
Happy Reading๐๐
Jangan lupa like sebelum baca๐๐dan Jangan lupa Vote dan bunga Mawar nya ya guyz๐ท๐ท
Setelah Abi menjelaskan hukum dalam islam, soal mencuri. Wanita itu pun bersimpuh di kaki bu Leni. Dia memohon ampun agar tidak di masukan kedalam penjara.
"Saya mohon Buk! Jangan laporkan saya ke penjara? Saya janji, saya akan ganti uang yg sudah saya curi. Tapi saya butuh waktu Buk! Soal nya uang itu sudah saya pake, buat operasi anak saya?" Ucap buk Susi dengan tangis nya
Bu Leni terlihat mengusap wajah nya dengan kasar. Lalu membantu Buk Susi untuk bangun.
" Saya mohon, maafkan saya Buk! Saya benar benar terpaksa melakukan ini?"
"Baiklah, saya akan memaafkan mu! Dan saya ikhlas, jika uang itu sudah kamu pakai untuk berobat anak kamu! Anggaplah ini sebuah teguran dari Allah untuk saya, karena saya jarang bersedekah di jalan nya?" Ucap Buk Leni mencoba mengikhlaskan
" I-ibu serius?" Tanya Bu Susi dengan wajah berbinar.
" Saya serius! Sekarang kamu pulang, dan kemasi barang barang kamu. Saya gak bisa lagi mempekerjakan kamu di rumah saya." Ucap Bu Leni
Bu Susi terlihat sedih saat Bu Leni memecat nya. Namun, itu lah yg harus dia Terima. Seba dia sudah mengecewakan majikan nya.
" Baik Buk! Terimakasih, karena sudah memaafkan saya, dan tak memenjarakan saya!"
" Iya." Jawab singkat Buk Leni
Buk Susi pun keluar dari rumah Abi dan pulang kerumah Buk Leni untuk membereskan baju baju nya.
" Subhanallah, mulia sekali hati Bu Leni?" Ucap Ummi
" Kenapa Ibu bisa tiba tiba memaafkan nya?" Tanya Hawa
" Iya Mbak Hawa. Setelah mendengar penjelasan Pak Samsul tadi. Saya saat, mungkin saya selama ini kurang bersedekah. Sehingga Allah memberi kan saya cobaan ini? Saya anggap, jika uang itu saya sedekahkan untuk anak nya Susi di kampung. semoga kelak, itu akan menjadi pahala bagi saya di akhirat nanti." Jelas Buk Leni
" Masya Allah Buk! Insya Allah, itu akan menjadi kadang pahala buat ibu di akhirat kelak.
Semua amal baik, amal sholeh yg manusia kerjakan pasti akan di catat. Sekecil apapun itu, walaupun kebaikan hanya memindahkan batu di jalanan agar tak mengganggu pengguna jalan lain. Maka itu pun akan di catat oleh malaikat." Jelas Abi
" Aamiin. Kalau gitu saya pamit ya, pak Samsul, Ummi, Mbak Hawa..." Ucap Buk Leni
" Iya Buk."
" Assalamu'alaikum..."
" Wa'alaikumusallam...."
Setelah kepergian Buk Leni, Hawa, Ummi dan Abi mengambil wudhu untuk menunaikan shalat magrib. Karenajam sudah masuk waktu maghrib.
๐ท
๐ท
๐ท
__ADS_1
Ikbal masih belum kembali dari pekerjaan nya. Tadi sore Ikbal pamit keluar karena ada klien baru bara yg mengajak nya bertemu.
Dan sudah masuk waktu Isya, Ikbal masih belum pulang juga.
Akhirnya Hawa dan Ummi menonton TV untuk menghilangkan suntuk. Sementara Abi belum pulang dari mesjid. Biasanya Abi akan pulang jam 9 malam.
Biasalah. Abin kan salah satu pengurus mesjid. Apalagi mau maulid nabi sebentar lagi. Jadi Abi sangat sibuk.
Tak ada chanel TV yg menarik di tonton, hingga akhirnya hanya berita saja yg menemani Ummi dan Hawa.
" Hawa heran deh Mi? Kenapa ya? Manusia itu suka membunuh?" Heran Hawa saat melihat berita menayangkan seorang istri, yg tega membunuh suaminya karena selingkuh.
" Ya, itulah manusia Nak. Tak ada yg sempurna!"
" Mi, balasan apa sih yg bakal di Terima si pembunuh di akhirat kelak?" Tanya Hawa.
"Allah SWT dalam firmannya mengecam dengan keras orang yang membunuh orang beriman. Allah SWT mengancam pembunuh orang beriman dengan neraka jahanam. Hal ini sebagaimana penegasan surat an-Nisa' ayat ke-93:
ููู ููู ููููุชููู ู ูุคูู ูููุง ู ูุชูุนูู ููุฏูุง ููุฌูุฒูุงุคููู ุฌููููููู ู ุฎูุงููุฏูุง ูููููุง ููุบูุถูุจู ุงูููููู ุนููููููู ููููุนููููู ููุฃูุนูุฏูู ูููู ุนูุฐูุงุจูุง ุนูุธููู ูุง "Dan barang siapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya." (QS
An-Nisa' : 93)
surat An-Nisa' ayat 93 mengandung makna seperti ini:
โDan barang siapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja yakni dengan niat dan terencana, maka balasannya yang pantas dan setimpal ialah neraka jahanam yang sangat mengerikan, dia kekal di dalamnya dalam waktu yang lama disertai dengan siksaan yang amat mengerikan. Di samping hukuman itu, Allah murka kepadanya dan melaknatnya yakni menjauhkannya dan tidak memberinya rahmat, serta menyediakan azab yang besar baginya selain dari azab-azab yang disebutkan di atas di akhirat.
Surat An-Nisa' ayat 93 mengandung makna seperti ini:
Hawa manggut manggut tanda mengerti
" Ngeri juga ya Mi, balasan untuk seorang pembunuh? Semoga saja, keluarga kita di jauhkan dari sifat tercela tersebut! Aamiin...."
" Aamiin..."
Tak lama terdengar suara orang mengucap salam dan ternyata dia adalah Ikbal.
"Lagi pada bicarain apa sih? Kok serius banget?" Tanya Ikbal saat duduk di sebelah Hawa.
" Gak bicarain apa apa kok Mas! Hanya berita TV aja." Jawab Hawa
" Kamu darimana saja sih Bal? Kok pulang nya malam banget? Kasihan nih Hawa, khawatir sama kamu?" Ucap Ummi
" Iya Mi. Maaf! Ikbal tadi ketemu sama teman lama, saat akan pulang. Akhirnya kita ngobrol ngobrol sebentar." Jelas Ikbal
" Teman siapa Mas?" Tanya Hawa dengan mata memicing.
" Itu, teman waktu kuliah! Nama nya Vivi. Tadi gak sengaja ketemu di cafe, saat Mas habis meeting."
Terlihat jika Hawa tak suka saat mendengar nama perempuan lainlain di sebut oleh Ikbal.
'Apa aku cemburu ya? Kenapa rasanya hati ini tak suka saat Mas Ikbal menyebutkan nama wanita lain?' batin Hawa
__ADS_1
" Apa yg nama nya Vivi itu sudah menikah, Mas?" Tanya Hawa dengan penasaran
" Tadi sih, dia bilang belum. Emang nya kenapa?" Tanya balik Ikbal
" Y-ya, gak papa! Cuma nanya aja. Terus, kalian bertemu berdua aja?" Tanya Hawa lagi
" Nggak, kok. Tadi ada temen 1 lagi, nama nya Amel." Jawab Ikbal dengan tatapan heran.
Sebab tak biasanya Hawa banyak tanya seperti itu. Dan nada bicara nya seperti orang yg sedang mengintrogasi.
"Kamu kenapa sih sayang? Gak biasanya Loh, kamu kepo begini?"
Hawa terlihat gugup dan salah tingkah. Saat mendapat pertanyaan itu dari Ikbal.
" Gak papa. Emang kenapa? Gak boleh ya, kalau aku nanya naya sama kamu? Yasudah, kalau gak boleh aku gak bakal nanya lagi. Sekalian, mogok ngomong.." Ujar Hawa sambil berlalu ke kamar meninggalkan Ikbal
Ummi terkekeh melihat ekspresi terkejut Ikbal.
" Loh, sayang bukan begitu maksud aku? Sayang..." Panggil Ikbal, tapi Hawa tak menggubris nya dia terus masuk kedalam kamar.
" Mi, Hawa kenapa sih?" Tanya Ikbal dengan wajah heran
" Jangan heran, Bal. Nama nya juga ibu hamil? Mood nya, kadang baik kadang juga buruk! Sesuai dengan hormon. Kamu tahu, wanita hamil itu mudah marah. Jadi, kamu sebagai suami harus banyak stok kesabaran yg melimpah! Masih untung kamu gak di suruh tidur di luar kamar?
Dulu, waktu Ummi hamil kamu. Ummi cemburu sama Abi, terus Ummi suruh Abi tidur di sofa luar kamar, hahaha. Sudah, mending sekarang kamu masuk kamar dan rayu Hawa. Saat ini mood nya lagi kurang baik! Kamu lakukan saja apa yg dia minta, sebab nama nya juga ibu hamil. Apalagi saat ini Hawa sedang mengandung 2 anak sekaligus?" Jelas Ummi
Ikbal mengangguk, lalu pamit pada Ummi dan melangkah menuju kamar nya.
Kriiieeet
Sesampai nya di kamar, Ikbal melihat Hawa sedang tidur dengan membelakangi nya.
" Sayang...." Panggil Ikbal sambil memegang lengan Hawa
Namun Hawa menepis lengan Ikbal dengan cepat. Hatinya masih sakit.
" Sayang, kamu kenapa sih? Kamu cemburu, atau marah?"
Hening
Tak aa jawaban apapun dari Hawa. Dan itu membuat Ikbal prustasi.
" Baiklah, jika kamu gak mau cerita sama aku? Kita tidur saja ya!" Ucap Ikbal sambil merebahkan tubuh nya di samping Hawa.
Namun lagi lagi Hawa tak menjawab. Ikbal pikir mungkin Hawa sudah tidur, dan dia pun memejamkankan mata nya.
Padahal Hawa masih terjaga, hanya saja mata dia merem. Hawa bingung dengan hati nya, kenapa dia sangat marah saat tahu Ikbal baru saja bertemu dengan seorang perempuan.
Hawa pikir mungkin itu bawaan bayi nya. Anak anak nya di dalam perut Hawa, tak suka saat mendengar Ayah nya bertemu dengan wanita selain bunda mereka. Itu lah pikir Hawa..
Bersambung.......
__ADS_1