Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Laddu dan Lassi


__ADS_3

Happy Reading๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Hari ini Hawa akan pulang kerumah, setelah 2 hari di rawat di rumah sakit. Dan keluarga nya di kampung pun sudah tahu, jika saat ini Hawa tengah mengandung lagi.


Mereka tentu menyambut bahagia kehamilan Hawa, apalagi saat mendengar Hawa hamil anak kembar. Sungguh kebahgiaan tiada tara.


Dan saat Ikbal tahu jika Hawa sedang hamil anak nya, dan kembar pula. Selama itu pula Ikbal tak mengizinkan Hawa mengerjakan pekerjaan yg berat, bahkan ke kamar mandi pun dia selalu menemani.


Seperti pagi ini, Hawa ingin mandi tapi Ikbal malah terus membuntuti nya. Dan itu membuat Hawa benar benar tak nyaman.


'' Mas, aku mau mandi.....'' rengek Hawa dengan kesal.


'' Ya sudah, mandi ya mandi aja sayang? Aku jagain kamu!''


'' Mas, aku bukan anak kecil? Lagian cuma mandi doang, ini? Kamu gak usah lebay deh.'' dengus Hawa makin kesal, namun masih dengan nada biasa dan tidak membentak.


'' Kan aku khawatir sama kamu? Aku cuma mau jagain kamu aja sayang!''


'' Aku tahu! Tapi kamu terlalu berlebihan, tau Mas....'' jengkel Hawa


'' Ya, tapi kan aku....''


'' Nggak! Kalau kamu tetap begini, aku gak mau makan.'' rajuk Hawa dengan mengancam.


Ikbal yg mendengar itu pun akhirnya mengalah, dia tidak mau jika sampai Hawa tak makan, dan malah membuat anak di dalam kandungan nya kenapa napa.


Ikbal menatap pintu kamar mandi yg tertutup. Dia mendesah napas nya dengan kasar.


' Padahal, aku hanya ingin melindungi dia?' batin Ikbal


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


Saat ini Hawa dan Ikbal sudah berada di meja makan untuk sarapan. Pagi ini Ummi memasak nasi goreng dengan dadar telur dan ayam goreng buat Hawa.


Setelah menyiapkan makanan untuk suami nya, Hawa pun mulai menyantap makanan nya.


'' Bal, kamu jadi gak nanti siang ke kalimantan?'' tanya Ummi.


'' Iya, Bal. Kemaren kan kamu gak jadi?'' timpal Abi.


Ikbal menggeleng pelan, membuat Ummi, Abi dan Hawa mengeryit heran.


'' Kenapa?'' heran Ummi


'' Ummi, Ummi kan tahu, kalau saat ini Hawa sedang hamil? Apalagi dia sedang hamil kembar. Jadi, aku gak tega kalau meninggalkan Hawa sendiri.'' jelas Ikbal sambil menggenggam tangan Hawa.


'' Kan ada Ummi sama Abi?''


'' Iya, aku tahu! Tapi, aku ingin selalu ada buat Istriku Mi...'' jawab Ikbal lagi.


Hawa tersenyum malu mendengar penuturan Ikbal. Sungguh bahagia nya dia mendapatkan suami seperti Ikbal.


' Terimakasih Ya allah. Kau sudah memberiku suami yg begitu baik, dan juga menyayangiku! Ya allah, aku hanya meminta kepadamu, jagalah selalu keutuhan rumah tanggaku! Jangan kau biarkan aku, merasakan kembali sakit nya hati di dalam rumah tangga keduaku ini? Dan jaga selalu, bayi bayi yg ada dalam kandungan ku! Sesungguhnya, hanya kepadamu aku meminta dan berserah. Terimakasih, engkau sudah memberiku kebahagiaan yg tiada habis nya.' batin Hawa


Setelah sarapan, Hawa mengantar suami nya kedepan. Namun saat melewati ruang tv, seketika dia berhenti saat menatap makanan yg di tayangkan di tv.


'' Sayang, kamu kenapa?'' heran Ikbal saat Hawa menghentikan langkah nya, dan menatap tv dengan tatapan ingin.


'' Mas.... Aku mau itu....'' ucap Hawa dengan nada sedikit manja.


Ikbal mengeryit heran. '' Mau, apa sayang?''

__ADS_1


'' Itu.....'' tunjuk Hawa pada Tv '' Aku mau Laddu sama Lassi..'' ucap Hawa sambil mengusap iler di bibir nya.


'' Hah, Laddu? Lassi? Apa itu?'' bingung Ikbal


'' Itu Mas, makanan khas India! Nih, potonya.'' Hawa pun mengutak ngatik ponsel nya, dan menunjukan makanan yg dia mau.


Laddu



Lassi



Ikbal menatap poto yang di tunjukan Hawa. Lalu dia memandang Hawa dengan dahi mengeryit.


'' Itu makanan khas india?'' tunjuk Ikbal pada ponsel Hawa.


Hawa mengangguk cepat. '' Beliin ya Mas! Please....'' mohon Hawa


''Beliin aja Bal! Kalau gak di turutin, nanti anak kamu bisa ileran, Loooh...'' timpal Ummi yg baru dateng dari arah dapur.


Ikbal membulatkan mata nya, menatap Ummi.


'' Ummi serius?''


'' Ya, serius. Itu nama nya Hawa lagi ngidam! Dan kamu harus turuti ngidam nya.''


'' Tapi Ummi, dimana Ikbal cari makanan itu? Apa iya, Ikbal harus ke india? 8 jam Ummi, perjalanan nya saja!'' lesu Ikbal


Dia gak bisa bayangin, ke india hanya untuk membeli 2 makanan itu saja. Bukan nya ia tak mau, hanya saja negara itu begitu jauh, kalau hanya ke bandung atau bogor yg bisa di tempuh 1 2 jam perjalanan mungkin dia bisa saja.


'' Bal, Bal.... Kamu ini, gimana sih? Ya, cari di tempat makanan khas india lah? Kan banyak.'' ucap Ummi sambil menepuk jidat nya.


'' Hehe.... Iya Mi, Ikbal lupa...''


'' Mas, cepet....'' pinta Hawa sambil menggoyang lengan Ikbal.


'' Iya sayang! Mau apa lagi?'' Tanya Ikbal sambil mengelus kepala Hawa.


'' Nggak Mas! Itu aja.''


Ikbal mengangguk lalu pergi masuk kedalan mobil nya, setelah mencium kening Hawa. Dia menelpon asisten nya, agar memantau proyek yg dia akan pantau pagi ini.


Ikbal melajukan mobil nya mengikuti arah GPS dimana toko makanan khas kota nya KING KHAN itu berada.


Setelah 1 jam 20 menit perjalanan, akhirnya dia sampai. Dan ternyata toko nya baru buka.


Ikbal segera masuk dan memesan makanan yg di mau istrinya.


'' Mba, saya pesen Laddu sama.... Aduh, apa ya nama nya?'' bingung Ikbal sambil mengetuk dagu nya, dan memikirkan makanan satu lagi yg di pengenin Hawa.


'' Sama apa Pak?'' tanya karyawan tersebut.


'' Itu, Mba. Nama nya Dasi.... Apa basi ya?''


Karyawan itu tercengang mendengar perkataan Ikbal, dahi nya mengkerut heran. Sebab tak ada makanan yg bernama Dasi maupun Basi di toko nya.


'' Maaf Pak! Kalau Dasi, itu buat di pakai. Kalau makanan basi, maaf kami tidak jual!'' ucap karyawan itu.


'' Bukan itu Mba! Nama nya, si si gitu belakang nya? Saya lupa.'' jelas Ikbal dengan menahan sedikit rasa malu nya.


'' Apa maksud Bapak, Lassi....''


'' Ya, itu maksud saya.'' ucap Ikbal dengan antusias,seperti baru saja menemukan undian berharga.

__ADS_1


'' Baik, Pak. Tunggu sebentar ya!''


Setelah 10 menit menunggu, karyawan itu pun memberikan pesanan Ikbal, dan Ikbal langsung membayar nya lalu pergi dari toko itu.


Mobil melaju arah pulang, hati Ikbal terlihat sangat riang gembira, dia berjanji akan selalu menuruti ngidam istrinya nanti.


Aku akan menuruti setiap ngidam Bidadariku nanti, agar anak anak ku kelak tak ileran!


Akhirnya mobil pun sampai di rumah, Ikbal masuk kedalam tapi tak mendapati Istrinya, dan juga Ummi. Sedangkan Abi berangkat ke majelis karena ada acara santunan.


'' Assalamu'alaikum....'' ucap Ikbal sedikit berteriak.


Namun tak ada jawaban, di dapur pun bahkan tak ada orang. Akhirnya Ikbal melangkah ke arah kamar nya, dan melihat pintu sedikit terbuka.


Dia masuk dan mendengar ada suara orang muntah di kamar mandi. Dengan langkah cepat, Ikbal pun masuk kedalam kamar mandi, dan melihat sang istri sedang muntah muntah di wetaple, dan Ummi sedang memijit tengkuk nya.


'' Astagfirullah..... Sayang, kamu kenapa?'' panik Ikbal.


Hawa mencuci mulut nya, lalu menegakan kembali badan nya dengan wajah yg sedikit pucat.


'' Aku gak papa Mas! Ini biasa kok, di alami ibu ibu hamil. Iya, gak ummi?'' ucap Hawa sambil melirik ke arah Ummi


'' Betul sekali.''


'' Tapi Mi.... Lihat, wajah Hawa sampai pucet begitu?'' cemas Ikbal


'' Itu akan di alami ibu hamil, sampai umur kandungan 4 5 bulan. Dan kamu harus selalu sabar, ya Bal!'' pesan Ummi


Ikbal mengangguk lalu menggendong Hawa menuju ranjang, dia gak perduli walau di sana ada Ummi nya. Yg Ikbal pikirkan itu adalah keselamatan Hawa.


Ummi pamit ke dapur untuk membuat wedang jahe.


'' Mas, mana pesanan aku?'' tanya Hawa sambil merentangkan telapak tangan nya.


Cup


Ikbal mencium telapak tangan Hawa, lalu ke kening nya.


'' Ada, sebentar aku ambil dulu ya!'' ucap Ikbal sambil berlalu ke luar kamar.


Tak lama dia datang sembari membawa makanan yg Hawa pesan dengan wedang jahe buatan Ummi.


'' Waaaaah.....'' Antusias Hawa sambil mengelap iler nya.


Apa sebegitu inginkah? Sampai ileran begitu? Ya ampun.......batin Ikbal geli


Hawa melahap makanan itu dengan cepat, sampai Ikbal harus beberapa kali memperingatkan agar Hawa hati hati.


'' Ini enak Mas.''


'' Iya, tapi pelan pelan sayang! Nanti keselek.''


Hawa mengangguk, lalu menyuapkan 1 buah Laddu kedalam mulut Ikbal. Dan Ikbal menerima nya dengan senang hati.


'' Enak kan?'' tanya Hawa


''Iya enak, apalagi kalau dari tangan istriku langsung! Eeeuuum...Bahkan mengalahkan makanan Luar.'' puji Ikbal


Hawa tersipu mendengar godaan sekaligus pujian dari suaminya. Hawa memang selalu tersipu saat Ikbal menggoda nya, walau itu hanya godaan ringan saja.


Aku bahagia, saat melihat senyum di wajah mu bidadariku. Aku berjanji, akan selalu mebuat wajah itu berseri dengan senyuman, bukan dengan tangisan. batin Ikbal


Bersambung.......


Othor juga bahagia lihat Mas Ikbal sayang banget sama Hawa๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜Uuuuhhh jadi pengen di sayang juga๐Ÿ˜…๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

__ADS_1


__ADS_2