MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Ada Apa Sebenarnya?


__ADS_3

Happy reading ya 🤓


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Vhe merengut mendapatkan reaksi seperti itu dari papa.


"Tanteee,,, Om masih saja bersikap seperti itu pada Vhe. Sebenarnya apa sih salah Vhe?" rajuknya manja pada mama.


"Aaahhh jangan hiraukan om,, Yang penting kan tante tidak seperti itu padamu. Dirga juga tidak kan?" hibur mama.


Mama dengan sayangnya menyingkirkan anak rambut Vhe yang jatuh ke depan menutupi wajahnya. Mama tampak sangat menyayangi Vhe sepenuh hatinya.


"Siapa bilang Dirga juga tidak begitu. Dirga malah meminta Vhe untuk jangan lagi mendekatinya tante" Vhe mengadukan omongan Dirga tempo hari.


"Mana mungkin? Dirga mana mungkin bisa menolakmu begitu saja sayang. Kamu kan sahabat kecilnya." kata mama tidak percaya.


"Beneran tante,, Dirga sendiri yang mengatakannya padaku" tegas Vhe.


Mama tampak sedikit heran dan berpikir kenapa Dirga seperti itu pada Vhe.


"Mungkin Dirga hanya sedang lelah waktu itu Vhe jadi dia tidak mau kamu mengganggunya dulu" mama berusaha menghibur hati Vhe.


"Vhe rasa tidak begitu tante,,, Vhe rasa Ayu yang meminta Dirga mengatakannya" ketus Vhe.


"Vhe yakin dia itu merasa berkuasa sekarang karena telah melahirkan dua putra sekaligus. Jadi dia merasa dirinya itu sudah jadi nyonya rumah disini" tebak Vhe sengaja membuat mama panas.


Mama tampak terpengaruh dengan ucapan Vhe. Mama diam namun memikirkan perkataan Vhe.


"Berani sekali Ayu mengatur Dirga. Memangnya dia pikir siapa dirinya itu?? Dasar menantu tidak tau diri. Aku tidak akan membiarkanmu merasa kaulah nyonya dirumah ini" batin mama.


"Tunggu saja saat anak anakmu sudah besar. Kamu akan tau bedanya jadi nyonya dan jadi pembantu dirumah ini!!" geram mama dalam hati.


Vhe yang diam diam memperhatikan raut wajah mama tersenyum puas saat melihat mangsanya itu mulai terpancing dengan hasutannya.


Dia segera mengubah wajahnya sesedih mungkin saat mama hendak menoleh kepadanya. Dia ingin memperlihatkan betapa sedihnya dirinya yang kini tidak bisa mendekati Dirga.


"Sabar ya Vhe sayang,, Biar tante nanti yang bicara sama Ayu. Tidak seharusnya Ayu itu merasa cemburu padamu yang saat ini juga hanya teman kecil Dirga. Kamu kan juga sudah menikah jadi seharusnya dia tidak perlu cemas." kata mama.


"Mungkin Ayu minder lihat Vhe yang lebih dari dia segala galanya ini tante" ucap Vhe percaya diri.

__ADS_1


Walau apa yang dikatakannya itu memang benar tapi sepantasnya dia tak perlu mengatakannya juga. Mama yang mendengar itu tertawa terbahak bahak karena mama rasa Vhe sangat lucu dan lugu mengatakan hal seperti itu.


"Kamu itu pinter juga ya bikin tante tertawa. Tapi apa yang kamu katakan itu memang benar sayang. Kamu lebih baik segala galanya daripada Ayu" kata mama sembari tertawa lagi.


Vhe pun ikut tertawa. Tampaknya mereka puas sekali bisa membicarakan kekuranganku dan menertawakanku. Tawa mereka tak henti hentinya dan terdengar sampai ke taman tempatku duduk bersama papa.


Aku hanya beberapa kali menoleh tiap terdengar tawa mereka.


"Apa yang sedang mereka tertawakan sebenarnya? Kapan aku bisa tertawa riang bersama mama seperti itu?" batinku.


"Ayu" panggil papa.


"Ii,, iiya pa. Ada apa?" aku tergagap.


"Apa kamu pernah menanyakan siapa Vhena pada Dirga?" tanya papa.


Aku mengangguk. Tiba tiba aku merasa berdebar debar saat papa membahas Vhena denganku. Papa tampak menghela napas berat.


"Maafkan jika mamamu itu terlihat begitu akrab dengan Vhe daripada denganmu." ucap papa.


"Ayu tidak apa apa kok papa" ucapku berbohong. Aku tak ingin papa merasa bersalah karena mama seperti dan memang lebih menyayangi Vhe daripada aku.


"Vhe sama Dirga itu tumbuh bersama. Vhe juga sering datang kerumah ini. Papa harap kamu akan terbiasa melihat kehadiran Vhe yang mungkin tiba tiba." kata papa.


"Dan papa harap memang akan seperti seterusnya" lirih papa.


Aku sampai mendekatkan telingaku saat mendengar kalimat terakhir papa.


"Apa maksud papa mengatakan hal itu? Sepertinya papa memang sangat tidak ingin jika Vhe itu mendekati Dirga" batinku.


Sebenarnya aku ingin tau lebih banyak tapi aku tak berani bertanya lebih pada papa yang kini tengah asyik mengajak bicara si kembar.


Tak terdengar lagi tawa dari dalam rumah. Entah apa yang tengah dibicarakan atau dilakukan oleh Vhe dan mama di dalam sana.


"Papa,, Ayu boleh permisi dulu ke dalam? Perut Ayu sakit. Ayu ingin ke toilet sebentar." ucapku.


"Ayu titip Nathan dan Nichol ya papa" pintaku setelah papa mengiyakan.


Hari ini entah kenapa perutku terus mulas. Entah aku salah makan apa hari ini. Aku segera saja masuk dan setengah berlari menuju kamar mandi yang ada di kamarku. Aku tak peduli Vhe melihatku dengan tatapan sinisnya.

__ADS_1


"Tante,,, Vhe pulang dulu ya. Vhe baru ingat Vhe ada janji dengan teman. Mumpung Vhe sedang di Indonesia teman teman Vhe ingin mengunjungi Vhe" ucap Vhe.


"Iya Vhe,, hati hati ya" pesan mama.


"Ayo Vhe antar tante ke kamar dulu. Lebih baik tante isturahat saja dulu. Jangan terlalu banyak habiskan waktu tante untuk bayi Ayu saja. Vhe tidak mau kalau tante sakit" ucap Vhe manis.


"Kamu memang paling perhatian sama tante Vhe. Tau saja kalau badan tante kurang sehat hari ini. Terima kasih ya sayang" mama tersenyum dan menurut saja saat Vhe membimbingnya masuk ke kamarnya.


Vhe segera berjalan keluar saat yakin bahwa mama telah masuk dan berbaring di kamar. Dia tidak segera naik ke mobil melainkan  menuju ke taman dimana papa duduk bersama Nathan dan Nichol.


"Eehhmmm,,, Halo om,, Apa kabar? Tadi Vhe belum sempat menanyakan kabar om" kata Vhe manis.


Papa yang terkejut mendengar sapaan Vhe itu menoleh.


"Sedang apa kamu disini? Bukannya kamu sedang didalam tadi" ucap papa.


Papa berdiri dan matanya terlihat memutar melihat keadaan sekeliling. sepertinya mencari mama.


"Om cari Tante??Ada kok di kamarnya. Tadi Vhe yang antar tante masuk" kata Vhe kembali terdengar manis.


Aku yang sudah selesai segera keluar dan hendak menuju ke taman lagi. Namun langkahku terhenti saat aku melihat adegan yang rasanya tidak sepantasnya. 


Aku melihat kepala Vhe bersandar di bahu papa. Vhe juga mengalungkan tangannya manja di lengan papa. Namun aku melihat ada penolakan dari Papa. Papa bahkan terlihat memarahi dirinya dan beberapa kali menunjuk wajahnya.


Vhe terlihat merengut di perlakukan seperti itu oleh papa. Dia segera berjalan dengan langkah kasarnya menuju mobilnya. Dia bahkan menutup pintu mobilnya itu dengan sangat keras.


"Ada apa sebenarnya? Apa yang sudah ku lihat tadi?" batinku.


Papa terlihat gugup saat aku sudah kembali.


"Papa ke kamar dulu Ayu. kamu sudah selesai kan?" tanya papa.


Aku mengangguk saja. Papa segera saja pergi meninggalkan kami tanpa mencium si kembar terlebih dulu.


Aneh,,,,


Sungguh aneh sikap mereka,,, Ada apa sebenarnya???,,,, 


\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 💞


__ADS_2