Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Pop Adam


__ADS_3

Happy Reading😘😘


'' Wa, kamu pasti kuat! Sekarang kita mau kemana? Apa mau pulang kampung?" Tanya Nisa


Hawa mengusap air mata nya. Lalu menatap jalanan yg begitu ramai. " Kita akan nginap di hotel dulu Nis? Setelah itu nanti aku pikirkan, akan pulang atau masih stay di sini? Sebab aku tak mau membuat keluargaku di kampung cemas! Apalagi Ibu?" Tutur Hawa


Nisa mengangguk, lalu menyuruh sang supir taksi untuk ke salah 1 hotel. Hawa menatap jalan dengan tatapan nanar, dia tak menyangka jika rumah tangga nya akan berakhir seperti ini. Hawa selalu berdo'a pada sang kuasa, agar rumah tangga nya selalu langgeng. Namun ternyata Allah sudah menentukan takdir nya.


' Ternyata, Hawa dan Adam tak semestinya selalu bersama? Nama Hawa dan Adam selalu menjadi nama pasangan yg begitu serasi dan menyatu sampai akhir. Namun tidak untuku? Rumah tangga dan cintaku harus kandas dan ku kubur sampai di sini? Ternyata, nama Hawa dan Adam ku tak bisa mempertahan kan ikatan cinta nya?' Batin Hawa


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Adam melempar semua barang barang yg ada di kamar. Dia menjambak rambut nya dengan kasar, dan terus mengumpat kebodohan nya. Adam memang sangat mencintai Hawa, namun entah kenapa dia tak bisa menahan godaan dan hati nya saat melihat Raisya.


Flashback off


Adam melajukan mobil nya ke rumah Raisya. Rencana nya hari ini Adam dan Raisya akan ke mall untuk jalan jalan. Tapi dalam lubuk hati yg paling dalam, Adam sebenar nya merasa bersalah pada sang istri. Sebab ia bilang ada acara bersama teman, namun ia tak jujur teman wanita.


Setelah mobil sampai, ternyata Raisya sudah menunggu di depan. Dan langsung masuk kedalam mobil. Lalu mereka pun melaju ke tempat tujuan.


Sesampai nya di sana, Adam dan Raisya berjalan jalan. Hingga merek berhenti di lantai 5. Raisya mengajak Adam duduk di kursi pojok dengan pemandangan yg menghadap ke lantai dasar.


Tiba tiba Raisya menggenggam tangan Adam. Adam tentu sangat terkejut saat tangan nya di genggam Raisya. " Sya.." panggil Adam


" Dam, makasih ya! Kamu sudah menemani aku hari ini? Jujur Dam, aku seneng banget!" Ujar Raisya


Jantung Adam berpacu dengan cepat, saat Raisya menggenggam tangan nya. Namun Adam mencoba mengontrol hati nya.


" Sama sama Sya. Aku senang, bisa membuatmu senang." Jawab Adam

__ADS_1


" Oh, ya! Kata nya kamu mau bilang sesuatu sama aku Sya? Apa?" Sambung Adam lagi


Raisya terlihat gugup, lalu menghela napas nya. " Dam, sebenar nya aku mau bilang sesuatu sama kamu? Entah, setelah ini kamu akan menjauhiku atau tidak? Itu hak kamu! Namun, jika aku menyimpan nya terus maka aku semakin menderita! Dan ku rasa, ini saat nya aku mengungkapkan semua nya.


Adam, aku cinta sama kamu?" Ucap Raisya dengan mata menatap pria tampan di hadapan nya.


Adam tersentak keget, dia menatap Raisya dengan tatapan tak percaya. Adam pikir dia sedang bermimpi, namun ternyata tidak.


" Sya, apa kamu sadar?" Tanya Adam dengan nada tak percaya.


" Aku sadar Dam! Sangat sadar. Aku hanya manusia biasa Dam! Kebersamaan kita selama ini, membuatku nyaman saat bersama kamu. Hingga aku tak sadar, jika hatiku sudah kamu curi." Jelas Raisya.


" Tapi Sya. Kamu kan tahu, kalau aku sudah beristri dan dia lagi hamil?"


" Aku tahu Dam! Tapi rasa ini, tqk bisa ku cegah. Jika nanti kamu mau menjauhiku, aku terima Dam! Aku hanya merasa lebih lega saja, karena sudah mengatakan nya padamu."


Adam menatap wanita cantik yg sedang menunduk di hadapan nya itu. Adam tak menampik saat mendengar Raisya mengatakan tentang perasaan nya, dia begitu bahagia. Adam merasakan hatinya berbunga bunga saat Raisya mengatakan itu.


Raisya mendongkak menatap pria tampan di samping nya.


" Kamu serius?" Tanya Raisya dengan tak percaya.


Adam mengangguk. " Iya, aku serius."


" Kalau gitu kita pacaran saja! Aku juga mau kok, jadi madu nya istri kamu?" Ucap Raisya


" Kamu serius?" Tanya Adam


Raisya mengangguk. " Aku serius!"

__ADS_1


Adam yg mendengar itu sungguh tak bisa menahan bahagia nya. Dia beruntung jika Raisya mau jadi istri kedua nya. Dia masih bisa bersama Hawa, dan masih bisa bersama Raisya yg begitu mirip dengan Syifa.


Hingga mereka memutuskan untuk makan siang. Dan terjadilah tamparan untuk pertama kali nya. Adam sangat terkejut saat melihat Hawa berada di restoran itu, bahkan memergoki dirinya bersama Raisya. Dan sial nya di sana juga ada ikbal dan Ummi.


Flashback On


Adam kemudian mengambil kunci mobil nya dan keluar dari rumah. Dia akan mencari Hawa, walaupun tubuh nya terasa remuk karena pukulan dari ikbal. Namun Adam tak perduli. Dia yakin jika Hawa tak akan pulang ke kampung nya, tapi Adam bingung harus mencari kemana.


Di lain tempat Hawa sedang berdiri di dekat jendela, menatap gedung gedung tinggi menjulang. Tatapan nya menerobos kedalam kejadian beberapa waktu yg lalu, dimana ia memergoki suami nya bersama wanita lain.


' Tak ku sangka Bang, rumah tangga kita harus berakhir di sini. Apa ini arti dari mimpiku waktu itu, dimana kamu jatuh kedalam jurang dan meninggalkan aku? Ternyata memang kamu sudah jatuh kedalam jurang dosa, dan pergi dengan wanita lain! Aku memang wanita kampung Bang, namun aku tak bisa mentolelir sebuah penghiantan.


Kamu benar benar serakah, kamu jahat Bang! Padahal aku lagi hamil anak kamu, dan sebentar lagi akan melahirkan? Namun apa? Kamu malah berselingkuh, dan berniat menikah kembali. Maafkan aku Bang, aku harus mengubur cinta kita! Karena aku merasa cinta kita sudah berakhir dan tak bisa sekuat Hawa dan Adam dahulu kala.' Batin Hawa dengan air mata yg mulai menes kembali.


" Wa...." panggil Nisa sambil menepuk pundak Hawa.


Hawa tersenyum pada Nisa.


" Wa, bagaimana kamu akan menggugat Adam, sedangkan kamu saja masih hamil?"


" Aku akan menggugat nya, nanti setelah anaku lahir." Jawab Hawa sambil mengelus perut nya.


" Aku ikut prihatin dengan rumah tanggamu Wa! Sungguh aku tak menyangka, jika Adam sejahat itu? Ku mohon, jangan lagi menangisi pria itu? Kau pantas bahagia Wa! Ku yakin, jika Allah sudah menyiapkan kebahagiaan untuk kamu. Namun Allah ingin melihat ketangguhan kamu dulu dalam menjalani ujian nya!" Tutur Nisa sambil menggenggam tangan Hawa.


" Makasih ya Nis, kamu sudah ada untuk ku? Aku memang harua kuat Nis! Aku akan buktikan pada Bang Adam, jika aku bukan wanita lemah!" Ujar Hawa


" Good, itu baru nama nya Hawa." Mereka pun berpelukan dengan erat.


Hawa sangat bersyukur, sebab ia mempunyai sahabat yg begitu baik dan perduli pada nya. Hawa tak tahu, jika tak ada Nisa di samping nya, mungkin tak ada penyemangat untuk Hawa saat ini.

__ADS_1


Terimakasih ya allah, sudah memberikan ku sahabat yg begitu baik. Kuatkan aku Ya Rabb, agar aku selalu kuat dalam segala ujain hidupku.


Bersambung.....


__ADS_2