
Selamat membaca πΈ
Maaf banyak typo π
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
πΈπΈπΈ
"Tampan seperti kamu Sandy,,," kata pria yang dipanggil daddy oleh Sandy.
"Halo anak anak tampan,,, Siapa nih namanya?? Kenalan yuk sama Grandpa,,," sapa daddy pada si kembar.
"Halo Grandpa,,, Ini Nathan,,, Ini Nicholas,,," Nathan sebagai yang tertua mewakili adiknya memperkenalkan diri.
"Wahhh,,, Nama yang bagus. Cocok sama pemiliknya yang tampan tampan. Papa Sandy saja hampir kalah tampannya tuh,,," kata daddy yang menunjuk ke arah Sandy.
Anak anak pun tertawa melihat wajah Sandy yang terlihat ditekuk karena dibandingkan dengan mereka.
"Sini peluk grandpa sayang,,," kata daddy.
Si kembar menurut saja dan memeluk kakek barunya itu. Ada rasa nyeri di ulu hatiku melihat mereka memeluk erat grandpa barunya seperti sangat merindukan sosok kakek.
Lebih nyeri lagi hatiku saat ingat mereka masih punya kakek yang entah sekarang bagaimana kabarnya. Perhatianku pada keakraban mereka membuat airmataku tak terasa lolos membasahi pipiku.
"Wajar saja putranya tampan because mommynya saja secantik ini." ucap mommy yang memegang daguku dan tersenyum manis padaku. Tangannya pun bergerak lembut menghapus airmataku.
"Sini sayang,,, Peluk mommy." ucapnya kemudian.
Aku malah kikuk diperlakukan begitu dan memandang Sandy yang langsung menganggukkan kepalanya.
"Jangan malu malu sayang,,, Anggap mommy ini mommy you sendiri ya. Kamu juga harus anggap daddy sebagai daddymu sendiri sayang." Mommy yang mengerti bahwa aku masih canggung semakin mengakrabkan dirinya dan langsung mendahului memelukku.
Pelukan mommy itu terasa hangat. Pelukan yang tak sekalipun pernah ku dapatkan dari tante Widya sebelumnya meski aku telah bertahun tahun menjadi istri Dirga.
Ya tuhan,,,
Apa begini rasa pelukan seorang mertua yang menerima menantunya dengan sepenuh hati,,,??
Hatiku pun meluruh. Bahkan degupan jantungku perlahan kembali normal seiring dengan sambutan hangat dari mommy.
Sandy tersenyum bahagia melihat betapa mommynya dengan cepat menerima dan menyayangiku,,, Betapa daddy juga dengan mudahnya menerima anak anakku dan langsung begitu saja menyayangi mereka. Sandy tau daddy pasti sudah lama menginginkan sosok cucu dari Sandy dan kini daddy mendapatkannya meski si kembar bukan darah daging Sandy.
__ADS_1
"Cepat buatkan daddy yang beginian lagi ya Sandy,,,Tapi daddy mau ada ceweknya yaa,,," celetuk daddy setengah berbisik pada Sandy.
"Nikahin dulu dong makanya Sandy sama mamanya mereka." sahut Sandy.
"Secepatnya kalau itu,, Daddy sama mommy tidak akan mau menunda nunda pernikahan kalian. Pokoknya bulan ini juga harus menikah kalian."kata daddy masih berbisik.
"Kamu tidak keberatan kan Ayu,,,???" tanya daddy kemudian dengan suara lantang.
Aku dan mommy yang tidak tau menahu apa yang dibicarakan kedua pria itu hanya bertolehan.
"Maaf om,,,Eh daddy,,,Keberatan apa ya??" tanyaku.
Daddy dan Sandy malah tertawa melihat wajahku yang keheranan itu. Dan itu makin membuatku penasaran.
"Daddy ini kumat deh jahilnya,,," sungut mommy kesal melihat calon menantunya ini jadi bahan kejahilan suaminya.
"Baiklah,,, Kita duduk dulu dan bicarakan semuanya dengan lebih serius." ajak daddy kemudian.
Kami semua menurut. Aku hendak menghampiri si kembar dan menuntun mereka namun dicegah oleh daddy.
"Biar daddy saja Yu,,, Kamu sama mommy saja ya,,,"titahnya.
Aku pun hanya mengangguk dan kembali pada mommy yang sudah mengulurkan tangannya hendak membimbingku ke meja makan yang sudah dipenuhi banyak hidangan.
Entah kenapa pikiranku malah kembali ke momen tiap kali aku sibuk memasak dan mempersiapkan makanan bagi suami dan mertuaku dulu.
Biasanya akulah yang paling sibuk melayani,,, Kali ini malah aku yang dilayani dengan begitu baiknya. Diperlakukan dengan begitu hangatnya oleh mommy dan daddy.
Mommy menarik kursi untukku duduk dan kemudian mengambil posisi di depanku. Sandy menyusul di sebelahku. Anak anak duduk di sebelah mommy dan dekat dengan daddy. Aku benar benar dilarang mengurus anak anak karena mereka ingin melakukannya sendiri.
Aku tersentuh.
Ketakutanku sirna. Ribuan rasa syukur kini menghiasi hatiku atas semua keindahan dan kehangatan yang keluarga Sandy berikan padaku dan si kembar.
Sandy yang melihat mataku mulai berkaca kaca menggenggam tanganku erat. Diulurkannya sehelai tisu untukku menghapus airmataku.
"Katakan pada mama,,,Ini semua bukan mimpi kan,,,??" tanyaku berbisik padanya.
Sandy tersenyum dan menggeleng.
"Ini hanya permulaan ma,,Selanjutnya akan banyak bertebaran cinta dan kasih sayang mereka untuk mama dan si kembar. Dan tentu saja untuk anak anak kita nantinya." ucapnya lembut.
__ADS_1
Aku mengangguk dan tak terasa airmata bahagiaku pun kembali lolos. Sandy menghapusnya lembut dan mengecup keningku.
"Paaa,,,Malu ah,," ucapku sambil melirik mommy dan daddy yang sibuk membantu memasangkan kain di baju si kembar agar tak terkena makanan yang jatuh.
"Lohh,, Biasakan diri mama untuk bermesraan di depan mereka mulai sekarang yaa,, Kan bulan ini juga kita akan menikah." kata Sandy.
"Hah,,, Bulan ini?? Kata siapa???" tanyaku.
"Kata Daddy,,," jawab daddy yang mendengar pertanyaanku.
Aku terbelalak mendengarnya dan memandang Sandy yang mengangguk dan menunjuk daddy yang sudah menjawab pertanyaanku. Aku pun menoleh ke arah daddy dan mommy yang sudah tersenyum padaku.
"Daddy dan mommy sepakat akan menikahkan kalian bulan ini juga. Kami tidak mau lagi menunggu lama.Kami sudah sangat senang punya cucu seperti ini dan kami tidak ingin kalian menunda lagi untuk membuatkan dua cucu lagi untuk kami." kata daddy.
"Dua atau tiga atau empat atau berapa pun itu,,, Terserah kalian saja,,," timpal mommy.
Aku tidak bereaksi mendengarnya karena memori otakku kembali membawaku pada malam di mana keluarga Dirga datang dan meminangku. Saat tante Widya memberikan syarat agar aku cepat hamil dan meyakinkan dirinya bahwa aku bisa memberinya cucu.
Lagi lagi airmataku menetes. Hatiku terasa nyeri lagi mengingat semua kenangan buruk itu.
"Jangan cemas sayang,,, Don't be stress. Mommy dan daddy tau kalau bukan kita atau pun kalian yang menentukan. Kita punya tuhan yang maha menentukan segalanya. Kalau pun mommy dan daddy mengatakan ingin cepat punya cucu dari kalian,,, Itu bukan sebagai syarat mutlak. Lagipula kamu juga sudah membawakan dua cucu tampan ini untuk kami. That's more than enough sayang,,,"
Mommy tampaknya sangat memahami apa yang ada dalam benakku saat itu. Mommy tentu juga sudah dengar banyak cerita tentang rumah tanggaku dari Sandy.
"Kami menerimamu tanpa syarat Yu,,," kata daddy.
Sandy yang ada di sampingku pun meraih bahuku dan mengguncang guncangnya pelan.
"Dengar itu kan ma,,, Mereka tidak memaksa atau pun menuntut. Mereka hanya menyemangati kita." kata Sandy.
Aku mengangguk dan tersenyum.
"Terima kasih mommy,,, daddy,,," hanya itu yang bisa kuucapkan.
"Pokoknya Sandy sama Ayu akan tetap berusaha meski tidak berjanji agar bisa sesegera mungkin memberikan cucu,,," tambah Sandy.
Malam itu perkenalanku dengan calon mertuaku benar benar membuat hati kami semua bahagia. Aku sungguh beruntung mendapatkan keluarga baru yang bisa msnerimaku dan anak anakku tanpa banyak syarat.
\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
__ADS_1
Terima kasih πΈ