Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Keras Kepala


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Pagi datang menggantikan langit malam, dengan matahari yg mulai muncul dengan sinar indah dan menawan nya.


Cahaya yg membuat seluruh makhluk di bumi merasakan hangat.


Hari ini rencana nya Ummi, Hawa dan Ikbal akan ke supermarket untuk belanja sembako. Sebenar nya bisa saja memesan, tapi Hawa ingin membeli langsung.


'' Sayang, apa masih mual?'' tanya Ikbal saat Hawa sudah makan nasi.


'' Sudah tidak terlalu Mas! Hanya, saja terkadang suka mual.'' ucap Hawa


Dia memang sudah bisa makan nasi, tapi hanya sedikit saja. Mungkin hanya beberapa suap. Dan paling banyak setengah centong nasi.


Jika lebih dari itu, maka Hawa biasanya akan mual kembali.


Seperti biasa, mereka makan dalam diam. Aturan Abi, jika sedang makan tak boleh mengobrol, mengikuti kebiasaan nabi Muhammad.


Perihal makan dan minum pun tertuang dalam AlQuran. Melalui Nabi Muhammad SAW, umat Islam dapat belajar adab berpakaian, adab bertamu, hingga adab makan dan minum. Bagaimana beliau mencontohkan sedemikian rupa. Hal ini tercatat dalam hadist yang diriwayatkan oleh para sahabat Rasul SAW.


'' Abi, boleh Ikbal bertanya?'' tanya Ikbal saat selesai makan.


'' Boleh, apa itu?''


'' Kita kan makan dan minum ikut adab nabi muhammad. Ada berapa sih Bi, adab nya?'' tanya Ikbal


'' Banyak! Tapi jika Abi jelaskan, menyita waktu panjang. Maka, Abi kasih hadist nya saja ya! Dan ini yg di contohkan oleh Nabi kita? Sekaligus, adab Nabi yg harus kita contoh'' ucap Abi


Ikbal mengangguk, sedangkan Hawa dan Ummi mendengarkan dengan seksama.


'' Satu, memakan yg halal. "Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya."


Dua, biasakan mencuci tangan. "Rasulullah SAW jika beliau ingin tidur dalam keadaan junub, beliau berwudhu dahulu. Dan ketika beliau ingin makan atau minum beliau mencuci kedua tangannya, baru setelah itu beliau makan atau minum."(HR. Abu Daud no.222, An Nasa'i no.257, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa'i)


Tiga, Berdoa sebelum makan. Dan tidak perlu Abi jelaskan do'a nya kan? Kalian tentu sudah hapal? "Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia membaca ‘Bismillah' (dengan menyebut nama Allah). Jika ia lupa membacanya sebelum makan maka ucapkanlah ‘Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi." (HR. At-Tirmidzi).


Empat, gunakan tangan kanan. "Jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya." (HR. Muslim).

__ADS_1


Lima, Tidak mencela makanan. "Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan sama sekali. Apabila beliau menyukainya, maka beliau memakannya. Dan apabila beliau tidak suka terhadapnya, maka beliau meninggalkannya." (HR. Muslim)


Enam, tidak mubazir. Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."


Tujuh, makan dan minum sepertiga bagian.


Keturunan Adam tidak dianggap menjadikan perutnya sebagai wadah yang buruk jika memenuhinya dengan beberapa suap yang dapat menegakkan tubuhnya. Karena itu, apa yang dia harus lakukan adalah sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk napas," (HR Ahmad).


Delapan, segera makanlah, jika makanan sudah di siapkan. Jika makan malam sudah disajikan dan Iqamah salat dikumandangkan, maka dahulukanlah makan malam." (HR. Bukhari)


Dan yg terakhir, akhirilah makan dan minum dengan berdo'a. Selain dibuka dengan doa, tutuplah prosesi makan kita juga dengan berdoa. Sebagai bentuk mengucap syukur atas makanan yang disantap.


"Alhamdu lillaahil ladzii ath'amanaa wa saqoonaa wa ja'alnaa muslimiin."


Artinya: "Segala puji bagi Allah Ta'ala yang telah memberikan makanan dan minuman ini serta jadikan kami sebagai orang-orang islam."


Jadi, kalian sudah paham kan?" tanya Abi


Ikbal, Hawa dan Ummi mengangguk.


" Sama sama! Sekarang, siap siap gih. Kan kita mau belanja?" ucap Abi.


Hawa pun pamit ke kamar untuk bersiap siap. Seperti biasa, Hawa memakai baju gamis hitam longgar dengan cadar nya.


Entah kenapa sekarang dia begitu suka warna hitam. Bagi Hawa, warna hitam seperti warna natural yg tidak membikin pusing saat memilih baju. Tapi aslinya, memang Hawa malas memilih warna saja😂


Setelah siap mereka pun menuju mobil, dan Ikbal juga sudah menyiapkan 1 mobil kap yg akan menyusul ke supermarket nanti.


Saat mobil keluar rumah, Mereka melihat mobil hitam yg masih terparkir di tempat biasanya.


" Ternyata dia ingin menantangku?" geram ikbal


Mobil itu adalah mobil anak buah Yusuf, entah kenapa Yusuf tak mau mundur.


Terlihat jika Hawa menghela napas nya dengan berat. Ia menyayangkan tindakan Yusuf. Padahal Hawa ingin pria itu mundur, sebab Hawa tak mau ada keributan dan memilih perdamaian.


Tapi ternyata Yuusuf lebih memilih, masuk kedalam jeruji besi.

__ADS_1


" Sayang, apa kita baw ke jalur hukum?" tanya Ikbal


" Iya Mas! Tak ada cara lain? Kita sudah bicara secara kekeluargaan, dan mengajak damai! Tapi, Kak Yusuf masih kekeuh." ucap Hawa


" Baiklah, sepulang dari supermarket nanti. Mas akan ke kantor polisi!" ucap Ikbal


" Menurut Abi juga gitu? Sepertinya Yusuf tak bisa di ajak damai? Entah apa, yg membuat pria itu bertahan dan keras kepala? Padahal, perbuatan nya membuat Hawa tak nyaman!" timpal Abi.


Tak ada pembicaraan lagi setelah itu, hingga mobil sampai di supermarket.


Mereka pun langsung masuk, dengan Hawa yg di gandeng oleh Ikbal. Mereka menuju tempat dimana barang barang yg mereka cari.


" Mbak, saya mau pesen barang barang belanja! Sesuai catatan ini? Apa stok nya ada?" tanya Ikbal pada salah satu karyawan di sana.


" Ada Pak! Nanti akan saya siapkan. Bapak mau merek apa?"


'' Saya lihat lihat dulu ya! Merek apa yg akan saya ambil.'' jawab Ikbal.


Karyawan itu mengangguk, lalu mengikuti kemana Ikbal dan keluarga nya pergi. Yg memilih lebih tepatnya Hawa dan ummi. Karena mereka lah yg lebih paham.


Setelah semua sudah, kini Hawa belanja Buah dan susu hamil.


Tapi saat mata nya melihat Duren, tiba tiba Hawa menginginkan nya.


" Mas, aku mau duren ya?" pinta Hawa


" Emang boleh ya, wanita hamil makan duren?" tanya Ikbal


" Boleh saja! Asal jangan terlalu banyak." timpal Ummi


Ikbal pun akhirnya membeli 1 buah duren, tapi saat melewati area sayuran, Hawa melihat buah jengkol. Dan dia pun membeli nya.


Ikbal awalnya menolak, tapi melihat istrinya ingin makanan bau itu. Ikbal pun mersa tak tega, dan akhirnya dia mengizinkan Hawa membeli makanan yg membuat kamar mandi bau.


Huuuf, semoga aku kuat deh! Nasib jadi orang kota, gak pernah makan jengki? batin Ikbal


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2