MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Rumah Tangga Si Mantan


__ADS_3

Happy reading ya 🤓


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Vhe tiba di LA setelah beberapa puluh jam menghabiskan waktu di pesawat. Sandy yang sudah tersenyum menyambut kedatangan istri yang sangat dicintainya itu.


"Welcome back sayang" ucapnya sembari memeluk dan menciumi pipi Vhe.


Vhe memutar malas matanya dan membiarkan dirinya dipeluk dan dicium. Vhe tidak punya alasan untuk menolaknya. Bagaimana pun jengkelnya dirinya pada Sandy namun pria itu tetaplah suaminya.


"Aku harus tetap manis padanya hingga dia menyerahkan semua asetnya kepadaku" batin Vhe yang berpura pura tersenyum saat Sandy menggenggam tangannya didalam mobilnya.


"Sebentar lagi pasti pria ini akan memintaku melayaninya,,, huhhh" batin Vhe kesal.


Dia berharap perjalanan menuju apartemen mereka masih lama agar dirinya bebas menikmati waktunya tanpa harus merasakan jari jemari Sandy menjalari tubuhnya.


Vhe menerima pinangan Sandy bukan karena dia mencintai pria itu. Dia menerimanya karena tau bahwa Sandy adalah pewaris tunggal perusahaan papanya yang memiliki banyak perusahan besar di LA.


Vhe sengaja menunda kehamilannya karena dia tak ingin nantinya urusan harta menjadi ribet dengan adanya anak. Vhe mau hanya namanya saja yang tertera saat proses pengatasnamaan aset Sandy.


Sejauh ini rencananya itu berjalan mulus karena Sandy memang sangat mencintainya dan menuruti semua keinginannya termasuk rela mengalah dalam urusan ranjang.


"Pakai dulu pengamanmu" titah Vhe sebelum Sandy menggaulinya malam itu.


Sandy menurut walo dalam hatinya dia sangat berharap agar Vhe sekali saja lupa dengan aturan itu hingga dirinya bisa hamil. Sandy yakin Vhe tidak akan tega menyakiti bayinya jika memang sudah terlanjur hamil.


"Malam ini aku akan mengalah sayang,,, tapi suatu hari nanti akan ku buat kamu tak berdaya dan tak akan bisa menolaknya" batin Sandy.


"Kapan kamu akan mengurus semua proses pengalihan asetmu atas namaku sayang?" tanya Vhe manja setelah selesai menunaikan kewajibannya sebagai istri.


"Segera sayang,,, tapi aku tak bisa mengatasnamakan semua padamu karena papa melarangnya. Papa ingin aku menyisakan juga untuk calon anak kita nantinya" kata Sandy.


Vhe merengut mendengarnya. Dia kesal karena papa mertuanya terlalu ikut campur. Dirinya lebih kesal lagi mengingat Sandy yang juga sangat menurut pada papanya.


"Kenapa kamu juga menuruti kata papa. Kamu kan lebih berhak menentukan" sungut Vhe kesal.


Sandy tersenyum dan membelai rambut istrinya.


"Makanya,,, apa salahnya kalau kita segera saja mulai memprogram kehamilanmu sayang,,, Bukankah dengan begutu kita bisa mengurus semua sesuai keinginanmu?" Sandy mulai membujuk Vhe.


"Cukup ya Sandy,,, jangan membahas soal anak lagi!!! Keputusanku masih sama. Aku belum menginginkannya!!!" tukas Vhe kesal.


"Vheeee!!! sampai kapan kamu akan  terus seperti ini???!!!! Pernikahan kita sudah setahun lebih berjalan dan kamu masih saja seperti itu!!! Aku jadi ragu padamu!!! Sebenarnya apa yang kamu inginkan dari pernikahan kita ini??? Apa cuma hartaku saja???!!!" kecam Sandy.


Vhe terkejut mendengar Sandy pertama kali menyebut namanya dan membentaknya. Pria itu selalu memanggilnya dengan kata sayang selama ini.


Vhe juga pucat saat Sandy bisa membaca isi pikirannya.


"Gawat,,, jangan sampai dia tau dan menunda proses balik nama itu" batin Vhe panik.


"Mana mungkin aku seperti itu sayang" bujuk Vhe berusaha membuat Sandy tak marah lagi.


Sandy yang masih sedikit kecewa itu mulai luluh dan membiarkan saja Vhe menciumi dirinya.


"Aku tak ingin membuat suamiku marah sebelum aku berhasil menguasai asetnya" batin Vhe. 

__ADS_1


Sandy,,,


Suami Vhe sangat menginginkan untuk mereka bisa segera menimang anak. Namun Vhe selalu mengatakan bahwa dirinya tidak ingin secepat itu memiliki anak.


Vhe masih ingin bebas dan terikat oleh pernikahan apalagi dengan hadirnya seorang anak. Bagi Vhe,,, hamil dan melahirkan itu adalah sebuah bencana bagi dirinya.


Hamil akan membuat tubuh rampingnya itu menggendut. Dia tak akan bisa memakai baju baju minimnya jika dia hamil. Dia juga jadi tidak bisa kapan saja meminum minuman beralkohol yang digemarinya.


Vhe yang masih suka pergi dan menghabiskan waktunya di club tentu saja merasa sangat keberatan dengan permintaan Sandy.


Walau begitu,,,


Sebenarnya Sandy masih bisa bersabar. Sandy yang sangat menyayangi Vhe memilih mengalah dan menanti sampai istrinya itu siap.


Sandy bahkan selalu menuruti permintaan Vhe untuk dirinya mamakai pengaman tiap kali mereka berhubungan intim meski dirinya jadi tidak bisa terlalu menikmatinya.


Vhe tidak mau jika dirinya yang harus repot dengan metode metode pencegah kehamilan. Menurutnya semua metode metode itu berpotensi membuat dirinya menjadi gemuk seperti kebanyakan yang terjadi pada para wanita.


"Jadi kapan sayang kamu siapnya?" tanya Sandy saat usia pernikahan mereka sudah tepat satu tahun.


"Apaan sih? Baru juga setahun sudah minta anak. Masih banyak kan di luar sana pasangan yang menunda kehamilan. Pokoknya aku tidak mau hamil dulu" ketus Vhe.


"Pikirkan juga keluargaku dong sayang,,, Mereka terus menanyakan padaku kapan kamu hamil. Aku malu sayang. Mereka pikir aku yang tidak mampu" kata Sandy.


"Aku juga tidak mau nantinya mereka kecewa padamu" lanjutnya.


"Kalau mereka ingin punya cucu,,, kan sudah ada anak dari kakak kakakmu. Lagian kamu itu ya,,, Yang menikah itu kita. Yang menjalani juga kita. Kenapa harus dengarkan dan pikirkan omongan orang sih?" Vhe merengut.


"Yang jelas kan aku sebagai istrimu tidak pernah protes karena kamu memang masih bisa menjalankan tugasmu sebagai suami. Aku juga tau bahwa kamu itu normal tanpa gangguan apa pun" lanjutnya.


Sandy menggaruk kepalanya. Dia pusing memikirkan bagaimana cara memberitahu keluarganya bahwa memang Vhe belum siap tanpa membuat mereka kecewa.


"Jangan lagi mengajakku berdebat masalah ini. Kalau kamu memang mencintaiku,, terima dan mengertilah akan apa yang ku mau!!!" ucap Vhe langsung membelakangi Sandy yang berbaring di sebelahnya.


Lima tahun berlalu,,,,


Usia pernikahan Vhe yang telah memasuki tahun ke enam dan belum juga dikaruniai anak membuat hubungan mereka memanas dari hari ke hari.


Sandy sering marah dan jarang pulang. Bagaimana dirinya tidak marah?? Vhe masih saja bertahan dengan egonya yang masih tak ingin punya anak.


Seperti malam itu,,,,


"Pakai dulu pengamanmu!!!" titah Vhe pada Sandy yang sudah tak bisa mengontrol keinginannya menggauli istrinya.


Beberapa malam ini Sandy tidak pulang karena dia ada pekerjaan yang mengharuskannya meninggalkan kota itu.


Rasa rindu terhadap istrinya dan keinginan memiliki seorang anak menjadikan dirinya marah mendengar ucapan Vhe itu. Sandy menarik dirinya dari tubuh istrinya. Dipakainya kembali bajunya.


Diambilnya sebatang rokok dan disulutnya. Vhe heran dengan sikapnya kali ini. Tak biasanya suaminya itu seperti itu.


"Ada apa lagi???" tanya Vhe yang sudah mengenakan gaun tidurnya kembali.


"Ayolah jangan seperti itu,,, kita masih punya banyak waktu untuk bisa memiliki anak. Aku sudah tegaskan padamu bahwa aku belum siap,,, kenapa sih kamu gak ngerti juga???" lanjutnya.


"Diam!!!!" bentak Sandy yang langsung mematikan puntung rokoknya.

__ADS_1


Vhe terkejut di bentak seperti itu.


"Semua aset sudah atas namamu,,, hubunganku dengan papa bahkan jadi memburuk karena aku memilih untuk menurutimu!!!" ketus Sandy.


"Ohh jadi sekarang kamu mengungkit itu?? Aku heran,,, sebenarnya kamu itu sayang gak sih sama aku??" jawab Vhe tak kalah sengit.


Sandy yang selama ini selalu kalah jika Vhe menanyakan hal itu tampaknya tak ingin lagi mengalah. Dirinya sudah bosan selalu dijawab seperti itu tiap kali mereka bertengkar.


"Cukup!!! Selama ini aku mengalah,,, selama ini menuruti apa pun maumu,,, kali ini aku sudah kehabisan kesabaranku. Jika kamu terus menanyakan bukti cintaku padamu selama ini,,, maka kali ini aku yang akan bertanya,,," kata Sandy.


"Kamu tuh sayang gak sih sama aku hahhh??? Pernah gak kamu peduli sama perasaanku?? Sama inginku??? Pernah gak kamu sekaliiiii saja Vhe,,, mengalah padaku???" cercanya.


Vhe terdiam. Sandy hanya geleng kepala melihat diamnya Vhe.


"See,,, jawabannyaTIDAK,,, dan tidak pernah!!! Vhena Valentina hanya mencintai uangku saja!!!!" bentak Sandy.


"Aku tak tahan lagi Vhe,,,, " lanjutnya.


"Kamu mau kemana lagi sih??? kamu kan baru pulang!!!" kata Vhe.


Vhe berusaha mencegah saat Sandy mengemasi bajunya dan memasukkannya ke kopernya namun tak berhasil.Tak biasanya Sandy semarah ini padanya.


"Aku pergi!!! Tunggu surat putusan pengadilan untukmu datang!!" kata Sandy sebelum keluar dari apartemen itu.


"Apa maksudmu????" Vhe tak mengerti.


"Sandyyyyy!!!!!"


Vhe terus berteriak memanggil namanya namun Sandy sama sekali tak menoleh dan tetap melangkah meninggalkan istri yang sangat dicintainya itu.


"Maaf Vhe,,, aku tidak bisa lagi meneruskan hubungan ini" batinnya.


Sandy mantap akan menceraikan Vhe tak peduli walau dia sudah kehilangan sebagian besar asetnya. Selama ini Vhe tak tau bahwa Sandy memiliki banyak aset lain selain yang sudah dimintanya itu.


"Dasar sok kegantengan!! Dia pikir aku akan menyesal walau telah ditinggalkannya??? Aku sudah memiliki banyak aset darinya dan itu cukup untuk ku jadikan simpanan." kata Vhe yang kesal dengan tindakan Sandy.


"Lagipula mana mungkin dia benar benar akan menceraikanku,,, aku tau dia sangat mencintaiku." lanjutnya masih mengomel sendiri.


Vhe masuk dan menutup pintunya. Dia kemudian duduk di sofa empunya itu dan mulai berpikir.


"Tapi bagus juga sih kalau dia memang melepaskanku,,, itu artinya sudah saatnya bagiku dan tante Widya melanjutkan rencana yang sudah kami susun" kata Vhe.


"Dirga tentu sudah tak bisa menolakku lagi,,, dengan semua yang sudah dilakukan oleh Ayu. Si bodoh itu tentu tidak menyadari bahwa semua kebaikan tante Widya padanya itu hanya sebuah pengalihan" lanjutnya.


Vhe tersenyum licik. Diraihnya ponselnya kemudian mulai menelpon seseorang.


"Aku akan segera datang" ucapnya lalu menutup telponnya.


"Baiklah Sandy,,, segera saja kirimkan surat ceraimu itu agar aku bisa bebas menjalankan rencanaku selanjutnya!!" sinisnya saat melihat foto perkawinan mereka.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen ya


Terima kasih 💞

__ADS_1


__ADS_2