
Happy Reading๐๐
Jangan lupa like sebelum baca๐dan jangan lupa vote dan Bunga Mawar nya๐ท๐ทbiar hawa makin semangat๐ช๐ช
Seperti yg sudah dokter katakan, Hawa harus banyak istirahat total dan tidak boleh mengerjakan tugas atau pekerjaan yg berat. Dan itu sudah terbukti.
Selama hampir seminggu ini, Hawa hanya makan tidur jalan jalan santai di teras belakang. Dia ingin ke kamar mandi saja, Ikbal sampai menemani.
Bahkan makan pun selalu Ikbal suapi. Kata Ikbal biar Hawa gak banyak gerak dan gak cape. Padahal hanya ke kamar mandi dan makan saja, gak bakal ngabisin tenaga.
mungkin terdengar seperti Lebay, tapi itulah pakta nya. Ikbal sangat posesif pada Hawa, dia tak mau jika Hawa kecapean lagi.
'' Mas, aku bisa makan sendiri?'' tolak Hawa saat Ikbal menyuapi makanan kemulut nya.
Saat ini mereka sedang berada di meja makan untuk sarapan bersama.
'' Gak! Mas yg suapi.'' ujar ikbal ngotot
'' Mas, cuma makan aja mah, Hawa juga bisa Mas.''
'' Gak ada penolakan sayang!'' ucap Ikbal
Mau tak mau Hawa pun menurut, dia selalu kalah jika berargumen dengan Ikbal, jika menyangkut kesehatan nya.
'' Oh, ya Nak. Gimana? Besok jadi kan?'' tanya Ummi
'' Jadi, Mi. Abi sudah undang anak yatim piatu kan?'' tanya Ikbal pada Abi nya
'' Sudah. Abi sudah undang.'' ucap Abi
Besok adalah tasyakuran ke 4 bulan kehamilan Hawa. Dan rencana nya, akan mengundang 100 anak yatim, di rumah Ikbal. Sedangkan sembako itu nanti akan di kasih ke anak yatim, dan juga orang jalanan seperti rencana awal.
Dan selama hampir seminggu ini. Yusuf pun belum juga di temukan.
Yusuf, yg sudah berencana akan menemui Hawa dan Ikbal. Nyata nya dia tak punya banyak keberanian untuk meminta maaf, dan mengatakan kalah.
Sampai sekarang dia masih dalam persembunyian nya. Dia masih takut untuk ketemu dengan Hawa dan Ikbal. Takut jika Hawa dan ikbal tak memaafkan dirinya, dan tetap memasukan nya ke penjara.
__ADS_1
๐ท
๐ท
Siang ini Hawa membantu Ummi memasukan uang ke dalam amplop, untuk di bagikan pada anak yatim besok.
Hawa sangat bahagia, sebab akhirnya ia bisa berbagi pada sesama. Dalam hidup nya, dia tak pernah sebahagia ini.
Keinginan nya dari dulu, adalah ingin membantu sesama dan meringankan beban mereka. Tapi, karena Hawa hanya orang biasa dan hanya hidup pas pasan saja. Maka, jangankan untuk berbagi dan menolong.
Bahkan uang pun dia tak ada. Dulu sewaktu Hawa sekolah, bahkan dia sering tidak jajan karena Ibu dan Ayah nya tak mempunyai uang.
Akhirnya Hawa hanya bisa mengigit jari nya, saat melihat semua anak anak sekolah jajan di kantin. Tapi, Hawa bukanlah anak yg pemaksa. Dia paham akan kondisi orang tua nya.
Sehingga, saat orang tua nya bilang tidak ada uang. Maka Hawa hanya bisa mengatakan tidak apa. Dia tak mau memaksa Ayah dan Ibu nya, agar memberi uang jajan pada nya.
Tes
Tak terasa air mata nya mengalir saat mengingat kenangan pahit, dalam hidup Hawa semasa kecil.
'' Nak, kamu kenapa? Kok nangis?'' tanya Ummi dengan panik, saat melihat Hawa meneteskan air mata.
Ummi menautkan kedua alis nya, menatap heran pada Hawa.
'' Apa sebegitu bahagia kah? Sampai kamu menangis begini?''
'' Ummi, ini adalah cita cita dan keinginan Hawa sedari dulu? Hawa ingin sekali membantu orang tak mampu, tapi apa daya Ummi. Bahkan hanya air putih saja, yg bisa Hawa dan keluarga Hawa berikan!
Jika melihat orang lain susah, Hawa ingin sekali menolong nya. Membantu dia dengan makanan atau pun uang. Tapi, Ummi. Bahkan uang pun Hawa tak punya! Bagaimana Hawa akan menolong mereka?
Dan saat sekarang Hawa bisa membagi rezeki pada mereka yg kesusahan. Hati Hawa sangat bahagia Ummi! Bahkan, bahagia itu tak bisa di jabarkan.'' jelas Hawa sambil mengusap amplop yg berisi uang
Ummi yg mendengar ucapan Hawa, langsung memeluk tubuh wanita hamil itu. Ummi benar benar kagum akan pribadi Hawa.
'' Ya allah, Nak. Ummi do'a kan agar kamu selalu dalam ridha nya Allah. Ummi benar benar kagum, akan sifat mulia kamu sayang! Ummi bahagia, karena allah sudah mengirimkan bidadari sebaik kamu, dalam keluarga Ummi.'' ucap Ummi
Cup
__ADS_1
Ummi mengecup pucuk kepala Hawa dengan penuh cinta.
'' Ummi, boleh Hawa tanya?''
'' Apa sayang? Insya allah, Ummi jawab.''
'' Kenapa harus 4 bulan? Biasanya orang akan mengadakan 7 bulanan?'' tanya Hawa
'' Ya, 4 bulan memang jarang di lakukan sama semua orang! Karena, mereka mengikuti tradisi. Yaitu, 7 bulanan. 7 bulan itu, sebuah tradisi sebenar nya.'' jelas Ummi
'' Begitu ya? Eum, kata ustadz yg Hawa dengar! Kalau kehamilan 4 bulan itu lah, roh di tiup masuk kedalam bayi dalam kandungan kita ya Mi?'' tanya Hawa.
'' Betul, Nak. Itu kenapa kita mengadakan syukuran saat 4 bulan. Karena saat itulah, roh di tiup masuk ke dalam raga sang cabang bayi.
ูููููููู ุนูููููุฉู ู ูุซููู ุฐูููููุ ุซูู ูู ูููููููู ู ูุถูุบูุฉู ู ูุซูู ุฐูููููุ ุซูู ูู ููุฑูุณููู ุฅููููููู ุงููู ููููู ูููููููุฎู ูููููู ุงูุฑููููุญูุ ููููุคูู ูุฑู ุจูุฃูุฑูุจูุนู ููููู ูุงุชู: ุจูููุชูุจู ุฑูุฒูููููุ ููุฃูุฌูููููุ ููุนูู ูููููุ ููุดูููููู ุฃููู ุณูุนูููุฏูุ
Sesungguhnya salah seorang diantara kalian dipadukan bentuk ciptaannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari (dalam bentuk mani) lalu menjadi segumpal darah selama itu pula (selama 40 hari), lalu menjadi segumpal daging selama itu pula, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh pada janin tersebut, lalu ditetapkan baginya empat hal: rizkinya, ajalnya, perbuatannya, serta kesengsaraannya dan kebahagiaannya.โ (HR. Bukhari dan Muslim).''
'' Begitu ya Mi.''
๐ท
๐ท
Malam ini Ikbal terlihat mundar mandir di kamar nya, dan itu membuat Hawa penasaran.
'' Mas, kamu kenapa sih? Dari tadi kayak setrikaan? Mondar mandir mulu?'' heran Hawa
'' Aku tuh cemas sayang! Sampai sekarang, Yusuf masih belum ketangkap? Aku hanya takut, jika dia nanti mengganggu acara kita? Lagian, tuh orang kemana ya? Ngumpet nya pinter amat?'' ujar Ikbal
Hawa turun dari ranjang dengan hati hati sambil memegangi perut nya. Kemudian berjalan ke arah Ikbal.
'' Mas. Tenang saja! Insya allah, semua akan baik baik saja. Percayalah sama Allah! Karena ia yg menjaga kita?'' ucap Hawa sambil mengelus lengan Ikbal
'' Tapi sayang, tetap saja aku cemas.''
'' Mendingan sekarang Mas ambil wudhu, terus shalat isya. Mas belum shalat isya kan? Biar hati dan pikiran Mas tenang.''
__ADS_1
Ikbal mengangguk, lalu melangkah ke kamar mandi, untuk berwudhu dan menunaikan shalat wajib nya. Sedangkan Hawa, menyiapkan keperluan shalat suaminya.
Bersambung.....