tak cukup denggan hanya 1 istri saja. Padahal Hawa adalah wanita sempurna. Tak bisa ku bayangkan, bagaimana sakit hatinya Hawa saat mengetahui jika Adam bermain api di belakang nya.


Bersambung......


Masih ada 1 part lagi tentang yusuf ya dears😘😘SO, pantengin terus😊Mulai hari ini othor akan up 3 bab dalam 1 minggu ini

__ADS_1


__ADS_2