MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Bertemu Calon Mertua


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸🌸


Aku mempersiapkan diriku dan berdandan cukup dengan riasan tipis saja. Aku sengaja tak ingin berdandan tebal atau yang berusaha semaksimal mungkin seperti kebanyakan wanita lain yang ingin memikat hati calon mertuanya.


Aku justru memilih tampil apa adanya yang jelas rapi dan sopan karena aku ingin calon mertuaku melihat aslinya diriku. Aku tidak ingin membuat calon mertuaku suatu hari kaget melihat wajah bangun tidurku yang tanpa polesan.


Aku juga tidak ingin terkesan terlalu memaksakan diri dengan berdandan aneh.


Malam itu aku cuma mengenakan sebuah dress hitam sepanjang lutut dengan lengan pendek. Ku lengkapi penampilanku dengan sebuah clutch kecil berwarna hitam juga.


Untuk perhiasan,,, Aku hanya memilih sebuah anting kecil dan kalung yang juga kecil bahkan nyaris tidak terlihat jika tidak diamati dengan seksama.


"Cukup begini saja Yu,,, Kamu sudah punya hati yang cantik dan orang yang lebih bisa menghargai kecantikan hatimu akan lebih beruntung daripada yang cuma mengagumi kecantikan wajahmu,,," kata hatiku sendiri.


Tak ingin tampil rapi sendiri maka aku pun tak begitu saja melupakan si kembar yang juga akan ikut makan malam bersama kami nanti.


Anak anak juga aku persiapkan dengan baju setelan kemeja berwarna sama yang rapi dan dilengkapi dengan dasi kecil yang membuat tampilan mereka makin chic. Rambut mereka ku tata dengan rapi juga.


Tidak lupa aku memberi wejangan pada keduanya agar tidak bertingkah aneh aneh di sana nanti. Itu hal yang selalu kulakukan sebelum menghadiri acara apa pun dan dengan siapa pun itu. Bukan hanya karena kali ini aku akan menemui calon mertuaku saja.


Dan walaupun tanpa ku ingatkan mereka tidak pernah membuatku malu atau kesal selama ini karena ulahnya tapi aku tetap berkewajiban mengingatkan mereka.


"Papa Sandy kok lama ya ma,,," kata Nicholas.


"Sabar sayang,,, Sebentar lagi juga pasti datang kok." sahutku sambil memasangkan kaos kakinya.


Dan tak perlu menunggu lama memang kemudian Sandy telah muncul di pintu dengan setelan rapinya yang membuatnya tambah terlihat begitu tampan dan berkelas.


"Haloooo,,, Apa semua sudah siap??" sapanya dengan semangatnya yang bergelora.


"Sudah dooonggg,,,"jawab anak anak tak kalah semangat.


Jika anak anak dengan semangat menjawab papa Sandynya maka aku malah hanya berdiri tercengang melihat ke arah pria tampan yang sebentar lagi akan menjadi suamiku itu.

__ADS_1


"Sandy tampan sekali,,, Apa pria ini benar benar tidak salah memilihku??" batinku melihat tampilannya malam itu.


Maklum ini pertama kalinya ku lihat dia tampil formal begini. Biasanya dia lebih sering tampil dengan kaos dan celana pendek serta sepatu sport kesayangannya. Kali ini melihatnya tampil begitu rapi dengan kemejanya tanpa sadar membuatku terpana.


"Kok bengong ma??" tegurnya sambil menggerak gerakkan tangannya di depan mataku.


Aku mengerjap ngerjapkan mataku yang masih terbuai dengan ketampanannya itu setelah mendengarnya menegurku.


"Hmmm,,, Jatuh cinta lagi ya sama papa?? Hayoo jujur sama papa,,, Papa tampan kan,,,???" tanyanya sambil menyenggolkan bahunya padaku.


Aku hanya menepuk bahunya itu.


"GR deh,,," sahutku.


"Hmm masih gak ngaku aja mama ini kalau terpesona sama papa. Kayak papa dong gak gengsi gengsian mengakui kalau mama malam ini tambah cantik sekali. You look perfect with this dress ma,,," pujinya.


"Thank youuu manisku,,, Tapi maaf gak ada uang receh lhooo,,," sahutku bercanda.


"Gak butuh uang receh,,, Uang kertas juga gak. Bayar sama cium juga boleh kok,,," Sandy kembali menyenggol bahuku dan berbisik.


Ku gebuk lengannya manja saking gemasnya dengan ulahnya yang menyempatkan diri menggodaku di depan anak anak dan dalam momen yang mendebarkan bagiku begini.


Aku masih saja merasa deg degan akan bertemu dengan calon mertuaku.


"Sudah sudah berhenti menggodaku,,, Kapan kita berangkat?? Mama gak mau telat ya,,," kataku kemudian menyembunyikan perasaan berdebar yang makin lama makin membuat napasku memburu.


"Ok kita berangkat sekarang yaa,,, Sopir sudah menunggu di bawah. Ayo anak anak tampan papa." Sandy mengajak dan mengulurkan tangannya untuk digandeng Nathan.


Aku pun menggandeng tangan Nicholas yang sudah berpegangan pada Nathan. Aku dan Sandy mengapit si kembar yang begitu bahagia diajak keluar hotel.


"Huft,,,Mereka bahagia sekali dan sama sekali tak paham kalau mamanya gelisah. Hmmm,,," batinku.


"Semoga saja mereka tidak akan kecewa sesampainya di sana nanti." doaku dalam hati.


Tentu saja aku tak ingin jika nanti anak anak yang sudah terlanjur bahagia ini mendapat penyambutan yang kurang berkenan di hati.


Awalnya ibu melarangku mengajak si kembar untuk bertemu dengan keluarga Sandy di kali pertama perkenalanku dengan mereka karena ibu takut membuat penilaian keluarga Sandy padaku jadi negatif.


🌸🌸🌸

__ADS_1


"Ibu takut mereka tidak bisa menerimamu dan anak anak Yu,,, Tidak semua keluarga bisa menerima seorang janda dengan dua anak sepertimu untuk putra mereka yang duda tanpa anak." kata ibu waktu ini.


"Justru Ayu akan mengajak mereka agar Ayu tau seperti apa respon mereka pada anak anak bu,, Ayu ingin lihat apa mereka juga bisa menerima si kembar seperti mereka menerimaku nantinya,,," kataku.


"Kamu yakin Yu??" tanya ibu.


"Yakin bu,,, Ayu hanya ingin memulai hubungan ini dengan kejujuran akan keadaan Ayu yang janda dan punya anak ini bu. Bukan dengan menampilkan sesuatu yang baik dari Ayu saja tapi semua yang ada pada Ayu mau itu dinilai baik atau pun buruk." jawabku dengan mantap.


"Ibu doakan semoga perkenalanmu nantinya akan berjalan mulus dan mereka bisa menerimamu dengan tangan terbuka,,, Menjadikanmu anggota keluarganya bukan pembantunya,,," airmata ibu kembali menetes saat mengucapkan kata pembantu.


Dan aku hanya bisa mengusap airmata ibu. Ibu memelukku erat sekali malam itu.


🌸🌸🌸


Limosin yang membawa kami berhenti tepat saat suara Sandy terdengar di telingaku.


"Itu mommy daddy,,,"


Kalimat itu menyadarkanku dari lamunanku. Aku baru sadar bahwa kami telah sampai di sebuah tempat yang sudah disiapkan oleh Sandy. Sedari tadi aku mengingat ingat momen malam sebelum keberangkatanku ke LA bersama ibu.


Sebuah restoran mewah yang tampaknya sudah ditutup untuk umum dan hanya ada mommy dan daddy di sana. Sandy benar benar tak ingin momen perkenalan kami ini terusik dengan kehadiran orang lain.


Huuufftt,,,


Aku menghela napas dalam dalam saat Sandy membukakan pintu mobil untukku.


Ku rapikan sedikit gaun hitamku dan rambutku yang hanya ku biarkan saja tergerai. Aku hanya menyematkan sebuah jepit kecil agar anak rambutku tidak terus jatuh ke depan.


Senyum manis mengembang dari kedua pemiliknya yang berdiri berdampingan dan memandang ke arah kami. Raut wajah bahagia terpancar dari keduanya. Tampak keduanya sudah sangat tidak sabar agar langkah kami lebih cepat membawa kami mendekati mereka.


"Mommy,,, Daddy,,, Kenalkan ini Ayu dan anak anaknya,,," kata Sandy.


Dadaku berdegup kencang melihat sorot mata keduanya saat mereka melihat ke arah si kembar.


\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌸

__ADS_1


__ADS_2