MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Sama Sama Korban


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌼🌸


"Anda positif tertular virus HIV pak. Saya mohon maaf."


Dirga terduduk lesu mendengar penjelasan dokter mengenai kondisinya. Dirinya bahkan tak bisa berkata kata lagi.


"Lalu saya bagaimana dok?? Saya bersih kan?? Sehat kan???" tanya papa yang tidak sabar menanti penjelasan dokter mengenai keadaannya.


"Mohon maaf pak,, Meski saya tidak tau bagaimana bisa terjadi tapi saya tetap wajib menyampaikan hasil tes bahwa bapak pun mengidap HIV." dokter mengatakannya dengan mantap meski dokter heran kenapa bisa papa mertua pasien juga tertular.


"Dokter sudah cek berkali kali atau baru sekali saja?? Cek saja lagi dok siapa tau hasilnya beda nanti,,,,!!!" desak papa.


"Maaf pak,,, Kami sudah tiga kali mengecek dan hasilnya tetap sama makanya kami yakin untuk menyampaikannya." jawab dokter.


Dokter mengambil jeda napas untuk memberi kedua pria dewasa itu waktu sejenak untuk menenangkan diri mereka. Dokter tau ini bukan hal mudah bagi keduanya.


"Apa ada harapan untuk bisa di sembuhkan??" tanya papa.


"HIV tidak bisa dsembuhkan pak karena belum ada obatnya. Namun gejala penyakit bisa dikendalikan dan peningkatan sistem imun yang dilakukan lewat terapi ARV atau disebut dengan antiretoviral. Namun perlu bapak berdua ketahuin bahwa Obat ARV tidak dapat menyembuhkan, tetapi bisa membantu orang dengan HIV hidup lebih lama dan lebih sehat." jelas dokter.


"Sekali saya tekankan,,, Tidak menyembuhkan." imbuhnya.


"Lalu apa itu juga bisa diterapkan pada saya dok??" tanya papa yang mulai resah mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi.


"Bisa pak,,, Tapi seiring dengan pertambahan usia terutama setelah usia di atas 45 tahun,,, otomatis sistem kekebalan tubuh akan semakin menurun. Oleh karena itu,,, Perbaikan yang terjadi pada pasien dengan umur lebih tua setelah pengobatan HIV tidak akan secepat pasien HIV yang lebih muda. Ini karena pada dasarnya daya tahan tubuh sudah lebih menurun." jawab dokter.


"Hal ini disebabkan karena fungsi ginjal dan hati juga lebih menurun. Dan tentunya dengan kondisi seperti ini dosis obat HIV yang diberikan kepada harus diatur kembali dosisnya. Jika tidak, kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan." lanjut dokter lagi.


Papa makin terhenyak dalam duduknya. Baru kali ini beliau menyadari beliau sudah tidak muda lagi.

__ADS_1


"Kenapa aku tidak pernah memikirkan resiko seperti ini sebelumnya,,,?? Kenapa aku hanya menuruti hawa nafsuku saja,,,?? Kalau sudah begini aku bisa apa,,,??" papa menyesal dalam diamnya.


Dirga melirik papa yang kelihatan lebih gelisah lagi. Ada segelintir rasa iba dalam hatinya namun rasa itu seketika dikalahkan dan hilang saat dirinya ingat dan membayangkan papa tentu tidak ingat umur saat mencumbu istrinya.


"Rasakan saja,,, Tua tua gak tau diri sih,,," batin Dirga yang masih disulut emosi.


Dokter diam menunggu reaksi keduanya hingga akhirnya Dirga angkat bicara.


"Lalu tes DNA nya bagaimana??" tanya Dirga lirih seakan sudah tak memiliki gairah hidup lagi.


Papa yang baru ingat ada satu tes lagi langsung mendongakkan wajahnya yang sempat tertunduk lesu. Matanya berusaha menembus isi pikiran dokter agar beliau tau apa yang akan keluar dari mulut dokter.


"Semoga bukan anakku,," batin papa.


"Dari tes pak Dirga bisa saya sampaikan bahwa Dna bapak dan bayi itu berbeda. Tidak memiliki kecocokan jadi bisa saya simpulkan bayi itu bukanlah anak bapak." kata dokter.


Dirga tersenyum mendengarnya. Hatinya langsung merasa bebas dari kukungan penjara. Sejenak kemudian senyum bahagianya berubah menjadi sinis saat menatap papa yang duduknya mulai belingsatan.


"Akhirnya terbukti juga perselingkuhan kalian.Mau mengelak apalagi sekarang kalian??"batin Dirga dengan senyum sinisnya.


Tampak beberapa bulir keringat mengucur di dahi keriputnya. Papa berkali kali menghapusnya namun cairan bening itu kembali bermunculan seiring dengan cepatnya jantungnya memompa.


"Dan kami juga tidak menemukan adanya kemiripan antara DNA bapak dengan bayi itu." kata dokter.


"Apa???!!!"


Kedua pria dewasa itu serempak terkejut kemudian saling berpandangan. Pandangan yang menyiratkan kekecewaan,, kemarahan akan penipuan yang dilakukan Vhe.


"Mohon maaf bapak bapak,,, saya juga ingin menyampaikan kondisi pasien yang tadi sempat tersadar dan sudah melewati masa kritisnya. Pasien sangat terpukul dengan kejadian ini. Oleh karena itu saya sarankan agar keluarga ada yang mau mendampingi untuk pemulihan psikisnya." kata dokter kemudian.


"Apa kami sudah boleh menemuinya??" tanya Dirga.


"Boleh pak,,, Biar suster yang mengantar dan mendampingi." kata dokter sambil memberi isyarat pada suster.


"Terima kasih dok,,," lirih papa.

__ADS_1


Papa dan Dirga melangkah gontai meninggalkan ruangan dokter dan mengikuti langkah suster membawa mereka ke ruangan Vhe.


"Ini ruangannya bapak bapak. Mohon masuk bergantian saja ya." pesan suster.


Dirga mengangguk dan mengucap terima kasih.


Suster yang mengantar pun memberi pesan pada rekan suster yang berjaga di ruangan Vhe agar mengawasi dan memberi arahan pada keduanya sebelum memasuki ruangan Vhe.


"Tunggu Dirga,,, Papa mau bicara." kata papa.


"Bicara apa lagi??" ketus Dirga.


"Jangan kasar begitu. Papa tau dan sadar papa ini sudah salah dengan berselingkuh dengan Vhe. Tapi setidaknya jagalah sikapmu pada papamu ini. Kita berdua ini sama sama korban Dirga. Korban dibohongi dan dimanfaatkan oleh Vhe. Jadi janganlah kamu begit. membenci papa begini." kata papa.


"Kenapa pa?? Apa papa tidak ingat momen intim kalian?? Apa saat seperti itu papa ingat aku?? Ingat mama??? Setelah semuanya papa sekarang dengan gampang meminta Dirga untuk tetap menjaga sikap pada papa??? Telat pa,,,!!! Dirga sudah terlanjur marah dan kecewa pada papa. Dirga akan bawa mama pergi setelah ini dan papa,,,,!!! Jangan pernah datang pada kami!!!" ketus Dirga.


"Kamu tidak berhak menentukannya Dirga!!! Mama itu istri papa,,, Papa yang berhak menentukan akan dengan siapa dan kemana mama pergi!' jawab papa.


"Istri papa??? Dirga bahkan sudah tidak sudi jika mama memiliki suami seperti papa. Bejat,,, Tidak bermoral.Puas papa menghancurkan keluarga kita??? Puas papa bersenang senang dengan menantu papa sendiri??? Puas papa menyakiti aku dan mama???!!!" kecam Dirga.


Papa diam.


"Lihat,,,Papa bahkan hanya membisu sekarang. Kebisuan papa itu tidak akan merubah keputusanku dan kebencianku pada papa!!!" kata Dirga.


Tak lagi menunggu jawaban papa yang sudah kehabisan kata,,, Dirga lantas masuk ke ruangan Vhe. Vhe tampak kacau dengan matanya yang terbuka namun memandang dengan tatapan hampa.


Vhe masih sangat terpukul dengan kenyataan yang dialaminya. Namun mendengar pintu di buka matanya langsung beralih dan melihat ke arah pintu.


"Dirga,,, Akhirnya kamu datang. Aku tau kamu pasti masih mencintaiku. Kamu pasti memaafkanku." mata Vhe berbinar melihat siapa yang datang.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌸

__ADS_1


__ADS_2