Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Rapuh


__ADS_3

HAPPY READING😘


Hujan turun kian deras mengguyur tubuh yang di balut hati yang sedang terluka. Hawa tak bergeming sama sekali saat hujan terus membasahi tubuh langsing nya.


Adam terus mencari Hawa di bawah guyuran hujan deras, dia mengdarai mobil nya dengan hati yang begitu cemas. Air mata nya mengalir deras, saat istri tercinta nya tak juga dia temukan. Namun tak lama, dia melihat seseorang sedang duduk di pinggir jalan. Dan Adam yakin, jika itu adalah Hawa.


'' Sayang, Abang mencarimu kemana mana?'' ucap Adam dengan khawatir.


Dia memeluk Hawa yang sedang menangis, membantunya berdiri. Dan berjalan ke arah mobil. Setelah pintu mobil tertutup, Adam langsung membawa Hawa dalam dekapan nya. Bahu Hawa terguncang hebat, isakan nya begitu pilu.


'' Maafin Abang Dek!''


Hawa tak menjawab, dia semakin terisak di dekapan Adam. Hati nya begitu sakit atas perkataan Bi Rahma pada nya.


'' Apa salahku Bang? Aku tak pernah merebut mu dari Mba Syifa! Jika saja ku tahu, kau sudah beristri maka aku tak akan mau jadi yang kedua! Aku tak pernah mau di poligami Bang, tak pernah mau huhuuuuuu....'' lirih Hawa dengan isak tangis yang begitu menyayat hati.


Adam mengelus kepala Hawa, hatinya begitu sakit saat melihat wanita tercinta nya menangis pilu. Hatinya hancur melihat air mata berharga itu, jatuh dari kedua mata indah Hawa.


''Maafin Abang Dek, Ini semua salah Abang! Pukul Abang Dek, Abang ikhlas.'' ujar Adam.


Hawa menggeleng lemah, dia tak mungkin memukul suami nya.


'' Tidak Bang, ini semua bukan salah Abang! Ini semua sudah takdir dari Allah. Hawa harus kuat bukan? Menjadi istri kedua, memang selalu di cap sebagai pelakor Bang! Dan itu adalah ujian buat Hawa.'' lirih Hawa

__ADS_1


Adam semakin mempererat pelukan nya di tubuh sang istri. Dia begitu sakit, saat mendengar jawaban dari mulut Hawa. Hawa sama sekali tak menyalahkan dirinya, padahal disini Adam lah yang berbohong.


Ya allah ampunilah aku, aku sudah membuat hati istriku terluka.


'' Kita pulang yuk? Nanti kamu keburu masuk angin!''


Hawa diam saja, hanya kepalanya yang mengangguk.


Sepanjang perjalanan, Hawa terus menatap jalanan yang masih di guyur hujan. Pikiran nya kembali mengingat, saat Bi Rahma menghina nya di depan semua keluarga Syifa.


Apa sebegitu hina nya menjadi istri kedua? Tolong kuatkan aku ya Rabb. Kuatkanlah hatiku, dalam setiap cobaan yang akan datang! Sesungguhnya, engkau lah yang maha tangguh, sesungguhnya hanya kepadamu aku berlindung dan meminta pertolongan! Ya allah, aku tak pernah menginginkan posisi ini! Sama sekali tak pernah ya allah. Tapi engkau, engkau menakdirkan diriku berada di tengah tengah mereka? Aku tahu, jika engkau pasti sudah menyiapkan kebahagiaan untuku! Tapi, engkau ingin diri ini melewati setiap ujian mu. Kuat aku ya Rabb. Tapi jika aku sudah tidak kuat, maka rangkulah aku, dan maafkanlah diriku.


Air mata Hawa kembali mengalir deras, dia sudah berusaha menerima keadaan rumah tangganya. Dia sudah berusaha, menerima madunya. Dia sudah berusaha, berdamai dengan keadaan. Dan dia juga sudah berusaha, membagi suami nya. Tapi malah sekarang dia, di cap sebagai pelakor.


Orang memang selalu menilai seseorang dari luar nya saja, tanpa mau tahu dalam nya seperti apa. Itu lah manusia, mereka selalu merasa paling benar. Mereka selalu menghakimi, tanpa mau tahu duduk permasalahan nya seperti apa. Mereka tidak pernah menyadari, jika dengan ucapan yang keluar dari mulut mereka lah, orang lain bisa tersakiti. Sesungguhnya, lidah itu lebih tajam dari sebuah pedang.


Adam segera memapah istrinya, dia merasakan badan Hawa mengigil hebat. Lalu segera menggendong nya kedalam kamar. Hawa yang tiba tiba di gendong, tidak berontak sama sekali. Dia membiarkan suaminya membawa nya, kepala nya terasa sakit, walau hanya untuk protes.


Sesudah membaringkan tubuh Hawa di ranjang, Adam segera keluar untuk meminta Bi Surti membuatkan wedang jahe.


Hawa berjalan dengan sempoyongan, berpegangan pada dinding untuk menuju kamar mandi. Dia akan membilas badan nya dengan air hangat, agar terasa lebih baik. Namun, baru beberapa langkah. Hawa merasa badan nya oleng. Untung saja, Adam segera menangkap tubuhnya, jadi tak jatuh ke lantai.


'' Sayang, kamu mau kemana?'' tanya Adam dengan khawatir.

__ADS_1


'' Aku mau membilas tubuh ku Bang, dengan air hangat! Supaya jauh lebih baik.'' jawab Hawa dengan pelan.


Adam memapah tubuh Hawa memasuki kamar mandi, lalu mengisi air Bathub dengan air hangat. Tapi Hawa segera mencegah nya, Hawa ingin mandi di bawah guyuran Shower.


Setelah Adam keluar, Hawa segera melakukan ritual mandi nya. Walaupun kepalanya sangat pusing, tapi Hawa tak perduli. Dia berdiri di bawah guyuran air, sambil menangis tersedu sedu. Hatinya masih terluka, atas ucapan Bi Rahma pada nya.


Namun Hawa tak bisa bertahan lama, kepala nya semakin sakit dan seperti di pukul pukul. Saat dia akan mematikan Shower, kepala nya sudah tak bisa di ajak kompromi kembali. Akhirnya Hawa ambruk di bawah guyuran air shower.


15 menit sudah Hawa di dalam, dan Adam sudah berganti baju. Dia sangat cemas dengan keadaan Hawa, karena Hawa tadi kepala nya sedang pusing.


Tok Tok Tok


'' Dek, apa masih lama? Jangan lama lama sayang di kamar mandinya! Nanti kamu malah tambah sakit?'' namun tak ada jawaban dari dalam.


Adam semakin cemas, lalu dia memberanikan diri untuk membuka pintu kamar mandi yang tak terkunci. Saat pintu terbuka, Mata Adam membulat sempurna, dia sangat Syok, melihat istrinya tergeletak dengan badan polos di bawah guyuran air.


'' Sayang....'' teriak Adam dengan panik.


Adam segera berlari ke arah Hawa, dia mematikan air lalu menggendong tubuh itu ke dalam kamar. Setelah menyelimuti tubuh Hawa, Adam mengoleskan minyak kayu putih di beberapa bagian tubuh istrinya, agar merasa lebih hangat.


'' Sayang, ya allah Dek, bangunlah. Abang khawatir sekali padamu!'' ucap Adam.


Dia memeriksa keadaan Hawa, dan mengambil beberapa obat di tempat penyimpanan. Adam terus menggosok minyak kayu putih di dekat hidung Hawa, agar istri nya cepat sadar.

__ADS_1


Bersambung......


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA😘


__ADS_2