
Selamat membaca ya,, semoga suka 🌺
Aku meninggalkan rumah dan mengantar si kembar ke sekolah setelah berpamitan pada Dirga yang juga hendak berangkat ke kantor.
Saat aku dan si kembar masih berdiri di pinggir jalan untuk menunggu taksi,,, mobil Dirga pun keluar dan di kursi depan tepat di sampingnya,,,
Vhe melambaikan tangannya nakal padaku,,,
"Apa apaan ini??? Istri dan anak sendiri disuruh menunggu taksi dan tak pernah diantar,,, tapi istri orang malah dibawa di mobilnya??? Kamu keterlaluan Dirga,,,, Jika saja ini tidak menyangkut keselamatan dan kenyamanan si kembar,, aku masih bisa bersabar,,," aku kesal bukan main pada Dirga.
Beruntungnya taksi segera datang jadi aku bisa segera mengantar si kembar.. Aku tidak sabar untuk mendatangi Dirga ke kantornya.
Aku harus mengajaknya bicara kali ini,,,
Aku tidak mau diam terus,,,
Karena diamku hanya dianggap sebagai kelemahanku,,,
Baik bagi mama maupun Dirga,,,
Keduanya meremehkanku,,,!!!
"Nanti mama jemput kalian ya sayang,,, ingat jangan bicara dengan orang asing dan tunggu sampai mama datang ya sayang,,," ucapku pada si kembar seperti biasanya.
"Iya mama,,," jawab mereka serempak.
Ku kecup kening mereka bergantian. Keduanya pun berlarian dan tak menghiraukan teriakanku yang meminta mereka berhenti berlari.
"Dasar anak anak,,," gumamku sambil geleng geleng kepala.
Aku pun kembali masuk ke taksi yang tadi mengantarku.
"Langsung pulang non??" tanya sopir taksi.
"Tidak pak,, tolong antar saja ke kantor ini,,," ucapku seraya menunjukkan kartu nama dan alamat kantor Dirga.
"Baik bu,," jawab sopir taksi yang sepertinya sudah tau dimanakah itu.
Sepanjang jalan aku menahan kemarahanku pada Dirga,,, Bagaimana bisa dia begitu tidak peduli pada aku dan anak kami,,,
"Sudah sampai non" kata sopir taksi menyadarkanku.
"Oh terima kasih pak,,, ambil saja kembaliannya untuk bapak." kataku.
Aku turun dan memandang gedung tinggi itu,,, Ini pertama kalinya aku datang ke kantor Dirga. Selama ini Dirga sama sekali tak pernah mengajakku meski ada acara apa pun di kantornya.
Padahal kebanyakan pegawainya mengajak pasangannya.
__ADS_1
Aku hendak masuk ketika seorang satpam menghalangiku di pintu masuk.
"Maaf,,, anda ingin bertemu siapa?? Kalau anda ingin mencari pekerjaan maka silahkan kembali dengan pakaian yang lebih pantas." ucap satpam itu dengan pandangan merendahkanku.
"Saya ingin bertemu suami saya,,, pak Dirga." ucapku langsung membuat satpam itu heran dan kembali memandangiku naik turun.
Dirinya tentu tidak percaya bahwa bosnya memiliki istri yang penampilannya terkesan tidak modis atau terawat. Aku menyadarkannya dengan berdehem.
"Apa saya masih tidak diperbolehkan masuk??" tanyaku lagi.
"Si,,, si,, silahkan bu,,, Maafkan saya,, saya tidak tau anda adalah bu Dirga." Satpam itu merasa tidak enak padaku.
"Tidak apa apa,,, saya mengerti" jawabku langsung melangkah masuk.
Satpam itu mengikutiku dan mengantarku hingga ke pinty lift dan menekankan tombol lantai ruangan Dirga.
"Silahkan bu,,," ucapnya sopan kali ini.
"Terima kasih" jawabku.
Aku masuk ke lift dan menuju ke atas ke lantai ruang kerja Dirga. Begitu pintu lift dibuka seorang wanita cantij yang ku yakin adalah sekretaris Dirga langsung berdiri menyambutku.
Mungkin satpam tadi sudah memberitahunya kedatanganku.
"Selamat pagi bu Ayu,,, maaf apa ibu ingin bertemu dengan bapak??" tanyanya.
"Tapi maaf bu,,, bapak sedang ada tamu,,, ibu mungkin bisa kembali nanti saja." tukas sekretaris yang tampak berusaha sekali agar aku tak masuk ke dalam ruangan Dirga.
"Memangnya siapa tamunya??" tanyaku.
"Maaf bu saya tidak tau pasti,,," jawabnya seperti menutupi sesuatu.
"Bagaimana mungkin seorang sekretaris tidak tau siapa tamu atasannya,,,?? Bukankah semua tamu harus melewatimu dulu,,,??" tanyaku curiga.
Sekretaris itu makin salah tingkah.
"Mana buku tamumu,,, biar kulihat sendiri siapa tamunya sepagi ini,,,," tukasku kemudian sembari mencari sendiri daftar di buku tamu.
Tidak tertulis ada tamu hari ini. Catatan daftar tamu masih kosong. Aku pun membuka lembaran itu dan menunjukkannya pada sekretaris itu.
"Tidak ada tamu,,, jadi kamu jangan menghalangiku lagi,,," ketusku yang sedari tadi sudah mencoba bersikap sabar pada semua orang.
Jika tadi ada satpam yang meremehkanku karena penampilan,,,
Maka sekarang ada sekretaris yang coba membodohiku yang mungkin dikiranya hanyalah seorang pelayan rumah makan kecil,,,
Dia kira aku sebodoh itu,,,
__ADS_1
Aku semakin penasaran di dalam akan terjadi apa lagi,,,
Aku pun membuka paksa pintu ruangan Dirga walau sekretaris itu masih berusaha menghalangiku. Dan begitu ku buka,,,
Dua insan yang tengah berciuman itu menoleh kaget dan buru buru merapikan diri mereka masing masing.
"Oh,,, jadi begini,,," kataku.
"Maaf pak,, saya sudah berusaha menahan bu Ayu tadi,," sekretaris itu menjelaskan pada Dirga.
"Hey,,, seharusnya kamu meminta maaf padaku karena disini aku yang jadi korban,," sela ku.
"Maaf bu,, saya minta maaf,, saya hanya menjalankan perintah saja,,, permisi bu, permisi pak,,," kata sekretaris itu tak ingin terlibat terlalu jauh dalam perkara rumah tangga kami.
"Hehh,,, perempuan kampung,,,!!! Norak sekali sih kamu,, datang datang marah marah,, buat ribut di kantor. Kamu tidak tau ini tuh kantor??!!" bentak Vhe.
"Cukup ya Vhe,,, cukup sudah kamu selalu menggangguku selama ini,,, kamu itu yang gak tau tempat,,, aku punya hak untuk ribut disini karena ini kantor suamiku,, jika aku melihat hal seperti ini di depan mataku,,, tentu tidak akan ada yang melarangku,,!!!" ucapku kesal.
"Aku yang melarangmu membuat keributan disini!!! Ini kantorku Ayu,,, bersikaplah sopan,,," sela Dirga yang sedari tadi belum bersuara.
"Apa,,,?? Dirga,,,,"
Aku tak percaya suamiku berkata begitu dan seakan malah menyalahkanku.
"Kamu sudah dengar kan kata Dirga??" tanya Vhe lagi dengan pandangan mengejek.
"Jelaskan padaku Dirga,,,!!!" ucapku tanpa mempedulikan ucapan Vhe lagi.
Aku sungguh ingin mendengar bahwa apa yang terjafi di depan mataku tadi hanyalah sebuah kesalahan yang disesali Dirga.
"Seperti yang kau lihat Ayu,,, aku memiliki hubungan dengan Vhe,,, hubungan yang lebih jika hanya dikatakan sebagai sahabat,,, kami berdua masih saling mencintai,,," ucap Dirga santai.
"Dirgaaaa!!! Kamu sadar dengan apa yang kamu katakan ini??? Sadar Dirga,,, kamu itu masih sah sebagai suamiku,,, kita juga sudah punya si kembar,,, apalagi yang kau cari??" aku mulai histeris.
"Ayu sudah!!! Cukup!!! Aku tidak mau lagi berdebat denganmu,,, keputusanku sudah bulat,,, Vhe akan ku nikahi,, suka atau tidak,,, terima atau tidak,,, kau boleh memutuskan pilihanmu. Yang jelas Vhe akan tetap bersamaku,,," tegas Dirga.
Aku hanya geleng geleng kepala mendengar pernyataan Dirga itu. Aku tau dirinya hanya sedang terpengaruh oleh ucapan Vhe yang pasti selalu merayu dan meracuninya selama ini seperti dia meracuniku.
"Masih mau apalagi sih diam di sini?? Mau lihat kami bercumbu lagi??? Seperti ini,,,," Vhe tiba tiba kembali dengan berani dan terang terangan menciumi bibir Dirga di depan mataku.
Aku marah,,, aku kecewa,,, aku sakit.
Tapi aku tak akan menyerah begitu saja!!! Tidak segampang itu kalian berdua bisa mengalahkanku!!!
\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
__ADS_1
Terima kasih 🌺