
Happy Reading😘😘
Jangan lupa like sebelum baca ya👍dan jangan lupa juga mawar dan vote nya🌷🌷
Hari terus berjalan, hingga tak terasa kini kandungan Hawa sudah menginjak 7 bulan. Selama ini Hawa menjalani hari hari nya dengan keadaan yg cukup sulit, karena perut nya semakin membesar.
Tapi untung nya, selalu ada Ikbal yg menemani Hawa setiap waktu.
Beruntung nya Hawa memiliki suami sebaik dan sesayang Ikbal. Bukan hanya sayang pada nya saja, tapi pada keluarga Hawa juga.
Seperti 3 hari yg lalu, Ikbal memesankan sebuah mesin cuci untuk di taruh di kampung Hawa. Sebab Ikbal kasihan jika mengingat Ibu mertua nya mencuci menggunakan tangan saja.
Awalnya ibu dan Umar menolak, sebab tak enak pada Ikbal. Namun Ikbal memaksa, dia bilang ingin membahagiakan ibu mertua nya juga.
Nanti malam rencana nya Hawa akan pergi ke sebuah acara reuni sekaligus pertunangan teman nya Ikbal.
Di sana di haruskan membawa pasangan masing masing. Jadi, Ikbal membawa Hawa kesana.
''Mas, nanti malam jangan lama lama ya disana? Aku gak betah keramaian.'' pinta Hawa
''Iya sayang. Kita hanya sebentar saja di sana.'' ucap Ikbal.
🌷
🌷
🌷
Hawa sudah siap dengan gamis ijo wardah, di padu dengan cadar senada. Penampilan nya begitu anggum memukau, walau hanya mata indah nya saja yg terlihat.
''Sudah siap?'' tanya Ikbal sambil membentangkan tangan nya.
Hawa menyambut tangan itu dengan senyuman di balik cadar nya.
''Siap, pangeran.''
Mereka pun keluar menuju mobil. Mereka tidak pamit pada Ummi dan Abi. Sebab kedua orang tua Ikbal sedang ada acara di Solo.
🌷
__ADS_1
🌷
''Mas, pesta nya ramai sekali?'' ucap Hawa saat mereka memasuki gedung hotel.
''Iya, sayang. Kamu jangan jauh jauh ya dari aku?'' ucap Ikbal
Hawa mengangguk, lalu mereka pun masuk kedalam. Ikbal menggandeng Hawa menuju pelaminan di mana sepasang pasangan yg baru melangsungkan pertunangan, berdiri menyambut para tamu undangan.
Semua mata tertuju pada Ikbal dan Hawa.
Bagaimana tidak, saat di kampus dulu. Ikbal adalah laki laki yg cukup di gemari dan di kagumi oleh para wanita. Maka tak ayal, jika wanita banyal yg menyukai Ikbal karena ketampanan nya.
''Selamat ya Bro. Gw do'a kan, semoga hari H nanti lancar!'' ucap Ikbal sambil menjabat tangan teman pria nya.
''Thanks ya, sudah datang. Ini siapa? Istri Lo?''
''Iya, ini Istri gw.'' jawab Ikbal sambil merangkul pinggang Hawa
''Selamat ya, semoga lancar sampai hari H nanti.'' ucap Hawa sambil menangkupkan kedua tangan di depan dada.
''Wah, keren Lo nyari istri? Shaleha banget?'' puji Anton teman Ikbal
Setelah mengucapkan selamat, Hawa dan Ikbal pun turun dan menuju tempat minuman.
Semua mata wanita menatap iri pada Hawa. Sebab mereka melihat betapa sayang nya Ikbal pada Hawa.
''Sayang, ini minum dulu!'' ucap Ikbal sambil menyerahkan 1 gelas minuman.
''Makasih Mas.''
Saat mereka sedang minum, tiba tiba ada yg menyapa Hawa.
''Hawa, Ikbal...'' ucap wanita berhijab sambil duduk di samping Hawa.
Hawa dan Ikbal menoleh.
Hawa terlihat bingung melihat wanita berhijab hitam di samping nya, pikiran nya sedang menerawang jauh. Mengingat apa dia pernah bertemu dengan wanita di samping nya itu. Sebab Hawa merasa seperti pernah melihat nya.
'' Hey, aku Vivi. Kalian apa kabar?'' ujar Vivi
__ADS_1
Hawa dan ikbal saling pandang, namun sedetik kemudian mereka tersenyum.
''Masya allah, kamu Vivi?'' ucap Hawa tak percaya, sebab Vivi terlihat sangat berbeda menggunakan hijab.
''Iya, ini aku?''
''Wah, Vi. Lo beda banget? Lo lebih cantik dan anggun, kalau pakaian Lo begini? Iya kan sayang?'' ucap Ikbal sambil melirik ke arah Hawa
'' Iya, kamu cantik sekali?'' puji Hawa
''Makasih. Ini juga berkat Hawa...'' ungkap Vivi
''Aku...'' tunjuk Hawa pada dirinya
Vivi mengangguk, lalu menceritakan kisah nya saat dia bertemu dengan Hawa dulu. Vivi mulai merubah dirinya, dia selalu terngiang ngiang akan ucapan Hawa waktu itu di resto.
Setiap malam Vivi selalu di hantui rasa tak tenang. Sampai akhirnya dia memutuskan berhijrah dan menggunakan hijab.
''Masya allah, itu artinya Allah memberikan kamu hidayah?'' ucap Hawa
''Kamu benar Wa! Allah memberikan ku hidayah lewat kamu.''
''Semoga kamu selalu istiqomah, ya.'' timpal Ikbal
''Aamiin.... Oh, ya. Kandungan kamu udah berapa bulan?'' tanya Vivi
''Alhamdulillah, udah 7 bulan Vi. Do'ain ya, agar lahiran nya nanti lancar.'' pinta Hawa
''Aamiin...Aku do'a kan agar lahiran kamu lancar dan selamat.''
''Aamiin....''
Merela pun berbincang bincang, hingga tak terasa waktu makin larut. Hawa pun pamit pada Vivi untuk pulang ke rumah, sebab ia kan lagi hamil.
Jadi gak bisa lama lama, dan ibu hamil juga tidak baik keluar malam.
Othor nya lagi kurang vit😔di tambah hari ini di bikin down sama ntoon😧
Bersambung.......
__ADS_1