
Happy Reading😘
Sudah 5 hari Syifa di rumah sakit, dan akhirnya hari ini Syifa pulang ke rumah. Walaupun badan nya masih lemas, tapi dia memaksa untuk pulang. Dan kali ini yang mengantar nya adalah Ikbal kakak nya Syifa.
Setelah sampai Ikbal langsung menggendong Syifa ke kamar, sementara Ummi dan Abi di ruang tamu bersama Hawa.
'' Bagaimana Ummi, keadaan Mba Syifa?'' tanya Hawa
'' Ya begitu Nak! Tetap tak ada kemajuan.'' lirih Ummi dengan sedih.
Abi langsung merengkuh tubuh istrinya. '' Ummi, percayalah sama Allah. Abi yakin, jika Allah itu maha baik sampai ia memberikan Syifa cobaan ini.'' tutur Abi
Ummi mengangguk. Karena sesungguhnya Allah itu maha adil, dia tidak akan memberikan suatu cobaan kecuali hamba itu tak akan sanggup melewati nya. Allah itu maha baik, dia begitu sayang pada hamba nya yang bisa melewati ujian nya dengan sabar.
Drrrtt Drrrtt
Hp Hawa bergetar, dan pas di lihat itu adalah dari Kakak nya Umar.
'' Hallo, Assalamua'laikum Kak.'' ucap Hawa
'' Apa! Kakak kok gak ngabarin dulu?'' kagwt Mawar
'' Yasudah, nanti ku kirim alamat nya.''
Tut
Telpon di matikan oleh Hawa. Nisa yang melihat wajah kaget sahabat nya langsung bertanya. '' Kenapa Wa?'' tanya Nisa
'' Itu Nis, keluarga aku dari kampung datang. Mereka mau kerumah!'' jelas Hawa.
'' Ya sudah, kalau gitu kita pulang sekarang.'' usul Nisa yang di balas anggukan oleh Hawa.
Setelah membereskan barang barang nya, Hawa pamit pada Syifa, lalu Ummi dan Abi.
'' Nak, kamu pulang naik apa?'' tanya Ummi
'' Aku naik taksi saja Ummi.'' jawab Hawa
'' Kamu di antar Ikbal saja! Ummi khawatir sama kandungan kamu? Bal, antar Hawa dan Nisa ya?'' titah Ummi.
Ikbal mengangguk, lalu berjalan ke arah depan. Sebenar nya Hawa menolak nya tapi Ummi memaksa, dan pada akhirnya Hawa pun meng iyakan.
Selama di dalam mobil, tak ada pembicaraan antara Ikbal, Nisa maupun Hawa. Mereka diam dengan pikiran nya masing masing. Dah Hawa juga terus menatap ke arah jendela.
'' Wa, siapa saja yang datang?'' tanya Nisa membuka suara
__ADS_1
'' Mungkin semua Nis, Ayah, Ibu, Kak Umar dan Putri.'' jawab Hawa
'' Tumben?''
Hawa menggelengkan kepala nya, tanda ia pun tak tahu. Saat mobil sampai depan rumah Hawa, mereka melihat keluarga Hawa sudah duduk di teras rumah nya.
Hawa turun dan langsung mencium tangan kedua orang tua nya. Lalu memeluk tubuh mereka dengan perasaan Rindu.
'' Kakak gak di peluk nih?'' ujar Umar
'' Nggak, Kakak bau jengkol.'' tolak Hawa
'' Enak saja! Kakak wangi gini.'' tukas Umar
Kemudian Nisa membuka pintu rumah, dan mempersilahkan keluarga Hawa masuk.
'' Wa, aku pulang dulu ya!'' ucap Ikbal
'' Iya Kak, makasih ya sudah nganterin Hawa sama Nisa.'' ucap Hawa di balas anggukan oleh Ikbal
Kemudian Ikbal pun masuk kedalam mobil, lalu pergi meninggalkan rumah Hawa. Sedangkan Ayah menatap penasaran pada Ikbal.
'' Nak, siapa pria tadi?'' tanya Ayah saat mereka duduk di ruang tamu.
'' Oh, itu nama nya Kak Ikbal Yah! Dia Kakak nya saudara Bang Adam.'' jawab Hawa.
Hawa sebenar nya tak ingin berbohong pada Ayah dan Ibu nya. Tapi mau bagaimana lagi, Jika Hawa bilang yang sejujurnya pada Sang Ayah, maka nanti penyakit ayah nya bisa kambuh kembali. Dan Hawa tidak mau itu terjadi.
'' Oh ya, Ayah dan Ibu Kok kesini gak ngasih tahu Hawa sih?'' heran Hawa
'' Kami sengaja, mau bikin sup es.'' jawab Ayah
Umar, Hawa dan Nisa tertawa mendengar ucapan Ayah. '' Ayah bukan Sup es! Tapi Surprise.'' jelas Hawa
''Hehe, maaf Nak! Ayah tak tahu...''
Semua terkekeh, lalu Hawa mengajak orang tua nya untuk makan. Dia sudah memesan makanan lewat online. Dan makanan sudah tertata rapih di meja.
Kemudian mereka pun makan.
*****
'' Bal, bener tadi keluarga Hawa datang?'' tanya Ummi saat Ikbal masuk kedalam kamar Syifa.
'' Iya Ummi, yang Ikbal lihat ada 4 orang. Mungkin itu Ayah, Ibu, dan saudara Hawa.'' jelas Ikbal
__ADS_1
'' Abi, bagaimana kalau kita kerumah Hawa! Ummi mau bertemu dengan keluarga Hawa.'' pinta Ummi
Abi menggeleng. '' Nggak Mi, jangan dulu! Orang tua Hawa kan tak tahu, kalau Adam mempunyai istri 2. Dan Hawa pun sudah merahasiakan nya, jadi kita jangan ambil keputusan sendiri! Kasihan Hawa Ummi.'' jelas Abi.
Ummi mengangguk. '' Iya Bi, maafkan Ummi.''
*****
Adam baru saja sampai di rumah Hawa. Dia di beritahu Hawa, kalau orang tua nya datang. Sebenar nya Adam mau pulang siang tadi, hanya saja pekerjaan nya hari ini begitu banyak. Sehingga baru bisa pulang habis magrib.
Hawa, Nisa dan Ibu sedang memasak di dapur. Kali ini, Hawa hanya duduk dan memotong sayuran. Yang memasak adalah Ibu dan Nisa. Ibu tak mengizinkan Hawa untuk masak, sebab berdiri lama lama pasti membuat kaki Hawa sakit.
Setelah makanan sudah siap. Hawa dan Nisa pun pergi ke kamar untuk membersihkan diri.
Malam ini setelah selesai makan malam. Hawa kumpul berasama keluarga nya di ruang tv. Mereka bersenda gurau, melepas kerinduan. Hawa bahkan selalu tersenyum bahagia, baginya momen itu tak akan terulang kembali.
'Aku benar benar bahagia, saat bisa kumpul dan bersenda gurau lagi bersama keluargaku! Rasanya aku ingin menghentikan waktu saat ini juga.' batin Hawa.
Saat mereka sedang bersenda gurau, tiba tiba telpon Adam berbunyi. Dan ternyata itu dari Ikbal. '' Ya Hallo Bang.'' ucap Adam
'' Apa! Ya allah, iya iya Bang, gw pulang!'' panik Adam.
'' Kenapa Bang?'' tanya Hawa
'' Syifa kejang kejang Wa! Abang harus kerumah sekarang.'' ujar Adam sambil berlalu mengambil kunci mobil nya.
'' Bang, Hawa ikut ya! Hawa khawatir sama Mba Syifa.'' pinta Hawa
Adam menggeleng. '' Tidak Sayang! Kamu lagi hamil, lagipun di sini ada Ayah dan Ibu, kamu di sini saja temani mereka. Biarkan aku saja!''
Adam lalu pergi meninggalkan rumah Hawa. Sedangkan keluarga Hawa, hanya menatap heran dan penuh tanya pada pasangan suami istri tersebut.
''Siapa Syifa Dek? Kenapa Adam, terlihat panik dan begitu perduli?'' Tanya Umar penasaran.
Hawa mematung mendengar pertanyaan Kakak nya. Dia tak tahu harus menjawab apa?
'' Itu Kak Umar, Syifa itu kerabat jauh Adam, nah kebetulan dia sedang sakit keras Kak, dan Adam lah yang bertanggung jawab! Kan Kak Umar tahu, kalau Adam itu dokter! Iya Kan Wa?'' jelas Nisa, sambil melirik Hawa dengan kode mata nya agar Hawa mengangguk.
'' I-iya Kak, i-itu kerabat Bang Adam.'' bohong Hawa
Maafkan aku ya allah, aku sudah berdosa karena berbohong. Aku hanya tak mau keluargaku tahu sekarang! Waktu nya belum lah tepat.
Ibu menatap Hawa dengan intens. Ibu merasakan jika Hawa sedang menyembunyikan sesuatu. Sebab, Batin seorang ibu dan Anak itu sangat kuat, hingga ibu bisa merasakan kejanggalan pada diri Hawa.
Ibu berniat akan menanyakan nya saat Hawa sendiri. Karena Ibu tahu kalau Hawa tak akan bicara di hadapan banyak orang.
__ADS_1
Bersambung.....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA😘